
Ketika asap debu yang beterbangan mulai menghilang, tampak tubuh Chen Guo telah ditembus oleh jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu dan melubangi dadanya. Matanya terbelalak tidak percaya dirinya dikalahkan oleh anak kecil Baihu itu. Harapan dan impiannya kandas disaat dia mengharapkannya hari itu.
Bayangan energi Jurus 9 Matahari dan Bulan Bersatu miliknya dikerahkan terlalu menyebar luas dibanding jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu yang dikerahkan oleh Baihu, bayangannya energinya kecil namun padat kekuatan. Dan kecepatannya menjadi lebih cepat dibandingkan yang besar dan menyebar.
“Aku kalah?” gumamnya saat tubuhnya terjungkal jatuh di depan kaki Zhang Mou.
Mata Zhang Mou berkedut melihat rekannya dikalahkan seperti itu.
“Pa-pangeran,” panggilnya lirih.
Zhang Mou lalu menghunus pedangnya dan menusuk jantung Chen Guo. “Aku tidak suka kamu menculik dan memenjarakan ketua sekte kami,” teriaknya.
“Sun Yang, periksa dan bebaskan para ketua sekte dari kediaman sekte Makam Raja. Temukan dimana dia mengurung mereka.” Teriak Zhang Mou mengambil muka untuk memenangkan hati para anggota sekte lainnya.
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, mata Chen Guo melotot tajam pada Zhang Mou, yang dengan mudahnya dia beralih sisi dan melempar semua kesalahan pada dirinya sendiri.
“Mulai hari ini, Baihu adalah petarung nomor satu dunia bela diri. Aku Putra Mahkota Kerajaan Gurun Barat menyaksikan kehebatannya.” Zhang Mou mengangkat pedangnya disambut dengan meriah oleh semua orang.
Yang Zi, Wang Mei dan yang lainnya sejak tadi sudah mendekati Baihu setelah berhasil mengalahkan Chen Guo.
Wajah Baihu menjadi gelap begitu mendengar orang di depannya adalah Putra Mahkota Kerajaan Gurun Barat. Dia segera hendak maju, namun Yang Zi memegang tangan, menghalanginya dan menggelengkan kepalanya sehingga membuat Baihu mengurungkan niatnya saat itu.
“Jangan hari ini!” Bisiknya di telinga Baihu.
Baihu memahami maksud Yang Zi, saat ini Putra Mahkota Zhang Mou memberikan perintah pada pasukannya untuk membebaskan para ketua sekte yang dikurung oleh Chen Guo. Dia sedang mengambil hati dari para anggota sekte lainnya, jika dia bertindak saat ini maka sama artinya menentang seluruh sekte yang ada disana.
Baihu menghela nafasnya, “Kamu masih punya hari lebih panjang sebentar lagi.” Dia lalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan orang-orang yang juga mengelukan dirinya sebagai orang nomor satu dunia bela diri.
Wang Mei dan Mu Lin kemudian mengikutinya dari belakang.
“Nona Wang!” Teriak Zhang Mou memanggilnya, namun Wang Mei tidak menoleh dan terus mengejar kepergian Baihu.
__ADS_1
Zhang Mou menggertakkan giginya melihat kepergian Baihu yang diikuti oleh Wang Mei. “Sialan, apakah bocah itu lebih penting dariku?” Wajahnya tampak kesal.
Seluruh orang-orang disana akhirnya pergi ke kediaman sekte Makam Raja untuk mencari keberadaan ketua sekte mereka yang masih dikurung oleh Chen Guo.
Zhang Mou telah memerintahkan Sun Yang bergerak lebih dulu untuk membebaskan para ketua sekte, sebelum orang-orang sekte datang ke kediaman Makam Raja. Mereka membebaskan 6 orang ketua sekte lainnya yang terlihat kurus dan masih terkena racun.
Sehari sebelumnya, Sun Yang dan Chen Guo telah memindahkan Serigala Hitam dan Fu Xie ke tempat lain untuk bersiap melanjutkan rencana ketiga setelah penobatan Chen Guo menjadi orang nomor satu.
Meskipun rencana kedua itu gagal, tetapi mereka sudah berhasil memindahkan kedua orang itu untuk menjalankan rencana mereka yang ketiga.
Di bawah kaki gunung Awan Api, Wang Mei dan Mu Lin yang mengejar Baihu telah berhasil menyusulnya. “Tuan, apakah aku masih bisa mengikutimu?” Tanya Mu Lin dengan wajah muram
Baihu berbalik dan melihat padanya. “Nona Mu, hidupku selama ini keras. Aku mungkin tidak bisa memberikan apapun padamu,” sahutnya
“Aku tidak mengharapkan apapun dari tuan. Aku hanya ingin berada disisi tuan dan melayani tuan,” sahutnya parau.
