BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 32 | Pertandingan bela diri antar sekte


__ADS_3

Hari pertandingan bela diri antar sekte besar pun tiba. Para ketua sekte besar masing-masing datang dengan beberapa tetua, guru dan 4 orang murid yang akan diikutkan dalam pertandingan ini.


Meskipun pertandingan hanya diikuti oleh 3 orang murid, namun mereka diperkenankan untuk mengajak satu orang lagi sebagai cadangan sekaligus untuk belajar dari pertandingan tersebut.


“Hormat ketua sekte” sapa para panitia sambil memberi hormat melihat datangnya rombongan orang-orang memasuki arena.


Tampak dari sekte Pedang Langit, ketua sekte Xu Xuan ditemani oleh dua tetuanya datang ke arena pertandingan bersama Guru Wang Lei diikuti oleh Gong Jun, Gao Tian, Xin Ye dan Yang Zi.


Kemudian muncul dari sekte Matahari Bulan, ketua sekte Shang Chi, Shu Wei, Wang Mei bersama Shu Chao, Zhang Ji, Lei Jun dan Baihu.


“Ketua sekte Shang Chi, apa kabarmu ketua?” sapa ketua sekte Xu Xuan dari sekte Pedang Langit sambil tersenyum dengan kedatangan sekte Matahari Bulan.


Dari sekte Teratai Suci, ketua sekte Yuan Zhi bersama dua tetua dan guru serta 4 muridnya Diao Shi, Yan Zhu, Mei San, dan Yi Feng.


“Ketua sekte” Mereka saling menyapa antar ketua sekte saat bertemu.


Tiga besar sekte di pegunungan itu telah hadir terlebih dahulu, kemudian menyusul masing-masing dari sekte Kunlun, sekte Huasan, sekte Bulan Es, sekte Wudang, sekte Ming dan sekte Makam Raja datang berturut-turut.


Dari sekte Ming terlihat ketua sekte, Raja Buas Shi Long memberi hormat pada ketua sekte Matahari Bulan lalu duduk di tempat yang telah disediakan. Para murid sekte tetap berbaris di arena, sementara para ketua sekte bersama tetua dan para guru berada di tribun atas.


“Pertandingannya kapan dimulai?” gumam Baihu merasa bosan menunggu pertandingan dimulai.


Setelah upacara pembukaan yang sederhana, akhirnya pertandingan bela diri antar sekte besar dari 9 sekte akan segera di mulai. Aturannya adalah pertandingan 3 orang murid bergantian tampil di arena. Murid yang kalah akan digantikan kembali oleh temannya untuk bertarung melawan pemenang, demikian seterusnya sampai ketiga murid sekte itu kalah.


Sekte yang ketiga muridnya kalah, otomatis gugur untuk melangkah ke babak selanjutnya. Juara bertahan mendapat hak istimewa langsung maju ke babak kedua. Tiga tahun yang lalu, juara bertahan masih berada pada sekte Pedang Langit. Jadi mereka bebas melewati babak pertama dan maju ke babak kedua

__ADS_1


Untuk menentukan lawan, para guru akan melakukan pengambilan nomer dan nomer itu akan menentukan lawan mereka.


“Baik, kami mengumumkan hasil pengambilan nomer oleh para guru sekte” teriak panitia yang akan membacakan hasil pengambilan nomer.


Babak pertama, Sekte Pedang Langit mendapat lolos langsung. Sekte Ming melawan sekte Kunlun, sekte Teratai Suci melawan sekte Huasan, sekte Matahari Bulan melawan sekte Bulan Es, dan sekte Makam Raja melawan sekte Wudang.


Pertandingan pertama antara sekte Ming melawan sekte Kunlun, murid pertama sekte Ming memenangkan dua pertandingan melawan murid dari sekte Kunlun, namun di kalahkan oleh murid ketiga sekte Kunlun. Murid ketiga sekte Kunlun juga mengalahkan murid kedua sekte Ming, sehingga membuat kedudukan menjadi seimbang.


Hingga pertandingan terakhir adalah murid ketiga sekte Ming melawan murid ketiga sekte Kunlun. Pertandingan ini adalah penentuan dikarenakan kedua murid lainnya dari masing-masing telah kalah.


“Aku tidak akan kalah darimu” gumam murid ketiga dari sekte Kunlun menatap murid ketiga dari sekte Ming.


