
Baihu melihat dari arah ketinggian dalam Gua kebijaksanaan, asap tersebut ternyata mengandung racun pelemah otot. Baihu segera menutup saluran pernafasan dan menahan nafasnya.
Para ketua sekte dari ke sembilan sekte besar tampak telah lemas oleh asap beracun yang secara tiba-tiba itu. Sebenarnya racun pelemah otot itu tidaklah terlalu pengaruh bagi para ketua sekte tersebut. Namun entah mengapa mereka merasa sesak oleh racun tersebut dan tidak bisa mengerahkan kekuatan mereka.
Tampak ratusan orang berpakaian hitam dan bersenjata lengkap datang mengurung tempat itu.
“Hahaha... berhentilah melawan. Simpanlah kekuatan kalian” teriak seorang diantara mereka yang memimpin penyergapan itu
“Kami telah memberikan racun sejak lama pada kalian tanpa kalian sadari” lanjut orang itu.
Mendengar kata-kata orang tersebut para ketua sekte menyadari bahwa sekte mereka telah disusupi oleh orang-orang dari kawanan penyergap ini.
“Kami telah menempatkan orang kami di semua sekte kalian dan memberikan racun pemurni jiwa secara berkala pada kalian dan jika bercampur dengan racun pelemah otot, kalian sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan kalian” jelas laki-laki itu kembali.
Mata semua ketua sekte berkedut mendengar kata-kata orang itu. Mereka benar-benar tidak menyangka selama ini telah disusupi oleh orang-orang dari mereka.
“Apa mau kalian?” tanya ketua sekte Shang Chi
“Aku hanya ingin menjarah seluruh senjata pusaka, kitab dan benda berharga lainnya yang ada di dalam Gua Kebijaksanaan itu” sahut orang bertopeng tersebut.
Wajah para ketua sekte menjadi gelap karenanya, mereka tidak menyangka barang berharga di dalam Gua Kebijaksanaan akan dijarah oleh orang-orang ini.
Baihu yang berada di dalam gua segera bersiap dan bermaksud untuk menghadang para penjarah itu memasuki gua untuk menjarah barang-barang disana.
Tampak beberapa orang berpakaian hitam telah memasuki gua untuk mengambil barang-barang di dalam gua tersebut.
Baihu segera mengerahkan kekuatan kultivasinya dan jurus ke 8 Matahari dan Bulan untuk mengusir orang-orang tersebut. Para penjarah dibuat terbang jatuh dari dalam gua tersebut.
“Baihu” gumam Wang Mei yang melihat Baihu telah berada di alam gua melawan mereka.
__ADS_1
“Ketua, sepertinya ada seseorang di dalam gua yang menghalangi kita” teriak salah satu bawahannya.
“Sialan. Bawa para ketua sekte sebagai sandera. Tangkap orang itu dan ambil barang-barang di dalam gua tersebut” perintahnya
Segera mereka membawa ke sembilan ketua sekte sebagai sandera untuk membuat Baihu menyerah.
Melihat para ketua sekte sebagai sandera, Baihu tidak bisa berkutik. Dia dengan geram melihat mereka mendatangi gua tersebut.
“Ternyata hanya seorang bocah saja. Mundurlah nak. Kami tidak akan melukai anak-anak. Kami hanya menginginkan barang-barang disini” teriak ketua penjarah itu.
Baihu masih tetap bertahan hendak melawan mereka.
“Hentikan. Jangan melawan mereka” teriak ketua sekte Shang Chi pada Baihu.
Mendengar kata-kata ketua sekte, Baihu hanya bisa menghentikan serangannya dan berdiri di sudut gua tersebut.
Segera anak buah mereka mengumpulkan barang-barang berharga dari tempat tersebut. Semua senjata pusaka, kitab perguruan dari seluruh daratan serta perhiasan lainnya.
Baihu hanya bisa sedih melihat hal itu. Dia yang sebelumnya merasa senang bisa memasuki gua itu menjadi tidak mendapatkan apa-apa karena semua barang telah di jarah oleh para kawanan itu.
“Kembali” perintah orang itu pada bawahannya
Setelah semua barang-barang habis di tempat itu, dan mendengar perintah ketua segera orang-orangnya pergi dari dalam gua sambil membawa para ketua sekte. Lalu menutup pintu gua tersebut dari luar.
