BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 83 | Serangan kejutan


__ADS_3

Baihu dan Li Yan bersembunyi di dalam hutan itu pada dahan pohon yang paling tinggi, sementara Sunu bersembunyi di dalam hutan tersebut.


“Nona Li, kita tunggu mereka dalam jangkauan. Setelah aku memberi aba-aba, kamu segera mengerahkan jurus Bulan Beku. Aku akan menggunakan jurus Angin Badai Mengguncang Langit. Aku harap kedua jurus bisa disatukan untuk membuat badai dingin untuk membunuh sebagian dari pasukan mereka.” bisik Baihu pada Li Yan.


“Baik. Kita bisa mencoba hal itu,” Li Yan bersemangat karena ide Baihu tersebut.


Li Yan melihat iringan pasukan musuh dari kota Langsang berbaris rapi menuju kota Emas. Tampak Jendral Liang Guo berada memimpin di depan pasukan mereka, di dampingi oleh dua orang komandan regu mereka.


“Bukankah kamu juga menguasai jurus Badai Salju Musim Dingin dari tetua Dang Gui.” sahut Li Yan


“Aku hanya mengetahui jurus ke 7 saja. Itupun tidak tuntas, aku belum melatihnya lagi.” sahut Baihu pelan.


Li Yan menganggukkan kepalanya mengerti apa yang dikatakan oleh Baihu. Kemudian mereka melihat pasukan jendral Liang Guo sudah memasuki jangkauan.


“Baik, bersiaplah. Mari kita mulai,” Baihu memberikan aba-aba.


Baihu segera mengeluarkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit dengan kekuatan maksimal alam langit tahap akhirnya. Li Yan juga mengeluarkan jurus Bulan Beku tingkat 7 yang telah dikuasainya hingga membuat udara menjadi membeku.


Baihu dan Li Yan memadukan kedua jurus itu lalu mengarahkannya pada pasukan jendral Liang Guo.


Terpaan angin badai dingin membuat pasukan jendral Liang Guo yang tidak menggunakan pakaian dingin merasa kedinginan hingga menyusup ke dalam tulang. Beberapa dari mereka yang berilmu rendah langsung membeku oleh badai dingin yang dikerahkan oleh Baihu dan Li Yan.


Mata Jendral Liang Guo berkedut melihat kondisi pasukannya yang sebelumnya rapi menjadi kocar kacir. “Musuh ada di depan. Bersiaplah!” Teriaknya.


Beberapa pasukan yang berusaha menahan dingin berjalan maju  melawan terpaan angin badai dingin yang dikerahkan oleh Baihu dan Li Yan.


Pasukan berkuda mereka tidak bisa bergerak karena kuda-kuda mereka telah mati membeku. Jendral Liang Guo menjadi marah saat kuda kesayangannya juga mati beku oleh angin badai tersebut.


“Kurang ajar! Bunuh musuh di depan!” Perintah jendral Liang Guo. Namun gerakan pasukannya terhalang oleh kekuatan Angin Badai Mengguncang Langit Baihu yang dipadukan dengan Bulan Beku dari Li Yan


Kekuatan Li Yan mulai menurun, dia harus mengatur nafas kembali sebelum mengeluarkan jurus Bulan Bekunya kembali. Melihat hal itu, Baihu juga menghentikan serangannya dan membawa Li Yan mundur untuk mengatur nafas.


Melihat angin badai berhenti, Jendral Liang Guo memerintahkan pasukannya yang masih tersisa untuk maju menyerang. Beberapa diantara mereka sudah masuk ke dalam hutan. “Sunu, giliranmu!” Teriak Baihu.

__ADS_1


RROOAARR...


Para prajurit itu terkejut saat melihat seekor harimau menerjang mereka dengan membabi buta menggigit, mencakar pasukan yang telah masuk ke dalam hutan itu. Sementara itu Baihu mulai merapalkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu dia mengerahkannya ke arah depan dengan membuat lingkaran Yin dan Yang yang cukup besar.


Meskipun dia tahu semakin besar lingkaran Yin dan Yang, kekuatannya semakin melemah. Namun cukup untuk membuat beberapa pasukan lawan terbunuh.


“Sunu, Mundur!” Teriak Baihu pada Sunu untuk mundur sebelum dia melancarkan serangannya.


Setelah Sunu mundur, Baihu lalu meledakkan jurus Matahari dan Bulan Bersatu ke arah pasukan jendral Liang Guo.


BUMMM...


Ledakan itu menghancurkan puluhan pasukan Liang Guo yang telah masuk ke dalam hutan tersebut hingga beberapa orang di belakang mereka.


