
Melihat hal itu, Baihu segera melompat ke udara lalu menyiapkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu kemudian mengarahkannya pada wakil jendral tersebut.
Wakil jendral tersebut terkejut melihat Baihu yang tiba-tiba melompat tinggi dan bermaksud menyerang dirinya. Dia segera mendorong bawahannya untuk dijadikan perisai menahan serangan Baihu.
BUMM...
Baihu tidak menghentikan serangannya, dia melepaskan serangannya ke arah wakil jendral itu menyapu semua orang di atas benteng itu hingga hancur berkeping-keping menjadi tulang dan daging yang berceceran.
Tembok benteng itu hancur dengan lubang yang besar berbentuk cekungan di bagian atas tempat wakil jendral itu tadinya berdiri memberi perintah.
“Apa masih ada lagi yang bermaksud menghentikan kami?” Teriak Baihu.
Semua pasukan di kediaman jendral Song Que itu berlutut dan melemparkan senjata mereka. Mereka tidak berani menatap ke arah Baihu.
“Mulai hari ini, kota Emas berada di bawah kekuasaanku,” Teriak Baihu dengan suara lantang.
Para pasukan tidak bisa berkata apa-apa, mereka menggigil ketakutan melihat kekuatan Baihu yang tidak memberi ampun dan bertindak kejam pada lawannya.
Setelah kematian jendral Song Que dan wakilnya, kota Emas kini berada di bawah kekuasaan Baihu. Dia dan teman-temannya segera memerintahkan pasukan kerajaan Gurun Barat memperbaiki tembok benteng dan menguburkan para korban hari itu.
Kota Emas jatuh ke tangan Baihu, berita ini cepat menyebar ke seluruh wilayah di dataran tengah. Kota Emas adalah salah satu kota dengan tingkat pendapatan pajak yang besar dan sangat berpengaruh pada keuangan kerajaan Gurun Barat.
Mendengar jatuhnya kota Emas ke tangan Baihu, membuat Raja Kerajaan Gurun Barat menjadi naik pitam. Dia menghancurkan barang-barang yang ada di dalam istana kerajaannya.
“Bocah sialan! Aku akan menguliti tubuhmu hidup-hidup,” geramnya dengan menggertakkan giginya dengan amarah meluap-luap.
Raja Gurun Barat segera memerintahkan ketiga jendralnya yang masih tersisa untuk menyerang kota Emas dan merebutnya kembali. Dia tidak peduli dengan kekuatan di dalam kota Emas itu. Dia ingin mendapatkan kembali kotanya yang telah direbut oleh Baihu itu.
__ADS_1
Baihu dan teman-temannya mengetahui kedudukan kota Emas di mata kerajaan Gurun Barat, oleh karenanya dia segera menyusun strategi bersama orang-orang sekte besar untuk menghimpun pasukan di kota Emas itu.
Baihu juga memerintahkan mengambil beberapa kota di sekitar kota Emas dengan membunuh pemimpin pasukan Gurun Barat disana untuk memperluas wilayah kota Emas dan juga mengumpulkan pasukan dan akomodasi untuk peperangan.
Baihu mengirimkan para pengintai untuk mengetahui pergerakan lawannya. Pagi harinya, para pengintai datang untuk melaporkan hasil pengintaiannya.
“Tuan, para jendral dan pasukannya telah terkumpul dan sedang dalam perjalanan menuju kota Emas ini, Mereka mungkin akan tiba pada malam hari ini dan berkemah di luar perbatasan kota Emas.
“Baihu, mereka adalah ketiga jendral yang berasal dari kota Beidu dari perbatasan utara, kota Langsang di perbatasan selatan, dan kota Mengsu yang dekat dengan ibukota. Mereka akan tiba disini dalam 5 hari.” sahut Li Yan menjelaskan.
Baihu merenungkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
“Jika mereka datang semua kemari, berarti kota mereka akan kosong. Sebaiknya kita mengambil jalur lain dan berpencar untuk menguasai kota mereka yang sedang kosong. Lalu kirimkan kabar bahwa kota mereka telah kita duduki. Aku akan tunggu kedatangan mereka disini,” sahut Baihu.
Semua teman-teman Baihu dan para sekte merenungkan rencana Baihu dan merasa itu adalah ide yang bagus.
