BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 77 | Pecahnya pertempuran


__ADS_3

Melihat jendral Zhang Yei terluka dalam, tidak membuat Baihu menghentikan serangannya. Dia mengerahkan jurus Tendangan Api dari Sembilan Semesta lalu menendang kepala jendral Zhang Yei hingga membuatnya terpental ke arah pasukannya lalu terkapar dengan tubuh terluka parah.


Baihu mengambil tombak jendral Zhang Yei yang terjatuh karena terlepas dari pegangannya. Lalu dia mematahkan tombak itu menjadi dua bagian lalu melemparnya ke tubuh jendral Zhang Yei yang terkapar itu.


Seluruh mata yang menyaksikan pertarungan itu melotot melihat Baihu mengalahkan jendral perang kerajaan Gurun Barat. Mereka tidak percaya anak berusia muda itu dapat mengalahkan jendral perang yang telah berpengalaman dalam banyak pertempuran.


“Peliharaanmu kalah. Apakah kamu masih mempunyai peliharaan lainnya? Ataukah kamu akan turun tangan sendiri?” Baihu kembali memancing kemarahan Zhang Mou.


“Sun Yang, habisi dia untukku!” perintah Zhang Mou menggertakkan giginya kesal.


Sun Yang segera melompat ke depan Baihu untuk melawannya. Seluruh mata teman-teman Baihu dan orang-orang sekte terlihat kesal karena Zhang Mou terus menyerang Baihu. Namun mereka tidak berani maju karena Baihu masih terlihat mampu melawannya.


Sun Yang adalah juga murid dari sekte misterius yang telah lama bekerja untuk Putra Mahkota Zhang Mou. Dia ditugaskan untuk melindunginya.


Sun Yang segera mengerahkan kekuatannya di tahap akhir alam Langit membuat pakaiannya robek dan hancur akibat pengerahan kekuatannya dan memperlihatkan tubuhnya yang kekar berotot enam bagian.


“Wow... luar biasa!” seru Baihu melihat pertunjukan dari Sun Yang


Sun Yang segera mengeluarkan jurus Cakar Elang miliknya dan menyerang ke arah Baihu dengan ganasnya. Sabetan cakar itu terasa perih di kulit Baihu. “Apa? Cakarnya beracun?” Baihu terkejut merasakan aliran racun di udara sekitar cakar itu.


Sun Yang tersenyum saat melihat wajah Baihu yang terkejut melihat serangannya. “Kamu akan mati dengan mengenaskan jika terkena cakarku ini,” kata Sun Yang dengan sombong.


“Aku akan mematahkan kedua cakarmu itu,” balas Baihu pada Sun Yang.


“Buktikan omong kosongmu!” teriak Sun Yang sambil menyerang ganas ke arah Baihu.


Baihu tidak berkata omong kosong, dia mengerahkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit untuk mengacaukan serangan cakar dari Sun Yang. Mata Sun Yang terbelalak merasakan kekuatan angin badai itu. Sebelumnya dia meremehkan jurus tersebut saat Baihu melawan jendral Zhang Yei.


Kini dia tidak menyangka setelah berhadapan langsung dengan jurus itu, dia merasakan angin badai begitu kuat hingga dia tidak bisa menyentuh tubuh Baihu sama sekali.


Melihat Sun Yang sudah kewalahan menghadapi jurus angin badainya, Baihu mengerahkan jurus Telapak Sakti dari Sembilan Semesta untuk memukul langsung Cakar Elang tersebut.


KRAKK...

__ADS_1


Tulang jemari tangan kiri Sun Yang terdengar retak dan patah setelah dipukul oleh telapak tangan Baihu.


Baihu tidak mengendorkan serangannya, kali ini dia menggunakan Tendangan Api menyerang ke arah telapak tangan Sun Yang yang satunya.


KRAKK..


Kembali terdengan jemari tangan kanan Sun Yang retak dan patah oleh tendangan dari Baihu.


Sun Yang menahan sakit di tangannya. Dia mundur dua langkah untuk mengobati luka jemarinya itu. Namun Baihu tidak melepaskannya. Mata Sun Yang berkedut, karena kini Baihu menggunakan jurus ke 8 dari Matahari dan Bulan menyerang dirinya.


Kekuatan jurus ke 8 Matahari dan Bulan sungguh dahsyat. Sun Yang terpaksa menahan jurus itu dengan kedua lengannya menahan serangan yang mengarah ke dadanya.


BRAKKK...


Kedua lengan Sun Yang kali ini patah oleh serangan Baihu yang ganas itu.


“Akh...” Sun Yang merasa kesakitan yang amat sangat karena kedua tangannya kini menjadi tidak berguna.