Melihat percikan darah akibat ledakan dari jurus Baihu, kemudian Li Yan merapalkan kembali jurus Bulan Bekunya dan membuat darah musuh yang terpercik oleh jurus Baihu menjadi senjata darah yang tajam.


Baihu lalu mengerahkan kembali jurus Angin Badai Mengguncang Langit menerbangkan senjata darah tajam itu menembus lagi puluhan pasukan musuh hingga beberapa di belakangnya.


Wajah jendral Liang Guo menjadi gelap melihat pasukannya dihancurkan oleh Baihu, dia lalu menyerang maju ke arah Baihu.


Jendral Liang Guo yang sudah menghunus pedangnya menyerang ke arah Baihu. Baihu mengelak dan jurus pedang itu mengenai tempat kosong. Jendral Liang Guo kembali menebas pedangnya ke arah tubuh Baihu, namun kembali Baihu menghindar dengan melompat ke atas.


Baihu tidak bermain-main. Dia segera mengeluarkan jurus Matahari dan Bulan untuk mengimbangi serangan ganas dari jendral Liang Guo.


Setelah beberapa jurus berlalu, Baihu meningkatkan serangannya dengan jurus Matahari dan Bulan Bersatu, mengarahkan serangan Yin dan Yang kecil ke arah jendral Liang Guo.


Alis jendral Liang Guo berkedut melihat jurus yang dikeluarkan oleh Baihu seperti sebelumnya. Dia sudah merasakan jurus tersebut pada serangan Baihu tadi dan menggunakan bawahannya sebagai perisai bersembunyi di belakangnya.


Kini dia tidak lagi bisa bersembunyi. “Pasukan, serang pemuda ini bersama-sama!” Teriak jendral Liang Guo memberi perintahnya. Segera pasukan yang masih tersisa menyerang ke arah Baihu.


BUMM...


Serangan Baihu membuat pasukan yang didepan hancur berkeping-keping, namun mereka menjalankan perintah. Matipun sebagai pahlawan di medan perang. Serangan dari prajurit yang tersisa tidak membuat mereka patah semangat.

__ADS_1


Baihu mengagumi semangat mereka, segera Baihu mengeluarkan jurus Raga Spirit Sejati membuat tubuhnya kebal terhadap berbagai senjata juga telapak dan kakinya menjadi senjata yang mematikan terhadap para prajurit itu.


Baihu melihat Li Yan mulai terdesak di serang oleh komandan pasukan musuh sementara Sunu juga terluka oleh serangan lawan dan tampak kelelahan. Baihu mengernyitkan alisnya lalu bergerak ke arah Li Yan untuk membantunya.


BUGH...


Baihu menghantam dada salah satu komandan yang menyerang Li Yan. Lalu menendang komandan satunya lagi. Kini, Baihu berada di dekat Li Yan dan Sunu sementara pasukan tersisa mengepung mereka.


“Hahaha... kalian ternyata kewalahan juga,” Teriak jendral Liang Guo yang melihat Baihu dan Li Yan terdesak dikepung oleh pasukannya.


Baihu melihat sekitarnya, “Aku tidak memperhitungkan kekuatan Li Yan yang cepat terkuras.” guman Baihu dalam hatinya.


“Nona Li, pergilah dari sini menunggangi Sunu untuk mencari bantuan. Biarkan aku menahan mereka,” bisik Baihu.


“Tapi-“


“Tidak ada tapi, nona Li. Segera turuti perintahku,”Baihu menjadi sedikit keras padanya.


“Sunu, bawa pergi nona Li,”perintah Baihu pada Sunu


RROARR...


Sunu memahami perintah itu lalu Li Yan segera melompat ke tubuh Sunu sedangkan Baihu membuka jalan untuk mereka kabur.


“Jangan biarkan mereka kabur!” Teriak jendral Liang Guo.


Mendengar perintah itu dan beberapa orang hendak mengejar Li Yan dan Sunu, Baihu segera mengeluarkan Angin Badai Mengguncang Langit untuk menghalangi mereka mengejar Li Yan yang telah berhasil kabur.


“Cih, sialan satunya bisa kabur.”Jendral Liang Guo kesal karenanya.


Baihu tersenyum setelah Li Yan dan Sunu berhasil pergi dari tempat itu. “Hehehe...” Baihu terkekeh sambil menyeringai menatap tajam pada jendral Liang Guo.


“Kenapa kamu tertawa? Kamu sebentar lagi akan mati oleh prajuritku,”kata jendral Liang Guo

__ADS_1


“Hahaha... kamu haru tahu, aku justru senang mereka berdua pergi dari sini. Karena aku bisa bebas bergerak menghancurkan kalian semua,” Tatapan tajam Baihu membuat prajurit yang mengelilinginya merasa bergidik dan tanpa sadar mundur perlahan.


__ADS_2