
“Sepertinya aku tidak akan menang melawanmu. Kamu masih menyimpan kekuatan dan jurus selanjutnya” kata Yan Zhu yang jeli melihat kekuatan Baihu.
Baihu hanya tersenyum melihat ke arah Yan Zhu, “Orang ini sangat cerdas, dia tahu aku masih menyembunyikan kekuatanku” gumam Baihu dalam hatinya.
“Aku mengaku kalah” kata Yan Zhu menundukkan kepala dan memberi hormat pada Baihu.
Mata semua orang melihat ke arah Yan Zhu, telinga mereka tidak percaya mendengar dia menyerah begitu saja pada Baihu tanpa memberikan perlawanan dan mereka ribut mencemooh Yan Zhu yang penakut. Namun Yan Zhu tidak peduli pada cemooh orang lain, dia bukan orang yang bodoh untuk menendang pelat besi.
“Pertandingan tiga tahun lagi, aku tidak akan menyerah begitu saja” lanjut Yan Zhu sebelum meninggalkan arena
“Baik. Aku akan menunggumu” sahut Baihu
Wajah Diao Shi menjadi gelap karena sikap Yan Zhu yang dianggapnya pengecut. Dia segera naik ke arena untuk melawan Baihu. Dia merasa kesal karena adik seperguruannya Yan Zhu tidak berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini.
“Kamu jangan berbangga dulu. Aku tidak akan menyerah seperti adik seperguruanku yang tak berguna itu” geram Diao Shi sambil menggertakkan giginya.
“Majulah jika kamu bisa menanggung kekalahan” sahut Baihu tanpa basa basi
Diao Shi menjadi kesal mendengar kata-kata Baihu, dia segera mengerahkan seluruh kekuatannya di alam Suci tahap akhir dan jurus ke 6 Teratai Buddha. Dia langsung menyerang dengan ganas ke arah Baihu.
Baihu hanya tersenyum padanya dan mengerahkan kekuatannya di ranah yang sama dengan Diao Shi, Alam Suci tahap akhir. Namun Baihu tidak bermaksud memperlama pertandingan ini. Dia mengerahkan jurus ke 6 Matahari dan Bulan.
Melihat Baihu tidak bergerak, Diao Shi merasa dirinya di atas angin jika Baihu ingin mengadu kekuatan jurus dengannya, dia sudah siap.
Yan Zhu yang melihat Diao Shi memaksakan diri hanya menggelengkan kepala melihat kakak seperguruannya yang sombong itu. “Sepertinya ini akan menjadi pelajaran buat kakak” batinnya
BUMM!
__ADS_1
Ledakan benturan kekuatan diantara Baihu dan Diao Shi terjadi. Tubuh Diao Shi terlempar ke belakang dan jatuh ke lantai arena dengan luka dalam dan membuatnya memuntahkan darah segar saat berusaha untuk bangun. Dia memaksakan dirinya untuk berdiri namun tidak mampu karena sakit di sekujur tubuhnya.
Dia hanya bisa berlutut dengan satu kaki melihat ke arah Baihu yang masih berdiri di arena itu tanpa luka sedikitpun. Kelopak matanya berkedut melihat hal ini, dia yang tadinya sombong, sekarang mengerti kenapa adik seperguruannya tidak ingin melanjutkan pertandingan tadi.
“Kakak harus belajar mengukur kekuatan diri dan kekuatan lawan. Aku akan menunggu kakak menjadi lebih kuat lagi tiga tahun mendatang” kata Baihu sambil tersenyum padanya.
Wajah Diao Shi menjadi merah karenanya, dia tidak menyangka adik seperguruannya dan bocah ini mengajarkan dirinya. Kesombongan telah membuat mata dan hatinya dalam mengukur kekuatan diri dan lawannya. Kekalahan ini adalah buah dari kesombongannya sendiri.
“Baihu dari sekte Matahari Bulan berhasil maju ke babak final 3 besar” teriak panitia pertandingan.
Akhirnya babak 3 besar telah ditentukan, dari sekte Pedang Langit ada Gong Jun, kemudian Baihu dari sekte Matahari Bulan dan Zhao Yun dari sekte Ming.
