
Tak terasa waktu tinggal 3 hari lagi menuju pertandingan bela diri antar sekte besar akan diselenggarakan. Baihu sudah memantapkan 9 jurus Matahari dan Bulan dengan bimbingan langsung dari ketua sekte Matahari Bulan.
Kekuatan kultivasinya juga sudah menembus tahap akhir alam Dewa. Baihu tampak sudah siap untuk mengikuti pertandingan bela diri tersebut.
“Aku harus memanfaatkan waktu lagi 3 hari ini untuk fokus pada penerobosan kultivasiku” gumamnya sambil pergi menuju kolam air panas untuk berendam kembali.
Dia pun langsung menceburkan dirinya ke bagian dalam kolam dan segera bermeditasi untuk mengumpulkan energi kultivasinya.
Baihu tidak menyadari seorang wanita muncul di pinggir kolam dan masuk ke dalam air sambil melakukan latihannya. “Aku harus bisa membekukan air kolam panas ini” gumamnya.
Li Yan, murid dari sekte Bulan Es yang sedang melatih ilmu Bulan Beku berusaha mengerahkan kekuatannya untuk membekukan air kolam yang panas itu.
Kekuatan jurus Bulan Beku adalah dapat membekukan udara sekitarnya, bahkan tanah dan air. Dia telah mencoba membekukan air panas yang di masak di dalam sekte Bulan Es. Kali ini dia ingin mencoba untuk membekukan air kolam panas alami untuk menembus kekuatan yang lebih tinggi lagi.
Dari tubuh Li Yan keluar kekuatan dingin yang membekukan udara sekitarnya, kekuatan itu merambat di dalam air untuk membekukan air panas alami tersebut, namun dia hanya bisa membekukan beberapa langkah dari tempatnya berendam.
“Kekuatanku belum mencukupi. Aku harus terus mencobanya” batinnya
Setelah mengatur nafasnya kembali Li Yan mengerahkan energi Bulan Beku untuk membekukan air kolam tanpa menyadari Baihu yang berada di kedalaman air tersebut. Dia masih gagal dan terus mencobanya, hingga akhirnya dia berhasil membekukan sebagian besar permukaan dari air kolam.
“Ah... hah...” nafas Li Yan terengah-engah menghentikan pengerahkan kekuatannya untuk mengambil nafas kembali.
“Untuk membekukan seluruh permukaan saja sudah begitu sulit, apalagi keseluruhan air kolam. Kekuatanku belum mencukup” gumamnya lalu beristirahat dengan memejamkan air matanya di kolam yang dangkal.
Sementara Baihu yang berada di kedalaman air kolam merasakan air bagian atasnya menjadi dingin, dia tidak menyangka bagian atasnya membeku, “Ada apa ini? Mengapa air bagian atas kolam membeku?” pikirnya
Baihu bermaksud menghentikan latihannya untuk mencari tahu sebab kejadian tersebut. Dia kemudian mengerahkan jurus Matahari ke 4 untuk mencairkan permukaan air dan mengerahkan kekuatannya.
BUMM...BYURR!
__ADS_1
Ledakan kecil terjadi dan air terpercik kesegala arah oleh ledakan energi dari Baihu dari kedalaman kolam membuat pandangan menjadi terhalang. Li Yan terkejut oleh ledakan itu dan dia berdiri tanpa sadar karenanya.
Baihu melompat keluar dari dalam kolam membuat Li Yan kembali terkejut karena percikan air menghalangi pandangannya. Setelah percikan air turun tampak Baihu berdiri mematung melihat seorang gadis tanpa sehelai benang di tubuhnya. Wajah Baihu berubah merah memperhatikan wajah dan tubuh gadis tersebut.
Li Yan juga berdiri kaku saking terkejutnya dengan kejadian tiba-tiba tersebut. Kemudian dia menyadari dirinya yang dipandang dengan wajah merah Baihu.
“Kyaa...” Li Yan segera menceburkan dirinya ke dalam air kembali
“Dasar Mesum!. Jangan lihat kemari!” bentak Li Yan dengan wajah merah.
Baihu yang tersadar segera memalingkan wajahnya sambil melompat ke pinggir kolam air panas, “Maaf, aku tidak tahu ada orang lain disini” sahutnya tanpa menoleh.
Kemudian Baihu segera mengenakan pakaian atasnya dan pergi meninggalkan kolam air panas itu tanpa berbicara.