Mata Baihu berkedut mendengar pernyataan dari Mu Lin, wajah Wang Mei juga menjadi gelap mendengarnya. Dia merasa apa yang ingin dia katakan pada Baihu sudah terlebih dahulu diucapkan oleh Mu Lin. Hatinya merasa perih tanpa bisa mengungkapkannya.
“Kakak Wang, maafkan aku waktu itu segera pergi meninggalkanmu dan tidak menepati janjiku” kata Baihu tanpa menoleh pada Wang Mei. Dia merasa bersalah karena tidak menepati janjinya untuk menunggu kedatangan Wang Mei saat di pelabuhan itu.
Wajah Mu Lin menjadi merah melihat mereka berdua berpelukan di depannya. Dia merasa terharu meskipun hatinya teriris melihatnya.
“Mari kita pergi dari tempat ini!” Ajak Wang Mei yang kemudian dibalas anggukan oleh Baihu.
“Nona Mu, jika kamu masih ingin bersama kami. Ikutlah dengan kami,” Ajak Wang Mei juga pada Mu Lin.
Mu Lin belum menjawab ajakan Wang Mei, tiba-tiba...
“Aku juga ingin ikut dengan kalian?”
Mereka bertiga menoleh ke arah datangnya suara itu. Tampak Zhu Shimin sedang duduk dengan santai di atas dahan pohon di belakang mereka.
__ADS_1
“Tetua Zhu, aku pikir kamu telah pergi sejak tadi” kata Baihu
“Hahaha... aku juga ingin menonton pertarungan tadi. Mengapa aku harus pergi?”
Rupanya Zhu Shimin tidak pergi dari tempat pertarungan tadi. Dia mengamati pertarungan Baihu melawan Chen Guo dari tempat yang agak jauh.
“Ayo kita pergi bersama. Aku bosan. Aku ingin menikmati semua makanan di kota Bintang.” Ajak tetua Zhu Shimin
Ketiga orang itu tersenyum melihat tingkah Zhu Shimin yang begitu riang setelah bebas dari dalam gua tersebut.
Akhirnya mereka berempat pergi ke kota Bintang untuk menikmati hidangan di tempat itu.
*****
Malam harinya di Ibukota Kerajaan Gurun Barat, Putra Mahkota Zhang Mou mengamuk di kediamannya. Zhang Ji terdiam tidak berani mendekatinya yang sedang marah. Sun Yang bawahannya hanya berlutut tanpa berani berbicara.
“Chen Guo sialan! Baihu sialan!” Teriaknya berkali-kali
Matanya merah mengingat kejadian hari itu terutama saat melihat bagaimana wajah Wang Mei yang gembira bertemu dengan Baihu di depan matanya sendiri.
“Zhang Ji, apa hubungan antara Baihu dengan Wang Mei?” Tanya Zhang Mou padanya.
Zhang Ji terkejut saat kakaknya menanyakan hal itu. “Kakak, setahuku ketua sekte Shang Chi yang memerintahkan Guru Wang Mei untuk mengajar dan mengawasi Baihu secara khusus,” sahutnya
“Jadi mereka adalah Guru dan Murid?” Wajah Zhang Mou menjadi sedikit reda kemarahannya setelah mendengar jawaban dari Zhang Ji.
“Benar kakak. Guru Wang Mei yang menguji murid masuk tahun lalu dan dia menemukan Baihu yang dianggap berbakat lalu ketua sekte memerintahkannya untuk mengajarkan Baihu secara khusus untuk pertandingan bela diri antar sekte.”
“Sejak pertandingan itu, Baihu terkurung di dalam gua tersembunyi. Tentunya setelah melihat Baihu, Guru Wang Mei merasa senang,” lanjut Zhang Ji.
“Cih, tapi aku tidak suka dengan Baihu. Kita harus menyingkirkannya” sahut Zhang Mou
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Zhang Mou, membuat Zhang Ji bertambah semangat. “Benar kakak. Baihu juga telah berani menggoda tunanganku Zhou An,” tambahnya dengan wajah kesal.
Sudah lama Zhang Ji ingin menyingkirkan Baihu, namun dia tidak bisa melakukannya. Sekarang, kakaknya mendukung dirinya untuk menyingkirkan Baihu. Dan itu membuatnya menepuk dua lalat sekaligus.