
Di dalam kamar, tampak jendral Song Que tertidur di atas ranjangnya dengan ditemani oleh dua wanita cantik di sebelahnya.
Baihu segera mempersiapkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu dengan dua jari tangan kanannya. Energi Yin dan Yang terbentuk berukuran kecil namun kekuatannya cukup untuk membunuh Jendral Song Que. Segera Baihu mengarahkan serangannya ke arah Jendral Song Que.
Merasakan datangnya bahaya, Jendral Song Que segera membuka matanya dan melompat. Dia pun menggunakan tubuh kedua wanita disampingnya sebagai perisai melindungi dirinya dengan melempar mereka ke arah serangan Baihu.
“Arrghh...” Teriak kedua wanita itu yang dilempar oleh Jendral Song Que.
Mata Baihu berkedut melihat dua tubuh melayang ke arahnya, namun dia tidak sempat menarik serangan dari kedua jari tangan kanannya sehingga kedua wanita itu terbunuh oleh serangannya.
Wajah Baihu menjadi merah padam karena hal itu.
“Siapa kamu?” Jendral Song Que telah mengenakan pakaian atasnya lalu bergegas untuk menyerang ke arah Baihu.
“Orang mati tidak perlu tahu namaku,” sahut Baihu sambil menyerang ke arah Jendral Song Que.
“Sombong. Kamu terlalu bermulut besar,” geram Jendral Song Que sambil melancarkan tinjunya.
Mereka pun bertarung di dalam kamar tersebut dengan ganas dan saling bertukar jurus.
Para pengawal yang mendengar teriakan wanita dan suara pertarungan, segera datang ke arah kamar Jendral Song Que namun teman-teman Baihu segera menyambut dan membunuh mereka.
Di dalam kamar, Baihu tidak memberikan kesempatan pada jendral Song Que untuk menarik nafasnya. Dia tanpa henti mengendalikan tempo serangan. Saat Baihu melancarkan serangan telapaknya, jendral Song Que tiba-tiba menundukkan kepalanya lalu mengeluarkan jurus Sengatan Kalajengking dengan menggunakan kedua kakinya mengayun dari belakang menyerang ke arah Baihu.
“Mati kamu!” Seru jendral Song Que.
Baihu menghindar dengan memiringkan tubuhnya bertumpu pada satu tangan lalu menendang kaki jendral Song Que dengan jurus Tendangan Api.
BUGH!
Kedua kaki saling bertemu. Kaki jendral Song Que terasa kesemutan setelah benturan itu, namun Baihu melanjutkan serangannya dengan membalik badan, bertumpu pada kedua tangan lalu menendang ke belakang.
__ADS_1
DEGH..
Jendral Song Que meninju kaki Baihu yang menendang ke belakang tepat ke arah dadanya. Kali ini tangan jendral Song Que merasa kebas terkena tendangan kaki Baihu.
“Kurang ajar! Dia tidak memberiku kesempatan untuk menarik nafas,” gumam jendral Song Que kesal
Wajah jendral Song Que tampak jelek mengetahui kekuatannya berada di bawah Baihu. Dia melihat sekelilingnya untuk mencari kesempatan melarikan diri. Namun Baihu mengetahui niatnya tersebut.
Baihu kini mengerahkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit, jendral Song Que merasa tubuhnya ditarik oleh kekuatan angin badai Baihu. Jendral Song Que menahan tubuhnya agar tidak tertarik oleh Baihu, namun siapa sangka Baihu melepaskan tarikannya dengan menghempaskan tubuh Jendral Song Que hingga menabrak dinding kamarnya.
“Jendral, sudah saatnya kamu pensiun dari dunia ini,” ejek Baihu padanya membuat wajah jendral Song Que menjadi gelap mendengarnya.
BRAKK...
Tubuh Jendral Song Que menabrak benda di dinging kamarnya dan terjatuh ke lantai kamar dengan bertekuk lutut. Sudut bibirnya meneteskan darah segar.
“Sial, bocah ini kuat sekali. Jurusnya tidak terduga,” gumam Jendral Song Que.
Kemudian Baihu kembali menggunakan jurus Angin Badai Mengguncang Langit membuat jendral Song Que waspada dan menggunakan tombaknya untuk bertumpu di lantai, lalu menendang dengan kedua kakinya ke arah Baihu.
