BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 23 | Dipermalukan di depan teman-temannya


__ADS_3

Karena serangan pertamanya tidak dapat mengenai Baihu, Shu Chao kemudian mengeluarkan jurus kedua Matahari dan Bulan untuk menyerang Baihu. Melihat serangan jurus kedua Shu Chao, Baihu juga mengubah jurusnya menjadi jurus kedua untuk melawan Shu Chao.


Mata semua orang terbelalak, melihat murid baru Baihu telah menguasai jurus kedua. Biasanya murid baru membutuhkan waktu lama untuk menguasai jurus pertama, apalagi jurus kedua.


“Benarkah dia itu murid baru sekte ini?” gumam salah satu murid kelas Suci yang terkejut melihat kekuatan Baihu


Wajah Shu Chao semakin jelek melihat jurusnya dapat dipatahkan lagi oleh Baihu, kali ini dia meningkatkan jurusnya langsung menggunakan jurus ke 5 Matahari dan Bulan untuk segera mengalahkan Baihu di depan teman-temannya.


Melihat Shu Chao mengubah jurusnya, Baihu juga mengikutinya mengeluarkan jurus ke 5 Matahari dan Bulan.


Wakil ketua sekte Shu Wei menggertakkan gigi dan mengepalkan kedua tangannya karena kesal melihat Shu Chao belum juga dapat menjatuhkan Baihu dengan jurusnya.


Hal itu juga membuat Shu Chao terkejut. Dia tidak menyangka Baihu juga telah menguasai jurus ke 5 Matahari dan Bulan dengan baik. “Sial, jika terus seperti ini aku akan mendapatkan malu” geramnya.


Sudah 20 menit mereka bertukar jurus namun Baihu masih dapat mengimbangi kekuatan Shu Chao, bagi anak-anak kelas master dan kelas spirit. Menguasai jurus ke 5 sudah merupakan bakat yang luar biasa. Umumnya hanya kelas Suci yang sudah dapat mempelajari jurus ke 5 Matahari dan Bulan.


Zhou An terlihat tenang melihat kekuatan dan jurus Baihu yang ternyata mampu mengimbangi kekuatan Shu Chao. Matanya berbinar menatap wajah Baihu yang saat ini membuat hatinya berdebar-debar. “Apalagi yang kamu sembunyikan, Baihu” gumamnya dalam hati menanti kejutan lain dari Baihu.


Melihat wajah Zhou An yang berbinar menatap Baihu membuat wajah Zhang Ji semakin jelek dia pun mendengus, “Shu Chao cepat habisi saja dia dengan jurus ke 7 yang telah kamu kuasai” teriaknya kesal


Shu Chao tidak punya pilihan lain, saat ini sebenarnya dia sudah merasa malu karena belum bisa menjatuhkan seorang murid baru sekte di depan teman-temannya. Dia segera mengerahkan jurus ke 7 Matahari dan Bulan yang baru saja dia kuasai.

__ADS_1


Jurus ke 7 Matahari dan Bulan, Jurus Bulan Ketiga merupakan jurus yang sangat ganas. Dia pun mulai menyerang lagi dengan lebih ganas dari sebelumnya. Baihu hanya tersenyum dingin melihat hal itu. Dia juga mengeluarkan jurus ke 7 Matahari dan Bulan, Jurus Bulan Ketiga.


Kali ini semua orang terdiam, mereka menatap seolah tidak percaya seorang murid baru sekte Matahari dan Bulan bisa menguasai jurus ke 7 dalam waktu yang singkat. Ini membuktikan bahwa Baihu bukanlah murid baru sekte.


Mata Shu Chao berkedut, dia sudah kehabisan jurus dan tenaga untuk melakukan serangan. Dia tidak tahu bagaimana lagi cara untuk mengalahkan Baihu. Dia segera melompat mundur untuk mengambil nafas dan berpikir sesuatu.


“Bagaimana? Apakah kamu sudah kehabisan jurus?” tanya Baihu dingin


Shu Chao hanya diam tidak menjawab. Wajahnya sudah terlihat sangat jelek, rasa malu sudah tidak bisa disembunyikan lagi di depan teman-temannya. Dia yang lebih senior berumur 17 tahun dikalahkan oleh murid baru yang berumur 15 tahun di hadapan seluruh murid sekte Matahari Bulan.


