BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 128 | Kembalinya wilayah kerajaan Salju Utara


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah permaisuri Pang Niu, Baihu pun kembali ke ibukota kerajaan dan mengadakan pertemuan dengan para jendral dan sekte Wudang di aula kerajaan Salju Utara.


Tiba-tiba semua orang di kerajaan Salju Utara berlutut di depan Baihu termasuk ketua sekte Wudang. “Yang Mulia, mohon bersedia untuk menjadi raja kerajaan Salju Utara.”


Semua yang berlutut di aula itu serempak bersuara dengan lantang meminta Baihu untuk menjadi raja mereka. Baihu terkejut tidak menyangka mereka akan memutuskan hal sepihak seperti itu.


“Teman-teman, berdirilah semua. Aku harap kita berbicara dengan baik terlebih dulu.” kata Baihu pada mereka semua. Namun semua orang itu enggan untuk berdiri sebelum Baihu menerima keputusan mereka.


“Teman semua, aku bersama sekte Burung Api telah menyelamatkan keluarga kerajaan. Permaisuri dan putra mahkota sedang dikawal oleh mereka menuju ke arah timur.” kata Baihu selanjutnya.


Seluruh orang di ruangan itu menatap ke arah Baihu tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Namun melihat wajah Baihu yang bersungguh-sungguh mereka tidak meragukan hal itu. Tapi mereka masih berlutut menunggu kata-kata selanjutnya dari Baihu.


“Begini saja. Utus seseorang untuk menjemput permaisuri dan putra mahkota. Baru kita bicarakan kembali hal ini. Apakah ada yang tahu kemana kira-kira mereka dibawa pergi?” kata Baihu kemudian.


Semua orang saling memandang memikirkan pertanyaan Baihu. “Yang Mulia, setahuku keluarga kerajaan memiliki saudara sepupu di kota LamShang yang bernama jendral Yang Jun.”


“Benar, mungkin mereka dibawa kesana. Karena kota LamShang tidak jatuh ke tangan bangsa Buke.”


Baihu kemudian meminta mereka semua berdiri dan memutuskan tentang kerajaan Salju Utara setelah kedatangan permaisuri dan putra mahkota. Lalu dia menyarankan seseorang untuk pergi ke kota LamShang menjemput keluarga kerajaan.


“Untuk kerajaan bangsa Buke, sebaiknya kita membersihkan seluruh kota dari pasukan bangsa Buke menuju ke barat. Setelah itu perkuat pertahanan di perbatasan barat untuk menahan Raja bangsa Buke kembali kemari.” kata Baihu


Seluruh jendral dan orang-orang sekte Wudang menyetujui rencana Baihu. “Semakin cepat, semakin baik sebelum mereka kembali ke wilayah kita.”

__ADS_1


Malam itu pasukan ibukota kerajaan Salju Utara bergerak ke arah barat. Baihu juga telah mengirimkan surat pada Jendral Gong Jun di kota perbatasan Beidu untuk membantu kerajaan Salju Utara bertahan di perbatasan bagian barat.


Jendral Gong Jun segera bergerak begitu menerima perintah dari Raja Baihu untuk menuju kota Linshang yang merupakan kota perbatasan kerajaan Salju Utara dengan wilayah luar bagian barat.


Pasukan kerajaan Gurun Barat yang dipimpin oleh jendral Gong Jun dengan mudah menaklukkan kota Linshang yang telah dikuasai oleh bangsa Buke sebelumnya. Kemudian jendral Gong Jun mengibarkan bendera kerajaan Gurun Barat di atas benteng kota Linshang bersama dengan bendera kerajaan Salju Utara. Hal ini memperlihatkan bahwa kota Linshang kini telah didukung oleh kerajaan Gurun Barat.


Sementara itu pasukan dari arah ibukota kerajaan Salju Utara telah bertempur di setiap kota yang telah dikuasai oleh pasukan bangsa Buke dan memenangkannya dengan mudah. Hal ini dikarenakan bangsa Buke membagi kekuatannya di beberapa kota, sehingga kekuatan pasukan yang menjaga setiap kota menjadi lemah dan mudah untuk direbut kembali.


Disamping itu, Raja Mao Da yang kembali ke wilayah luar bagian barat bertujuan mengajak dan mengerahkan seluruh bangsa Buke untuk pergi ke kerajaan Salju Utara dengan maksud memperkuat pertahanan mereka di kerajaan Salju Utara.


