BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 75 | Pengerahan pasukan perang


__ADS_3

Sunu tampak dengan santai menjilati darah di cakar dengan lidahnya dan duduk di atas tubuh lawannya yang telah mati.


Baihu tersenyum melihat kelakuan Sunu tersebut. Setelah itu merekapun meninggalkan tempat itu menuju kediaman sekte Matahari Bulan.


Akhirnya mereka tiba di kaki pegunungan tempat ketiga sekte besar berada. Mereka pun meneruskan perjalanan naik menuju gerbang sekte Matahari Bulan. “Kakak Wang, aku masih ingat saat pertama kali bertemu denganmu di gerbang sekte dengan wajahmu yang galak. Hahaha...” Tawa Baihu membuat wajah Wang Mei menjadi merah karenanya.


Meskipun senyuman di wajah Wang Mei kecut, namun tidak membuat kecantikannya pudar. Dia menatap gerbang sekte yang telah membesarkannya sejak dia masih kecil.


Mereka bertiga disambut oleh para penjaga sekte, namun mereka terkejut saat melihat seekor harimau mengikuti mereka.


“Ah, kakak jangan takut. Ini Sunu teman kami,” kata Baihu memperkenalkan harimaunya.


Mereka pun menaiki kediaman sekte Matahari Bulan menuju puncak pegunungan.


*****


Sementara itu, Putra Mahkota Zhang Mou bersama adiknya Zhang Ji dan para pengawal mereka yang mengikuti pergi ke kediaman sekte Matahari Bulan bertemu dengan mayat-mayat dari orang suruhan mereka.


Tampak kepala Xin Putih dan Xin Merah yang mulai membusuk serta bagian-bagian tubuh lainnya yang berbau tidak sedap hingga membuat perut mereka merasa mual bahkan para pengawal mereka ada yang muntah karenanya.


Wajah Putra Mahkota Zhang Mou menjadi semakin jelek setelah melihat itu. Dia menggertakkan giginya, darahnya terasa mendidih naik hingga keubun-ubun. Dia sudah tidak lagi bisa berpikir lain selain ingin membunuh Baihu.


“Sun Yang, kumpulkan pasukan kita di kaki pegunungan. Kita akan menyerang kediaman sekte Matahari Bulan” teriaknya memberi perintah.


Sun Yang terkejut mendengar perintah itu. “I-Ini berarti kita menyerang sekte Matahari Bulan?” Dia gemetaran mendengarnya.


“Aku akan meminta mereka menyerahkan Baihu. Jika mereka menyembunyikannya. Aku akan meratakan kediaman sekte Matahari Bulan” teriak Zhang Mou yang sudah mencapai puncak kemarahannya.


“Panggil jendral perang Zhang Yei kemari” perintahnya lagi.


“Ba-Baik pangeran.” Sun Yang gugup menjawab perintah dari Zhang Mou. Dia mengetahui bahwa Putra Mahkota sudah mencapai puncak kemarahannya kali ini.

__ADS_1


Wajah Zhang Ji juga terlihat gelap menahan amarahnya juga. Kedua pewaris kerajaan Gurun Barat kebakaran jenggot karena ulah Baihu.


Jendral Perang Zhang Yei adalah salah satu dari 5 Jendral Perang Naga yang dimiliki oleh kerajaan Gurun Barat. Semula Putra Mahkota tidak ingin menggunakan kekuatan pasukan perangnya untuk menangkap Baihu.


Namun karena menggunakan kekuatan dunia bela diri tidak bisa menangkap Baihu, jadi terpaksa dia harus menggunakan kekuatan perang untuk melakukannya. Jendral Perang Zhang Yei adalah salah satu sahabat dari Putra Mahkota Zhang Mou, maka dia dengan mudah bisa meminta bantuan pasukan perang darinya.


Segera pergerakan pasukan perang kerajaan Gurun Barat dari perbatasan kota Wuxia bergerak ke arah kaki pegunungan ketiga sekte besar berada. Tampak Jendral Perang Zhang Yei memimpin ratusan pasukan tempur tersebut.


*****


Di puncak kediaman sekte Matahari Bulan, telah berkumpul semua sekte besar yang datang untuk menobatkan Baihu sebagai orang nomor satu dunia bela diri dan anggota kehormatan semua sekte besar tersebut.


Meskipun Baihu tidak terlalu peduli dengan penobatan ini, namun dia menghargai keputusan dari seluruh sekte tersebut. Terutama keputusan dari ketua sekte Shang Chi yang dihormatinya.


Upacara penobatan pun berjalan dengan lancar dan berikutnya dalah acara perjamuan santai yang diadakan di aula pertemuan sekte Matahari Bulan.


