
“Masuklah Baihu!” teriak ketua sekte saat melihat Baihu berdiri di depan pintu aula.
Baihu lalu memberi hormat dan berjalan memasuki aula sekte ke arah paling ujung jauh disamping Zhang Ji dan berdiri disana.
“Baiklah, hari ini kita kedatangan tamu dari sekte Pedang Langit. Ada Guru Wang Lei datang bersama 4 orang muridnya, Gong Jun, Xin Ye, Yang Zi dan Gao Tian.” kata ketua sekte Shang Chi dengan senyuman
“Ketua sekte, terima kasih telah menerima kedatangan kami” sahut Guru Wang Lei
Guru Wang Lei maju dan memberi hormat pada ketua sekte Shang Chi bersama para murid yang mengikutinya.
“Baiklah, kedatangan mereka seperti biasa sebelum pertandingan bela diri adalah untuk perkenalan diantara kita. Aku akan memperkenalkan tim kami Shu Chao” kata ketua sekte Shang Chi.
Shu Chao segera memberi hormat pada tamu sekte Pedang Langit.
“Murid ini masih menjadi andalan sekte Matahari Bulan. Entah sudah sampai mana kemampuannya saat ini” gumam Guru Wang Lei menilik kekuatan Shu Chao
“Kemudian ada Zhang Ji dan Baihu” lanjut ketua sekte Shang Chi
Zhang Ji lalu memberi hormat bersama Baihu.
Melihat Baihu juga menjadi wakil sekte, kedua wanita Xin Ye dan Yang Zi terkejut. Setahu mereka Baihu baru saja masuk menjadi murid beberapa minggu lalu, mengapa sudah menjadi wakil sekte dalam pertandingan bela diri.
Xin Ye tidak mempercayai hal itu, dia mendekat ke arah Yang Zi, “Apakah sekte Matahari Bulan kekurangan murid berkualitas sehingga murid baru diikutkan dalam pertandingan ini” bisiknya pada Yang Zi.
Yang Zi tidak menjawab pertanyaan itu dia hanya memandang ke arah Baihu dan baru menyadari rambut Baihu yang berwarna putih. Dia hanya menghela nafasnya.
“Baiklah, mari kita menuju ruang pelatihan untuk bertukar pendapat dan beberapa ilmu agar bisa melihat perkembangan masing-masing” sahut ketua sekte Shang Chi.
Mereka pun diantar menuju ruang pelatihan di samping aula sekte oleh para tetua sekte Matahari Bulan.
__ADS_1
“Baihu, jangan terlalu keras ya” bisik ketua sekte pada Baihu sambil tersenyum
Baihu mengerti maksud ketua sekte, lagi pula yang dilihat dari mereka yang tertinggi kultivasinya adalah Gong Jun yang berada di alam Suci tahap akhir seimbang dengan Shu Chao.
Bagi Baihu pertemuan ini adalah untuk saling mengenal saja, agar mereka bisa menjalin persahabatan bukan permusuhan.
“Baiklah, mari kita biarkan para murid untuk berdiskusi dan latihan di arena. Kita yang tua duduk di atas sambil menikmati teh bersama. Mari Guru Wang, Silahkan!” ajak Ketua sekte Shang Chi menuju tribun yang telah menyiapkan tempat duduk dan meja lengkap dengan hidangannya.
Di arena, para murid sekte Pedang Langit segera mengerumuni Shu Chao dan Zhang Ji di sebelahnya. Mereka pun berdiskusi tentang ilmu masing-masing dan kedalaman jurus mereka masing-masing. Sementara Baihu hanya berdiri sendiri melihat sekitarnya dan merasa bosan.
Baihu menoleh ke arah ketua sekte seakan-akan protes membuang waktunya untuk berlatih. Ketua sekte hanya tersenyum geli melihat wajah Baihu namun dia mengabaikannya.
“Hei bocah, aku tidak menyangka kamu juga akan mengikuti pertandingan bela diri ini” tiba-tiba Xin Ye mendatanginya bersama Yang Zi.
“Berapa umurmu?” tanya Xin Ye kembali.
Yang Zi mengernyit mendengar umur Baihu, dia melihat rambut Baihu yang berwarna putih, “Apakah rambutmu ini asli berwarna putih?” tanya Yang Zi penasaran.