Murid ketiga sekte Ming kali ini adalah andalan mereka, merupakan murid yang diajarkan langsung oleh ketua sekte Shi Long dan telah menguasai 5 jurus dari 8 jurus Memindahkan Bumi dan Langit sekte Ming. Kekuatan kultivasi murid ini berada di alam Suci tahap puncak.


“Bersiaplah!” teriak murid ketiga dari sekte Ming yang langsung menyerang dengan ganas ke arah murid ketiga Kunlun.


Pertandingan berlangsung sengit dengan kekuatan yang sama, sehingga jurus menjadi penentu dari pertandingan tersebut. Dengan menguasai 5 jurus dari 8 jurus Memindahkan Bumi dan Langit, akhirnya murid ketiga dari sekte Ming berhasil mengalahkan murid ketiga dari Kunlun.


“Pemenangnya adalah Zhao Yun, dari sekte Ming” teriak panitia membacakan hasil akhir.


Para murid sekte Ming bersorak gembira karena akhirnya mereka bisa memenangkan babak pertama itu.


Pertandingan berikutnya adalah antara sekte Teratai Suci dan sekte Huasan. Strategi sekte Teratai Suci di babak pertama adalah langsung mengeluarkan kartu andalan mereka, Diao Shi melawan murid pertama sekte Huasan.


“Kakak, kamu pasti bisa mengalahkan mereka semua” kata Yan Zhu menyemangati Diao Shi.

__ADS_1


Saat pertandingan dimulai, Diao Shi yang menguasai 6 jurus dari 8 jurus Teratai Buddha tampak langsung menyerang dengan ganas ke arah murid pertama sekte Huasan yang hanya menguasai 3 jurus dari 7 jurus Telapak Nirwana sekte Huasan.


Kekuatan kultivasi Diao Shi juga berada di alam Suci tingkat akhir sedangkan lawannya berada di alam Suci tingkat awal. Perbedaan kekuatan ini membuat Diao Shi dengan mudah menjatuhkan murid pertama Huasan dalam 3 jurus.


“Kekuatan murid pertama mereka masih jauh dibawahku” gumam Diao Shi setelah memenangkan pertandingan pertamanya.


Murid kedua sekte Huasan juga kekuatannya berada di alam Suci tingkat awal sehingga Diao Shi kembali menjatuhkannya dalam 3 jurus. Murid ketiga sekte Huasan lebih kuat dari sebelumnya karena berada di alam Suci tingkat menengah, dan telah menguasai 5 jurus dari 7 jurus Telapak Nirwana.


Kali ini Diao Shi tampak sedikit kesulitan untuk memenangkan pertandingan lebih cepat dari sebelumnya. Akhirnya puluhan jurus pun telah berlalu dalam pertandingan tersebut.


“Murid ketiga ini lebih sulit dari sebelumnya. Penguasaan jurusnya cukup membuatku kesulitan untuk menyerangnya.” gumam Diao Shi.


Wajah Diao Shi tampak merah karena kekuatan musuhnya lebih rendah satu tingkat darinya, namun kekuatan jurusnya lebih ganas dari jurus miliknya. Meskipun agak kesulitan, namun Diao Shi akhirnya bisa memenangkan ketiga pertandingan melawan murid Huasan.


“Pemenangnya adalah sekte Teratai Suci” teriak panitia setelah Diao Shi berhasil mengalahkan ketiga murid Huasan.


“Selamat ketua sekte Yuan Zhi, murid kalian memang jauh diatas kekuatan murid dari sekteku. Kami masih harus banyak belajar lagi” puji ketua sekte Huasan.


“Hahaha... aku rasa kemenangan ini tipis sekali. Muridku hampir kalah oleh murid ketigamu” tawa Yuan Zhi


Berikutnya adalah giliran sekte Matahari Bulan, dimana Shu Wei yang mengatur agar cucunya Shu Chao yang tampil pertama kali seperti sekte Teratai Suci. Dia yakin bisa cucunya bisa mengalahkan ketiga murid dari sekte Bulan Es sehingga Baihu tidak perlu tampil karena berada pada urutan ketiga.


Baihu tampak tenang dan acuh tak acuh dengan pengaturan itu, baginya asalkan sekte Matahari Bulan bisa menang, dia bisa mendapatkan kesempatan untuk memasuki gua kebijaksanaan bersama mereka.


“Aku hanya ingin belajar lagi di dalam gua kebijaksanaan” gumam Baihu dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2