“Baiklah, aku harap sekte Ming dan sekte Kunlun dari selatan bersama-sama menyerang kota Langsang yang dekat dengan perbatasan kerajaan Selatan. Sekte Wudang dan Sekte Pedang Langit menyerang ke kota Beidu yang berada di perbatasan dengan wilayah utara. Sementara sekte Matahari Bulan dan sekte Teratai Suci menyerang kota Mengsu. Sekte Huasan dan sekte Bulan Es bersamaku di sini menunggu ketiga jendral tersebut” urai Baihu kemudian.
Semua orang di tempat itu memahami maksud Baihu melakukan itu, yaitu untuk memecah konsentrasi pasukan dan jendral yang datang menyerang kota Emas. Dengan menduduki kota mereka, mental pasukan akan menjadi jatuh, sehingga peperangan di kota Emas akan bisa dimenangkan oleh Baihu.
Dan mereka juga bisa memutar di dengan mengepung pasukan lawan dari arah belakang.
Para sekte besar menyetujui hal itu, mereka segera menghimpun para murid, tetua dan juga ketua sekte untuk turut dalam peperangan itu. Jarak dari kediaman sekte menuju kota yang direncanakan lebih dekat, mungkin dalam 3 atau 4 hari mereka bisa menguasai ketiga kota tersebut dan menghancurkan mental pasukan musuh.
Rencana tersebut segera dijalankan, ketiga jendral itu bahkan tidak mengetahui musuh sedang menyusup ke dalam kota mereka.
“Jendral, kurang lebih 5 hari kita akan segera tiba di perbatasan kota Emas.” sahut seorang komandan dari pasukan raja Gurun Barat yang berasal dari kota Beidu.
__ADS_1
Jendral Mao Shan dari kota Beidu menganggukkan kepalanya. “Berhati-hati. Tetap jaga jarak pasukan,” sahutnya
Jendral Zhu Cen bergerak dari kota Mengsu yang dekat dengan ibukota kerajaan Gurun Barat. Sedangkan Jendral Liang Guo bergerak dari kota Langsang yang dekat perbatasan dengan kerajaan selatan.
“Nona Li, kota mana lebih dekat dengan kota Emas ini?” Tanya Baihu pada Li Yan.
“Baihu, kota Langsang yang berjarak lebih dekat dengan kita di kota Emas. Yang terjauh adalah kota Beidu,” sahut Li Yan
Baihu merenungkan sesuatu lalu dia berjalan mendekati Li Yan. “Nona Li, aku serahkan kota Emas untuk kamu jaga sementara ini. Aku akan pergi menyambut jendral Liang Guo dari kota Langsang.”
“Apa? Baihu, jangan gegabah melawan pasukan musuh sendirian.” kata Li Yan.
“Tidak. Aku sudah memperhitungkannya dengan matang. Jika ketiga jendral berhasil datang ke kota Emas secara bersamaan, maka kita akan kewalahan melawan mereka bertiga,” sahut Baihu.
“Jadi sebaiknya aku menyambut salah satu dari mereka terlebih dahulu untuk memperlemah kekuatan lawan. Aku hanya akan langsung mengincar jendral mereka.” lanjut Baihu.
Li Yan juga memikirkan hal itu, namun dia tidak ingin Baihu menghadapi bahaya sendirian. “Baihu, ajaklah aku serta. Kekuatan Bulan Bekuku mungkin berguna untukmu,” sahut Li Yan.
Baihu memikirkan kembali perkataan Li Yan, kekuatan Bulan Beku mungkin akan bia membekukan udara sekitarnya.
“Baiklah, aku rasa telah menemukan sebuah ide,” kata Baihu.
Baihu lalu mengajak Li Yan menemui Sunu, “Sunu, ikutlah denganku. Aku mempunyai tugas untukmu,” kata Baihu
RROOAARR...
Harimau Sunu mengaum seakan mengerti perkataan Baihu, mereka bertiga segera berangkat menuju ke arah kota Langsang untuk menghadang pasukan jendral Liang Guo.
__ADS_1
Baihu segera melompat bersama Li Yan ke atas dahan pohon untuk mengintai pergerakan musuh di kejauhan.
“Mereka berada di depan kita, hutan ini cocok untuk menyergap mereka,” kata Baihu.