
Keempat jendral itu terkejut mendengar rencana dari Pangeran La Yuan. Meskipun mereka baru saja berhasil menduduki kerajaan Pesisir Laut Selatan, semangat tempur pasukan bangsa Lato masih tinggi. Keempat jendral itu terlihat bersemangat untuk melakukan rencana penyerangan kembali.
“Pangeran, kami siap untuk bertempur kembali. Pasukan bantuan juga telah tiba kembali dengan 5 perahu besar dari seberang dan menambah kekuatan kita,” sahut salah satu jendral.
“Benar. Kondisi pasukan juga sedang dalam semangat tempur tinggi setelah kemenangan mudah di kerajaan Pesisir Laut Selatan ini. Mereka telah bersiap untuk rencana selanjutnya,” timpal jendral lainnya.
Pangeran La Yuan merasa senang dengan semangat tempur para jendral dan pasukannya. Dia yakin dengan kondisi tempur saat ini, akan mudah baginya untuk menaklukkan kerajaan Gurun Barat.
Kedua tetua yang berada di aula itu tidak turut memberikan sarannya, mereka telah mendapatkan perintah dari ketua sekte Gunung La Whu untuk melaksanakan apapun perintah dari pangeran La Yuan dan melindungi keselamatannya.
“Pangeran, kekuatan dari kerajaan Gurun Barat saat ini sedang terpecah antara kekuasaan lama dan baru. Mereka belum sepenuhnya melakukan perombakan. Aku yakin kondisi kekuatan militer mereka sedang rendah. Tetapi aku dengar mereka mendapat dukungan penuh dari semua sekte besar di dataran tengah ini,” kata salah satu jendral lainnya.
Pangeran La Yuan tersenyum mendengar perkataan dari jendralnya itu, dia pun berdiri dan berjalan mendekati kedua tetua sekte Gunung La Whu itu. Mereka semua pun turut berdiri melihat pangeran mendatanginya.
“Jendral, aku tahu hal itu. Kedua tetua ini telah membunuh dua ketua sekte di selatan ini. Sepertinya yang disebut sekte besar itu hanya nama omong kosong belaka. Kekuatan mereka tak lebih dari kekuatan sekte kecil dari kerajaan kita,” sahut pangeran La Yuan dengan wajah bangga.
“Tetua, aku akan meminta bantuan kalian berdua untuk menyerang sekte-sekte besar tersebut dan menaklukkannya,” pinta pangeran La Yuan pada kedua tetua Xu bersaudara itu.
Kedua tetua itu memberikan hormat pada pangeran La Yuan. “Tuan pangeran, jangan khawatir. Serahkan mereka pada kami,” sahut tetua Xu Rou dengan wajah sombongnya.
Keempat jendral itu pun menghela nafasnya, jika kedua tetua itu sudah mau turun tangan menghadapi para pemimpin sekte besar di dataran tengah ini, mereka bisa berkonsentrasi untuk menyerang pasukan musuh di kota-kota kerajaan Gurun Barat.
Sekte Gunung La Whu merupakan salah satu dari dua sekte besar di kerajaan bangsa Lato. Kekuatan mereka berada diluar pemahaman orang akan dunia kultivasi. Jadi pangeran La Yuan dan keempat jendralnya merasa tenang memiliki kedua tetua itu turut serta membantu penyerangan ke dataran tengah ini.
__ADS_1
Mereka pun mulai menyusun rencana penyerangan ke wilayah kerajaan Gurun Barat yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
*****
Berita tentang jatuhnya kerajaan Pesisir Laut Selatan juga telah sampai ke wilayah kerajaan Salju Utara. Raja Yang Kui segera mengirimkan mata-mata mereka menuju kerajaan Pesisir Laut Selatan dan meningkatkan pertahanan mereka.
Zhang Mou yang berada di kediaman Jendral Ning juga mendengar berita itu. Dia tidak menduga perubahan situasi di dataran tengah menjadi seperti sekarang ini dimulai dari kerajaan Gurun Barat ayahnya. Dia yang sedang memikirkan rencana untuk kembali merebut kerajaan Gurun Barat menjadi berhati-hati dengan pergerakan dari bangsa Lato ini.
“Aku memerlukan bantuan kekuatan untuk melakukan rencana penyerangan ini.” batin Zhang Mou.
“Tuan Zhang, nyonya memanggil tuan untuk menemuinya.” Tiba-tiba seorang pelayan wanita datang dan memanggil Zhang Mou untuk menemui Yang Nie.
Zhang Mou tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Yang Nie, dia pun pergi menemuinya dengan mengikuti pelayan tersebut.
