BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 91 | Peralihan kekuasaan kerajaan Gurun Barat


__ADS_3

Tampak seorang lelaki tua berdiri di depan Baihu menghadang pukulannya kepada Zhang Mou. Sementara dua orang lainnya sudah memapah Zhang Mou. “Siapa kalian?” Baihu menyipitkan matanya melihat ketiga orang itu. Matanya masih merah karena pukulannya telah dipantulkan oleh lelaki tua di depannya itu.


“Tidak penting siapa kami. Kami diperintahkan untuk menjemput Zhang Mou,” sahut lelaki tua tersebut.


“Tak seorang pun bisa membawa pergi Zhang Mou dari tempat ini.” Baihu menggertakkan giginya.


Baihu langsung menyerang ke arah lelaki tua itu, namun gerakannya terlihat lambat dan sulit bagi Baihu mengenai tubuh lelaki tua tersebut.


BUMM...


Asap mengepul setelah ledakan terjadi dan menutupi pandangan semua orang di dalam aula kerajaan itu. Baihu berusaha menghalau asap tersebut, namun saat asap tersebut sirna. Ketiga orang itu telah menghilang bersama Zhang Mou.


Baihu terlihat sangat kesal setelah Zhang Mou menghilang bersama ketiga orang misterius itu. Dia melompat keluar dari aula kerajaan itu menuju ke tempat ketinggian. Baihu melihat ke sekelilingnya, tampak di kejauhan tiga titik telah pergi menuju ke arah barat.


“Sialan, mereka membawa Zhang Mou pergi ke daerah barat,” geramnya melihat titik itu mulai menghilang dari pandangannya.


“Baihu, peperangan telah berakhir. Para tetua sekte dan teman-teman menantimu di aula kerajaan,” Yang Zi datang menghampirinya.


Mendengar hal itu, Baihu menghela nafasnya lalu mengikuti Yang Zi turun menuju aula kerajaan Gurun Barat. Di dalam aula kerajaan Gurun Barat, orang-orang telah bergembira setelah mendapatkan kemenangan perang melawan kerajaan Gurun Barat.


Melihat kedatangan Baihu, mereka bersorak gembira dan mengelu-elukan dirinya. Wajah Baihu tampak tegang karena masih memikirkan dendamnya yang belum terbalas tuntas dengan kaburnya Zhang Mou dibawa oleh orang-orang misterius tadi.


Para ketua dan tetua sekte besar berdiri di depan menantikan kata-kata dari Baihu setelah kemenangan ini.

__ADS_1


“Para ketua dan tetua sekte, teman-teman sekalian. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas kemenangan yang kita peroleh ini. Semua ini berkat keberanian dan kerja keras semua orang kita bisa menaklukkan kerajaan Gurun Barat yang menindas rakyat dan sekte kita,” kata Baihu sebelum melanjutkan kembali. “Namun sangat disayangkan dalang dari semua ini Zhang Mou telah berhasil lolos dari kematian.”


Wajah para ketua dan tetua sekte menjadi tegang mendengar hal itu. Terutama para ketua sekte yang merasa marah dan dendam pada Zhang Mou yang bekerja sama dengan Chen Guo menangkap dan memenjarakan mereka selama setahun serta menyerap ilmu dan kekuatan mereka.


“Aku berjanji akan melanjutkan mengejar Zhang Mou hingga akar dari masalah ini menjadi tuntas. Siapapun yang membantunya akan menerima pembalasan dariku.” Baihu melanjutkan sambil mengepalkan tangannya dengan tatapan tajam.


“Baihu, karena peperangan telah berakhir, kami dari sekte hendak pamit untuk kembali ke kediaman sekte masing-masing,” kata ketua sekte Wudang dengan memberi hormat.


“Terima kasih ketua sekte,” sahut Baihu sambil memberi hormat dengan kepergian para ketua sekte besar. Para ketua sekte lainnya juga bergegas untuk pergi mengikuti sekte Wudang. Hanya ketua sekte Matahari Bulan yang masih disana bersama murid sekte Makam Raja yang tersisa.


“Ketua sekte Shang Chi, maafkan aku karena melepas Zhang Mou pergi.” Baihu hendak berlutut di depan ketua sekte Shang Chi namun dicegah olehnya. “Baihu, di depan semua orang kini kamu adalah pemimpin mereka. Kamu tidak boleh berlutut padaku.,” sahut ketua sekte Shang Chi.