Ketika perjamuan sedang berlangsung, seorang penjaga gerbang datang tergopoh-gopoh memasuki aula pertemuan tersebut.


“Ketua!” teriak penjaga itu dengan terengah-engah dan gemetar ketakutan.


“Ke-Ketua. Di kaki gunung, pasukan kerajaan Gurun Barat telah berkumpul. Mereka mengirimkan utusan datang kemari untuk menemui ketua.” Penjaga itu memberi hormat sambil terengah-engah dan gemetaran.


BRAK...


Tampak seorang utusan pasukan militer berpakaian perang dengan tidak sopan menendang pintu aula pertemuan sekte Matahari Bulan.


Seluruh mata di dalam aula pertemuan itu terkejut melihat kedatangan pasukan militer dari kerajaan Gurun Barat. Hanya Baihu yang tampak tersenyum melihatnya. Wang Mei dan Zhou An menatap Baihu dengan wajah cemas, namun mereka tidak berani berbicara saat itu.


“Serahkan anak yang bernama Baihu pada kami, atau pasukan kerajaan Gurun Barat akan meratakan kediaman sekte Matahari Bulan dan menangkap seluruh orang yang berusaha menyembunyikannya,” teriak orang tersebut dengan wajah sombongnya.


Orang-orang di tempat itu menjadi ramai, mereka saling memandang lalu menoleh ke arah Baihu. “Apa yang terjadi?” bisik-bisik mereka

__ADS_1


“Akhirnya sudah dimulai,” gumam Yang Zi dalam hatinya. Selain Wang Mei dan Zhou An. Hanya Yang Zi yang mengetahui masa lalu dari Baihu.


Sebelum semua orang berbicara, Baihu telah lebih dulu maju mendekati utusan tersebut.


“Aku Baihu. Sampaikan pesanku pada Putra Mahkota. Aku akan segera memenggal kepalanya,” bisik Baihu pada utusan itu sambil mematahkan tangannya.


KRAKKK...


Arrghh...


Utusan itu mengerang kesakitan sambil memegang tangan kirinya yang dipatahkan oleh Baihu. Dia segera bergegas menuruni kediaman sekte untuk menyampaikan pesan dari Baihu tersebut.


Semua mata menoleh ke arah Baihu atas tindakannya yang kejam tadi. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua mata menanti penjelasan dari Baihu.


“Saudara-saudara teman sekte semuanya. Maafkan aku atas kejadian ini. Antara aku dan kerajaan Gurun Barat memang ditakdirkan untuk bertemu dalam pertempuran. Aku mohon agar saudara-saudara tidak turut campur dalam masalah pribadiku ini” sahut Baihu panjang lebar.


RROOAAARR...


Sunu mengaum dengan kencang merasa bersemangat untuk bertempur bersama Baihu. Baihu membelai kepala harimau tersebut lalu memberi hormat pada semua tamu di aula pertemuan itu. Kemudian dia pergi menuruni gunung ditemani oleh Sunu harimaunya.


Semua orang di aula pertemuan itu bingung tidak tahu harus melakukan apa. Wang Mei dan Zhou An terlebih dahulu bergerak mengikuti Baihu lalu disusu oleh Yang Zi.


Mereka bertiga tampak telah mengetahui hal ini akan terjadi, sehingga mereka telah bersiap lebih awal.


Kemudian Li Yan, Yan Shu, Xin Ye turut mengikuti mereka untuk membantu Baihu. Melihat hal itu, ketua sekte Huasan, Kunlun dan Wudang yang pertama menyusul Baihu tanpa mengajak orang-orang mereka.


“Ini adalah masalah pribadi. Aku membantu Baihu atas nama pribadi, bukan sekte” teriak mereka yang pergi mengikuti Baihu.


Akhirnya semua orang yang simpati dengan Baihu menuruni kediaman sekte untuk membantu Baihu melawan pasukan perang kerajaan Gurun Barat.


Baihu segera tiba di kaki pegunungan sambil menunggangi Sunu harimaunya. Kemudian tampak Wang Mei, Zhou An dan Yang Zi turun mengikutinya.

__ADS_1


Mata Putra Mahkota Zhang Mou dan Zhang Ji berkedut melihat kedua wanita yang mereka sukai berada disamping Baihu.


Kemudian tampak orang-orang sekte lainnya berdatangan dari atas pegunungan menyusul Baihu dan berdiri disampingnya. Meskipun jumlah mereka tidak sebanyak pasukan perang yang dikerahkan oleh Putra Mahkota saat ini, tetapi kekuatan mereka tidak kalah dari pasukan perang kerajaan Gurun Barat.


__ADS_2