
Pertandingan berikutnya antara sekte Matahari Bulan yang diwakili oleh Baihu melawan sekte Teratai Suci. Untuk kali ini Teratai Suci mengubah urutan murid yang akan turun karena mereka masih memiliki kekuatan penuh 3 murid sebelumnya.
Sekte Teratai Suci sangat ahli dalam strategi mengatur pertandingan antar sekte ini. Sehingga mereka bisa beristirahat memulihkan diri dari pertandingan sebelumnya. Namun cara ini memang tidak melanggar aturan selama kekuatan mereka masih full ketiga murid masih tersisa.
Kali ini murid bernama Yi Feng yang turun lebih dulu menghadapi Baihu. Kultivasi Yi Feng berada di alam Suci tahap awal dengan penguasaan jurus 5 dari 8 jurus Teratai Buddha.
“Bersiaplah bocah, aku akan menyerangmu” teriak Yi Feng meremehkan Baihu yang langsung menyerangnya setelah aba-aba mulai.
Melihat lawannya masih ada 3 murid, Baihu ingin menghemat tenaganya dengan menang lebih cepat. Yi Feng segera mengeluarkan jurus ke 4 dari jurus Teratai Buddha, dia juga bermaksud untuk mempercepat selesainya pertandingan ini.
Baihu menyipitkan matanya melihat serangan dari Yi Feng, dia merasa Yi Feng ini terlalu meremehkan dirinya. Baihu hanya menggunakan kekuatan alam Suci tahap awal untuk mengimbangi kekuatan Yi Feng. Lalu dia juga menggunakan jurus ke 2 Matahari dan Bulan yang kekuatannya cukup untuk melawan jurus ke 4 Teratai Buddha.
Gerakan Baihu lebih cepat dari Yi Feng, telapak tangannya telah lebih dulu menghantam dada Yi Feng.
BUGH!
Yi Feng terjungkal oleh kekuatan jurus dari Baihu, wajahnya menjadi gelap dan sudut mulutnya meneteskan darah segar. Mata semua orang yang menyaksikan pertandingan itu kembali terkejut oleh kekuatan dan kecepatan Baihu yang luar biasa.
“Keluarkan seluruh kekuatanmu. Jangan meremehkanku” kata Baihu acuh tak acuh
Baihu berdiri menatap Yi Feng dengan tatapan tajam. Dia menunggu Yi Feng mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Cih, aku memang terlalu meremehkanmu” sahut Yi Feng.
Yi Feng lalu berdiri kembali dan kali ini mengerahkan seluruh kekuatannya dengan jurus ke 5 Teratai Buddha. Tampak kekuatan berkumpul di kedua telapak tangan Yi Feng dan dia segera bermaksud menyerang Baihu untuk membalas pukulan tadi.
__ADS_1
Baihu hanya menyipitkan matanya melihat kekuatan dari Yi Feng, kemudian dia menggunakan jurus ke 3 Matahari dan Bulan untuk melawan jurus dari Yi Feng
BUGH! BUGH!
Dua pukulan telak kembali mendarat di dada Yi Feng membuatnya terpental jatuh tak sadarkan diri setelah memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Semua mata melihat pertandingan itu dengan wajah tidak percaya akan kekuatan Baihu. Mata Diao Shi terkejut, Gong Jun menyipitkan matanya sementara Zhao Yun melotot melihat hal itu.
Kembali hanya ketua sekte Shang Chi yang tertawa kecil melihat kemampuan muridnya itu. Semua ketua sekte yang berada satu tribun dengan ketua sekte Shang Chi menoleh ke arahnya.
“Ketua sekte, mengapa kami baru melihat murid baru itu. Apakah ketua sengaja menyembunyikannya selama ini?” tanya ketua sekte Ming Raja Buas Shi Long padanya.
Wajah ketua sekte lainnya juga terperangah dan menoleh pada ketua sekte Matahari Bulan untuk mendengar penjelasan darinya.
“Aku tidak menyembunyikannya. Guru Wu Shan sendiri yang mendidiknya” sahut ketua sekte Shang Chi dengan jujur
Namun kali ini muridnya langsung menjadi sekuat itu, Raja Buas Shi Long tidak puas bila muridnya juga dikalahkan oleh murid dari guru Wu Shan. Dia lalu pergi menghampiri Zhao Yun dan menyuruhnya memanfaatkan kesempatan untuk memulihkan diri dan meningkatkan jurus dan kultivasinya.
