BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 65 | Jurus Sukma Pedang dari sekte Pedang Langit


__ADS_3

Putra Mahkota Zhang Mou datang ditemani oleh bawahannya Sun Yang beserta dua orang pengawal pribadi lainnya dan berjalan menuju tempat yang telah disediakan oleh Chen Guo.


“Pangeran!” ucap Chen Guo sambil memberi hormat pada Zhang Mou.


Seluruh ketua sekte dan tetua sekte yang berada di tempat itu juga memberikan hormat saat Zhang Mou berjalan ke arah singgasana yang telah disediakan untuknya.


Ketika Zhang Mou mulai duduk, maka Chen Guo, ketua sekte dan para tetua mulai duduk sementara orang-orang mulai berbisik-bisik pelan melihat kehadiran Zhang Mou.


Wang Mei yang bersama Mu Lin di tempat itu menutupi wajah mereka agar tidak dikenali oleh Zhang Mou dan bawahannya. Mereka bergabung dengan para penonton umum lainnya.


Yang Zi dan Xin Ye berdiri di belakang ketua sekte dan para tetua dari sekte Pedang Langit. Tampak Gong Jun yang sudah menjadi tetua sekte juga datang dalam pertarungan kali ini.


Shu Wei dan Shu Chao juga datang bersama beberapa tetua dan murid. Zhou An juga tampak hadir karena dia berkeinginan untuk sekalian pulang ke keluarganya setelah pertarungan ini.


Dari sekte Bulan Es, Li Yan juga terlihat berdiri di belakang ketua sekte dan para tetua sektenya. Sementara sekte Teratai Suci datang bersama Diao Shi dan Yan Shu yang mengikuti ketua dan para tetua mereka.


Tiga ketua sekte besar Wudang, Kunlun dan Huasan yang pernah dikurung oleh Chen Guo juga datang dengan dendam di hati mereka untuk bisa membalas perlakuan dari Chen Guo.


Shi Yuan juga datang mendampingi ketua sekte Wudang dari utara dan tampak mencuri pandangannya melihat ke arah Yang Zi di tempat sekte Pedang Langit. Yang Zi menyadari dirinya ditatap oleh Shi Yuan menjadi salah tingkah karenanya, dia mencoba untuk menenangkan dirinya dengan berpura-pura tidak melihat ke arahnya.


Xin Ye juga menyadari hal itu, dia berbisik pada Yang Zi, “Nona Yang, sepertinya Shi Yuan itu menyukaimu. Apakah kamu masih berharap pada Baihu atau mulai menyukai dia?”


Yang Zi mendelik pada Xin Ye, “Kakak Xin, aku belum ingin memikirkan tentang hal itu. Lagipula kita belum mengetahui keadaan Baihu saat ini” sahutnya lirih


Xin Ye menundukkan kepalanya, “Ah benar juga, entah bagaimana keadaan Baihu saat ini” gumamnya kembali mengingat pada Baihu yang pernah menolong dirinya

__ADS_1


Mereka tidak mengetahui Baihu berada di dekat mereka dan masih terkurung di dalam gua yang perlahan mulai runtuh.


“Tetua, kita harus masuk ke dalam lorong itu, untuk berjaga dari runtuhan ini agar tidak tertimpa” teriak Baihu pada Zhu Shimin


Mendengar hal itu, Baihu dan Zhu Shimin segera melompat dan berlindung di bawah lorong gua tempat mereka datang sebelumnya.


Langit-langit gua perlahan runtuh sedikit demi sedikit, mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada tempat itu. Mereka berharap bagian langit akan terbuka dan cahaya masuk ke tempat itu dan membuatnya lebih terang dari cahaya api lahar dan mereka bisa keluar segera dari tempat tersebut.


Di arena pertarungan Zhang Mou telah mengumumkan bahwa pertarungan ini dianggap sah karena telah menggunakan surat tantangan resmi ke semua sekte besar yang ada di daratan ini.


“Siapapun yang nantinya memenangkan pertarungan ini, akan diangkat menjadi ahli dunia bela diri nomor satu” lanjut Zhang Mou.


“Baiklah, pertarungan akan segera di mulai. Siapa yang ingin melawan Chen Guo terlebih dahulu?” tanya Zhang Mou kemudian.


Chen Guo segera berdiri dan berjalan ke tengah arena melihat ke sekelilingnya, “Para ketua dan tetua, aku mohon petunjuk dari kalian” katanya dengan tatapan merendahkan pada mereka semua.


