
Setelah berada di luar Gua Kebijaksanaan, Baihu merasa dirinya berdiri di puncak pegunungan yang tertinggi. Dia kemudian berjalan menuju arah tebing untuk melihat keadaan di seberangnya.
Tampak ketiga kediaman sekte dari tempatnya berdiri pada tebing di atas Gua Kebijaksanaan.
“Bagaimana keadaan sekte dan ketua sekte, bagaimana juga keadaan teman-teman dan kakak Wang Mei?” Hati Baihu berkecamuk karena rasa rindu pada ketua sekte dan teman-temannya.
Baihu lalu melompat menyeberangi tebing itu dengan terbang menuju kediaman sekte Matahari Bulan dan langsung menuju tempat tinggalnya. Dia melihat kedalam kamarnya, tempat itu sudah berdebu karena kosong selama setahun dan tidak dibersihkan.
Dia kemudian pergi ke tempat tinggal Wang Mei yang juga sepi dan kosong. “Kemana kakak Wang Mei?” batinnya
Baihu memasuki kamar Wang Mei untuk memeriksanya, kemudian matanya tertuju pada sepucuk surat yang bertuliskan untuk dirinya. “Baihu, aku pulang ke kota Persik. Jaga dirimu baik-baik” bunyi surat itu
Tubuh Baihu bergetar merasa kehilangan, dia menyimpan surat itu di dalam cincin penyimpanan milik Guru Wu Shan yang dipakainya. Kemudian dia pergi menuju aula sekte untuk menemui ketua sekte Shang Chi.
Namun apa yang dilihatnya membuat Baihu terkejut. Ketua sekte saat ini adalah Shu Wei dikarenakan ketua sekte telah menghilang selama setahun. Dan mereka tidak ada yang menemukannya hingga saat ini. Baihu sedih mendengar hal ini, namun Shu Wei yang menjadi ketua sekte merasa gembira.
“Hahaha... akhirnya aku bisa mengusirmu dari sekte Matahari Bulan. Pergilah dari sekte ini. Aku yang berkuasa di sekte Matahari Bulan saat ini.” teriak Shu Wei pada Baihu.
Baihu menatap mata Shu Wei dengan tajam, membuat Shu Wei merasa bergidik sesaat, “Aku akan pergi, meskipun kamu tidak mengusirku” sahut Baihu.
“Sebelum pergi, hilangkan dulu kekuatan dan jurusmu yang dipelajari dari sekte Matahari Bulan ini” teriak Shu Wei kesal
“Apa kamu berani melakukannya?” sahut Baihu sambil menatap tajam ke arah Shu Wei dengan aura membunuh.
Ketua sekte Shu Wei bergidik melihat tatapan Baihu begitu juga para tetua yang ada di aula sekte tersebut. Dia teringat kata-kata ketua sekte Shang Chi padanya, bahwa jika Baihu mengeluarkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan, maka akan ada nyawa yang melayang.
Namun tidak demikian dengan Shu Chao yang saat ini sudah menjadi salah satu tetua, dia ingin mematakan tangan Baihu. “Aku akan memutuskan ilmu sekte darimu” teriaknya sambil menyerang Baihu dengan kekuatan alam Dewa yang sudah ditembusnya dan jurus ke 8 Matahari dan Bulan.
Melihat serangan dahsyat dari Shu Chao, Baihu ingin mencoba juru baru yang dikuasainya. Dia mengerahkan jurus pertama Pertahanan Tubuh Emas yang telah dikuasainya.
__ADS_1
BUMMM!
Tubuh Shu Chao terpental oleh kekuatannya sendiri, dia pun terjatuh muntah darah dan terluka dalam. Seluruh mata tidak percaya, Baihu sama sekali tidak terlihat melawan namun pertahanan tubuhnya mementalkan tubuh Shu Chao hingga terluka.
“Kamu berani melukai cucuku yang seorang tetua sekte Matahari Bulan. Kamu bukan murid sekte ini. Pergi kamu dari sini!” teriak Shu Wei yang marah melihat cucunya terluka.
Mendengar hal itu, Baihu pun pergi dari aula tersebut dan berjalan menuruni kediaman sekte Matahari Bulan. Dia sengaja berjalan untuk melihat kediaman sekte untuk terakhir kalinya.
“Baihu!” tiba-tiba dia mendengar teriakan dari belakangnya ketika melewati wilayah Suci. Baihu lalu menoleh dan tampak Zhou An berdiri dengan tersenyum padanya. Zhou An lalu berlari dan memeluk Baihu secara tiba-tiba.
