
Keesokan harinya Baihu tetap berlatih jurusnya seperti biasa di depan halaman tempat tinggalnya. Kemudian dia pergi di sore harinya ke kolam air panas itu untuk melatih kultivasinya.
“Hampir saja menerobos, besok aku harus berhasil” gumam Baihu setelah menyelesaikan latihannya di kolam air panas tersebut.
Saat dia kembali ke kediamannya, di tengah perjalanannya dari kejauhan dia melihat kelebatan sosok berpakaian hitam yang melesat ke arah bersimpangan dengannya
“Apakah itu orang kemarin lagi?” gumam Baihu
Kemudian dia mengikuti orang itu hingga ke tempat kemarin lagi di hulu aliran sungai orang tersebut menghilang kembali.
“Hmm... sepertinya orang itu hilang lagi disekitar sini” gumam Baihu sambil mencari sekelilingnya.
Matanya memperhatikan air terjun di depannya, dia merasakan ada sesuatu di balik air terjun tersebut. Kemudian dia mendekatinya dan terkejut melihat sebuah gua di belakang air terjun tersebut.
“Rupanya orang itu masuk ke dalam gua ini” gumam Baihu penasaran.
Rasa penasaran Baihu membuatnya masuk ke dalam gua tersebut. Setelah mengeringkan pakaiannya yang basah karena menerobos air terjun, diapun melanjutkan masuk ke dalam gua tersebut.
“Hmm.. gua ini cukup besar juga untuk bisa berjalan di dalamnya.” batin Baihu
Baihu menahan nafasnya seperti di dalam air untuk menghindari diketahui oleh sosok berpakaian hitam itu lalu dia melanjutkan langkahnya dengan perlahan dan waspada dikegelapan gua tersebut. Dia ingin mengetahui siapa sosok berpakaian hitam dan apa yang dilakukannya.
Setelah berjalan cukup jauh, Baihu melihat setitik cahaya di kegelapan dalam gua tersebut. Dia pun berjalan perlahan menuju titik cahaya tersebut.
Saat mendekati cahaya itu, dia mendengar suara orang bercakap-cakap di dalam sana. Baihu berusaha untuk lebih dekat agar bisa mendengar jelas pembicaraan mereka.
“Baiklah. Cukup basa-basinya. Er Mao, bagaimana persiapan kita?” tanya salah satu dari mereka
Ternyata Baihu melihat ada empat bayangan samar-samar dalam gua tersebut yang hanya diterangi oleh sebuah obor ditengah-tengah mereka. Baihu melihat sebuah celah sempit di dinding gua yang seukuran dengan tubuhnya yang kecil lalu bersembunyi di celah tersebut.
“Aku telah menyiapkan sesuai rencana. Semua orang-orang kita yang menyusup telah bersiap menunggu perintah.” sahut sosok yang dipanggil Er Mao itu.
__ADS_1
“San Mao? bagaimana denganmu?” tanya orang itu lagi yang tampaknya pemimpin dari tiga orang tersebut.
Orang yang dipanggil San Mao itu maju ke depan dan memperlihatkan sebuah selebaran bergambar.
“Sesuai gambar peta ini, aku telah menempatkan orang-orang kita pada titik-titik ini dan bersiap untuk menunggu perintah” sahut yang dipanggil San Mao itu sambil menunjuk pada selebaran itu.
“Bagus” sahut orang pertama itu
Orang yang dipanggil San Mao itu lalu menggulung kembali selebaran itu dan mundur kembali keposisinya semula.
“Si Mao, laporkan persiapanmu” lanjut yang pertama kembali.
“Ketua, aku telah menyelidiki tempat yang mereka pesan. Dan sudah menyiapkan racun pelemah otot untuk mereka” sahut orang keempat yang dipanggil Si Mao.
Baihu tertegun mendengar rencana mereka, jelas keempat orang ini merencanakan sesuatu yang tidak baik.
“Bagus. Hanya tinggal 3 minggu lagi, setelah pintu gua terbuka, kita segera bergerak setelah aba-aba dariku” sahut orang pertama.
“Ini pertemuan terakhir kita. Semua persiapan telah cukup matang. Kita kembali ke posisi masing-masing” kata sosok pertama lagi.