“Tapi guru-,”


“Sudahlah, kamu sudah dewasa sekarang. Aku bangga padamu,” senyum ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi. Baihu menundukkan kepalanya mendengar kata-kata dari ketua sekte Shang Chi.


“Saudaraku, tenanglah. Kita diskusikan terlebih dahulu tentang pemerintahan kerajaan Gurun Barat.” sahut Baihu.


Kini di aula kerajaan Gurun Barat hanya tersisa Baihu dengan teman-teman sekte yang masih tinggal untuk membantu Baihu menangani masalah kerajaan Gurun Barat yang telah berhasil mereka taklukkan. Tampak juga para pejabat pemerintahan yang lama telah dikumpulkan untuk melaporkan keadaan kerajaan Gurun Barat.


Kesepakatan dicapai dengan mengangkat Baihu sebagai Raja Kerajaan Gurun Barat. Sebenarnya Baihu menolak untuk menjadi raja tetapi orang-orang di aula tersebut berlutut agar dia mau menerimanya. “Baiklah, untuk sementara aku menerimanya hingga kita menemukan orang yang cocok untuk meneruskan menjadi Raja Gurun Barat di masa depan,” kata Baihu dengan terpaksa.


“Aku ingin teman-teman sekte menjadi jendral kerajaan Gurun Barat untuk menjaga keamanan dan kedamaian di kerajaan Gurun Barat di masa peralihan ini,” pinta Baihu selanjutnya.

__ADS_1


“Jendral Gong Jun, aku harap menjaga wilayah utara di kota Beidu, Jendral Yan Shu menjaga kota Langsang, Jendral Shan Yue menjaga kota Emas, dan Jendral Li Yan menjaga kota Mengsu.” lanjut Baihu. “Jendral Wang Mei dan Jendral Yang Zi menjaga Ibukota kerajaan ini.


Disamping jendral kota besar tersebut, Baihu juga menunjuk jendral lainnya untuk menjaga setiap kota yang ada di Gurun Barat lainnya. Namun dia tidak berani memberikan jabatan jendral kepada Zhou An karena identitasnya adalah Putri Raja kerajaan Pesisir Laut Selatan, jadi Putri Zhou An adalah duta istimewa mewakili kerajaan Pesisir Laut Selatan.


Masalah internal dan eksternal ibukota kerajaan ditangani oleh Wang Mei dan Yang Zi. Masalah lainnya sementara ini masih dijabat oleh pejabat lama namun dipantau oleh para pejabat baru yang ditunjuk oleh Baihu terutama menteri-menteri penting kerajaan Gurun Barat.


Pertemuan peralihan kekuaasan pun berakhir dan semua pejabat telah dibubarkan. Kini terlihat sekte Makam Raja bersama sekte Matahari Bulan yang masih tinggal di aula kerajaan bersama teman-teman Baihu.


“Saudaraku dari sekte Makam Raja, pembangunan kembali sekte Makam Raja aku serahkan pada jendral Wang Mei untuk membantu bersama menteri keuangan dan menteri pembangunan,” kata Baihu kemudian.


“Terima kasih Yang Mulia,” sahut murid senior dari sekte Makam Raja.


“Baihu, aku akan kembali ke kediaman sekte. Jika sempat berkunjunglah sekali-kali menemui tubuh tuaku ini,” kata ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi.


“Baik ketua sekte,” sahut Baihu sambil menundukkan wajahnya.


Setelah itu ketua sekte Matahari Bulan kembali bersama para murid-muridnya, begitu juga sekte Makam Raja telah pergi bersama mereka untuk kembali ke kediaman sekte masing-masing.


Jendral Wang Mei mengikuti perintah dari Baihu untuk membantu sekte Makam Raja bersama menteri keuangan dan menteri pembangunan. Jendral kota masing-masing juga berpamitan untuk pergi ke kota yang ditugaskan masing-masing.


Hanya tinggal Baihu dan Yang Zi yang masih di aula kerajaan itu bersama Putri Zhou An. Baihu mengkerutkan keningnya memikirkan masalah pelarian Zhang Mou.


“Baihu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” tanya Yang Zi.

__ADS_1


“Kakak Yang, temani aku ke kota Xifang untuk menemui makam kedua orang tuaku dan juga kakek nenek yang merawat makam keluargaku itu,” pinta Baihu.


“Bolehkah aku turut pergi bersama kalian?” tanya Zhou An dengan wajah menunduk. Baihu tersenyum sambil menganggukkan kepala, lalu mengajak mereka berdua pergi menuju kota Xifang ke makam keluarga Baihu.


__ADS_2