BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 49 | Cinta Zhang Mou pada pandangan pertama


__ADS_3

Malam harinya Wang Mei tidak bisa tidur di kamarnya, pikirannya melayang memikirkan apa maksud dari Baihu. Dia kemudian membayangkan kembali kenangannya saat bertemu dengan Baihu pertama kali dan beberapa kejadian yang mereka lalui selama ini.


Wajah Wang Mei tampak merah mengingat kenangan itu, namun hatinya terasa bahagia. “Kenapa aku memikirkan bocah itu. Apakah aku menyukainya?” gumamnya dalam hati yang membuat jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.


“Ah, Apa yang telah terjadi. Mengapa aku tidak bisa melupakan wajahmu Baihu” batin Wang Mei


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar, “Mei’er, apakah kamu sudah tidur?” terdengar suara ibunya dari luar kamar.


“Belum bu” sahut Wang Mei dari dalam kamar.


Ibu Wang Mei membuka pintu kamar anaknya lalu berjalan mendekati Wang Mei dan duduk dipinggir ranjang anaknya sambil tersenyum.


“Ada apa ibu?” tanya Wang Mei pada ibunya sambil duduk di ranjangnya


“Mei’er, ibu tahu kamu menyukai pemuda bernama Baihu itu” sahut ibunya.


Wajah Wang Mei berubah merah mendengar kata-kata ibunya, jantungnya berdegup lebih kencang karenanya. Dia sendiri tidak menyadari bahwa dirinya telah menyukai Baihu, namun ibunya sendiri mengetahui perasaannya itu.


“Ibu dan Ayah telah berbicara berdua. Jika menerima lamaran dari Putra Mahkota membuat hatimu sedih, maka kami mengikhlaskan keputusanmu untuk menolaknya. Apapun yang terjadi, kita akan hadapi bersama. Namun saran ibu, kamu harus pergi bersama pemuda itu dan tinggalkan keluarga Wang ini” sahut ibunya.


“I... Ibu. Mengapa?” tanya Wang Mei dengan wajah sedih tidak mengerti.


Ibu Wang Mei hanya tersenyum pada anaknya sambil membelai rambut Wang Mei. Dia tidak menjawab alasannya pada Wang Mei. Kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari dalam kamar anaknya.


“Kami ingin menyelamatkanmu dari akibat keputusan itu” batin ibunya Wang Mei yang kemudian meneteskan air mata di wajahnya. Dia pun berlalu meninggalkan kamar Wang Mei.


Wang Mei masih duduk tertegun memikirkan perkataan ibunya, “Jika aku pergi bersama Baihu, lalu apa yang terjadi dengan keluarga Wang? Apakah aku harus menjadi egois?” gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Seandainya dia tidak mengenal Baihu, mungkin dia akan mudah menerima lamaran itu meskipun dia tidak begitu mengenal dekat Putra Mahkota. “Bocah ini benar-benar membuat hati dan pikiranku menjadi kacau.” batinnya memikirkan tentang Baihu.


Malam itu, Wang Mei tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia memikirkan dengan keras konsekuensi yang akan di hadapinya jika mengambil salah satu keputusan itu.


Sementara itu, Baihu yang berada di penginapannya pun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana mungkin dia membiarkan orang yang dekat dan baik dengannya menikah dengan musuhnya.


Wajah Baihu tampak bingung dan kusut memikirkan hal itu. Dia pun tidak bisa tidur dengan nyenyak malam itu.


*****


Sementara Wang Mei masih berpikir keras untuk memutuskan apakah dirinya akan menerima atau menolak lamaran dari Putra Mahkota, di kerajaan Gurun Barat Putra Mahkota Zhang Mou tampak tidak sabar menanti keputusan dari Wang Mei.


“Zhang Ji, apakah kamu telah menyiapkan hadiah untuk gurumu Wang Mei?” tanya Zhang Mou pada adiknya Zhang Ji yang belajar di sekte Matahari Bulan dan murid dari Wang Mei.


Zhang Mou telah menyiapkan banyak hadiah untuk dikirimkan pada keluarga Wang esok harinya untuk mempertegas lamarannya. Dia sangat percaya diri dan yakin bahwa Wang Mei dan keluarga Wang tidak akan menolak lamarannya.


