BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 139 | Menghapus dendam


__ADS_3

Melihat gerakan La Xuan, Baihu tetap tenang meskipun tebasan La Xuan hampir mendekatinya. Kemudian Baihu memutar pedang naga di depan tubuhnya membentuk perisai energi perlindungan menahan serangan pedang La Xuan.


Pedang La Xuan yang menebas ke arah Baihu mengenai perisai pelindung energi yang dibuat oleh Baihu. Tebasan pedang La Xuan seperti membentur air dan terserap olehnya, hal ini membuat sorot mata La Xuan terkejut karena tidak menduga akan hal itu.


Baihu kemudian menarik pedangnya dari energi pelindung itu, lalu memutar kembali menusuk ke arah tubuh La Xuan dengan gerakan yang cepat.


La Xuan merasakan pedang nya di alirkan oleh energi pelindung itu melewati tubuh Baihu. Kemudian dia terbelalak sesaat melihat Baihu telah menusukkan pedang ke arah tubuhnya. Hal ini membuat La Xuan serta merta menarik pedangnya untuk menangkis tusukan pedang Baihu.


Trang! Trang!


Dua kali La Xuan menangkis tusukan pedang Baihu yang hampis mengenai tubuhnya.


“Anak ini kekuatannya seimbang denganku. Namun jurusnya sungguh mengerikan.”


La Xuan akhirnya menyadari kesalahannya yang terlalu meremehkan Baihu. Dia pun meningkatkan jurus pedang miliknya. Dia menggenggam erat pedang di tangan kanannya. Kemudian dia mengangkat pedang itu ke atas kepalanya sementara tangan kirinya berada di depan dadanya.


“Pedang Pemecah Sukma!”


Dengan berteriak, La Xuan mengayunkan pedangnya ke depan mengarah ke tubuh Baihu. Bayangan pedang raksasa yang terbentuk dari energi jurus pedang berkelebat membelah ke arah tubuh Baihu.


Baihu menyipitkan matanya melihat energi pedang tersebut, namun dia tetap tenang mengalirkan kekuatannya pada pedang naga untuk menangkis serangan tersebut. Baihu turut mengeluarkan energi pedangnya dan mengarahkan bayangan pedang raksasa ke menghadang serangan La Xuan


Bummm!


Dua energi pedang saling bertabrakan, kekuatan benturan itu menghempaskan angin dahsyat ke sekitar mereka. Baihu terdorong mundur selangkah sedangkan La Xuan terpental mundur dua langkah. Dari hasil itu bisa dilihat kekuatan jurus Baihu jauh lebih kuat daripada jurus La Xuan meskipun tenaga mereka seimbang.


La Xuan menggertakkan giginya melihat serangannya dapat di patahkan dengan mudah oleh Baihu. La Xuan kembali merapalkan jurus pedangnya, kali ini pedangnya di ayunkan secara horizontal ke arah Baihu.


Bummm!


Tebasan pedang La Xuan meraung kencang. Baihu melompat ke udara menghindari tebasan horizontal itu, namun jejak tebasan itu menghancurkan pepohonan di belakang Baihu.

__ADS_1


Di udara Baihu merapalkan jurus pedang seribu untuk membalas serangan, bayangan ribuan energi pedang terbentuk dan mengarah ke tubuh La Xuan. Mata La Xuan berkedut melihat ribuan pedang yang mengarah pada dirinya.


La Xuan meningkatkan kekuatannya dan mengarahkan pada pedang pusakanya untuk bersiap menangkis serangan pedang itu. Baihu lalu mengerahkan jurus itu ke arah La Xuan sambil bergerak cepat menyerangnya.


“Gawat! Kakakmu dalam bahaya.” Guru Xu Yuan mengepalkan tangannya tegang dan cemas melihat muridnya. Namun dia tidak bisa turun tangan dalam pertarungan mereka.


“Kakak?” gumam La Guan ketika melihat dahsyatnya serangan Baihu yang menyerang kakaknya La Xuan.


Sett...Sett...Sett...


Kelebatan energi pedang yang berjumlah ribuan berusaha ditangkis oleh La Xuan sambil berkelit.


Trang! Trang! Trang! Jleb!


Namun beberapa energi pedang berhasil mengenai tubuh La Xuan dan membuatnya meringis kesakitan akibat tusukan energi pedang itu. La Xuan masih terus menangkis energi pedang yang mengarah ke titik-titik vital tubuhnya.


Tapi La Xuan hanya fokus pada serangan energi pedang dari atas udara. Dia melupakan gerakan Baihu yang berkelebat secepat kilat ke arahnya dari depan. Tusukan pedang Baihu berhasil menusuk dada La Xuan dan menghentikan gerakan La Xuan.