“Guru, waktunya cukup singkat. Bagaimana bisa?” Zhao Yun menjadi gugup.
“Aku tidak peduli. Ini aku berikan pil kultivasi padamu. Kamu tidak boleh kalah dari Baihu” kata Raja Buas Shi Long dengan wajah geram
Zhao Yun yang tidak mengerti hanya mengikuti saran Gurunya. Dia pun pergi menuju ruang tunggu untuk memulihkan diri dan berkultivasi. Raja Buas Shi Long segera kembali untuk melihat pertandingan selanjutnya.
“Jika benar dia mendapat petunjuk langsung dari Guru Wu Shan, aku khawatir Gong Jun pun bukan lah lawannya” geram Raja Buas Shi Long dalam hatinya
__ADS_1
Di atas arena, Baihu tampak telah bertarung melawan Yan Zhu, murid kedua dari sekte Teratai Suci. Kekuatan kultivasi Yan Zhu selama ini telah memasuki tahap puncak, namun dia sengaja menyembunyikannya di tahap menengah agar tidak mempermalukan kakak seperguruannya Diao Shi yang baru saja menerobos tahap akhir sebelum pertandingan ini.
Bahkan penguasaan jurusnya pun telah melewati kakak seperguruannya Diao Shi. Dia sudah menguasai jurus ke 7 dari 8 jurus Teratai Buddha, namun Diao Shi masih menguasai 6 jurus saja.
Baihu bisa merasakan hal itu, dia sengaja memancing kekuatan penuh Yan Zhu dengan mengalahkannya dalam 2 jurus.
BUGH!
Pukulan telapak Baihu mengenai pinggang Yan Zhu dan membuatnya terjatuh dengan kesakitan. Yan Zhu merintih kesakitan oleh pukulan Baihu
“Uh, aku tidak bisa mengalahkannya dengan 6 jurus ini.” gumam Yan Zhu dalam hati
Melihat Yan Zhu yang ragu-ragu, Baihu berjalan mendekatinya.,”Aku tahu kamu menyembunyikan kekuatan kultivasi dan jurusmu. Jika kamu tidak mengeluarkan kekuatan maksimalmu. Jangan salahkan aku tidak memperingatkanmu” kata Baihu padanya.
Baihu segera mengeluarkan kekuatan alam Suci tahap puncak dan jurus ke 5 Matahari dan Bulan. Mata Yan Zhu berkedut merasakan kedahsyatan kekuatan dari jurus dan kultivasi Baihu. Jika dia tidak menggunakan kekuatan maksimalnya, sama saja dia akan kalah konyol.
Demi nama sekte, dia pun segera mengerahkan kekuatan kultivasinya ke tahap puncak alam Suci dan bersiap mengeluarkan jurus ke 7 dari 8 jurus Teratai Buddha.
“Bagus. Itu lebih baik” sahut Baihu
Mata Diao Shi dan orang-orang dari sekte Teratai Suci terbelalak melihat kekuatan dan jurus dari Yan Zhu. Mereka tidak menduga ternyata Yan Zhu selama ini menyembunyikan kekuatannya dari mereka.
“Maafkan aku kakak Diao” gumamnya dalam hatinya. Yan Zhu selama ini memang menyukai Diao Shi, namun karena kakak seperguruannya itu orang yang tinggi hati dan tidak mau dikalahkan. Maka dia menyembunyikan bakatnya agar tidak mempermalukan Diao Shi.
Baihu tersenyum melihat kekuatan maksimal dari Yan Zhu dia pun menyerang ke arahnya dengan kekuatan yang sama kuatnya. Yan Zhu melihat serangan Baihu merasa gemetar oleh kedahsyatannya. Dia tidak menyangka kekuatan jurus ke 5 dari Matahari dan Bulan jauh diatas kekuatan jurusnya.
__ADS_1
Serangan pertama Baihu dapat dihindari olehnya, Yan Zhu berusaha untuk membalas serangan Baihu. Namun Baihu tidak menghindar, dia bermaksud untuk melawan langsung kekuatan jurus Yan Zhu.
Melihat hal ini Yan Zhu menarik serangannya, dia merasa kekuatan Baihu tidak bisa dilawan langsung olehnya. Dia tiba-tiba menghentikan serangannya, matanya menyipit melihat ke arah Baihu.