BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 26 | Tempat berlatih kultivasi


__ADS_3

Keesokan harinya, Baihu telah bangun di pagi hari dan mulai berlatih di depan kamarnya. Dia merasa tempat kediaman di dalam wilayah dewa lebih cocok untuk dirinya yang lebih suka menyendiri karena yang tinggal di wilayah dewa hanya beberapa tetua muda saja.


Wang Mei yang baru saja bangun pergi untuk melihat Baihu dan dia tersenyum melihat ketekunan Baihu berlatih sejak pagi. “Pantas saja kemampuan jurusnya begitu terlatih, dia sejak pagi sudah mulai latihan. Aku tidak boleh kalah darinya” gumam Wang Mei yang menjadi bersemangat oleh Baihu.


Wang Mei lalu pergi untuk mengajar di kelas master seperti biasanya dan meninggalkan Baihu yang berlatih sendiri.


“Untuk memenangkan pertandingan, aku harus lebih menguasai lagi 9 jurus Matahari dan Bulan. Dan aku harus meningkatkan kultivasiku lagi” gumam Baihu.


Saat memikirkan untuk melatih kultivasinya, Baihu bingung untuk mencari tempat berlatih. Untuk melatih kultivasi diatas alam Dewa, akan sangat sulit dengan cara biasa.


Baihu ingat pernah membaca petunjuk dari Guru Wu Shan untuk menemukan tempat khusus yang penuh dengan energi spiritual untuk berlatih. Itulah sebabnya Guru Wu Shan sering datang ke dalam gua tempat mereka dulu bertemu untuk melatih kultivasinya.


Setelah Baihu menyelesaikan latihan jurusnya, dia pun pergi mengelilingi kediaman sekte Matahari dan Bulan untuk mencari tempat yang memiliki aura spiritual yang tinggi untuk berlatih kultivasi namun dia tidak menemukannya.


“Ah, pantas saja Guru tidak senang tinggal di kediaman sekte dan memilih untuk menyendiri. Karena dia tidak bisa meningkatkan kultivasi di tempat ini dengan cepat” batinnya.


Akhirnya Baihu memutuskan untuk pergi ke daerah pegunungan di belakang sekte untuk mencari tempat berlatih kultivasi.


Setelah berkeliling cukup lama, dia pun akhirnya menemukan salah satu kolam sumber air panas yang cukup luas dan tersembunyi di atas pegunungan. “Hmm.. ini wilayah siapakah? Apakah masih wilayah sekte Matahari Bulan? gumam Baihu karena takut dia menerobos masuk sekte lain.


Baihu merasakan aura spiritual yang cukup kental di area tersebut, terutama dari kolam air panas itu. Dia pun melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada siapapun di sekitar tempat itu.


“Ah, tidak ada siapapun di dekat sini. Aku sebaiknya mencoba untuk memanfaatkan waktu ini sebaiknya” gumam Baihu yang segera melepas pakaian atasnya dan berendam di dalam kolam air tersebut.


Dia mengingat saat dirinya menembus alam Dewa di dalam kolam air di dekat gerbang sekte Matahari Bulan, lalu dia pun ingin mencobanya di dalam kolam air panas tersebut.


Baihu segera menghirup nafas dalam-dalam lalu masuk ke dalam kolam yang lebih dalam dan bermeditasi di dalam air kolam tersebut. Baihu merasa nyaman bermeditasi di dalam air.


Di dalam air dia bisa mengalirkan energi di dalam tubuhnya ke titik-titik vital energi untuk membersihkan dan membangkitkan energi di tempat yang belum terbangkitkan dalam tubuhnya.


Kehangatan air kolam membuat nadi spiritnya dengan mudah mengembang sehingga aliran energi di dalam tubuhnya dapat menjadi lebih besar dari sebelumnya.

__ADS_1


Sekitar 3 jam berlalu Baihu berada di dalam air kolam itu, lalu dia menghentikan latihannya dan kembali ke permukaan air untuk mengambil nafas.


“Ah... hah... ternyata untuk melewati tahapan di alam Dewa tidak semudah di alam Suci kebawah. Aku harus terus berlatih di tempat ini.” gumamnya setelah mengetahui tempat ini cukup aman untuknya berlatih.


Kemudian karena hari telah menjelang malam, dia pun kembali ke kediamannya untuk beristirahat memulihkan kekuatannya.


“Kamu darimana saja?” tiba-tiba Wang Mei memergokinya datang dari arah pegunungan


“Ah, kakak Wang. Aku baru saja datang dari tempat berlatih” sahutnya dengan tenang.