Seluruh orang yang datang tidak sabar menunggu hasil dari pertandingan ini. Sebagian besar mereka menjagokan Gong Jun untuk memenangkan pertandingan bela diri antar sekte ini kembali sebagai sang juara bertahan.
“Aku merasa kekuatan Baihu tidak boleh dianggap sepele. Kamu lihat wajah ketua sekte Shang Chi tidak merasa khawatir sedikitpun padanya” bisik tetua dari sekte-sekte lainnya.
Terutama Raja Buas Shi Long, ketua sekte Ming. Dia menggertakkan giginya melihat Baihu dengan mudah memenangkan pertandingan melawan 3 murid dari sekte Teratai Suci.
“Sialan. Aku tidak mau kalah oleh Guru Wu Shan. Muridku pasti bisa mengalahkannya” geram Raja Buas Shi Long dengan wajah gelap karena kesal
Murid-murid dari sekte Teratai Suci menundukkan kepala mereka menghadap guru dan ketua sekte karena merasa tidak mampu memenangkan pertandingan ini.
“Kalian sudah berusaha keras. Kekuatan Baihu memang tidak sederhana. Kalian perlu banyak belajar kembali lebih keras. Tiga tahun lagi kita tidak akan kalah darinya” kata ketua sekte Yuan Zhi pada murid-muridnya.
“Terima kasih ketua” sahut murid sekte Teratai Suci serempak.
Setelah itu guru mereka mengajak untuk mempelajari lebih lanjut pertandingan ini dan kekuatan dari 3 murid yang berhasil memasuki 3 besar.
__ADS_1
Pertandingan 3 besar adalah bertarung secara bebas. Tidak ada ditentukan siapa lawan dari mereka. Ketiga sekte yang berhasil melaju ke babak 3 besar dibebaskan untuk saling menyerang.
“Baihu, bagaimana menurutmu di babak tiga besar ini” tanya ketua sekte Shang Chi padanya.
Baihu melihat ke arah Gong Jun dan Zhao Yun lalu menoleh ke arah ketua sekte Shang Chi,”Ketua, aku merasa kekuatan Gong Jun telah menembus alam Dewa. Dan sepertinya dia masih menyimpan kekuatan jurusnya” sahut Baihu
“Hahaha... kamu memang jeli menilai kekuatan lawan. Apakah kamu yakin memenangkan pertandingan ini?” tanya ketua sekte pada Baihu kembali
“Aku yakin ketua” sahut Baihu dengan sungguh-sungguh
“Bagus. Aku suka dengan percaya dirimu.” kata ketua sekte Shang Chi sambil menepuk-nepuk pundak Baihu.
Wang Mei memandang ke arah Baihu dengan tatapan khawatir, namun begitu melihat Baihu tersenyum padanya, kekhawatirannya menjadi sirna. Dia percaya Baihu akan memenangkan pertandingan ini.
Setelah beristirahat beberapa menit, pertandingan fina 3 besar pun segera di mulai. Ketiga murid yang maju ke babak final segera akan naik ke arena pertandingan. Tampak Zhao Yun telah menargetkan Baihu sebagai lawannya.
Demikian juga Gong Jun yang terkejut karena tidak menyangka anak yang pernah dia temui dan dianggap remeh olehnya ternyata memiliki kekuatan melebihi Shu Chao yang dipikirnya paling kuat di sekte Matahari Bulan.
“Baihu, kamu tidak boleh kalah” teriak Li Yan yang berada di dekatnya
Yang Zi yang mendengar teriakan itu wajahnya menjadi jelek. Dia sendiri juga tidak menyangka Baihu memiliki kekuatan untuk melaju ke babak final.
“Baihu” gumamnya lirih melihat ke arah Baihu.
Baihu menyadari sorot mata kedua lawannya yang berniat untuk menyerang dirinya. Dia merasa bersemangat untuk bertarung kali ini.
Setelah aba-aba dimulai, Zhao Yun segera bergerak menyerang Baihu dengan kekuatan penuhnya. Meskipun Raja Buas Shi Long memberinya pil kultivasi untuk menaikkan kultivasinya, namun menerobos ke alam Dewa tidaklah segampang itu. Butuh waktu baginya untuk memurnikan pil kultivasi tersebut dan mengolahnya.
__ADS_1