“Iya. Aku sejak lahir sudah memiliki rambut berwarna putih” sahut Baihu dengan datar
Kali ini Yang Zi menilik wajah Baihu dalam-dalam seolah-olah mengingat wajah anak yang dicarinya. “Apakah Baihu nama aslimu?” tanya Yangzi pelan padanya sambil berjalan mendekati Baihu.
Baihu menoleh ke arah Yang Zi dan menyipitkan mata ke arahnya,”Mengapa gadis ini menanyakan nama asliku?” gumamnya dalam hati.
“Apakah namamu Fang Bai?” bisik Yang Zi saat berada di dekatnya
Wajah Baihu berubah setelah mendengar kata-kata Yang Zi, dia tidak pernah menyebut nama aslinya pada siapapun. Namun mengapa gadis ini mengetahuinya. Baihu lalu menjaga jarak darinya dan menatap wajahnya dengan tatapan tajam seperti bermusuhan.
Yang Zi menyadari perubahan sikap Baihu, dia langsung tersenyum untuk menenangkannya.”Maaf, aku tidak bermaksud menakutimu. Aku senang akhirnya bisa menemukanmu Baihu” katanya kembali dengan hati lega.
__ADS_1
Baihu tidak mengerti perkataan Yang Zi dia tetap masih belum mempercayainya. Baihu tidak ingin identitasnya diketahui orang lain,”Siapa kamu?” tanyanya
Yang Zi tersenyum, “Aku anak Jendral Yang Guan, namaku Yang Zi. Apakah kamu ingat padaku? 7 tahun yang lalu aku pernah datang ke rumahmu bersama ayahku. Apakah kamu ingat?” tanya Yang Zi
Dahi Baihu berkerut mendengar kata-kata Yang Zi, dia sama sekali tidak mengingat kejadian 7 tahun yang lalu. Semua ingatan masa lalunya telah terkubur saat kematian kedua orang tuanya. Di dalam hatinya hanya mengingat dendam atas kematian mereka pada kerajaan Gurun Barat yang menyerang kediaman orang tuanya.
“Ah, tidak apa jika kamu tidak ingat padaku. Asalkan kamu baik-baik saja sudah cukup bagiku untuk menyenangkan orang tuaku” lanjut Yang Zi sambil tersenyum pada Baihu.
Yang Zi menghela nafasnya melihat wajah Baihu yang sepertinya tidak mengingat dirinya, dia bersyukur melihat Baihu baik-baik saja. Bagi Yang Zi, permintaan ayahnya untuk menemukan Baihu sudah dipenuhinya.
Dia tidak ingin membicarakan soal perjodohan mereka saat ini. Dan Yang Zi juga tidak ingin terikat perjodohan dengan anak kecil yang tidak dikenalnya seperti Baihu, meskipun kedua orang tua mereka sudah menentukannya.
Baihu tidak merasakan permusuhan dari Yang Zi, namun wajahnya menjadi muram karena berusaha mengingat masa lalunya oleh perkataan Yang Zi.
“Maaf kakak, aku benar-benar tidak ingat masa laluku.” sahut Baihu muram sambil menundukkan kepalanya
Melihat kesedihan di wajah Baihu, Yang Zi menjadi tidak enak hati karena perkataannya mungkin membangkitkan kenangan buruk bagi Baihu.
“Ada apa Baihu?” tanya Wang Mei yang tiba-tiba mendatanginya karena melihat perubahan sikap dan wajah Baihu setelah berbicara dengan Yang Zi.
“Tetua Wang” hormat Yang Zi saat melihat kedatangan Wang Mei
“Ah, tidak apa-apa tetua Wang” sahut Baihu yang tidak menyebutkan kakak di depan semua orang untuk menghormati Wang Mei.
Baihu lalu pergi meninggalkan ruang pelatihan itu, perkataan Yang Zi benar-benar memaksa dirinya memikirkan kembali tentang masa lalunya yang sudah dia lupakan.
Wang Mei segera mengejar Baihu karena melihat wajahnya yang sedih. Dia tidak tahu masa lalu Baihu, namun dia merasa Baihu menyimpan kepedihan di dalam hatinya.
Yang Zi melihat kepergian Baihu dengan hati bersalah. Dia tidak bermaksud untuk membuatnya sedih dengan perkataannya. Dia melihat sekelilingnya lalu memutuskan untuk mengikuti mengejar Baihu. Dia bermaksud untuk meminta maaf padanya.
__ADS_1