Baihu yang terlambat bergerak tidak bisa keluar dari dalam Gua Kebijaksanaan tersebut. Dia segera menghantam pintu gua itu dengan kekuatan maksimal miliknya, namun pintu gua itu tidak bergeming sedikitpun.
Bahkan dengan jurus ke 9 Matahari dan Bulan pun Baihu tetap tidak bisa membuka pintu Gua Kebijaksanaan itu. Akhirnya Baihu hanya bisa duduk lemas di dalam gua tersebut. Dia merasa sangat kesal dengan hal itu.
“Sialan. Aku sudah bersusah payah sejauh ini tapi tidak mendapatkan apa-apa meskipun telah memenangkan pertandingan” gerutu Baihu kesal
__ADS_1
Diluar sekte para ketua sekte telah dibawa pergi oleh kawanan tersebut sebagai sandera mereka. Para tetua, guru dan murid yang tersisa segera mengalirkan tenaga mereka untuk mengeluarkan racun pelemah otot dari tubuh mereka.
Setelah berhasil mengeluarkan racun itu mereka pun mengejar para kawanan itu, namun tidak berhasil menemukan mereka yang telah pergi jauh.
“Baihu, apakah kamu baik-baik saja disana?” Wang Mei yang khawatir padanya menatap pintu Gua Kebijaksanaan dari luar.
“Tetua, mari kita kembali ke kediaman sekte untuk menyusun rencana dan mengadakan pertemuan” ajak salah satu tetua sekte Matahari Bulan.
Wang Mei tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka tidak bisa membuka pintu gua tersebut tanpa menggunakan tiga kunci dari para ketua sekte yang juga dibawa oleh para kawanan tersebut.
Mereka pun akhirnya kembali ke kediaman sekte masing-masing dan membuat pertemuan untuk membahas rencana penyelamatan ketua sekte.
Di kediaman sekte Matahari Bulan, wakil sekte Shu Wei mengambil alih tugas ketua sekte dan merencanakan untuk penyelamatan ketua sekte. Seluruh sekte besar di dataran tengah menjadi gempar oleh penangkapan ketua sekte mereka dalam pertandingan bela diri antar sekte.
“Kirimkan seluruh mata-mata ke seluruh daratan untuk mencari keberadaan ketua sekte” perintah wakil ketua sekte Pedang Langit.
Segera sekte-sekte lain juga mengirimkan mata-mata ke seluruh daratan tengah untuk mencari jejak ketua sekte mereka.
Sementara itu, di tengah Gua Kebijaksanaan Baihu tidak tahu keadaan di luar sekte yang gempar. Dia berjalan mengelilingi bagian dalam gua tersebut untuk menemukan cara agar bisa keluar dari tempat itu.
“Apakah tidak ada jalan lain lagi dari dalam gua ini untuk keluar?” Baihu melihat sekelilingnya
Di dalam gua tersebut, terdapat 3 buah patung besar dari para pendiri tiga sekte di pegunungan itu. Patung itu terbuat dari batu yang sangat berat dan besar. Baihu melihat wajah dari pendiri ketiga sekte di daerah Wuxia itu sambil matanya terus mencari sesuatu yang bisa membuatnya keluar dari sana.
Setelah berkeliling selama 3 jam, Baihu merasa putus asa lalu terduduk di lantai gua memikirkan nasibnya. Dia memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan di dalam gua tersebut.
Akhirnya dia memutuskan untuk berkultivasi agar bisa menerobos alam Langit dan mencoba untuk membuka pintu gua kembali. Setelah berkultivasi selama 3 hari, Baihu tidak menunjukkan peningkatan dalam tubuhnya. Dia merasa kesal karena kekuatannya tidak bertambah sedikitpun.
“Aarrghh... “ Baihu berteriak sambil mengerahkan kekuatannya di dalam gua tersebut dan membuat gua itu bergetar. Tampak ketiga patung itu tetap berdiri dengan kokoh meskipun dia telah berteriak sekuat tenaga dan menggetarkan ruang dalam gua tersebut.
__ADS_1