Setelah tiba di dalam ruang belajar itu, pelayan tersebut membiarkan Zhang Mao untuk masuk menemui Yang Nie secara pribadi. “Nyonya Yang, ada apa memanggilku?” Zhang Mou memberikan hormat kepada Yang Nie.
“Duduklah tuan Zhang!” Yang Nie tersenyum padanya sambil menyiapkan teh untuk mereka minum.
Zhang Mou lalu pergi ke depan meja dan duduk di seberang Yang Nie. Dia mengambil cangkir teh yang telah disiapkan oleh Yang Nie dan mulai meminum tehnya. Yang Nie juga mengambil cangkir tehnya dan menyesap teh hangat yang telah diseduhnya itu untuk menenangkan dirinya sebelum memulai berbicara.
“Tuan Zhang, aku ingin meminta bantuanmu.” pinta Yang Nie secara tiba-tiba.
Zhang Mou terkejut mendengar permintaan dari Yang Nie. Dia dan jendral Ning sudah seperti saudara, dia pasti akan membantu keluarga jendral Ning jika memang mereka membutuhkan bantuan.
__ADS_1
“Nyonya Yang, jangan sungkan. Katakan saja apa yang bisa aku lakukan untukmu. Aku dan jendral Ning sudah seperti saudara, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu dan kebaikan jendral Ning padaku selama ini,” sahut Zhang Mou.
Yang Nie menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya. “Aku ingin kamu membunuh kakakku, Yang Kui,” kata Yang Nie selanjutnya dan meletakkan cangkir teh di depannya sambil menatap tajam pada Zhang Mou.
Mata Zhang Mou berkedut mendengar permintaan dari Yang Nie. Dia tidak menduga Yang Nie ingin membunuh kakaknya yang seorang Raja dari Kerajaan Salju Utara. Wajah Zhang Mou menjadi keras, dia berpikir keras untuk menjawab permintaan itu.
“Nyonya Yang, apa yang membuatmu ingin membunuh kakakmu itu?” tanya Zhang Mou kemudian. Dia tidak tahu apakah ini merupakan jebakan untuk dirinya atau memang keinginan serius dari Yang Nie.
Wajah Yang Nie berubah gelap, dia menggertakkan giginya dengan hati kesal. “Dia membunuh suamiku dalam pertempuran. Lalu dia tidak membiarkanku kembali ke ibukota kerajaan. Bahkan dia ingin menjadikanku tumbal di kota ini untuk bangsa Buke sebelum kakakku menyerang balik pasukan bangsa Buke.”
Yang Nie menarik nafasnya sebelum melanjutkan kembali. “Dia tidak pernah menganggapku sebagai adiknya. Aku pun tidak menganggapnya sebagai kakak. Aku ingin menghancurkan pemerintahannya ini dan merebutnya,” sahut Yang Nie dengan bersemangat.
Mendengar alasan dari Yang Nie, Zhang Mou menyipitkan matanya. Dia akhirnya memahami perasaan Yang Nie yang dendam pada Raja Yang Kui yang tidak perhatian pada Yang Nie bahkan mengorbankannya di kota ini agar diserang oleh kerajaan bangsa Buke.
Zhang Mou berpikir keras untuk bisa melakukan hal itu. Dia mengkerutkan keningnya. Namun tiba-tiba dia mendapatkan beberapa ide untuk memenuhi keinginan dari Yang Nie itu.
Zhang Mou pun meletakkan cangkir tehnya dan berdiri. “Baiklah Nyonya Yang, aku akan membantumu. Tapi apa yang akan menjadi imbalan untukku apabila rencana ini berhasil?” tanya Zhang Mou dengan hormat.
Yang Nie tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya. Dia berjalan perlahan mendekati Zhang Mou. “Kamu bisa mendapatkan kerajaan ini dan sebagai Raja menggantikan kakakku. Aku sudah cukup puas bisa membunuhnya yang tidak memiliki perasaan padaku.” Yang Nie berdiri di depan Zhang Mou dengan tersenyum padanya.
Zhang Mou tersenyum kecil mendengar hal itu. “Nyonya Yang, apa yang membuatku yakin bahwa apa yang kamu katakan itu benar dan tidak akan mengingkarinya nanti?” tanya Zhang Mou kembali.
Yang Nie berjalan mendekati Zhang Mou lagi. “Aku akan memberikan ini sebagai imbalan awal untuk meyakinkanmu,” sahut Yang Nie sambil melepaskan seluruh pakaiannya di depan Zhang Mou.
__ADS_1