BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 41 | Kitab Sembilan Semesta


__ADS_3

“AAARRGGHH”


Baihu semakin kencang berteriak hingga Gua Kebijaksanaan itu bergetar, namun ketiga patung besar tokoh pendiri ketiga sekte itu tidak goyah sedikitpun. Hal ini membuat Baihu bangun dan menyelidiki sekitar patung itu, namun dia tidak menemukan sesuatu yang aneh.


Dengan lemas Baihu terduduk kembali di depan patung tersebut. Dia merasa sedih di dalam hatinya harus terkurung di dalam Gua Kebijaksanaan ini. “Ini karena keserakahanku sendiri yang ingin mendapatkan sesuatu dari tempat ini” gumam Baihu sedih


Dia pun berlutut dihadapan ketiga patung tersebut, “Maha Guru sekte, aku meminta maaf pada kalian. Aku terlalu serakah ingin mendapatkan sesuatu dari tempat ini. Maafkan aku” teriaknya sambil bersujud membenturkan kepalanya tiga kali ke lantai.


RRRRRRRR....


Tiba-tiba terdengar suara yang menggetarkan gua tersebut, Baihu terkejut melihat ketiga patung itu berputar ke arah berlawanan. Kemudian muncul tulisan perlahan di belakang ketiga patung tersebut.


“Kitab Sembilan Semesta?” teriak Baihu tertegun membaca tulisan itu.


Dalam tulisan itu disebutkan apabila telah menguasai jurus puncak Sukma Pedang, atau jurus puncak Matahari dan Bulan serta jurus puncak Teratai Buddha. Maka ketiga jurus itu adalah dasar untuk melanjutkan mempelajari jurus Sembilan Semesta ini


Mata Baihu berbinar melihat Kitab Sembilan Semesta itu, ada tiga jurus di patung sebelah kiri, tiga di tengah dan tiga lagi di sebelah kanan. Jadi ada total 9 Jurus dari Sembilan Semesta.


Para Maha Guru saat itu sering bertukar jurus dan pengetahuan sehingga mereka berhasil menciptakan jurus baru yang menggabungkan ketiga jurus puncak mereka. Ini membuat Baihu menjadi bersemangat untuk mempelajarinya.


“Jurus ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu 3 jurus melatih kekuatan fisik, 3 jurus melatih kekuatan spiritual dan 3 jurus terakhir untuk melatih kekuatan pikiran” Baihu membaca petunjuk dari kitab Sembilan Semesta itu.


Baihu kemudian mulai mempelajari ke sembilan jurus itu satu persatu di dalam Gua Kebijaksanaan itu.


“Tiga jurus melatih kekuatan fisik yang pertama adalah Jurus Pertahanan Tubuh Emas” Baihu mulai membaca dan melatihnya. Dalam waktu seminggu akhirnya dia bisa memahami gerakan jurus tersebut. Baihu merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya setelah melatih jurus tersebut.

__ADS_1


“Jurus kedua Tendangan Api Matahari, jurus melatih serangan menggunakan kaki sebagai senjata” Baihu kemudian membaca dengan serius dan melatih jurus kedua itu.


Seminggu lagi berlalu bagi Baihu mempelajari jurus kedua tersebut. Lalu dia membaca jurus ketiga “Jurus ketiga Telapak Sakti, menggunakan kekuatan tangan untuk menyerang dan bertahan” Baihu membacanya.


Seminggu kembali Baihu berhasil memahami jurus ketiga itu. Kemudian Baihu mengulangi ketiga jurus itu satu persatu hingga dia bisa menguasainya dengan baik.


Tak terasa sebulan lebih Baihu telah berada di dalam Gua Kebijaksanaan itu, dia tidak mengetahui apa yang terjadi di luar gua tersebut.


“Baihu, apakah kamu baik-baik saja disana?” gumam Wang Mei di tebing belakang sekte menatap ke arah Gua Kebijaksanaan dengan wajah cemas.


Para ketua sekte belum juga ditemukan, kesembilan sekte besar masih dalam kondisi berkabung karena kehilangan ketua sekte masing-masing. Mereka menutup diri dari dunia luar untuk bisa fokus mencari keberadaan para ketua sekte mereka.


Dengan hilangnya ketua sekte Matahari Bulan, Wang Mei telah dijemput oleh ayahnya Wang Huo untuk kembali ke kediaman mereka di kota Persik wilayah Kerajaan Gurun Barat. Sebelum kembali ke kediaman orang tuanya Wang Mei telah menuliskan surat untuk Baihu yang diletakkan di kamarnya.