Zhang Mou yang melihat hal itu melotot tidak menyangka Baihu memiliki daya serang yang demikian kuat dan ganas.


“Serang dia dengan jurus Membelah Langitmu” bisik Zhang Mou.


“Pangeran!” gumam Sun Yang lirih saat dia merasakan Zhang Mou mengalirkan energinya ke tubuh Sun Yang dari punggungnya.


Tapi terlambat, karena Baihu tidak menghentikan serangannya. Kali ini dia mengerahkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu dengan mengarah lurus ke depan.


Sebelum Sun Yang sempat mengerahkan jurus Membelah Langit, kekuatan Yin dan Yang terbentuk seukuran kecil di ujung dua jari telunjuk dan jari tengah Baihu, lalu menyerang dengan kekuatan penuh ke arah jantung Sun Yang.


JLEBB... BUMM...


Ledakan terjadi di belakang tubuh Sun Yang dan Zhang Mou. Jantung Sun Yang tertembus oleh serangan energi Matahari dan Bulan Bersatu. Lengan kiri Zhang Mou juga tergores oleh energi itu dan terus menghancurkan pasukan di belakang mereka.


Ledakan di belakang itu menghempaskan beberapa pasukan perang kerajaan Gurun Barat.

__ADS_1


“Kamu sungguh berbakat Baihu. Kamu bisa menemukan esensi dari jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu lalu mengubahnya sekehendak hatimu,” gumam ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi yang melihat perubahan jurus ke 9 dari Baihu.


Sun Yang tewas dengan mata melotot setelah jantungnya hancur terkena serangan energi Matahari dan Bulan Bersatu. Zhang Mou terluka di lengan kirinya karena berusaha membantu bawahannya untuk menyerang Baihu.


Zhang Ji terkejut melihat hal itu, “Serang dia! Lindungi Putra Mahkota!” perintahnya pada seluruh pasukan untuk menyerang Baihu.


Mendengar perintah dari Zhang Ji, seluruh pasukan segera melompat dan menyerang ke arah Baihu.


Melihat serangan dari pasukan kerajaan Gurun Barat, Sunu tidak tinggal diam. Dia juga melompat dan menerkam pasukan perang kerajaan Gurun Barat.


Orang-orang dari sekte yang ingin membantu Baihu juga bergerak menyerang pasukan kerajaan Gurun Barat, tak terkecuali teman-teman Baihu lainnya.


Peperangan pun pecah antara pasukan kerajaan Gurun Barat dengan orang-orang dunia bela diri sekte besar dari seluruh Dataran Tengah yang mendukung Baihu.


Baihu tidak tinggal diam, dia mengerahkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit menghempaskan pasukan dari kerajaan Gurun Barat yang menyerang dirinya.


Melihat serangan dari orang-orang sekte besar dataran tengah membuat mata Zhang Mou dan Zhang Ji berkedut. Mereka tidak menyangka seluruh sekte besar di dataran tengah akan membantu Baihu.


“Cepat bawa pergi Putra Mahkota! Selamatkan Putra Mahkota!” teriak komandan pasukan perang pada bawahannya yang menggunakan kuda.


Zhang Mou yang terluka segera dilarikan dengan kuda oleh pasukannya kembali ke kerajaan Gurun Barat.


Melihat hal itu, Baihu tidak membiarkannya. Dia segera melompat ke udara dan merapal jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu untuk menyerang ke arah Zhang Mou yang telah dilarikan diatas kuda oleh pasukannya.


Baihu menembakkan energi Matahari dan Bulan Bersatu seperti sebelumnya ke arah Zhang Mou. Pasukan berkuda yang telah melihat kehebatan jurus itu segera menghalangi Baihu dengan menghadang serangan tersebut.


Beberapa kuda beserta pasukan tertembus oleh energi Matahari dan Bulan Bersatu yang dikerahkan oleh Baihu. Termasuk Zhang Mou yang juga terkena sedikit energi tersebut dan membuatnya bertambah luka di lengan kanannya.


“Cih, kamu sungguh beruntung” gumam Baihu dalam hatinya.


Zhang Ji yang melihat hal itu segera hendak kabur. Namun dia tidak melihat Yang Zi telah berada di depannya dan menyerang dirinya dengan ganas. Yang Zi tidak mengendorkan serangannya sehingga tubuh Zhang Ji tewas tertusuk oleh jurus Sukma Pedang dari sekte Pedang Langit.


Baihu tersenyum pada Yang Zi yang telah membantunya membunuh Zhang Ji dan membalaskan dendam pada salah satu keluarga kerajaan Gurun Barat.

__ADS_1


Melihat semua pemimpin mereka dikalahkan, pasukan perang kerajaan Gurun Barat yang tersisa segera melarikan diri kembali ke kerajaan Gurun Barat.


__ADS_2