
Melihat muridnya yang gila kekuasaan, membuat hati ketua sekte Makam Raja menjadi miris dan menyesal. Dia tidak menyangka muridnya yang berbakat akan menjadi seperti itu.
“Ketua, aku tidak membutuhkan dirimu. Tetapi aku ingin kamu menyaksikan saat aku menguasai dunia bela diri dan menjadi nomor satu di daratan ini. Hahaha...” tawa Chen Guo yang kemudian pergi meninggalkan ketua sekte Makam Raja.
Di lorong itu terdapat 8 ruang penjara, di kiri dan kanan lorong masing-masing ada 4 ruang penjara yang saling berhadapan. Ada 6 ketua sekte besar yang dipenjara di tempat itu, ketua sekte Makam Raja, ketua sekte Bulan Es, ketua sekte Ming, ketua sekte Teratai Suci, ketua sekte Pedang Langit dan ketua sekte Matahari Bulan.
Sementara itu dua ruangan lainnya tampak lebih gelap dari keenam ruang sebelumnya. Chen Guo berjalan menuju dua ruangan terakhir yang berada di paling ujung lorong. Di sebelah kiri tampak sosok yang tinggi besar berjalan mendekat saat Chen Guo berdiri di depan pintu tersebut.
GRRRRR...
Sosok itu menggeram seperti seekor binatang buas, matanya merah dan kuku di jari tangannya yang panjang tampak menyeramkan. Wajahnya ditutupi oleh rambutnya yang panjang namun acak-acakan. Kulitnya berwarna hitam legam dengan otot-otot yang menonjol.
“Serigala Hitam, apa kamu kelaparan?” senyum Chen Guo sambil mengambil daging yang ada di ember sebelah pintu ruang itu dan melemparnya ke dalam ruang tersebut.
Sosok manusia yang buas itu langsung menyambar daging tersebut dan memakannya langsung. Meskipun itu daging mentah, namun sosok manusia itu memakannya dengan lahap.
“Bagus. Kamu peliharaanku yang paling baik” sahutnya tersenyum.
Chen Guo lalu berbalik ke ruangan satunya lagi, dia segera masuk ke dalam ruangan itu. Tampak seorang wanita tua sedang duduk bermeditasi di dalam ruang tersebut. Kedua tangan dan kakinya juga terbelenggu oleh rantai ke dinding ruangan itu.
“Xie’er sayang, apakah kamu merasa nyaman? Apakah kamu memerlukan sesuatu?” tanya Chen Guo pada wanita tua yang dipanggilnya Xie’er itu
Wanita tua itu adalah seorang pertapa yang mendalami ilmu aneh dari daerah barat bernama Fu Xie. Sebenarnya dia berusia sekitar 40an tahun namun sejak Chen Guo memperdaya dirinya dan menyerap seluruh ilmu serta kekuatan wanita itu, wajah dan tubuhnya berubah menua, sehingga dia kelihatan seperti berumur diatas 60an tahun.
__ADS_1
Fu Xie tetap diam tidak menjawab perkataan Chen Guo. Dia masih terus bermeditasi tanpa mempedulikan kehadiran Chen Guo. Melihat wanita itu tidak mempedulikannya, Chen Guo menjadi naik pitam. Dia segera menjambak rambut panjang wanita itu dan menariknya.
“Dasar wanita angkuh!” geram Chen Guo
Fu Xie membuka matanya dan menatap tajam ke arah Chen Guo. Tampak dimatanya amarah yang meluap-luap, namun dia tidak mengeluarkannya. Dalam hatinya dia ingin menghancurkan tubuh Chen Guo menjadi berkeping-keping.
Namun ilmu dan kekuatannya sudah diserap habis oleh Chen Guo hingga membuat dirinya menua lebih cepat. Dia yang tidak berdaya saat ini hanya bisa menerima nasib dan mengutuk Chen Guo dalam hatinya.
Melihat tatapan Fu Xie, membuat Chen Guo menjadi senang. “Hahaha... lihat dirimu sekarang. Apa kamu masih seangkuh dulu?” kata Chen Guo.
