BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 118 | Xu Jie, anak ketua sekte Naga Emas


__ADS_3

Keempat orang yang berada di meja sebelah Baihu menikmati makanan mereka dengan santai namun sesekali mereka bersenda gurau dan melihat sekitarnya.


Salah satu dari mereka memandang ke arah Baihu sambil menyipitkan matanya lalu berbisik ke teman-temannya yang lain.


Baihu tidak mempedulikan hal itu, setelah makanannya datang dia pun hanya duduk menikmatinya dengan santai. Wajahnya datar memikirkan kerajaan Salju Utara ini dan juga Zhang Mou.


Dia datang ke wilayah utara ini untuk mengejar Zhang Mou, bukan untuk ikut campur tentang kerajaan Salju Utara. Jadi Baihu lebih fokus untuk menyelesaikan masalah kerajaan Gurun Barat terlebih dahulu.


Tiba-tiba seorang wanita muda mendekatinya dan berdiri di sebelah Baihu. “Tuan, apakah kamu berasal dari kerajaan Gurun Barat?” tanyanya sambil tersenyum.


Mata Baihu berkedut mendengar hal itu, dia lalu menghentikan makannya dan melihat ke arah wanita tersebut lalu melihat ketiga orang temannya juga menatap ke arah dirinya.


“Benar nona, aku berasal dari kerajaan Gurun Barat.” sahut Baihu singkat.


Wanita muda itu menoleh ke arah teman-temannya dan seolah-olah dia memenangkan sesuatu.


“Maaf, aku dan teman-temanku menebak asal dirimu. Terima kasih atas jawabanmu tuan. Perkenalkan aku Tang Yun,” katanya kemudian.


“Senang berkenalan denganmu nona Tang Yun. Aku Baihu.” sahutnya yang kemudian membuat wajah Tang Yun berubah.


“Ka-Kamu, Raja Baihu? Tidak mungkin?” serunya sambil mundur perlahan


Ketiga temannya yang mendengarkan seruan Tang Yun seketika menyipitkan matanya memandang ke arah Baihu dengan tatapan yang aneh.


“Hahaha... itu tidak mungkin.”


Tiba-tiba laki-laki yang bersama mereka terlebih dahulu tertawa dan merasa hal itu tidak mungkin orang di sebelah mereka adalah Raja kerajaan Gurun Barat, Baihu.


Akhirnya tiga wanita itu turut tertawa, mentertawakan Baihu sambil menutup mulut mereka.


“Maaf, aku tidak bermaksud mengejekmu. Tetapi namamu mirip dengan nama Raja kerajaan Gurun Barat. Jadi kami merasa itu hanya kebetulan saja. Maaf, tuan Baihu.” sahut Tang Yun dengan sopan sambil kembali ke mejanya.


Baihu hanya tersenyum pada mereka. Dia tidak mempedulikan hal itu, semakin banyak orang yang tidak percaya, akan semakin baik untuk penyamaran dirinya.

__ADS_1


Tapi hal itu tidak terjadi semudah itu.


Brakk!


Orang yang duduk sendirian di meja ujung mendatangi Baihu sambil meletakkan gentong araknya di meja Baihu lalu duduk di depan Baihu.


“Apa benar kamu bernama Baihu dari kerajaan Gurun Barat?”


Bau arak keluar dari mulut orang itu hingga ke hidung Baihu dan membuatnya menghentikan makannya sementara. Lalu Baihu menganggukkan kepala padanya.


“Benar, aku Baihu. Apakah tuan mencariku?”


Lelaki mabuk itu tidak menghiraukan pertanyaan Baihu dan meneguk kembali araknya langsung dari gentong di tangannya. Tindakannya itu tidak saja membuat Baihu bertanya-tanya, tetapi keempat orang di meja sebelah Baihu juga penasaran dengan maksud orang tersebut.


“Apa kamu mengenal Lei Yan? Murid dari Lembah Obat di wilayah luar bagian barat?” tanya lelaki yang mabuk itu.


Wajah Baihu menegang mendengar pertanyaan dari lelaki itu, dia mengingat saat berada di wilayah luar dataran tengah di bagian barat memang sempat berkenalan dengan Lei Yan dan juga gurunya dari Lembah Obat yang telah menyelamatkan hidupnya dan memberikan ilmu Ulat Sutera Barat padanya.


