BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 55 | Bertemu kembali


__ADS_3

Saat pagi hari di pelabuhan kota Bintang, tampak sebuah kapal layar mendekati pelabuhan tersebut. Kemudian setelah mengeluarkan barang-barang yang diangkut kapal, tampak juga turun para penumpang yang turut berlayar di kapal tersebut.


Dua orang lelaki dan perempuan tampak berjalan menuruni kapal menuju kota Bintang. Yang Zi yang telah menghilang tampak berjalan disamping lelaki muda itu menuju sebuah tempat makan di kota Bintang.


“Nona Yang, sebaiknya kita mengisi perut dulu sebelum melanjutkan menyelidiki kehilangan saudara seperguruanmu” ajak lelaki muda itu.


“Baiklah tuan Shi” sahut Yang Zi menyetujui usul lelaki muda yang dipanggil tuan Shi itu.


“Ah nona Yang, sebaiknya kamu menyebut namaku saja. Atau panggil aku kakak” sahut lelaki itu dengan wajah merah.


“Aku tidak berani tuan Shi” sahut Yang Zi dengan menundukkan kepalanya. Dia tampak menghormati lelaki muda itu.


Lelaki bernama tuan Shi itu tidak berani melanjutkan obrolannya, mereka lalu menghampiri sebuah rumah makan di dalam kota Bintang.


Ketika sedang makan, Yang Zi yang menghadap ke jalan melihat Baihu tengah berjalan bersama Mu Lin menyusuri kota Bintang.


“Baihu!” teriaknya ketika melihat Baihu dengan mata berbinar.


Baihu menoleh ke arah datangnya suara tersebut dan melihat Yang Zi sedang makan ditemani oleh lelaki muda bernama tuan Shi itu. “Ah, kakak Yang” teriak Baihu gembira menemukan Yang Zi yang dikabarkan telah menghilang oleh Xin Ye.


Baihu dan Mu Lin lalu memasuki rumah makan itu, dan Yang Zi mempersilahkan mereka berdua untuk duduk bersama. “Kakak Yang, apa yang telah terjadi?” tanya Baihu padanya tidak sabar.


Yang Zi terlihat muram, “Saat aku dan kakak Xin Ye tengah menyelidiki tentang barang sekte itu. Kami disergap oleh segerombolan orang-orang berpakaian hitam. Kakak Xin Ye ditangkap oleh mereka, begitu juga diriku. Namun aku terpisah dengannya saat itu” sahut Yang Zi


“Aku tidak tahu keberadaan kakak Xin Ye selanjutnya” katanya muram.


“Ah, kakak Yang tenang saja. Kakak Xin telah selamat. Aku telah menemukannya dan bermaksud untuk mencari kakak juga” sahut Baihu dengan tersenyum


“Oh syukurlah.” Yang Zi tampak lega setelah mendengar hal itu.


“Bagaimana kakak bisa selamat dari mereka?” tanya Baihu kembali.


Yang Zi menoleh ke arah tuan Shi, “Ini berkat bantuan tuan Shi yang datang dan menyelamatkanku saat itu” sahutnya sambil memberi hormat pada tuan Shi


“Ah, aku hanya kebetulan lewat di tempat itu saat orang-orang itu meringkus dirimu nona Yang” kata tuan Shi itu memandang pada Yang Zi.

__ADS_1


Tuan Shi itu lalu memandang ke arah Baihu, “Oh ya, kenalkan namaku Shi Yuan. Aku berasal dari daerah utara sekte Wudang” sahutnya.


Mendengar bahwa Shi Yuan berasal dari Wudang, membuat Baihu merasa tenang. Dia khawatir orang itu berasal dari sekte Makam Raja. “Syukurlah” pikirnya dalam hati.


“Namaku Baihu” sahut Baihu singkat


Shi Yuan menyipitkan matanya karena Baihu tidak menyebutkan asal sektenya. “Maaf, kamu dari sekte mana?” tanya Shi Yuan kembali.


“Tuan Shi, Baihu berasal dari sekte Matahari Bulan” sahut Yang Zi


“Ah, itu dulu kakak Yang. Sejak ketua sekte menghilang, ketua sekte yang sekarang telah mengusirku dari sekte Matahari Bulan. Jadi aku saat ini tidak mengatasnamakan sekte” kata Baihu


Yang Zi terkejut, dia tidak mengetahui tentang hal itu. “Maaf, aku tidak tahu tentang hal itu Baihu” sahutnya dengan wajah muram.


“Tuan Shi, aku telah bertemu dengan ketua sekte Wudang. Mari kita bertemu dengannya dan juga nona Xin Ye” ajak Baihu kemudian


“Benarkah?” wajah Shi Yuan terkejut sekaligus senang mendengar hal itu. Dia memang ditugaskan oleh sekte Wudang untuk pergi mencari petunjuk keberadaan ketua sekte mereka, namun dia belum juga menemukannya.