Mata Wang Mei menyipit mendengar jawaban Baihu, “Kamu berlatih dimana?” tanya nya.


Baihu menceritakan bahwa dirinya menemukan sebuah kolam air panas jauh di atas pegunungan dan berlatih disana.


“Kolam air panas?” Wang Mei berpikir untuk mengingat sesuatu. Sejak dia masuk ke dalam kediaman sekte menjadi murid sekte, dia tidak pernah mendengar ada kolam air panas di wilayah kediaman sekte Matahari Bulan.


“Apa kamu yakin ada kolam air panas di pegunungan itu?” tanya Wang Mei kemudian


Wang Mei merasa sedikit cemas akan hal ini, “Sebaiknya besok antarkan aku kesana” katanya


“Baik kakak Wang” sahut Baihu


“Aku tidak ingin kamu melanggar wilayah milik sekte lain. Agar tidak menimbulkan masalah antar sekte” lanjut Wang Mei.


Baihu menganggukkan kepalanya.”Baik kakak Wang’ sahutnya lagi


“Hari sudah malam, apakah kamu sudah makan?” tanya Wang Mei pada Baihu.


Mendengar tentang makan, perut Baihu menjadi berontak dan bersuara, karena fokus pada pelatihannya, Baihu sampai lupa untuk makan.


“Sekarang aku jadi lapar mendengar pertanyaan kakak” sahutnya sambil tersenyum pada Wang Mei.

__ADS_1


“Baik. Kebetulan aku memasak lebih banyak hari ini. Mari kita makan bersama di tempatku” ajak Wang Mei.


“Baik kakak Wang” Baihu bersemangat untuk segera mengisi perutnya yang ternyata sudah memelas sejak tadi namun tidak dihiraukan olehnya.


Wang Mei pun mengajak Baihu ke tempat tinggalnya yang tidak terlalu jauh dengannya. Lalu dia menyiapkan makanan untuk Baihu dan dirinya.


Melihat makanan sudah datang, Baihu langsung menyambarnya dan makan dengan cepat. Wang Mei tersenyum geli melihat cara makan Baihu yang cepat seperti itu.


“Bocah ini pasti kelaparan dilihat dari cara makannya” gumam Wang Mei


Hanya butuh waktu singkat bagi Baihu untuk menghabiskan makanan yang disiapkan oleh Wang Mei. Dia biasa memakan makanannya dengan cepat karena setelah itu dia harus berlatih kembali saat berada bersama Gurunya.


“Apakah kamu ingin menambah makananmu?” tanya Wang Mei pada Baihu yang melihatnya telah selesai makan sementara dirinya belum selesai.


“Tidak kakak. Aku tidak pernah makan terlalu banyak” sahut Baihu yang memang tidak pernah memanjakan perutnya sejak kecil.


Setelah mereka berdua menyelesaikan makan, Baihu lalu berpamitan untuk pergi dari tempat tinggal Wang Mei menuju tempat tinggalnya. Malam itu Baihu terlalu bersemangat dan tidak sabar untuk menunggu esok hari agar bisa berlatih kembali di kolam air panas itu.


Esok harinya pagi-pagi Wang Mei sudah datang menemuinya di tempat tinggal Baihu, dia lalu meminta Baihu mengantarnya ke tempat kolam air panas yang ditemuinya kemarin agar tidak membuat masalah dengan wilayah milik sekte lain.


Mereke pergi ke arah utara dan sedikit berbelok ke timur laut untuk menemukan kolam air panas tersebut. Wang Mei melihat sekelilingnya dan tidak menemukan jejak di antara pepohonan di sana. Dia merasa lega karena tempat ini sepertinya bukan wilayah siapa-siapa.


Saat dia kembali, dia sudah tidak menemukan Baihu di pinggir kolam tadi.”Bocah ini sangat tidak sabaran jika ingin berlatih” gumamnya.


Dia pun turut membuka pakaian luarnya dan berendam di tempat yang dangkal dan jauh dari Baihu.


Tiba-tiba dia mendengar suara datang mendekati dari seberang kolam. Wang Mei pun segera menyembunyikan pakaian mereka dan menceburkan diri ke dalam air kolam menemui Baihu.


Di tempat yang dalam dia melihat Baihu sedang bermeditasi dengan bersila mengambang seperti yang dilakukan sebelumnya. Dia membuka matanya saat merasakan kedatangan Wang Mei mendekatinya.


Wang Mei memberikan tanda dengan jari telunjuk di depan bibirnya untuk menutup mulut lalu menunjuk ke arah atas. Baihu memahami maksud Wang Mei bahwa ada orang yang datang ke kolam air panas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2