
Putra Mahkota Liang Jun merasa tidak puas dengan hasil pertunjukan itu. Dia kemudian meminta kepada gurunya untuk maju menguji Baihu. Meskipun Xiang Wen tidak ingin melakukan hal itu, namun dia tidak bisa membantah muridnya yang merupakan putra mahkota kerajaan Matahari Terbit.
“Yang Mulia, biarkan tulang tuaku ini berlatih sedikit denganmu sebagai ucapan selamat atas pernikahan tuan.” kata Xiang Wen sambil memberikan hormat pada Baihu.
“Jangan sungkan tetua. Silahkan.” sahut Baihu sambil membuka kedua tangannya.
Xiang Wen pun tidak bermaksud untuk bermain-main. Dia dengan cepat mengerahkan kekuatan alam Abadi miliknya. Kali ini Baihu sedikit mengernyit melihat kekuatan lelaki tua Xiang Wen itu.
Baihu segera bersiap mengerahkan kekuatan alam Abadi miliknya juga. Baihu bermaksud menggunakan jurus Sembilan Semesta untuk melawan jurus dari tetua Xiang Wen.
“Yang Mulia, aku yang sudah tua tentu kalah jauh darimu yang muda dalam hal kecepatan. Bagaimana jika menguji kekuatan jurus kita.” Kata tetua Xiang Wen.
Wajah putra mahkota Liang Jun tampak bersemangat mendengar kata-kata Xiang Wen gurunya. Dia percaya kekuatan jurus dari sekte Pulau Persik tiada duanya di Kerajaan Matahari Terbit. Jadi dia merasa gurunya akan memenangkan babak ini.
“Baiklah, aku yang muda menghormati tetua.” sahut Baihu yang bersiap untuk mengerahkan jurus puncak dari Sembilan Semestanya, Kuasa Sejati.
Xiang Wen juga mengeluarkan jurus utama dari sekte Pulau Persik, Seribu Telapak Buddha. Mereka berdua telah merapalkan jurus puncak masing-masing, kemudian keduanya saling mengangkat kedua telapak tangan mereka dan menyatukannya.
Bumm!
Ledakan terdengar ketika kedua telapak beradu dan kekuatan dari kedua jurus saling bertolak belakang. Namun kedua telapak tangan mereka masih beradu dengan mengalirkan kekuatan masing-masing melalui kedua lengan mereka menuju ke telapak tangan.
__ADS_1
Wajah Baihu masih tampak tenang ketika mengalirkan kekuatan dalam tubuhnya meningkatkan kekuatan jurus Kuasa Sejati secara perlahan.
Namun wajah tetua Xiang Wen tampak mengernyit dan keringat tipis mengalir di dahinya merasakan kekuatan Baihu yang perlahan semakin lama semakin meningkat dan menekan kekuatan jurusnya.
“Kekuatan jurus anak ini pun luar biasa. Jika terus melakukan ini, aku akan terpental oleh kekuatannya.” batin Xiang Wen mulai goyah.
Xiang Wen kemudian memaksa diri menarik kedua telapak tangannya dan terdorong dua langkah ke belakang. Tampak dari sudut bibirnya menetes darah segar namun telah ditelan olehnya.
“Yang Mulia, kekuatan jurusmu sungguh luar biasa. Aku mengaku kalah!” kata Xiang Wen sambil menundukkan kepalanya.
“Tetua terlalu mengalah padaku yang muda ini.” sahut Baihu dengan rendah hati sambil memberikan hormatnya.
“Yang Mulia, terima kasih atas pertunjukannya. Kami pamit untuk kembali.” Putra Mahkota memberi hormat dengan wajah menunduk kesal kepada Baihu.
Baihu tersenyum melihat ke arahnya. “Terima kasih juga putra mahkota atas hadiah dan pertunjukannya.” sahut Baihu yang membuat mata Liang Jun hampir melompat dari kelopaknya karena kata-kata Baihu.
Mereka pun bertiga pergi meninggalkan tempat itu dengan rasa malu.
Setelah ketiga orang itu pergi, seluruh ruangan bersorak mengelukan kekuatan Baihu, Raja mereka.
“Hidup Yang Mulia Baihu!” Teriak orang-orang di ruangan itu menggema.
__ADS_1
Baihu tersenyum dan memberikan hormat kepada seluruh undangan. “Hari ini mari kita nikmati hidangan perjamuan ini hingga kalian semua puas.” teriak Baihu yang disertai dengan dentingan gelas minuman dari para tamu undangan.
Hari pernikahan itu berjalan dengan lancar dan seluruh orang di kerajaan Harimau Putih merasa gembira.
-TAMAT-
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih untuk para pembaca setia novel Baihu, penulis meminta maaf karena penulisan novel ini masih jauh dari kata baik dan bagus. Penulis akan terus belajar meningkatkan kemampuan menulis untuk memberikan hiburan bagi para pembaca.
Namun karena regulasi baru NT, penulis hanya bisa maksimal membuat novel dengan panjang sekitar 150k kata. Nantinya mungkin akan ada kelanjutan Baihu dalam kisah berikutnya.
Sebagai akhir kata, penulis kembali mengucapkan banyak terima kasih atas support dukungan para pembaca selama ini dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan langsung maupun tidak langsung pada pembaca.
Tidak ada gading yang tak retak.
Semoga sehat dan sukses selalu semuanya
Cheers
Chalinka
__ADS_1