Di masa lalu Fu Xie adalah wanita yang sangat cantik dan berilmu tinggi, banyak lelaki yang ingin menjadikannya istri mereka termasuk Chen Guo. Namun Fu Xie selalu menolak mereka dengan angkuh. Hal itu membuat Chen Guo merasa tidak senang dan bermaksud memperdaya Fu Xie.
Dengan menggunakan racun pelemah otot dan racun pemikat sukma dia membuat Fu Xie tidak sadar berhubungan dengan dirinya berkali-kali. Sehingga membuat Fu Xie terpaksa menyerah dan menjadi istri Chen Guo. Namun sikap Fu Xie tetap dingin padanya dan membuat Chen Guo semakin panas.
“Cih, jika bukan karena aku masih membutuhkanmu. Aku pasti sudah membunuhmu” sahut Chen Guo.
Chen Guo menggunakan Fu Xie untuk membuat Serigala Hitam itu menuruti segala kemauannya. Selama Chen Guo masih menjaga Fu Xie tetap hidup, dia masih bisa mengendalikan serigala hitam tersebut.
Melihat Fu Xie hanya diam dan tidak menyahut dirinya, Chen Guo menjadi kesal. Lalu dia pergi dari ruang penjara itu kemudian pergi keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
Wajah Chen Guo masih tampak kesal setelah meninggalkan tempat pemakaman itu. Dia lalu pergi ke ruang utama sekte Makam Raja dan disambut oleh ketua sekte Makam Raja yang merupakan bonekanya.
“Tuan Chen, aku dengar Putra Mahkota akan datang kemari” kata ketua boneka sekte itu dengan hormat pada Chen Guo.
__ADS_1
“Benar. Putra Mahkota akan membicarakan sesuatu denganku” sahut Chen Guo sambil duduk dengan mengangkat kakinya di kursi ketua boneka sekte Makam Raja.
Ketua boneka sekte Makam Raja lalu menyeduh teh dan memberikannya pada Chen Guo.
Melihat pelayanan yang diberikan dengan baik oleh ketua boneka itu, membuat kekesalan Chen Guo menjadi sedikit sirna. “Ketua sekte, kirimkan tiga orang pelayan sekte ke dalam kamarku! Aku ingin beristirahat lebih awal” perintah Chen Guo saat melihat hari sudah mulai gelap.
“Baik tuan Chen” sahut ketua boneka tersebut dengan menundukkan kepalanya.
Chen Guo lalu bangkit dan pergi kembali ke dalam kamarnya.
Tak lama kemudian ketua boneka sekte Makam Raja datang mengantarkan tiga orang pelayan wanita yang cantik untuk menemani Chen Guo beristirahat di dalam kamarnya.
Malam telah tiba, tampak Baihu dan Yang Zi sudah bersiap untuk pergi menyelinap ke kediaman sekte Makam Raja untuk menyelidiki keberadaan ketua sekte besar lainnya. Mereka lalu menaiki bukit tempat kediaman sekte Makam Raja dan bergerak dengan hati-hati dan cepat.
Di dalam kediaman sekte, tampak di ruang utama ketua boneka sekte tengah menikmati minumannya hingga mabuk ditemani oleh beberapa orang pelayan wanita sekte.
“Ketua sekte Makam Raja ternyata seperti ini. Kekuatannya tidak begitu tinggi. Jika tanpa menggunakan racun, tidak mungkin ketua sekte lainnya akan kalah darinya.” gumam Baihu pelan.
Yang Zi ikut melihat ke arah ketua boneka sekte tersebut dan tertegun. “Baihu, itu bukan ketua sekte Makam Raja yang aku kenal sebelumnya.” sahut Yang Zi pelan
“Apa? Kamu yakin nona Yang?” tanya Baihu dengan mata tidak percaya.
“Benar. Sebelum pertandingan bela diri di mulai, aku dapat bertemu langsung dengan ketua sekte Makam Raja. Usianya kira-kira seumuran dengan usia ketua sekte Pedang Langit kami, dan tentu saja bukan orang itu yang tampak masih terlalu muda.” sahut Yang Zi kembali.
__ADS_1
Baihu melihat kembali ketua boneka sekte Makam Raja tersebut yang memang kekuatan kultivasinya hanya berada di alam Suci. Ini setingkat dengan murid sekte yang bertarung saat pertandingan bela diri antar sekte setahun yang lalu.