Orang-orang di tempat itu telah mengetahui bahwa ketua sekte Kunlun, Huasan dan Wudang telah berhasil lolos dari gua penjara sekte Makam Raja.


Mata Chen Guo berkedut namun dia tersenyum melihatnya, “Ketua, maaf atas ketidaknyamananku selama ini” sahutnya mengakui perlakuannya pada para ketua sekte secara tidak langsung.


“Chen Guo, bebaskan para ketua sekte lainnya. Dimana kamu mengurung mereka?” teriak ketua sekte Kunlun yang membuat orang-orang dari seluruh sekte besar menjadi terkejut.


Mereka sebelumnya telah menduga hal itu, tetapi mereka tidak berani untuk menuduh Chen Guo atau sekte Makam Raja secara langsung. Sehingga mereka beberapa kali mengirimkan orang-orang ke sekte Makam Raja untuk menyelidiki, namun tidak membuahkan hasil apa-apa.


“Kalian tenang saja, aku hanya meminjam kekuatan mereka sementara ini. Setelah pertarungan ini, aku akan melepaskan mereka semuanya” sahut Chen Guo sambil tersenyum.

__ADS_1


“Tuan Chen, apa yang telah kamu lakukan? Kamu sebaiknya membebaskan para ketua sekte itu” teriak Zhang Mou bersandiwara di depan semua orang sesuai rencana dengan Chen Guo.


“Baik Pangeran, Aku berjanji menuruti perintah Pangeran setelah pertarungan ini. ” sahut Chen Guo yang juga bersandiwara di depan semua orang untuk mengambil hati buat Zhang Mou.


Mendengar janji dari Chen Guo pada Zhang Mou membuat para ketua sekte dan tetua menjadi lega, kecuali Shu Wei dan Shu Chao. Mereka berdua tidak berharap ketua sekte Shang Chi untuk kembali ke dalam sekte Matahari Bulan.


“Sial. Ternyata tua bangka itu belum mati” gerutu Shu Wei dalam hatinya.


“Chen Guo, bersiaplah. Aku ingin membalas perlakuanmu setahun ini padaku” kata ketua sekte Kunlun yang segera mencabut pedangnya dan menyerang ke arah Chen Guo dengan jurus Seribu Pedang Dewa tahap puncak dan kekuatan kultivasi alam Langit tahap akhirnya.


Serangan dari ketua sekte Kunlun itu sangat ganas, semua orang merinding karenanya. Setahun yang lalu jika bukan karena racun pelemah otot, Chen Guo tidak akan mampu menandingi kekuatan dari ketua sekte Kunlun tersebut.


Namun kini berbeda dengan setahun yang lalu, meskipun kekuatan mereka seimbang di alam Langit tahap akhir namun Chen Guo telah menguasai seluruh ilmu dan kekuatan dari para ketua sekte yang dikurung olehnya.


Chen Guo mengeluarkan jurus puncak dari Sukma Pedang sekte Pedang Langit untuk menahan serangan dari ketua sekte Kunlun tersebut.


Seluruh mata orang di tempat itu terkejut melihat Chen Guo menguasai hingga tahap puncak dari jurus milik sekte Pedang Langit tersebut. Hal ini membuat mata orang-orang sekte Pedang Langit menjadi bergidik, mereka merasa tidak ada harapan untuk mengalahkan Chen Guo saat ini.


Dengan kekuatan yang diperlihatkan oleh Chen Guo, selain ketua sekte Pedang Langit Xu Xuan, belum ada generasi saat ini yang berhasil menguasai tahap puncak dari jurus Sukma Pedang. Hal ini membuat harapan orang-orang dari sekte Pedang Langit menjadi pupus untuk melawannya.


Mata ketua sekte Kunlun melotot setelah melihat jurus tahap puncak dari Sukma Pedang yang kekuatannya jauh diatas jurus puncak Seribu Pedang Dewa miliknya. Tampak sebuah bayangan pedang besar melibas ribuan pedang yang muncul dari serangan ketua sekte Kunlun.


BUMM!


Kekuatan serangan jurus Sukma Pedang mengguncangkan arena tersebut dan membuat gunung Awan Api berguncang dengan keras.

__ADS_1


Ketua sekte Kunlun tampak terluka oleh energi serangan dari jurus Sukma Pedang tersebut, lalu para murid dan tetua sekte Kunlun membawa tubuhnya yang terluka keluar arena untuk diobati.


__ADS_2