Setelah kepergian Baihu, Li Yan tampak kesal di wajahnya mengingat wajah Baihu yang memandang tubuhnya tepat di hadapannya. “Anak sialan. Aku akan membunuhmu jika bertemu lagi” gerutunya.
Hari pertandingan bela diri antar sekte tinggal sehari lagi, Baihu merasa gugup karena terlalu bersemangat menantikan hari pertandingan esok hari.
Tampak Wang Mei mendatanginya untuk melihat hasil pelatihannya dalam menghadapi pertandingan esok hari.
“Baihu, aku dengar jurusmu telah kamu kuasai dengan baik. Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Wang Mei
“Kakak Wang, aku siap untuk pertandingan esok. Hanya merasa sedikit gugup dan bersemangat” sahut Baihu
Wang Mei tersenyum padanya, “Ketua sekte mengutusku untuk memanggilmu menemuinya” kata Wang Mei
“Baik” sahut Baihu yang segera pergi untuk menemui ketua sekte di ruang baca, tempat dia biasanya menghabiskan waktu selain di ruang meditasinya. Wang Mei juga mengikutinya untuk bertemu dengan ketua sekte Matahari Bulan.
Tampak ketua sekte duduk membaca bukunya, lalu menghentikan membaca setelah melihat kedatangan Baihu bersama Wang Mei.
__ADS_1
“Duduklah” kata ketua sekte Shang Chi.
“Baihu, aku ingin kamu berhati-hati dalam pertandingan besok. Jangan sampai kamu membunuh orang lain dengan kekuatanmu” pesan ketua sekte setelah Baihu dan Wang Mei duduk di depannya.
“Baik ketua” sahut Baihu mengerti dengan perkataan ketua sekte.
“Mungkin kamu satu-satunya murid yang berada di alam dewa mengikuti pertandingan besok. Jadi sebaiknya kamu tidak mengerahkan kekuatan maksimalmu dan juga jurus 9 Matahari dan Bulan Bersatu.” kata ketua sekte
Baihu mendengarkan nasehat dari ketua sekte dengan sungguh-sungguh.
“Ingat, jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu hanya boleh digunakan saat pertempuran hidup dan mati. Kamu tidak boleh menggunakannya dalam pertandingan persahabatan antar sekte besok. Itu akan sangat berbahaya bagi orang lain” lanjut ketua sekte kembali
“Baik ketua. Aku akan mengingatnya” sahut Baihu sambil memberi hormat pada ketua sekte.
Setelah menasehati Baihu, ketua sekte lalu berdiri, “Baihu, kamu teruskan lah berlatih. Ada yang ingin aku bicarakan dengan tetua Wang Mei” katanya membuat Wang Mei menyipitkan matanya menatap ketua sekte.
“Baik” sahut Baihu yang kemudian berpamitan kembali ke kediamannya.
Wang Mei masih tetap disana menunggu apa yang ingin disampaikan oleh ketua sekte padanya.
“Wang Mei, aku mendapatkan surat dari ayahmu. Dia akan menjemputmu setelah pertandingan bela diri ini. Dia ingin kamu kembali ke rumah karena ada suatu hal yang ingin dia sampaikan padamu” kata ketua sekte pada Wang Mei sambil menyerahkan surat dari ayah Wang Mei padanya.
Wajah Wang Mei membeku mendengar berita tersebut. Dia segera menerima surat ayahnya dari ketua sekte kemudian membacanya. Wang Mei tertegun setelah membaca surat tersebut.
“Apa yang ingin disampaikan ayah padaku? Mengapa begitu tiba-tiba?” batinnya.
Wang Mei segera berpamitan pada ketua sekte dan kembali ke kediamannya. Dia tidak tahu mengapa ayahnya tiba-tiba memanggil dirinya untuk kembali ke kediaman keluarga Wang di daerah Gurun Barat.
Ayah Wang Mei bernama Wang Huo adalah seorang alkemis yang juga pengusaha obat yang cukup terkenal di wilayah kerajaan Gurun Barat. Selama ini ayahnya ingin agar Wang Mei menekuni tentang obat-obatan dan mempelajari ilmu alkimia untuk memurnikan pil obat. Namun Wang Mei lebih menyukai bela diri, sehingga ayahnya mengirimkannya ke sekte Matahari Bulan untuk belajar.
__ADS_1