BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 43 | Menyelidiki petunjuk


__ADS_3

Akhirnya Baihu mengikuti Yang Zi dan Xin Ye dalam perjalanan mereka menuju kota Persik. Setelah menuruni pegunungan tempat kediaman tiga sekte mereka melewati hutan di kaki pegunungan hingga akhirnya tiba di kota Wuxia. Kemudian mereka mencari tempat untuk beristirahat sambil mengisi perut mereka. Baihu hanya mengikuti kedua wanita itu karena dia tidak memahami daerah dan jalan yang dilaluinya.


“Baihu, kemana kamu selama setahun ini setelah kejadian tahun lalu?” tanya Yang Zi.


Dia tidak mengetahui Baihu terkurung di dalam Gua Kebijaksanaan. Saat itu dia dalam kondisi keracunan bersama para murid dan tetua sekte yang hadir menyaksikan pertandingan. Jadi mereka sibuk memulihkan kondisi mereka masing-masing. Dan setelah itu mereka semua dikejutkan dengan menghilangnya para ketua sekte, yang akhirnya mereka kembali ke kediaman sekte masing-masing.


“Aku terkurung di dalam gua selama lebih dari setahun, aku baru bisa keluar hari ini” sahut Baihu


“A...Apa? Kamu terkurung di dalam gua itu?” Yang Zi terkejut mendengarnya Xin Ye melotot tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Mengapa kelihatan tubuhmu tidak banyak berubah? Apakah di dalam gua ada banyak makanan atau buah-buahan?” tanya Xin Ye penasaran.


Baihu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Xin Ye, “Tidak ada. Aku belum makan hingga hari ini” sahutnya


“Kalau begitu kamu harus makan yang banyak hari ini” sahut Yang Zi hendak memesan lagi untuk Baihu.


“Tidak usah nona Yang, aku tidak biasa makan banyak. Aku juga tidak merasa lapar meskipun belum menyentuh makanan” sahut Baihu sambil tersenyum padanya.


Yang Zi memandang wajah Baihu yang tampan dan tinggi. Dia sudah berubah menjadi lebih dewasa di usianya yang ke 16 tahun akhir. Empat bulan lagi dia akan berusia 17 tahun, jadi sudah seharusnya dia bersikap dewasa.


“Baihu, apa kamu sudah punya kekasih?” goda Xin Ye tiba-tiba yang membuat Baihu terkejut dan hampir menyemburkan air di mulutnya.


“Uhuk!” Baihu terbatuk mendengar pertanyaan Xin Ye

__ADS_1


Wajah Baihu memerah karena pertanyaan dari Xin Ye itu yang sengaja menggoda dirinya. “Maaf, aku belum memikirkan tentang kekasih hingga saat ini” sahut Baihu tanpa ekspresi.


Daripada memikirkan tentang kekasih, Baihu merasa dendam kematian orang tuanya yang belum terbalaskan. Disisi lain saat ini dia juga memikirkan kepergian Wang Mei dan juga hilangnya ketua sekte Shang Chi.


“Bukannya kalian berdua telah dijodohkan oleh kedua orang tua kalian?” Xin Ye kembali memojokkan Baihu tanpa melihat wajah Yang Zi yang juga berubah merah karena perkataannya.


“Kakak Xin, itu kan kehendak dari kedua orang tua kami. Baihu bebas untuk menentukan pilihannya” sahut Yang Zi pada Xin Ye, meskipun dia kini telah merubah pandangannya terhadap Baihu.


Sejak pertandingan bela diri setahun yang lalu, Yang Zi menjadi kagum pada Baihu. Meskipun usianya yang masih kecil namun ketenangan dan sikapnya yang tidak sombong membuat Baihu menjadi idola dari para murid sekte besar lainnya. Sosok bocah bernama Baihu menjadi topik pembicaraan hangat kedua disamping berita tentang menghilangnya ketua sekte mereka.


Baihu tidak menjawab pertanyaan tentang perjodohan mereka, dia hanya terdiam tanpa menjawabnya.


“Yang Zi, menurutmu bagaimana dengan perjodohan itu?” Xin Ye balik bertanya pada Yang Zi setelah melihat Baihu tidak menjawabnya dan membuat mata Yang Zi berkedut.


