
Seluruh mata terbelalak karena kekuatan yang diperlihatkan oleh Chen Guo. Mereka tidak menyangka Chen Guo bisa menguasai jurus Sukma Pedang tahap puncak. Semua orang lalu berbisik-bisik menebak Chen Guo menangkap para ketua sekte untuk mempelajari jurus-jurus mereka.
Chen Guo menyadari hal itu, namun dia tidak mempedulikannya. Baginya mereka semua adalah semut. Kekuatan adalah yang mutlak dan dengan segala cara apapun akan dia lakukan untuk mencapainya.
“Hahaha... apakah masih ada yang belum puas dengan hasil ini?” tanya Chen Guo pada orang-orang dari seluruh sekte besar yang ada.
Wang Mei yang berada diantara penonton melihat wajah Zhang Mou yang tampak puas dengan kekuatan Chen Guo.
“Sepertinya Zhang Mou dan Chen Guo ini tampaknya bekerja sama. Jangan-jangan mereka yang berencana menangkap para ketua sekte sebelumnya” pikir Wang Mei
“Aku akan mencoba beberapa jurus darimu”
Kini ketua sekte Wudang yang maju ingin mencoba jurus dari Chen Guo. Semua orang melihat ke arah ketua sekte Wudang yang telah maju ke tengah arena.
Menurut cerita yang terdengar, kekuatan Sukma Pedang tahap puncak seimbang dengan jurus Pedang Semesta tahap puncak dari sekte Wudang. Namun orang-orang jarang mendengar lagi jurus puncak Pedang Semesta itu karena tingkat kesulitannya cukup tinggi.
“Hahaha... silahkan ketua sekte. Aku meminta petunjuk darimu” sahut Chen Guo masih dengan nada merendahkan
Orang-orang dari sekte besar yang menyaksikan pertarungan ini berharap ketua sekte Wudang mampu memberikan pelajaran pada kesombongan Chen Guo. Sementara para penonton umum lainnya hanya ingin menyaksikan pertarungan yang menarik tanpa peduli siapapun yang menang.
Ketua sekte Wudang segera bersiap mengerahkan kekuatan kultivasi alam Langit tahap puncak miliknya dan bersiap mengeluarkan jurus Pedang Semesta tahap puncaknya.
Bayangan pedang yang sangat besar berwarna putih keluar saat kekuatan kultivasi dipadukan dengan kekuatan jurus dari ketua sekte Wudang. Mata semua orang terbelalak karenanya, penonton tanpa sadar mundur beberapa langkah dengan hati-hati agar tidak terjatuh dari lereng gunung Awan Api.
Chen Guo hanya berdiri tenang dengan angkuh melihat jurus dari ketua sekte Wudang tersebut.
“Bersiaplah! Aku akan menyerangmu!” teriak ketua sekte Wudang.
Chen Guo segera menyiapkan jurus Teratai Buddha dari sekte Teratai Suci untuk membendung serangan jurus Pedang Semesta dari sekte Wudang. Chen Guo melompat di udara lalu mengeluarkan jurus Teratai Buddha tahap puncaknya langsung menyerang ke arah ketua sekte Wudang.
__ADS_1
Tekanan yang kuat dirasakan oleh ketua sekte Wudang bahkan juga dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar arena tersebut.
BUMM!
Ledakan kembali terjadi, bayangan pedang besar berwarna putih pecah berantakan dibarengi dengan luka dalam yang didapat oleh ketua sekte Wudang. Dia tidak menyangka jurus Pedang Semesta tahap puncak yang seimbang dengan Sukma Pedang dapat dipatahkan oleh jurus Teratai Buddha dari sekte Teratai Suci.
“Ukh!... Aku tidak percaya jurus Pedang Semesta dikalahkan begitu saja” gumam ketua sekte Wudang dengan mata tak percaya sambil terbatuk.
Chen Guo semakin bertambah besar kepala setelah melihat kemenangannya itu. Dia kemudian kembali menantang ketua sekte atau tetua sekte yang ingin bertarung dengannya.
Orang-orang dari sekte Teratai Suci kini sama dengan sekte Pedang Langit. Saat melihat kekuatan dari jurus puncak mereka, mata mereka langsung berkedut dan putus asa. Selain ketua sekte lama Yuan Zhi, tidak ada lagi yang mampu menguasai jurus puncak tersebut kecuali Chen Guo saat ini.
Kini seluruh orang-orang dari sekte besar merasa tertekan dengan keadaan ini. Mereka sangat geram dan tidak bisa menerima ditundukkan seperti ini oleh Chen Guo, tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa padanya.
