
“Jika kamu baru mengenalnya, bagaimana kamu bisa menguasai jurus Sembilan Semesta Hong Jun?” tanya lelaki tersebut kembali.
“Ah, jurus ini aku dapatkan dari Gua Kebijaksanaan” sahut Baihu dengan jujur kembali
“Gua Kebijaksanaan? Di pegunungan daerah Wuxia?” lelaki tua itu bergumam sendiri
“Jurus Matahari dan Bulan, apakah kamu berasal dari sekte Matahari Bulan?” tanya lelaki itu kembali sambil berjalan mengelilingi Baihu.
Baihu mengkerutkan alisnya melihat lelaki tua itu berjalan mengelilingi dirinya dan berbicara sendirian sambil sesekali menoleh ke langit-langit gua lalu ke arah dirinya.
“Apakah dia menjadi gila karena terkurung lama di tempat ini?” pikir Baihu
Lelaki tua itu masih tampak merenungkan sesuatu, mata Baihu dibuat berkedut olehnya. “Tetua, apa yang telah terjadi ditempat ini? Siapakah nama tetua?” tanya Baihu selanjutnya
“Aku? Namaku Shimin margaku Zhu. Orang biasa memanggilku ‘Gila dari Timur’ ada juga yang memanggilku ‘Angin Timur Gila’. Kamu mengapa bisa kesini?” tanya Zhu Shimin
“Aku tak sengaja masuk ke dalam sebuah lorong gua dari sekte Makam Raja” sahut Baihu.
Zhu Shimin menyipitkan matanya mendengarkan penjelasan dari Baihu,”Aku juga masuk dari sana saat aku ingin menemukan sesuatu yang dipegang oleh sekte Makam Raja” ujar Zhu Shimin selanjutnya
“Apa? Sudah berapa lama tetua berada disini?” tanya Baihu padanya
“Aku tidak tahu. Aku tidak bisa melihat Matahari dan Bulan dari tempat ini, begitu juga siang dan malam” gumam Zhu Shimin dengan lirih.
Baihu langsung merasa lemas setelah mendengar penuturan dari tetua Zhu itu. Dia yang kekuatannya berada di atas Baihu saja tidak bisa keluar dari tempat ini, bagaimana dengan dirinya.
“Apakah aku harus terkurung disini selamanya?” wajah Baihu tampak jelek memikirkan hal itu.
“Aku senang memiliki teman baru bersama di tempat ini” kata Zhu Shimin itu lagi.
Baihu ingin menjawab, “Tetapi aku tidak senang berada disini tetua” namun kalimat itu hanya berada dalam pikirannya.
Baihu lalu terduduk lemas di tempat itu. Dia tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa keluar dari tempat itu.
“Tetua, apa kamu telah mencoba segala cara untuk keluar dari tempat ini?” tanya Baihu padanya.
__ADS_1
“Kamu lihat di seluruh dinding ini. Ada telapak tangan dan tinjuku membekas di sana” sahutnya
Baihu terbelalak melihat banyaknya telapak tangan dan tinju di dinding gua dan langit-langit itu. “Apakah di pintu masuk tempat ini juga kamu yang melakukannya?” tanya Baihu mengingat terdapat bekas tinju dan telapak di pintu masuk ke tempat ini.
“Iya. Aku sudah melakukan banyak cara untuk bisa keluar dari ini” sahut Zhu Shimin dengan wajah sedih.
“Ah, apa yang sebaiknya kita lakukan tetua?” tanya Baihu.
Tetua Zhu Shiming tersenyum,”Selama ini aku selalu berlatih sendiri ditempat ini. Sungguh membosankan sekali. Tapi sekarang ada kamu. Aku jadi senang karena ada teman berlatih untuk menghilangkan rasa bosanku di tempat ini” sahutnya
Mata Baihu berkedut mendengar hal itu, “Menghilangkan bosan?”
Baihu tidak bisa memikirkan apa-apa sementara ini, dia merasa kesal tidak menyangka dirinya telah terkurung di tempat ini. Dia menggigil memikirkan seandainya dia sendirian terkurung disini seperti tetua Zhu Shimin.
‘Baiklah, ayo kita berlatih lagi!” ajak tetua Zhu Shimin kembali.
Zhu Shimin lalu mempersiapkan jurusnya kembali dan akan menyerang ke arah Baihu. Melihat tetua Zhu Shimin yang bersemangat, Baihu juga mencoba untuk ikut bersemangat sepertinya.
BLAM..! BUMM... BUGH!
“Ayo mulai lagi!” ajak Zhu Shimin kembali.
