
Wajah Putra Mahkota Zhang Mou menjadi gelap mendengar laporan dari Sun Yang. “Apa yang terjadi?” tanya Zhang Mou dengan tatapan marah.
“Telah terjadi kekacauan di penjara Makam Raja. Seseorang dari sekte Matahari Bulan membebaskan para tahanan dan membunuh 3 tetua sekte Makam Raja yang menjaga tempat itu” sahut Sun Yang menundukkan kepalanya.
Mata Zhang Mou berkedut mendengar hal itu, “Apa? Satu orang dari Sekte Matahari Bulan?”
Zhang Mou mengkerutkan dahinya, selama ini selain ketua sekte Matahari Bulan tidak ada orang lagi yang memiliki kekuatan tinggi di sekte Matahari Bulan yang bisa mengalahkan 3 tetua dari sekte Makam Raja.
“Siapa orang itu?” tanya Zhang Mou kembali
“Mereka tidak tahu nama orang itu, tetapi mereka mengatakannya seorang bocah berumuran sekitar 17 tahunan” sahut Sun Yang
Zhang Mou tertegun mendengarkan hal itu, “Bocah 17 tahun? Siapa bocah itu?”
“Penjaga, panggilkan Zhang Ji kemari!” perintah Zhang Mou pada penjaga di depan pintunya.
Tak lama penjaga itu datang bersama Zhang Ji untuk menemui Zhang Mou. “Ada apa kakak memanggilku?” tanya Zhang Ji pada kakaknya Zhang Mou.
“Zhang Ji, apakah ada seorang anak berumur 17 tahunan dari sekte Matahari Bulan yang memiliki kekuatan tinggi?” tanya Zhang Mou pada Zhang Ji.
Zhang Ji mengkerutkan keningnya, “Dulu ada anak yang bernama Baihu yang memenangkan pertandingan bela diri antar sekte. Mungkin sekarang umurnya sekitar itu. Tapi aku telah lama tidak mendengar beritanya sejak kejadian setahun lalu tersebut” sahut Zhang Ji.
Mendengarkan jawaban dari Zhang Ji, wajah Zhang Mou tampak kembali merenung. Dia memikirkan kemungkinan anak itu adalah Baihu sesuai perkataan Zhang Ji. “Apakah anak yang di dalam gua itu?” pikir Zhang Mou dalam renungannya mengingat kejadian saat pertandingan bela diri tahun lalu.
“Baiklah. Sun Yang, ikutlah bersamaku ke kota Bintang. Ada hal lain yang juga ingin aku bicarakan dengan Chen Guo” kata Zhang Mou setelah memikirkan hal itu dengan matang. Dia ingin memastikan terlebih dahulu hal itu secara langsung di tempat kejadian.
“Baik tuan muda” sahut Sun Yang sambil memberi hormat padanya.
******
__ADS_1
Sementara itu Wang Mei di kota Persik masih memikirkan kepergian Baihu yang meninggalkan dirinya. Setelah menolak secara halus lamaran dari Zhang Mou, Dan Putra Mahkota, Zhang Mou menyetujuinya, Wang Mei merasa sedikit lega. Kini dia ingin pergi bersama Baihu untuk menemukan keberadaan ketua sekte Shang Chi.
“Mungkin Baihu meninggalkanku karena mendapat petunjuk keberadaan ketua sekte. Aku harus membantunya” gumam Wang Mei dalam hatinya sambil berjalan di tengah kota Persik.
“Tapi kemana aku harus mencarinya?”
Saat Wang Mei berjalan di tengah kota Persik memikirkan kepergian Baihu, dia mendengarkan pembicaraan di jalanan tentang kekacauan di sekte Makam Raja. Mereka mengatakan telah mendengar kejadian itu dari para penjaga yang menyaksikan pertarungan mengerikan saat itu.
Salah satu dari mereka menyebut jurus yang dikerahkan oleh bocah itu sangat mengerikan dan membuat tubuh para tetua itu hancur berkeping-keping. Orang-orang itu merinding dengan hanya mendengarkan dari ceritanya saja
Wang Mei yang kebetulan melewati mereka segera bertanya, “Dimana kejadiannya?”
“Oh nona, kejadiannya di sekte Makam Raja kota Bintang” sahut orang yang bercerita itu.
“Kota Bintang” Wang Mei merenungkan hal itu. Dia merasa itu pasti ada hubungannya dengan Baihu. Dan kota Bintang dilalui dengan jalur sungai dari kota Persik ke arah barat daya.