“Uhuk!” kali ini Yang Zi yang hampir tersedak mendengar pertanyaan Xin Ye


Xin Ye melihat ke arah Baihu yang acuh tak acuh tidak mempedulikan percakapan tentang perjodohan itu. Mata Baihu terlihat memandang ke arah lain. Dalam benaknya dia memikirkan keberadaan ketua sekte Shang Chi.


Saat Xin Ye hendak bertanya kembali, pelayan telah datang dan menghidangkan makanan mereka. Jadi diapun menunda pertanyaannya.


Wajah Baihu tampak tenang sambil menyantap makanannya, “Ah, setelah sekian lama akhirnya aku merasakan makanan kembali” gumamnya menikmati makanannya


Setelah mereka menghabiskan makanannya, Baihu terlihat lebih dahulu keluar dari warung itu karena dia hendak melihat situasi kota Wuxia. Kemudian Xin Ye mendekati Baihu untuk berbicara saat Yang Zi sedang menyelesaikan pembayarannya.

__ADS_1


“Baihu, kamu sebaiknya mempertimbangkan tentang perjodohan itu. Karena aku melihat sepertinya Yang Zi menyukaimu” bisik Xin Ye pada Baihu.


Mata Baihu berkedut mendengar kata-kata Xin Ye, dia benar-benar tidak menyangka Yang Zi menyukai dirinya. “Maaf nona Xin, aku benar-benar belum terpikir tentang perjodohan. Masih ada beberapa hal lain yang harus aku lakukan” sahutnya dengan wajah sungguh-sungguh.


Xin Ye melihat kesungguhan di mata Baihu. Dia tidak tahu hal apa yang ada dalam pikiran Baihu, akhirnya dia menghela nafasnya lalu berjalan mendahuluinya. Sedangkan Baihu masih menunggu kedatangan Yang Zi yang setelah itu mereka pun pergi menyusul Xin Ye.


“Nona Yang, aku mendengar semua ketua sekte besar telah dibawa pergi oleh para penjarah tersebut. Apa yang terjadi selama aku di dalam Gua Kebijaksanaan?” tanya Baihu dalam perjalanan itu


“Benar. Setelah pertandingan bela diri usai, kami para murid bersama para ketua sekte, tetua, dan guru telah terkena racun mereka. Kami pun sibuk memulihkan kondisi dan mengeluarkan racun masing-masing.” kenang Yang Zi akan kejadian saat itu.


Yang Zi menarik nafasnya karena mengingat tragedi besar sekte yang terjadi saat itu.


“Setelah para penjarah itu pergi, kami akhirnya kembali pulih namun tidak melihat keberadaan para ketua sekte. Semua sekte terkejut dan mencari ketua mereka. Karena tidak menemukannya, kami kembali ke sekte masing-masing dan bermaksud untuk mencari keberadaan mereka” lanjutnya


“Lalu apakah kalian menemukan petunjuk?” tanya Baihu kembali


“Sekte Pedang Langit menemukan beberapa petunjuk sebelumnya, namun semua petunjuk tersebut menemui jalan buntu. Tetapi hingga saat ini kamu belum menyerah. Kepergian kami menuju kota Persik ini pun adalah berdasarkan salah satu petunjuk yang baru kami terima” sahut Yang Zi kembali.


Baihu merenung mendengar perkataan dari Yang Zi, dia tidak tahu apakah sekte Matahari Bulan juga menemukan petunjuk lainnya. Namun dia geram memikirkan sepertinya Shu Wei tidak bermaksud untuk menemukan ketua sektenya kembali.


Shu Wei justru merasa senang dengan menghilangnya ketua sekte tersebut yang membuatnya sekarang menduduki posisi ketua sekte Matahari Bulan.


“Apa petunjuk yang ditemukan di kota Persik?” tanya Baihu kembali.

__ADS_1


“Para penjarah itu sangat pintar dan terencana. Selama ini mereka menjual hasil dari barang-barang jarahannya secara terpisah dan acak. Dari hal itulah kami menemukan petunjuk tersebut, namun mereka sangat pintar menghilangkan jejak mereka” sahut Yang Zi dengan wajah muram.


Mendengar hal itu Baihu kembali merenungkan kata-kata dari Yang Zi, “Menurutku ada kekuasaan yang berada di belakang mereka. Kemungkinan juga salah satu dari sekte besar juga bersekutu dengan para penjarah tersebut” kata Baihu dengan wajah serius.


__ADS_2