Meskipun berat hati karena Wang Mei memikirkan Baihu yang terkurung di dalam Gua Kebijaksanaan, namun Wang Mei tidak kuasa menolak permintaan ayahnya untuk kembali. Lagipula ketua sekte Matahari Bulan saat ini tidak diketahui keberadaannya.


Kembali di dalam Gua Kebijaksanaan, Baihu telah menguasai ketiga jurus melatih tubuh fisik dalam dua bulan sejak dia terkurung di dalam gua tersebut. Di ruang belakang, Baihu menemukan sumber air yang menetes di sela-sela bebatuan untuk menghilangkan dahaganya.


“Kekuatanku terasa bertambah setelah menguasai ketiga jurus kekuatan fisik ini” gumam Baihu merasakan tubuhnya lebih bugar dan bertenaga meskipun tidak makan selama dua bulan ini.


Namun dengan kekuatan kultivasinya di alam Dewa, Baihu sanggup menahan lapar dan membangkitkan energi dalam tubuhnya untuk berlatih.


“Jurus keempat Membangkitkan Raga Spirit” Baihu membaca jurus dan petunjuknya. Baihu mengalirkan energi dalam tubuhnya sesuai petunjuk jurus itu dan melatihnya. Dalam waktu 10 hari dia baru bisa menguasai jurus keempat itu.


“Jurus kelima Mengolah Raga Spirit” Baihu berhasil menguasainya dalam waktu 8 hari. Kemudian dia melanjutkan pada jurus keenam Raga Spirit Sejati. Baihu membutuhkan waktu lebih lama untuk melatih jurus keenam ini. Namun akhirnya dia bisa menguasainya dalam waktu 16 hari.

__ADS_1


Sekitar tiga bulan berlalu, Baihu telah melatih penguasaan 6 jurus dari Kitab Sembilan Semesta. Kini saatnya dia melatih 3 jurus terakhir tentang kekuatan pikiran.


“Penguasaan Diri, Penguasaan Roh, Kuasa Sejati” tiga jurus kekuatan pikiran yang sangat sulit untuk dikuasai oleh Baihu. Memang untuk menguasai kekuatan pikiran membutuhkan pelatihan yang tidak gampang meskipun petunjuk telah dituliskan.


Butuh waktu 3 bulan untuk masing-masing jurus dikuasai oleh Baihu, hingga tak terasa dia telah menguasai Jurus Sembilan Semesta dalam waktu satu tahun.


Setelah menguasai jurus Sembilan Semesta, Baihu dengan mudah melatih kultivasinya dan menembus alam Langit. Kekuatan Baihu saat ini yang berusia 16 tahun sudah berada di alam Langit tahap awal.


Baihu merasa senang mendapatkan keberuntungan melatih jurus barunya. Namun dia masih muram karena belum menemukan cara untuk keluar dari tempat itu.


“Aku sudah menguasai jurus Sembilan Semesta. Tapi aku belum juga menemukan cara untuk keluar dari tempat ini.” gumam Baihu.


Dia kemudian melihat ketiga patung yang memunggunginya, dia bermaksud mengembalikan lagi posisi patung ke tempat semula. Namun dia tidak bisa menggerakkannya.


“Patung ini kuat sekali, mengapa aku tidak bisa menggerakkannya dengan kekuatan alam Langit?” Baihu bingung bahkan kekuatan alam langit tidak mampu menggerakkan patung tersebut.


Baihu kemudian berpikir untuk mencoba menggunakan kekuatan pikirannya, jurus ke 9 Sembilan Semesta dikerahkannya. Patung itu kemudian dengan mudah digerakkan olehnya satu persatu kembali ke tempat semula.


RRRRRRRR...


Kali ini terdengar kembali getaran di dalam gua, tiba-tiba cahaya muncul dari langit-langit di atas patung tersebut. Baihu melihat ke arah sumber cahaya yang muncul itu. Bibirnya tersenyum melihat sebuah lubang yang cukup jauh di atas kepala patung tersebut.


“Akhirnya aku bisa keluar dari gua melalui lubang itu” gumamnya dengan senang hati.


Baihu lalu berlutut di depan patung lalu memberi hormat pada ketiga patung tersebut sebagai rasa terima kasihnya. Kemudian dia melompat dan terbang keluar dari dalam gua tersebut. Ketika dia sudah berada di luar, lubang itu pun menutup kembali.

__ADS_1


__ADS_2