Mata Baihu berkedut dan wajahnya memerah saat merasakan pelukan Zhou An padanya, dia hanya berdiri termangu karenanya.
“Aku percaya kamu pasti kembali” isak Zhou An ketika melihat Baihu dengan mata berkaca-kaca.
Melihat Zhou An menangis, Baihu menjadi terenyuh. Kesedihan dan marah sebelumnya menjadi hilang setelah melihat Zhou An.
“Nona Zhou, terima kasih. Maaf, aku harus pergi dari sekte ini. Ketua Shu Wei telah mengusirku” sahut Baihu.
“Aku tidak tahu masalahnya. Tapi sepertinya Shu Wei memang tidak menyukaiku sejak dulu” sahut Baihu kembali.
Zhou An tertegun, dia mengingat masalah lalu saat Shu Wei dan Shu Chao menyerang Baihu di ruang pelatihan. Zhou An menjadi mengerti kenapa saat ini mereka mengusir Baihu.
“Nona Zhou, dimana ketua sekte Shang Chi?” tanya Baihu padanya.
Mendengar pertanyaan Baihu, wajah Zhou An kembali sedih. Dia menundukkan wajahnya “Ketua sekte Shang Chi sejak saat itu tidak diketahui keberadaannya. Para kesembilan ketua sekte menghilang bersamaan dengan terkurungnya kamu di dalam gua itu. Mereka dibawa pergi oleh penjarah saat itu” sahut Zhou An
Wajah Baihu menjadi gelap mendengar hal itu, ternyata selama setahun ini mereka tidak mengetahui keberadaan ketua sekte. “Apa yang dilakukan oleh orang-orang? Mengapa mereka tidak mencarinya?” tanya Baihu.
“Kesembilan sekte besar telah mengirimkan mata-mata pengintai ke seluruh wilayah dataran tengah. Namun tidak mendapatkan keberadaan para ketua sekte” sahut Zhou An.
__ADS_1
Baihu merenung mendengar hal itu, “Kemungkinan ada kekuasaan yang berada di belakang kejadian itu” gumam Baihu dalam hatinya.
“Nona Zhou, aku akan pergi dari kediaman sekte. Aku harap suatu saat bisa bertemu lagi denganmu” kata Baihu.
Mendengar hal itu, Zhou An merasa berat hati. Dia lalu mengeluarkan giok hijau bertuliskan namanya dan menyerahkannya pada Baihu.
“Baihu, bawalah ini bersamamu. Suatu saat jika kamu pergi ke wilayah selatan. Kamu bisa datang menemuiku” sahut Zhou An.
Baihu mengambil giok berwarna hijau itu dan menyimpannya di dalam cincin. Lalu dia berpamitan pada Zhou An dan pergi dari kediaman sekte.
Ketika menuruni pegunungan kediaman sekte Matahari Bulan, Baihu kembali kehilangan arah. Dia tiba-tiba muncul di gerbang sekte Pedang Langit.
“Ah, mengapa aku selalu tersesat” gumamnya sambil berbalik hendak pergi.
“Baihu, kaukah itu?” tiba-tiba dia mendengar teriakan di belakangnya.
Baihu menoleh ke arah datangnya suara itu. Dia melihat Yang Zi berjalan bersama Xin Ye keluar dari gerbang sekte Pedang Langit. “Ah, benar itu dia” timpal Xin Ye
Wajah Baihu menjadi merah karena malu salah jalan, “Ah nona Yang dan nona Xin” sahut Baihu
Kedua wanita itu berjalan mendekati Baihu yang udah lebih tinggi karena berumur 16 tahun. “Ada perlu apa datang ke kediaman sekte Pedang Langit?” tanya Yang Zi
“A...Aku salah memilih jalan” sahut Baihu gugup dan malu mengakuinya.
“Kamu mau kemana?” tanya Yang Zi dengan mengernyitkan dahinya.
“Aku bermaksud pergi ke kota Persik” sahutnya asal karena mengingat surat dari Wang Mei
“Ah, kebetulan. Kami juga diutus untuk pergi kesana. Mau kami antar?” tanya Yang Zi sambil tersenyum padanya.
__ADS_1
Mendengar hal itu Baihu sebenarnya ingin menolak, tetapi dia tidak tahu harus pergi kemana lagi. Jadi dia pun menyetujui untuk pergi bersama mereka daripada tersesat kembali.