Mata La Xuan terbelalak dengan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Dia mengerahkan kekuatannya untuk mendorong pedang Baihu dan mundur ke belakang.


Baihu menarik pedangnya dan darah menyembur dari luka di dada La Xuan. La Xuan segera menutup luka di dadanya dengan totokan aliran darah. Dia merasa beruntung tusukan itu tidak melukai organ vitalnya.


Sebenarnya Baihu tidak ingin membunuh La Xuan, jadi dia sengaja tidak mengarahkan tusukan pedangnya mengenai organ dalam vital di tubuh La Xuan. Dia tidak ingin meneruskan pertarungan ini.


Namun La Xuan menganggapnya sebagai penghinaan pada dirinya. Wajahnya menjadi gelap menatap ke arah Baihu.


“Kamu bisa membunuhku, kenapa kamu tidak melakukannya.” geram La Xuan.


“Aku tidak ada alasan untuk membunuhmu. Kamu dibutakan oleh dendam. Tapi aku sudah memberimu kesempatan hidup. Jika kamu tidak menggunakannya dengan baik, jangan salahkan aku jika tusukan berikutnya akan membunuhmu.”


Baihu lalu berbalik hendak pergi meninggalkan La Xuan yang terluka.

__ADS_1


La Xuan yang dibakar oleh dendam dan amarah tidak mengindahkan kata-kata Baihu. Dia kembali mengerahkan kekuatannya dan menyerang Baihu dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.


“Jangan kak...” La Guan seketika berteriak tanpa sadar melihat apa yang dilakukan oleh kakaknya. Guru Xu Yuan pun hendak menghentikannya namun terlambat.


Meskipun Baihu membalik badannya, namun dia bisa merasakan aura membunuh di belakang punggungnya. “Maaf, sungguh sangat disesalkan.” gumamnya


Baihu kemudian maju dua langkah lalu melompat ke atas dan berputar di udara. Kemudian dia menebaskan pedangnya ke arah La Xuan yang terkejut ketika melihat Baihu melompat ke udara.


Mata La Xuan melotot tidak percaya melihat Baihu di udara yang telah mengerahkan dua sabetan pedang menyilang ke arah tubuh La Xuan.


Crasshh... Crashhh...


Tubuh La Xuan mengalami serangan luka menyilang yang cukup dalam dan hampir memutus tubuhnya. La Xuan tidak percaya dirinya bisa dikalahkan oleh Baihu dalam pertarungan ini. Selama ini dia merasa kekuatannya adalah yang terkuat di kerajaan bangsa Lato.


La Xuan pun jatuh penuh luka dan mati mengenaskan di depan Baihu. Guru Xu Yuan dan adiknya La Guan segera berlari mendekati La Xuan dan memeriksa tubuhnya.


“Aku sudah memberinya kesempatan, tetapi dia tidak mau memanfaatkannya.” kata Baihu pada mereka.


La Guan dan Xu Yuan tahu hal itu. La Guan menyadari bahwa kakaknya lah yang memang mencari kematiannya. Mereka berdua menundukkan kepala sambil memungut jasad La Xuan.


“Aku harap hari ini menghentikan dendam di antara kita. Tapi aku tidak akan membiarkan bangsa Lato kembali datang kemari untuk berperang. Datanglah dengan damai, kami akan menerima kalian.” kata Baihu kemudian.


“Terima kasih atas petunjukmu tuan.” sahut La Guan kemudian.


Ilmu dan kekuatan La Guan berada jauh dari Baihu yang setara dengan gurunya Xu Yuan, sehingga dia tidak ingin memperpanjang dendam ini.


“Tetua, apakah kamu masih ingin membalaskan dendam kematian muridmu? Baihu bertanya kepada Xu Yuan di depannya.


Xu Yuan menangkupkan tangannya di dada. “Muridku yang lain mati dalam peperangan, satu ini mati dalam pertarungan yang adil. Aku tidak akan membalasnya.” sahut Xu Yuan kemudian.


Baihu menghela nafasnya mendengar kata-kata dari tetua Xu Yuan dan kemudian melihat mereka membawa jasad La Xuan kembali ke kerajaan bangsa Lato. Xu Yuan dan La Guan akan menjelaskan kematian putra mahkota pada ayahnya.

__ADS_1


Namun Baihu tetap mempersiapkan pertahanan untuk berjaga-jaga dari serangan bangsa Lato yang ingin membalaskan dendamnya.


__ADS_2