
Semua mata orang yang mengenal Baihu menatap wajahnya yang kini sudah terlihat jelas. Mereka tidak percaya bisa menemukannya di tempat ini dan sedang bertarung melawan tetua dunia bela diri.
“Siapa namamu nak?” tanya Dang Gui yang berdiri di depan Baihu menatapnya tajam
“Namaku Baihu tetua” sahut Baihu sambil memberi hormat padamu.
“Terima kasih kamu telah menggunakan jurusku untuk mengalahkan muridku. Kamu tidak bermaksud mempermalukannya” lanjut Dang Gui.
Dia mengetahui maksud Baihu agar tidak mempermalukan Dang Gui dengan mengalahkan muridnya menggunakan jurus mereka dan juga tidak membuat Zhu Shimin besar kepala makanya dia tidak mengeluarkan jurus dari Zhu Shimin untuk melawan mereka.
Dang Gui memandang ke arah Zhu Shimin, “Kamu beruntung hari ini aku mendapatkan pelajaran dari pertarungan ini. Aku akan menunggumu tahun depan kembali.” katanya pada Zhu Shimin
“Ya...Ya Ya. Tahun depan kita bertemu lagi” sahut Zhu Shimin tidak terlalu peduli
“Nak, datang lah ke kediamanku untuk berdiskusi sambil minum bersama” lanjut Dang Gui pada Baihu.
“Tentu tetua, aku akan berkunjung suatu saat nanti” sahut Baihu dengan hormat.
“Hahaha... sungguh berbakat. Aku senang sekali hari ini” teriak Dang Gui sambil pergi meninggalkan tempat itu.
Semua orang di tempat itu bingung karena pertarungan besar yang mereka nantikan ternyata hanya seperti itu. Para tetua dunia bela diri memang aneh, pikir orang-orang itu tidak mengerti.
“Nak, aku juga akan pergi. Banyak yang harus aku lakukan setelah bebas dari tempat terkutuk itu. Mampirlah ketempatku kapan-kapan” kata Zhu Shimin sebelum pergi
“Baik tetua. Sampai ketemu lagi” sahut Baihu memberi hormat
“Hahaha... aku telah bebas!” teriak Zhu Shimin dengan hati riang pergi dari tempat itu.
...
...
Hening, hanya angin berhembus sesaat, dan orang-orang di tempat itu hanya terbengong melihat kepergian para tetua dunia bela diri tersebut. Mereka bahkan tidak mempedulikan pertarungan untuk menjadi nomor satu yang sedang berlangsung saat ini yang diselenggarakan oleh Chen Guo.
Bagi mereka yang berada di puncak kekuatan, menjadi orang nomor satu tidaklah menarik lagi.
__ADS_1
“Baihu!” tampak orang-orang yang mengenal dirinya berlari mendekati Baihu membuat orang-orang sekitarnya merasa iri melihat Baihu dikelilingi oleh para wanita cantik dari berbagai sekte.
Wajah Zhang Mou menjadi gelap saat dia melihat Wang Mei juga berjalan mendekati Baihu. Setelah kesal karena penundaan pertarungan Chen Guo, kini Wang Mei yang mendekati Baihu membuat hatinya semakin kesal.
“Chen Guo, lanjutkan acaramu!” teriak Zhang Mou yang sudah sangat marah
“Baik Pangeran” sahut Chen Guo
“Baik, apakah ada lagi yang ingin menantangku?” teriak Chen Guo melihat sekitarnya.
...
...
Semua orang di sekitar tempat itu tidak ada yang menoleh ke arah Chen Guo. Tidak ada yang mempedulikannya lagi, hal ini membuat matanya berkedut karena tidak diperhatikan oleh orang-orang disana.
Saat ini mata dan perhatian semua orang sedang melihat pada sosok Baihu yang mengenali para tetua bela diri itu dan bahkan mengundangnya untuk bertamu ke tempat mereka untuk minum bersama.
Orang-orang di tempat itu memandang kagum pada Baihu, karena Baihu mendapatkan kehormatan seperti itu dari para tetua dunia bela diri. Mereka benar-benar tidak percaya pada hal itu.
“Baihu, kamulah orang nomor satu saat ini” teriak salah satu dari penonton
Mata Chen Guo dan Zhang Mou berkedut mendengar kata-kata dari para penonton di tempat itu. Hal ini membuat rencana mereka berantakan karena kemunculan Baihu dan para tetua tersebut.
“Baihu... Baihu... Baihu!” teriak orang-orang yang mulai mengaguminya.
Wajah Baihu menjadi merah karenanya, dia tidak menyangka popularitas para tetua dunia bela diri begitu tinggi. Mengenal mereka merupakan suatu kehormatan bagi orang-orang di dunia bela diri.