“Aku kekasih Lei Yan. Jadi kamu yang bernama Baihu itu.” Lelaki itu menatap tajam ke arah Baihu dan dipenuhi oleh hawa membunuh.


Baihu terkejut, dia tidak tahu apa yang telah terjadi dan mengapa lelaki yang mengaku kekasih Lei Yan ini tiba-tiba ingin membunuh dirinya.


Brakk!


Lelaki itu menghancurkan gentong nya ke meja Baihu sehingga membuat meja Baihu juga hancur berantakan.


“Karena kamu, Lei Yan telah memutuskan pernikahan kami. Dan dia pergi ke dataran tengah mencarimu.” teriak orang itu geram dengan wajah marah.


Mata Baihu kembali berkedut mendengar hal itu. Dia tidak percaya omongan lelaki yang baru dikenalnya ini. Namun tentang Lei Yan dia merasa tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Lelaki yang mengaku kekasih Lei Yan itu berdiri menunjuk ke arah Baihu dengan hawa membunuh.


“Kamu merebut kekasihku!” lelaki itu menuduh Baihu.

__ADS_1


Keempat orang di meja sebelah tidak menyangka orang itu menjadi marah setelah mengetahui orang di sebelah mereka bernama Baihu.


“Tenangkan dirimu tuan. Aku tidak merasa melakukan hal itu.” sahut Baihu berusaha untuk menenangkan lelaki yang mabuk itu.


Meskipun Baihu mengetahui bahwa Lei Yan mungkin menyukai dirinya, namun dia tidak pernah berharap Lei Yan akan memutuskan kekasihnya dan mencari dirinya ke dataran tengah ini.


“Aku akan membunuhmu!” Lelaki itu menyerang dengan ganas ke arah Baihu. Namun serangan itu sangat lemah, sehingga Baihu dengan mudah mengelak darinya.


“Kamu mabuk tuan. Kamu tidak akan bisa membunuhku.” sahut Baihu sambil mengelak kembali saat lelaki itu menyerangnya.


Lelaki itu lalu menghunus belati di pinggangnya dan menatap tajam mata Baihu dengan hawa membunuh.


“Belati Giok Hijau?” Lelaki di meja sebelah mengenali belati itu. Wajahnya tampak tertegun ketika melihat sejata belati ditangan lelaki mabuk yang menyerang Baihu.


“Kakak mengenali belati itu?” tanya salah satu wanita cantik yang duduk di sebelahnya.


Lelaki itu menatap belati dan wajah lelaki yang mabuk itu dengan menyipitkan matanya. Dia tidak percaya akan bertemu dengan orang itu di tempat ini.


“Ya, dia adalah tuan muda Xu Jie, pemilik belati giok hijau. Anak tetua Xu Shu dari wilayah luar bagian utara.” sahut lelaki itu dengan wajah serius.


“Sekte Naga Emas?” ketiga wanita itu terkejut menatap ke arah lelaki mabuk yang menyerang Baihu. Wajah mereka terlihat pucat mengenali sosok lelaki mabuk itu setelah mereka mengetahui belati tersebut.


“Hehehe... benar. Aku Xu Jie, anak dari ketua sekte Naga Emas wilayah luar bagian utara. Lei Yan adalah kekasih yang dijodohkan oleh kedua orang tua kami, dan kamu merebutnya dariku.” jelas Xu Jie pada Baihu.


Kepala Baihu semakin pusing mendengar hal itu, dia tidak menyangka masalahnya makin meluas dan menjadi musuh dari tuan muda sekte Naga Emas dari wilayah luar bagian utara.


“Serahkan kepalamu, agar aku bisa mendapatkan Lei Yan kembali.” kata Xu Jie kembali.


“Apa kamu pikir dengan kematianku Lei Yan akan kembali padamu?” sahut Baihu kesal.


Baihu kini merasa kesal karena alasan lelaki mabuk ini ingin membunuhnya hanya karena berharap Lei Yan bisa kembali padanya.


Keempat orang di meja sebelah juga menganggap alasan lelaki mabuk Xu Jie itu tidak masuk akal, justru jika wanita nya tahu orang yang disukainya dibunuh oleh Xu Jie. Dia tidak akan mungkin mau kembali, dan bahkan akan membenci Xu Jie seumur hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2