Mendengar Baihu telah menemukan ketua sekte Wudang dan juga Xin Ye, membuat wajah Yang Zi dan Shi Yuan menjadi cerah. Setelah menyelesaikan makan, mereka pun segera mengikuti Baihu dan Mu Lin ke tempat penginapan yang mereka pesan.


“Oh, dia adalah nona Mu Lin. Aku bertemu dengannya saat menyelamatkan nona Xin dan tiga ketua sekte” sahut Baihu tidak menyebut Mu Lin sebagai pelayan.


“Nona Yang, senang bertemu denganmu” sahut Mu Lin sambil memberi hormat padanya.


Meskipun Yang Zi merasa sedikit cemburu, namun dia tidak ingin memperlihatkannya di depan Baihu. “Nona Mu, salam kenal” sahut Yang Zi dengan senyuman.


Namun perubahan raut wajah Yang Zi menjadi perhatian dari Shi Yuan, dia merasa ada sesuatu antara Yang Zi dan Baihu yang membuat wajahnya berubah seperti itu.


Baihu yang masih belum mengetahui hal itu kurang peka dengan perubahan wajah Yang Zi, jadi dia tidak terlalu memikirkan hal itu.


“Kakak Xin” teriak Baihu setelah berdiri di luar kamarnya.


Xin Ye segera keluar dari kamar melihat Baihu, namun dia terkejut saat melihat Yang Zi berjalan mendekati Baihu, “Yang Zi!” teriaknya dengan senang hati.


Xin Ye lalu berlari ke arah Yang Zi dan memeluknya. “Syukurlah kamu selamat” kata Xin Ye dengan terharu.

__ADS_1


Mendengar keributan di luar kamar, ketiga ketua sekte pun keluar dari dalam kamar masing-masing.


“Ketua sekte!” tampak Shi Yuan berlari dan berlutut di depan ketua sekte Wudang. Dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan ketua sekte Wudang yang dalam keadaan sehat.


“Bangunlah Shi Yuan” sahut ketua sekte Wudang sambil tersenyum padanya.


Shi Yuan lalu berdiri dan memberi hormat pada ketua sekte Wudang. “Ketua, aku sangat senang bisa menemukan ketua dalam keadaan sehat kembali” katanya.


“Berterima kasihlah pada Baihu, dia yang telah menyelamatkan kami” sahut ketua sekte Wudang.


Mendengar hal itu, Shi Yuan membalikkan badannya memandang pada Baihu, “Adik Baihu, aku sangat berterima kasih padamu yang telah menyelamatkan ketua sekte Wudang kami” katanya sambil memberi hormat pada Baihu.


“Tuan Shi Yuan, tidak perlu terlalu sungkan. Sebagai yunior, itu sudah kewajibanku untuk menyelamatkan ketua sekte” sahut Baihu sambil membalas hormat.


“Ah, panggil aku Shi Yuan atau kakak Shi saja” sahutnya merasa risih dipanggil tuan.


“Baiklah kakak Shi” sahut Baihu kembali.


Mereka pun masuk ke dalam kamar ketua sekte Wudang untuk berbincang di dalam dan menceritakan kembali apa yang telah terjadi selama ini.


“Ketua sekte, dimana ketua sekte Pedang Langit kami?” tanya Yang Zi cemas.


“Kami tidak tahu pastinya sejak mereka berenam di bawa keluar oleh orang-orang dari sekte Makam Raja itu” sahut ketua Kunlun.


Wajah Yang Zi dan Shi Yuan berubah jelek begitu mendengar sekte Makam Raja tersangkut dalam tragedi penculikan para ketua sekte.


“Kakak Yang, aku akan pergi ke kediaman sekte Makam Raja untuk menanyakan tentang hal ini” sahut Baihu.


Sementara itu di kediaman Putra Mahkota Zhang Mou, setelah dia bertemu dengan Wang Mei yang menjawab secara halus belum bersedia menerima lamarannya saat ini. Karena Wang Mei masih ingin belajar lagi di sekte Matahari Bulan untuk memperkuat dirinya.


Meskipun Putra Mahkota Zhang Mou kecewa namun dia memahami maksud Wang Mei, jadi dia bersedia untuk menunggunya. Tampak Zhang Mou telah kembali pada kesibukannya belajar tentang pemerintahan di kediamannya.


“Tuan muda, aku ingin melaporkan sesuatu” kata Sun Yang dengan wajah serius


“Katakan!” sahut Zhang Mou yang masih membaca bukunya.

__ADS_1


“Tuan muda, Guo Tang dan Li Guan telah mati” kata Sun Yang


__ADS_2