******
Keesokan harinya, Wang Mei, Mu Lin bersama semua teman-teman sekte Pedang Langit, sekte Teratai Suci dan sekte Bulan Es pergi menuju gua penjara sekte Makam Raja. Tempat itu kini benar-benar telah ditinggalkan oleh orang-orang sekte Makam Raja karena berkali-kali selalu diserang oleh orang-orang dari sekte lain dan membunuh para penjaga mereka.
Mereka bertujuh yang dipimpin oleh tetua Wang Mei yang lebih senior segera memeriksa seluruh ruangan di dalam gua sekte Makam Raja kembali, namun tidak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan Baihu.
“Apakah dia telah ditangkap oleh tiga orang aneh itu?” celetuk Diao Shi kemudian
Tetua Wang Mei mengkerutkan keningnya memikirkan kemungkinan itu, “Tapi siapakah mereka itu?” pikirnya
Wang Mei merasa sedih, dia belum juga bisa bertemu dengan Baihu sejak berpisah dari kota Persik dengannya.
“Tetua Wang, aku rasa perkembangan dari penyelidikan ini kembali buntu” kata Xin Ye dengan wajah muram.
__ADS_1
Semua orang menganggukkan kepala mereka. Meskipun mereka menemukan tentang Chen Guo namun dia sangat dekat dengan Putra Mahkota Zhang Mou dan juga tidak ada bukti tentang keterlibatannya dalam penculikan para ketua sekte.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Li Yan kemudian.
“Nona Wang, aku akan kembali dan menunggu tuan Baihu di pedesaan dekat kediaman sekte Makam Raja.” sahut Mu Lin sambil menundukkan kepalanya.
“Kenapa Mu Lin?” tanya Xin Ye yang merasa cukup dekat dengannya.
Mu Lin adalah mantan pelayan sekte Makam Raja dan dia sekarang tidak memiliki tempat tujuan. Jadi dia ingin menanti kedatangan Baihu di pedesaan itu sesuai janji mereka.
“Tuan Baihu berjanji untuk bertemu dengan kita di pedesaan itu. Aku percaya pada janjinya. Dia pasti akan menepati janjinya” sahut Mu Lin dengan pemikiran yang sederhana.
Wajah Wang Mei, Yang Zi dan Li Yan kembali menjadi merah mendengarkan keyakinan pada diri Mu Lin pada Baihu. Mereka merasa dikalahkan satu langkah oleh keyakinan Mu Lin tersebut.
Namun menunggu disana bukanlah hal yang mudah bagi mereka, mereka harus melaporkan kejadian dan penemuan mereka pada sekte masing-masing, kecuali Wang Mei dan Baihu yang memang mencari ketua sekte atas inisiatif mereka sendiri.
“Baiklah, aku akan kembali dulu ke sekte Pedang Langit bersama kakak Xin Ye untuk melaporkan hal ini pada ketua sekte sementara. Kemudian aku akan kembali lagi ke pedesaan ini” sahut Yang Zi
“Benar, aku juga akan melaporkan terlebih dahulu tentang hal ini pada guru” sahut Li Yan
“Aku akan di pedesaan itu bersama Mu Lin” sahut Wang Mei
Karena tidak menemukan keberadaan Baihu, mereka pun saling berpamitan dan kembali ke tempat rencana masing-masing. Yang Zi dan Xin Ye kembali ke sekte Pedang Langit, Li Yan kembali ke sekte Bulan Es, Diao Shi dan Yan Shu kembali ke sekte Teratai Suci.
Sementara Wang Mei dan Mu Lin menetap di pedesaan itu menyamar sebagai petani untuk menunggu kembalinya Baihu ke pedesaan tersebut. Sambil menyamar sebagai petani, Wang Mei juga berlatih untuk meningkatkan kultivasi dan jurus 9 Matahari dan Bulannya.
Sebulan telah berlalu, Baihu berlatih setiap hari bersama tetua Zhu Shimin di dalam gua tersembunyi itu.
“Nak, kamu telah mempelajari beberapa jurus dariku. Bagaimana menurutmu?” tanya Zhu Shimin ingin mendengar pendapat dari Baihu.
“Jurus tetua sedikit aneh, namun kekuatannya luar biasa. Sedikit sulit juga untuk menguasainya” sahut Baihu dengan wajah serius
“Hehehe... kita punya banyak waktu untuk mempelajarinya” kata tetua Zhu Shimin
Wajah Baihu menjadi muram, dia menoleh ke arah langit-langit gua, “Entah bagaimana keadaan teman-teman di luar sana? Bagaimana juga keadaan ketua sekte Shang Chi?” Baihu merasa sedih begitu mengingat hal itu.
__ADS_1