Namun hal tidak terduga dilakukan oleh Baihu, dia mengeluarkan jurus Kuasa Sejati dari Sembilan Semesta yang di kumpulkan pada telapak tangannya dan menghantam kaki Jendral Song Que yang mengarah ke dada Baihu.
BRAKK... KRAKK...
Arrghh...
Tulang kaki kanan jendral Song Que patah oleh pukulan telapak Baihu, mata jendral Song Que melotot seakan mau keluar dari kelopaknya karena kesakitan yang amat sangat. Tampak tulang kering kaki kanan jendral Song Que terkulai karena patah menjadi dua bagian.
Jendral Song Que menggunakan tombaknya untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Wajahnya meringis kesakitan hampir keluar air mata. Dia menggertakkan giginya karena marah yang meluap.
Baihu tidak menghentikan serangannya, dia kembali mengerahkan kekuatan Kuasa Sejati dan mengumpulkannya pada kakinya. Sapuan kakinya mengarah kepada kaki kiri jendral Song Que yang masih tersisa.
__ADS_1
“Ku-Kurang ajarr... Bocah sialan!” Teriak jendral Song Que
Mata jendral Song Que berkedut melihat Baihu tidak memberinya kesempatan untuk menarik nafas. Dia melompat dengan satu kaki namun sara sakit membuat kepalanya seperti tersambar petir. Baihu tidak mengincar kaki kiri jendral Song, tetapi dia tiba-tiba mengubah sapuannya menjadi tendangan yang mengarah naik ke dagu jendral Song Que.
BUGH... KRAKK...
Kali ini dagu jendral Song Que pecah oleh tendangan Baihu, beberapa giginya copot dan terlepas. Kepala jendral Song Que terasa terhantam oleh palu besar, kesadarannya hampir hilang.
Baihu tidak menghentikan serangannya begitu saja, setelah sapuan ke dagu. Dia kembali melompat ke udara dan menggunakan jurus Telapak Sakti menghantam dahi jendral Song Que hingga retak dan membuat matanya melotot keras.
Tiga jurus dikerahkan oleh Baihu membuat jendral Song Que terkapar di lantai dengan nafas satu dua tak berdaya.
“Jendral, tolong sampaikan salamku pada kedua orang tuaku di alam sana,” kata Baihu sambil mengeluarkan jurus pamungkas Matahari dan Bulan Bersatu menghantam kepala jendral Song Que hingga hancur tanpa bisa dikenali.
Jendral Song Que terbunuh mengenaskan oleh Baihu di dalam kamarnya dengan kepala hancur.
Baihu dengan tenang berjalan keluar dari kamar jendaral Song Que setelah membunuhnya. Beberapa pengawal dan juga bawahan jendral tampak sedang bertempur dengan teman-temannya di luar.
“Hentikan! Jendral kalian telah terbunuh. Menyerahlah!.”Teriak Baihu membuat mata para pengawal dan bawahan jendral Song Que berkedut. Mereka lalu menoleh ke dalam kamar dan melihat mayat jendral Song Que dengan tubuh gemetaran.
Semua pengawal dan bawahan itu meletakkan senjata mereka dan terkulai duduk. Tubuh mereka menggigil ketakutan melihat kematian mengenaskan jendral Song Que pemimpin mereka.
Baihu lalu mengajak teman-temannya berjalan keluar dari kediaman itu menuju ke lapangan dengan tenang. Orang-orang diluar kediaman yang tidak mengetahui kejadian di dalam berusaha mengepung Baihu dan teman-temannya.
“Jendral Song Que telah mati! Teriak seseorang dari dalam kediaman jendral Song Que membuat para pengepung itu merasa lemas dan gemetar. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Baihu dan teman-temannya.
Tampak ratusan pengepung mundur memberi jalan pada Baihu dan teman-temannya dengan tubuh gemetaran.
Tiba-tiba seseorang berteriak dari atas benteng yang berpangkat wakil jendral.
“Jangan lepaskan mereka, tangkap dan bunuh mereka semua!” Teriak wakil jendral itu memberikan perintah.
__ADS_1
Meskipun ragu, para pengepung itu kembali mengacungkan senjata mereka pada Baihu dan teman-temannya.