
Tak terasa kelas mereka akan dimulai kembali, Zhou An lalu berpamitan pada Baihu dan meninggalkan keranjang buah itu untuknya. Baihu tampak bingung disisakan sekeranjang buah oleh Zhou An.
Lalu dia pun membawa keranjang tersebut ke dalam kelas dan membaginya dengan teman-teman kelasnya.
Kelas berikutnya tentang 9 Jurus Matahari dan Bulan terlihat tidak menarik lagi bagi Baihu. Tetua Yang Bian yang mengajar sebelumnya telah melihat kemampuan Baihu dalam menguasai jurus telah berada diatas dirinya kini hanya fokus mengajar anak-anak lain di kelasnya. Dia hanya tersenyum melihat pada Baihu yang tampak bosan mendengarkan pelajarannya.
Setelah kelas usai, Tetua Yang Bian mendekati Baihu, “Baihu, sebaiknya kamu tidak usah mengikuti kelasku lagi. Aku tahu kamu pasti bosan mendengarnya. Sebaiknya kamu langsung berlatih jurus di ruang pelatihan kelas master di samping perpustakaan setiap aku mengajar” sahut Tetua Yang Bian
Wajah Baihu tertegun, dia baru mendengar bahwa di wilayah master juga ada ruang pelatihan.
“Mari aku antarkan kamu ke tempat pelatihan tersebut” ajak Tetua Yang Bian
Baihu lalu mengikuti Guru Yang Bian menuju tempat pelatihan di sebelah perpustakaan dan bertemu secara tidak sengaja dengan Guru Wang Mei yang juga hendak menemuinya.
“Tetua Yang, kalian mau kemana?” tanya Wang Mei
“Tetua Wang, aku ingin mengantarkan Baihu menuju tempat pelatihan kelas master” sahut Tetua Yang Bian
“Oh, kalau begitu mari kita kesana bersama-sama” ajak Tetua Wang Mei selanjutnya.
Setelah tiba di ruang pelatihan kelas master itu, Tetua Yang Bian dan Tetua Wang Mei menyarankan Baihu untuk berlatih disana setiap mereka mengajar di kelas. Agar Baihu tidak merasa bosan dan bisa berlatih dengan tenang.
“Baihu, kami telah memutuskan untuk mengikutsertakan dirimu dalam pertandingan bela diri antar sekte bulan depan. Jadi berlatihlah dengan giat” kata Tetua Yang Bian sambil tersenyum padanya.
“Baik tetua” sahut Baihu sambil memberikan hormat pada mereka berdua.
“Baiklah. Aku akan kembali terlebih dulu. Kamu lanjutkan berlatih disini.” sahut Tetua Yang Bian sambil pergi meninggalkan Wang Mei dan Baihu
Ketika Tetua Yang Bian pergi, Baihu menoleh ke arah Wang Mei. “Ada perlu apa kakak Wang menemuiku?” tanya Baihu
__ADS_1
Wang Mei mendekati Baihu, “Aku dengar tadi siang Shu Chao dan teman-temannya mendatangimu. Apa maksud mereka?” tanya Wang Mei penasaran
Baihu mendesah lalu berjalan menuju ke tengah ruang pelatihan itu, “Mereka hanya memperkenalkan diri saja” sahut Baihu yang tidak terlalu mempedulikan kejadian siang tadi.
“Kakak Wang, maukah kamu berlatih bersamaku?” tanya Baihu
Wang Mei tersenyum mendengar kata-kata Baihu, “Baiklah. Aku tidak akan mengendurkan kekuatanku melawanmu” sahutnya
Setelah bersiap Wang Mei segera bergerak menyerang ke arah Baihu, tanpa tanggung-tanggung dia segera mengeluarkan kekuatan alam Dewa untuk melawan Baihu. Dia mengeluarkan jurus 9 Matahari dan Bulan untuk melawan Baihu.
Melihat serangan Wang Mei, Baihu menyipitkan matanya dia juga mengerahkan kekuatan alam Dewanya dan melawan dengan jurus 9 Matahari dan Bulan pula. Wang Mei yang menguasai 6 jurus Matahari dan Bulan tampak keteteran oleh Baihu yang lebih menguasai jurus 9 Matahari dan Bulan.
“Ah...” Wang Mei terkejut ketika telapak tangan Baihu menyentuh dada kirinya dengan jurusnya. Wajah Wang Mei menjadi merah karenanya, dia merasa malu saat tangan Baihu menyentuh dada kirinya itu.