Setelah mendapatkan ijin, Wang Mei pun pergi menuju kota Bintang dengan menumpang kapal layar melalui jalur sungai yang membutuhkan waktu 3 hari perjalanan.
******
Di kota Bintang, kejadian itu menjadi ramai dibicarakan oleh orang-orang. Mata Baihu menjadi berkedut di sepanjang jalan mendengar hal itu, membuat dia merasa kurang leluasa untuk bepergian.
Ketika tiba di penginapan, tampak para ketua sekte sudah benar-benar pulih dan hendak kembali ke kediaman sekte masing-masing. Mereka pun berpamitan dengan Baihu sekaligus mengucapkan terima kasih kembali.
Shi Yuan pun hendak kembali ke wilayah utara tempat sekte Wudang berada untuk mengantar gurunya kembali. Tampak Shi Yuan tengah berbicara berdua dengan Yang Zi di luar kamar.
“Nona Yang, aku akan kembali ke utara bersama ketua sekte kami. Maukah nona ikut pergi bersamaku?” tanya Shi Yuan secara langsung
Shi Yuan memiliki perasaan pada Yang Zi, namun dia belum berani mengungkapkannya. Dia hanya bisa perlahan untuk mencoba dekat dengannya.
__ADS_1
“Tuan Shi, kami masih harus mencari keberadaan ketua sekte kami. Suatu saat kami pasti akan berkunjung ke kediaman sekte Wudang” sahut Yang Zi sambil memandang wajah Shi Yuan yang tampak kecewa namun berusaha untuk tenang.
“Baiklah, aku akan menunggu kedatanganmu berkunjung ke sekte kami” kata Shi Yuan kembali.
Mereka pun sepakat suatu saat untuk bertemu kembali jika keberadaan ketua sekte Pedang Langit telah ditemukan.
Meskipun Yang Zi telah diselamatkan oleh Shi Yuan, namun dia tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dia merasa Shi Yuan lebih dianggap sebagai kakak olehnya. Perasaan Yang Zi sebenarnya berada pada bocah di dalam kamar yang dilihatnya sedang asik berbicara dengan para ketua sekte dan di dampingi oleh Mu Lin.
Wajahnya sedikit merah melihat Mu Lin yang selalu menemani kemanapun Baihu pergi. Dia merasa benar-benar kesal dan cemburu karena hal itu. Tapi dia tidak ingin orang lain mengetahuinya. Mungkin hanya Xin Ye yang benar-benar mengetahuinya.
“Sampai jumpa lagi ketua sekte” kata Baihu sambil memberi hormat pada ketiga ketua sekte yang hendak pergi.
Setelah semua orang berpamitan, Shi Yuan dan ketua sekte Wudang pun pergi menuju ke wilayah utara dengan menggunakan jalur sungai. Ketua sekte Huasan menggunakan jalur darat pergi menuju kota Emas tempat kediaman sekte Huasan. Sedangkan ketua sekte Kunlun pergi menyeberangi sungai menuju gunung Kun Lun yang berada di wilayah selatan.
Kini hanya tinggal Baihu yang ditemani oleh tiga orang wanita di penginapan itu. Mereka sedang memikirkan informasi yang telah diberikan oleh ketiga ketua sekte itu sebelumnya.
“Baihu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Yang Zi kemudian.
Baihu merenung mendengarkan pertanyaan Yang Zi, dia merasa hubungan antara sekte Makam Raja dengan kejadian penculikan ketua sekte ini sangat erat. Jadi dia memutuskan untuk pergi menyelidiki sekte Makam Raja ini.
“Nona Mu Lin, selain gua tersebut. Dimana lagi sekte Makam Raja memiliki kediaman mereka?” tanya Baihu selanjutnya.
“Sekte Makam Raja memiliki banyak gua untuk markas mereka. Namun mereka juga memiliki tempat utama di pinggiran utara kota Bintang yang mereka sebut dengan Makam Raja.” sahut Mu Lin yang pernah lama bekerja sebagai pelayan sekte Makam Raja.
Yang Zi dan Xin Ye yang turut mendengarkan mengerutkan keningnya, “Mungkinkah mereka mengurung ketua sekte lainnya di Makam Raja itu?”
“Entahlah, aku jarang mendapat tugas pergi kesana. Terakhir aku ditugaskan kesana 4 bulan yang lalu, namun aku hanya mengambil perbekalan untuk gua penjara sekte” sahut Mu Lin.
“Kita harus mencari dan menyelidiki ke seluruh tempat milik sekte Makam Raja.” sahut Baihu kembali.
__ADS_1