Wajah Chen Guo dan Zhang Mou menjadi jelek seperti disiram air comberan, mereka menekukkan wajahnya karena kemarahan yang meluap.
“DIAM SEMUANYA!” teriak Chen Guo tiba-tiba membuat semua orang menoleh ke arahnya. Mereka melihat wajah Chen Guo sudah tenggelam karena marahnya.
Chen Guo berjalan mendekati Baihu lalu menunjuknya, “Bocah, jika kamu mau menjadi nomor satu. Langkahi dulu mayatku. Buktikan padaku!” teriaknya
Baihu terkejut, dia sama sekali tidak bermaksud datang untuk menjadi nomor satu dunia bela diri. Dia hanya tidak sengaja keluar dari gua tersembunyi di tempat itu. Dia hanya menghela nafasnya dan mengurut dadanya untuk bersabar.
__ADS_1
“Nak, Chen Guo ini lah yang telah menangkap kami dan mengurung para ketua sekte besar lainnya” tiba-tiba ketua sekte Huasan datang mendekati Baihu.
Mendengar kata-kata ketua sekte Huasan, mata Baihu menjadi merah. Kini dia tidak lagi ragu untuk melawan Chen Guo yang telah mencelakakan ketua sekte Shang Chi dan ketua sekte lainnya. Amarahnya telah tersulut oleh berita itu.
“Benar Baihu, kami mendengarnya sendiri bahwa dia mengakui telah mengurung para ketua sekte kita” timpal Wang Mei dan yang lainnya.
Baihu berjalan mendekati Chen Guo dengan tatapannya yang tajam, aura membunuh terpancar dari tubuhnya dan membuat mata orang-orang disekitarnya bergidik termasuk Chen Guo dan Zhang Mou.
Namun Chen Guo menepisnya karena harga dirinya jauh lebih tinggi dari ketakutannya. “Benar, aku yang telah menangkap para ketua sekte kalian” akunya
“Lepaskan para ketua sekte. Atau aku patahkan kaki dan tanganmu” ancam Baihu dengan tatapan membunuh.
“Hahaha... kamu pikir bisa mengalahkanku?” sahut Chen Guo dengan sombongnya.
Baihu hanya terdiam mendengar kata-kata Chen Guo, wajahnya acuh tak acuh, “Aku tidak akan mengulangi perkataanku” sahut Baihu dengan wajah dingin
“Kamu pikir aku takut?” Chen Guo segera bersiap untuk menyerang. Dia mengerahkan seluruh kekuatan puncak miliknya. Kali ini dia ingin menggunakan jurus puncak ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu untuk melawan Baihu
Chen Guo melompat ke udara dan segera merapal jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu dengan membentuk bayangan Yin dan Yang di udara. Baihu hanya terdiam menyaksikan gerakan jurus yang dirapalkan oleh Chen Guo.
“Ooh...I-Ini...” Xin Ye yang pernah menyaksikan kengerian jurus itu mendadak mundur tanpa sadar.
Semua orang yang pernah mendengar kengerian tentang jurus itu segera mundur menjauh, bahkan tidak sedikit yang kabur dari tempat itu.
“Kamu pikir hanya dengan menyerap ilmu orang lain sudah membuatmu merasa menguasainya?” kata Baihu melihat kekuatan jurus Matahari dan Bulan Barsatu yang dikerahkan oleh Chen Guo di depannya.
“Aku akan menunjukkan padamu jurus Matahari dan Bulan Bersatu yang sesungguhnya” lanjut Baihu dengan mata merah. Dia benar-benar marah karena Chen Guo telah menyerap ilmu dan jurus itu dari ketua sekte Shang Chi yang dihormatinya.
Baihu segera merapalkan jurus Matahari dan Bulan Bersatu dari tempatnya berdiri, ini suatu yang berbeda dari biasanya. Jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu adalah serangan dari udara, namun yang diperlihatkan oleh Baihu adalah kebalikannya.
Baihu membentuk bayangan Yin dan Yang berukuran lebih kecil dari Yin dan Yang Chen Guo. Bayangan Yin yang Baihu itu melingkar di ujung jari telunjuk Baihu mengarah ke tubuh Chen Guo.
“Hahaha... bayangan sekecil itu ingin melawan bayanganku yang besar ini?” teriaknya belum menyadari jurus Baihu.
Selama berada di gua tersembunyi dan berlatih bersama tetua Zhu Shimin, Baihu menyadari kekuatan dari jurus bisa dikonsentrasikan lebih padat namun kekuatan yang dihasilkannya menjadi berkali-kali lipat lebih kuat.
__ADS_1
BLAMM!
Ledakan terjadi saat benturan antara kedua kekuatan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu tersebut.