Sementara mata Baihu berkedut setelah menyentuh benda yang lembut dan kenyal di tangannya. “Maaf” sahutnya dengan wajah memerah.
Wang Mei menghentikan serangannya, wajahnya cemberut menatap Baihu. Dadanya tidak terlalu sakit namun hatinya merasa lebih sakit lagi. “Kamu sengaja ya? Dasar anak nakal” gerutu Wang Mei kesal. Ini pertama kalinya dia merasakan sentuhan lawan jenis pada tubuhnya. Hal itu membuatnya merasa kesal setengah mati.
“Kakak Wang, kamu baru menguasai 6 jurus Matahari dan Bulan. Kenapa tidak melanjutkan lagi jurus berikutnya?” tanya Baihu
Wang Mei menghela nafasnya,”Guru belum sempat mengajariku lagi dan aku juga sudah sibuk mengajar murid baru” sahutnya
Baihu lalu mengeluarkan buku 8 Jurus Matahari dan Bulan yang telah ditulis oleh Gurunya dari cincin penyimpanan gurunya dan memberikannya pada Wang Mei.
Wang Mei tertegun melihat Baihu menyerahkan sebuah buku padanya.
“Kakak Wang, Guru Wu Shan yang menuliskan buku ini untukku. Aku harap kakak bisa meneruskan latihan dengan petunjuk dalam buku ini” kata Baihu
Wang Mei mengambil buku yang diberikan oleh Baihu lalu membuka-bukanya. Matanya berkedut melihat penulisan jurus 8 Matahari dan Bulan di buku tersebut dan tuntunan serta petunjuk untuk mempelajarinya.
__ADS_1
“Pantas saja Baihu bisa menguasai jurus 8 Matahari dan Bulan dengan cepat. Guru Wu Shan memang seorang yang jenius, dia berhasil menemukan cara melatih jurus 8 Matahari dan Bulan ini untuk memudahkan mempelajarinya” gumam Wang Mei dalam hatinya
“Buku ini sangat berharga, aku tidak bisa menerimanya” kata Wang Mei hendak mengembalikannya.
Baihu menolak Wang Mei yang hendak mengembalikan buku tersebut. “Kakak, buku ini ditulis sendiri oleh Guru. Dan itu adalah harta milik sekte Matahari Bulan. Aku harap kakak bisa menjaganya untukku dan Guru” sahut Baihu
“Dengan mempelajari buku ini dan bakat kakak, aku yakin kakak Wang akan bisa menguasai 8 Jurus Matahari dan Bulan dengan cepat” lanjut Baihu meyakinkan Wang Mei.
“Baiklah. Aku akan segera melatihnya” sahut Wang Mei dengan senang hati.
Saat mereka sedang mendiskusikan isi buku tersebut tiba-tiba pintu ruang pelatihan itu dibuka oleh seseorang.
“Baihu, ternyata kamu disini”
Tampak Zhou An tergesa-gesa menghampiri Baihu dan memberi hormat pada Guru Wang Mei setelah melihatnya tengah berdiskusi dengan Baihu.”Guru Wang” sapanya.
“Ada apa nona Zhou?” tanya Baihu yang terkejut melihat Zhou An tiba-tiba mencarinya
“Baihu, Wakil ketua sekte Shu Wei mencarimu. Dia kelihatan marah karena seseorang mengadu padanya bahwa kamu telah memetik buah di kebun itu” sahut Zhou An
BRAKK!
Tiba-tiba pintu ruang pelatihan kelas master itu ditendang oleh seseorang. Tampak Wakil ketua sekte Shu Wei memasuki ruang pelatihan diikuti oleh Shu Chao dan kedua teman-temannya.
“Baihu, beraninya kamu memetik buah milikku di kebun itu” teriak wakil ketua sekte dengan wajah marah.
“Kenapa soal buah saja bisa menjadi masalah besar?” Baihu bingung karenanya
Wang Mei segera berdiri disamping Baihu dan Zhou An, “Wakil ketua, kenapa masalah sepele seperti itu bisa membuatmu marah?” tanya tetua Wang Mei padanya
__ADS_1
Mata Shu Wei berkedut mendengar kata-kata tetua Wang Mei dan melihat dia bersama Zhou An berdiri di samping Baihu.
“Adik Zhou, kamu sebaiknya jangan turut campur dan membela Baihu” teriak Zhang Ji yang tidak senang melihat Zhou An berdiri disamping Baihu