“Jika kamu sudah kehabisan jurus, sekarang giliran aku yang mengeluarkan jurus berikutnya” lanjut Baihu.


Telinga semua orang merasa panas mendengar kata-kata Baihu yang akan mengeluarkan jurus berikutnya. “Apakah dia akan mengeluarkan jurus ke 8 Matahari dan Bulan?” gumam salah satu murid dengan wajah terkejut.


Baihu tidak berbohong, dia segera mengeluarkan jurus ke 8 Matahari dan Bulan yang telah di kuasainya, Jurus Bulan Keempat.


Jurus Bulan Keempat adalah puncak pelajaran jurus dari murid sekte Matahari dan Bulan sebelum mereka bisa menembus jurus ke 9 Matahari dan Bulan. Bahkan para tetua sekte pun belum semua bisa menguasai jurus ke 8 Matahari dan Bulan ini.


Namun Baihu mampu memperlihatkan dirinya menguasai jurus ke 8 tersebut dengan baik. Setiap jurus Matahari dan Bulan semakin tinggi, kekuatannya dua kali lebih ganas dari tingkat di bawahnya. Jadi jurus ke 8 ini dua kali lebih ganas dari jurus ke 7 Matahari dan Bulan.


Melihat serangan jurus ke 8 Matahari dan Bulan ke arahnya, mata Shu Chao terbelalak. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya yang mulai menggigil ketakutan dengan rapi. Dia hanya menggunakan tangannya untuk menahan serangan itu.

__ADS_1


Dengan posisi seperti itu, Shu Chao akan kehilangan tangannya oleh serangan ganas jurus ke 8 Matahari dan Bulan dari Baihu.


Melihat cucunya dalam bahaya, wakil ketua sekte Shu Wei kali ini tidak tinggal diam. Dia segera mengerahkan sebagian kekuatannya di alam Dewa dengan jurus ke 8 Matahari dan Bulan lalu bergerak ke depan Shu Chao untuk menahan serangan dari Baihu.


BUMMM!


Ledakan terdengar sangat keras di dalam ruang pelatihan kelas master itu. Bumi terasa berguncang karena ledakan itu. Ledakan itu terjadi karena kekuatan alam Dewa saling berbenturan.


Saat serangan Baihu hampir mengenai Shu Chao, dia melihat Shu Wei bergerak ke depan untuk menghalanginya dengan kekuatan alam Dewa. Baihu segera meningkatkan kekuatannya ke alam Dewa untuk menandinginya. Jika tidak, dirinyalah yang akan mengalami luka oleh serangan itu.


Wakil ketua sekte Shu Wei terdorong sedikit ke belakang dan tangannya merasa kebas oleh benturan itu. Sedangkan Baihu melompat ke belakang karena terpental oleh benturan tersebut dan tangannya juga merasa kebas.


Wajah Shu Wei menjadi jelek karenanya,”A..Anak ini sudah berada di alam Dewa? Pantas saja cucuku tidak bisa menandinginya” gumamnya kesal di dalam hati


Mata semua orang kembali terkejut, Baihu ternyata menyembunyikan kekuatannya yang sudah berada di alam Dewa sehingga mampu mengimbangi wakil ketua sekte Shu Wei. Tidak ada yang bersuara, suasana di ruang pelatihan itu menjadi sunyi karena semua menatap tidak percaya pada Baihu.


Baihu tetap berdiri dengan dingin menatap pada wakil ketua sekte Shu Wei dia mengetahui wakil ketua sekte Shu Wei tidak akan mudah di hadapi. Jika dia turun tangan, terpaksa dia harus mengerahkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan.


Namun efek yang ditimbulkan oleh jurus itu mungkin akan bisa menghancurkan ruang pelatihan ini dan melukai orang-orang disekitarnya. Baihu tidak punya pilihan lain jika terpaksa harus melawan wakil ketua sekte Shu Wei.


Wakil ketua sekte Shu Wei segera membangunkan cucunya, kemudian dia berbalik berjalan ke arah Baihu dengan wajah kesal. Dia ingin memberinya pelajaran karena dianggapnya Baihu melanggar larangannya.

__ADS_1


Wakil ketua sekte Shu Wei segera mengerahkan kekuatan alam Langit miliknya bersiap untuk memberi pelajaran pada Baihu.


__ADS_2