Akhirnya seluruh wilayah kerajaan Salju Utara telah kembali ke pihak kerajaan Salju Utara. Dan kini mereka telah memusatkan kekuatan di kota Linshang untuk bertahan dari serangan kerajaan bangsa Buke.


Baihu lalu mengadakan pertemuan di kota Linshang dengan para jendral kerajaan Salju Utara, ketua sekte Wudang serta jendral Gong Jun yang berasal dari kerajaan Gurun Barat.


“Yang Mulia!” Kembali semua orang menyambut Baihu dengan memberi hormat padanya.


“Yang Mulia, kekuatan Raja Mao Da sangat tinggi. Kami khawatir hanya Yang Mulia saja yang bisa menghadapinya. Kami sungguh merepotkan Yang Mulia.” kata salah seorang jendral sambil berlutut memberi hormat pada Baihu.


Seluruh jendral kerajaan Salju Utara pun berlutut kepada Baihu memohon bantuannya untuk menghadapi Raja Mao Da. Baihu memahami apa yang mereka inginkan. Baihu sendiri pernah menghadapi Raja Mao Da dan kekuatannya berakhir imbang.


Sementara itu Baihu tidak melihat seseorang yang bisa mengimbangi Raja Mao Da di kerajaan Salju Utara. Baihupun menghela nafasnya, “Baiklah. Aku akan membantu kerajaan Salju Utara sampai tuntas.”


“Terima kasih Yang Mulia!” teriak para jendral kerajaan Salju Utara dengan wajah gembira sambil bersujud pada Baihu.

__ADS_1


“Setelah memenangkan peperangan ini, aku akan kembali ke kerajaanku. Aku serahkan pada kalian semua untuk menyelesaikan masalah internal kerajaan Salju Utara.”


Mendengar kata-kata Baihu, semua orang di dalam ruang aula terdiam. Meskipun dalam hati mereka berharap Baihu bisa menjadi Raja mereka, namun mereka tidak berani membebani Baihu terlalu banyak permasalahan. Jadi mereka pun terdiam sementara ini.


Ketua sekte Wudang lalu berjalan mendekati Baihu. “Yang Mulia, bisakah aku berbicara empat mata denganmu?”


Seluruh jendral di dalam ruangan itu kemudian berpamitan kembali ke pos mereka masing-masing setelah ketua sekte Wudang bermaksud berbicara dengan Baihu.


“Silahkan ketua sekte,” sahut Baihu sambil tersenyum


Ketua sekte Wudang lalu mengajak Baihu untuk berbicara di bagian samping kediaman pemimpin kota yang merupakan sebuah taman yang cukup indah disertai oleh kolam ikan yang besar.


Mereka berdua kemudian menuju ke sebuah gazebo dan duduk berhadapan untuk berbicara hal yang sangat penting.


“Berbicaralah ketua sekte. Jangan sungkan denganku,” kata Baihu.


“Yang Mulia, kami mengerti bahwa Yang Mulia tidak ingin untuk menjadi raja kerajaan Salju Utara, namun kami semua sangat percaya padamu. Di masa lalu Raja Yang Kui tidak bisa memerintah kerajaan Salju Utara dengan baik sehingga kami tercerai berai dan mudah ditaklukkan oleh kerajaan bangsa Buke.”


Ketua sekte menghentikan kata-katanya sementara sebelum melanjutkannya kembali setelah menarik nafasnya.


“Kini kami telah bersatu kembali berkat dirimu. Kami semua berharap kerajaan Salju Utara akan menjadi bagian dari kerajaan Gurun Barat.” lanjut ketua sekte Wudang.


“Pikirkanlah kembali Yang Mulia. Putra Mahkota kerajaan Salju Utara masih berumur 13 tahun dan permaisuri Tang Liu tidak memiliki kemampuan untuk memimpin kerajaan. Aku khawatir kerajaan Salju Utara akan kembali hancur setelah kepergianmu.”

__ADS_1


Baihu mengkerutkan keningnya sambil menunduk merenungkan kata-kata ketua sekte Wudang. Dia tidak menyangka jika Putra Mahkota kerajaan Salju Utara masih sangat kecil yang berusia 13 tahun.


“Sebaiknya kita bicarakan nanti dan meminta pendapat permaisuri Tang Liu tentang hal ini. Dia juga berhak untuk mengemukakan pendapatnya.” sahut Baihu.


__ADS_2