Mata Zhang Mou terlihat berbinar melihat hasil pertarungan ini, dia tidak menyangka kekuatan Chen Guo sudah sedahsyat itu.
Sementara itu, dua kali ledakan di lereng gunung Awan Api oleh pertarungan Chen Guo membuat langit-langit dari gua tersembunyi menjadi benar-benar runtuh. Tampak secercah sinar mulai masuk dari atas langit-langit dan membuat Baihu dan Zhu Shimin seperti melihat cahaya harapan.
Mereka pun segera mengerahkan kekuatan tahap Langit akhir untuk menerobos lubang yang dimasuki oleh sinar tersebut.
BUMM!
Ledakan terdengar dari sisi lain lereng gunung Awan Api yang cukup dekat dengan arena pertarungan itu dan mengagetkan para penonton yang menyaksikan pertarungan tersebut.
Tampak dua sosok muncul dari puing-puing ledakan itu dengan penampilan lusuh seperti dua pengemis dan mereka pun saling tertawa karena berhasil keluar dari gua tersembunyi tersebut tanpa mempedulikan banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
“Rupanya kamu bersembunyi disana” teriak sebuah suara yang tiba-tiba muncul dari atas Gunung Awan Api.
Seluruh mata terbelalak melihat arah datangnya suara tersebut. Orang-orang di arena juga tidak menduga kedatangan orang itu dari arah puncak gunung Awan Api yang rupanya sejak awal telah mengamati pertarungan di lereng gunung Awan Api itu.
__ADS_1
Mata Zhu Shimin berkedut merasa pernah mendengar suara tersebut. Dia pun menoleh ke arah puncak gunung Awan Api dan melihat tiga sosok datang menuruni puncak Gunung itu.
“Hahaha... rupanya saudara Dang Gui telah menyambut diriku ini” teriak orang seperti pengemis berambut panjang acak-acakan itu.
“Tetua Zhu, aku telah mencarimu kemana-mana. Ternyata kamu bersembunyi di tempat ini” sahut Dang Gui yang datang bersama dua muridnya.
Seluruh mata di arena pertandingan terbelalak dikejutkan oleh datangnya dua orang tetua dunia bela diri yang disegani oleh mereka. Mereka tidak menyangka Dang Gui dan Zhu Shimin muncul pada pertarungan itu.
Mata Zhang Mou dan Chen Guo menjadi berkedut melihat hal itu. Mereka tidak menyangka akan melihat kedatangan dua tokoh kuat dari dunia bela diri menghadiri acara mereka hari ini. Rencana yang telah mereka susun dengan baik kini mungkin akan gagal dengan kehadiran kedua tetua itu.
“Ada maksud apa tetua Dang mencariku? Hehehe...” tetua Zhu terkekeh menanyakan tujuan tetua Dang Gui mencarinya.
“Apa kamu tidak ingat dengan perjanjian kita?” tanya Dang Gui sambil mengerahkan tenaga nya karena kesal pada Zhu Shimin
Semua orang di sekitar tempat itu menutup telinga mereka dan bergidik merasakan kekuatan dari tetua Dang Gui yang sedang kesal itu.
Tetua Dang Gui dan Zhu Shimin selalu mengadakan perjanjian untuk bertanding uji kekuatan. Dan mereka telah berjanji untuk melakukan hal itu tiga tahun yang lalu, tetapi tetua Zhu Shimin tiba-tiba menghilang entah kemana.
“Ini sudah lewat berapa tahun?” tanya Zhu Shimin dengan wajah kebingungan.
“Sialan. Harusnya kita sudah bertarung 3 tahun yang lalu. Tapi kamu tiba-tiba menghilang begitu saja” teriak Dang Gui kembali.
Mereka berdua berbicara tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di arena pertarungan untuk mencari petarung nomor satu dunia bela diri. Bagi kedua tetua itu, menjadi nomor satu bukan hal penting. Mereka hanya suka bersenang-senang mengadu ilmu dengan yang seimbang kekuatan dengan mereka.
“Hahaha... ternyata aku sudah lebih dari 3 tahun berada di tempat itu” teriak Zhu Shimin tanpa menghiraukan orang lain.
Baihu yang ikut muncul bersama Zhu Shimin melihat ke arah arena dimana orang-orang semuanya menatap pada mereka. Dia melihat beberapa orang yang dikenalnya disana, namun mereka tidak mengenalinya karena penampilan dirinya yang lusuh dan kotor seperti itu.
“Hari ini kamu tidak bisa berkelit lagi. Kita harus menentukan hasil pertarungan hari ini juga” lanjut Dang Gui dengan tatapan kesal
__ADS_1