Kemudian mereka saling memberi hormat lalu pergi satu persatu melewati Baihu yang tidak terlihat oleh mereka.
Setelah semua pergi, tinggal Baihu yang berdiri sendiri di dalam gua dan masih termenung dengan pembicaraan yang didengarnya itu.
“Apa yang akan mereka lakukan? Penyusupan, penempatan orang pada peta, tempat yang dipesan, racun pelemah otot, 3 minggu lagi, pintu gua terbuka” Baihu berusaha mengingat-ingat hal itu dan menghubungkan semuanya.
Namun dia benar-benar tidak bisa memahaminya. Baihu hanya mendesah lalu dia kembali dari gua tersebut menuju kediamannya. Di tempat tidurnya dia mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa karena pembicaraan mereka masih teringat di telinganya.
“Ah... Aku tidak mengerti” gumamnya kesal
Kemudian dia mengalihkan pikirannya pada hal lain, “Aneh, kenapa hari ini kakak Wang Mei tidak menemuiku? Apakah dia sibuk?” gumamnya.
__ADS_1
“Mungkin dia benar-benar sibuk mengajar murid lainnya. Ah, aku harus fokus pada pelatihanku sendiri” gumamnya kembali lalu mulai memejamkan matanya.
Keesokan harinya dia pun kembali melakukan aktifitas latihannya seperti biasa dan kembali pada sore harinya.
“Hari ini pun, kakak Wang Mei tidak datang menemuiku” gumam Baihu merasa ada yang aneh.
Setelah dua hari tidak bertemu dengan Wang Mei membuat Baihu merasa aneh karena tidak seperti biasanya.
“Bukankah dia diminta untuk mengawasi pelatihanku oleh ketua sekte? Apakah dia sakit?” Baihu merasa khawatir.
“Sebaiknya aku melihat ke kediamannya” batinnya
Baihu segera berjalan menuju tempat kediaman Wang Mei lalu mengintip dari balik jendela kamar. Di dalam kamar, tampak Wang Mei tengah menulis sesuatu di buku, kemudian dia membaca buku lainnya sambil menulis kembali.
“Hmm... sepertinya dia memang benar-benar sibuk. Sebaiknya aku tidak mengganggunya” gumam Baihu yang kemudian pergi dari kamar Wang Mei kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar Wang Mei memang tengah sibuk menilai hasil ujian tulis dari murid kelas masternya.
“Aah... cukup melelahkan juga. Sepertinya berendam air hangat akan membuat badan kembali rileks” gumamnya. Namun dia tertegun begitu selesai mengucapkan kata-kata itu, bayangan tentang kejadian di kolam air panas membuat wajahnya menjadi merah kembali.
“Sialan, bayangan itu tidak pernah hilang. Bagaimana kabar bocah nakal itu?” geram Wang Mei.
Sebenarnya bisa saja Wang Mei menyempatkan diri untuk menemui Baihu meskipun dia sibuk mengurus pelajaran di kelas master. Namun dia masih belum bisa melupakan kejadian di kolam air panas itu. Jadi dia mengurungkan niatnya untuk menemui Baihu saat ini.
Sudah dua minggu Baihu berlatih di sekte Matahari Bulan. Sejak dia rajin berlatih kultivasi di kolam air panas itu, tingkat kultivasinya telah meningkat menjadi tahap menengah alam Dewa. Penguasaan jurus 9 Matahari dan Bulannya pun sudah meningkat cukup baik.
Hari itu, seorang tetua datang memanggil Baihu untuk menghadap ketua sekte. Baihu lalu pergi ke wilayah langit untuk menemui ketua sekte Shang Chi di aula sekte.
Tampak di aula sekte telah hadir semua tetua sekte Matahari Bulan termasuk Wang Mei dan wakil ketua sekte Shu Wei bersama Shu Chao dan Zhang Ji. Sementara mata Baihu juga melihat 5 orang lain yang tampaknya berkunjung ke kediaman sekte.
Matanya melihat ke arah dua wanita diantara 5 orang itu yang tampak pernah dikenalinya. Seorang wanita diantara mereka terlihat melotot ke arahnya membuat Baihu terkejut dan mengenalinya “Ah pegunungan itu” gumamnya mengingat dua gunung yang pernah dilihatnya saat berada di hutan sebelum naik ke kediaman sekte.
__ADS_1