“Kakak, aku telah menyiapkan banyak hadiah untuknya. Pilihan kakak sungguh tepat. Guru Wang Mei adalah salah satu wanita cantik dari sekian banyak wanita di seluruh sekte besar. Ilmunya juga tidak rendah dan dia sangat pintar” sahut Zhang Ji memuji Wang Mei.


Meskipun Zhang Mou berasal dari sekte Pedang Langit, namun hatinya berada di sekte Matahari Bulan karena Wang Mei. Setelah berhasil menguasai jurus puncak ke 8 Sukma Pedang dari sekte Pedang Langit. Dia pun memutuskan untuk kembali ke ibukota kerajaan untuk mempelajari ilmu pemerintahan.


Namun selama ini, dia tidak pernah melupakan Wang Mei di hatinya. Dia telah menolak beberapa wanita yang dicalonkan oleh kedua orang tuanya Raja Kerajaan Gurun Barat untuk menjadi istrinya demi seorang Wang Mei yang dicintainya.


“Zhang Ji, besok pagi kamu antarkan hadiah-hadiah ini pada Gurumu Wang Mei. Katakan aku akan datang menemuinya dalam dua hari ini” kata Zhang Mou pada adiknya itu.


“Baik kakak. Aku akan pergi mengantarkan hadiah ini besok pagi” sahut Zhang Ji.


Kemudian tampak seorang penjaga datang menghadap Zhang Mou. “Ada apa?” tanya Zhang Mou pada penjaga itu.

__ADS_1


“Yang Mulia, tuan Sun Yang datang untuk menemuimu” sahut penjaga itu sambil memberi hormat pada Zhang Mou.


“Biarkan dia menemuiku disini” sahut Zhang Mou pada penjaga itu.


Mendengar hal itu, Zhang Ji mengerti lalu dia pun pergi setelah berpamitan pada kakaknya. Di luar ruang belajar kakaknya itu, dia melihat seorang pemuda berwajah putih bersih telah menunggu di luar untuk bertemu dengan kakaknya Zhang Mou.


Pemuda bernama Sun Yang itu memberi hormat pada Zhang Ji yang hanya menganggukkan kepalanya pada pemuda itu.


Penjaga yang tadi melapor lalu mempersilahkan Sun Yang untuk masuk menemui Putra Mahkota Zhang Mou.


“Sun Yang, ada keperluan apa datang menemuiku” tanya Zhang Mou.


“Yang Mulia, anak buahku telah menemukan orang-orang dari sekte Pedang Langit yang sedang menyelidiki benda milik sekte Pedang Langit yang telah hilang.” sahut orang bernama Sun Yang itu.


“Dimana kamu menemukan mereka? Apa yang sedang mereka cari?” tanya Zhang Mou.


Sun Yang berjalan lebih mendekat pada Zhang Mou, “Yang Mulia, kami menemukan mereka di kota Persik” sahut Sun Yang itu kembali.


“Mereka sedang menyelidiki berita tentang kemunculan pedang pusaka halilintar milik sekte Pedang Langit di kota Persik” sahut Sun Yang


“Pedang Halilintar?” Zhang Mou terkejut mendengar hal itu.


Wajah Zhang Mou tertegun mengenang dirinya pernah melihat pedang itu di dalam kediaman sekte Pedang Langit saat dia masih berguru di sekte Pedang Langit.


“Mengapa pedang itu bisa muncul? Perintahkan Guo Tang dan Li Guan untuk pergi menyelidiki hal itu. Besok laporkan hasilnya padaku” perintah Zhang Mou.


“Baik Yang Mulia” sahut Sun Yang sambil pergi meninggalkan Zhang Mou.

__ADS_1


Sun Yang segera pergi menemui Guo Tang dan Li Guan untuk menyampaikan perintah dari Zhang Mou pada mereka.


Setelah kepergian Sun Yang, Zhang Mou mengambil gelas minumannya sambil merenungkan laporan dari Sun Yang itu. “Bagaimana pedang Halilintar itu bisa muncul di kota Persik? Apa yang telah terjadi?” gumamnya dalam hati sambil menyesap minumannya.


__ADS_2