
Hari berikutnya pasukan Baihu telah berkemah di hutan setelah kota Mengsu, di dalam perkemahan komando Baihu sedang berdiskusi dengan teman-temannya.
“Baihu, pergerakan kita tentu sudah diketahui oleh pihak kerajaan Gurun Barat. Pengintai mengatakan mereka telah bersiap menunggu kedatangan kita di dalam benteng ibukota,” kata Li Yan
“Posisi kita akan kesulitan melawan musuh yang berada di atas benteng ibukota. Pasukan kita akan menjadi ladang pembantaian mereka,” sahut Wang Mei.
Baihu telah memikirkan hal itu, satu-satunya cara adalah pergi masuk ke dalam ibukota dan membuka pintu gerbang dari dalam lalu membiarkannya terbuka sehingga pasukannya bisa masuk dengan mudah.
Namun saat ini pihak kerajaan Gurun Barat telah waspada. Mereka tidak bisa sembarangan untuk masuk ke dalam ibukota kerajaan karena pihak kerajaan telah menutup ibukota dari para pengunjung saat ini.
“Besok, kalian tunggu aba-aba dariku. Segera maju saat gerbang telah aku hancurkan,” kata Baihu.
“Pasukan panah memanah ke arah benteng kota untuk mengalihkan perhatian pemanah mereka yang ada di atas benteng ibukota” lanjut Baihu.
Keesokan paginya, benteng ibukota kerajaan Gurun Barat tampak penuh diisi oleh para pemanah di atas tembok benteng. Mereka akan memanah siapa saja musuh yang berani mendekati benteng ibukota.
Pasukan Baihu masih bersembunyi di hutan dekat ibukota kerajaan itu. Tampak Baihu keluar dari hutan itu berjalan seorang diri, pasukan pemanah yang ada di atas benteng sudah bersiap untuk melepaskan panahnya.
“Berhenti! Jangan mendekati lagi atau kami akan memanahmu” Teriak pasukan yang berdiri di atas benteng ibukota. Baihu menatap ke arah gerbang benteng yang lumayan masih jauh dari tempatnya berdiri.
Baihu lalu mengerahkan kekuatan alam langit puncak miliknya kemudian mengeluarkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu. Tampak lingkaran Yin dan Yang terbentuk sangat besar mengarah ke gerbang ibukota.
Mata para pemanah dan komandan di atas benteng terkejut melihat gerakan Baihu. “Panah dia!” Teriak komandan pasukan panah.
Ratusan anak panah melesat ke arah Baihu namun panah-panah itu sudah hancur terlebih dahulu oleh lingkaran Yin dan Yang sebelum mengenai Baihu. Beberapa kali para pemanah menembakkan anak panah mereka ke arah Baihu namun semua panah-panah itu hancur mengenai lingkaran Yin dan Yang.
Baihu mengerahkan seluruh kekuatannya pada jurus tersebut dan mengarahkannya ke gerbang ibukota kerajaan. “Minggir!” Teriak orang yang ada diatas benteng persis diatas gerbang ibukota tersebut.
BUMMM...
Ledakan terdengar keras, membuat benteng ibukota terasa bergetar hebat. Tampak gerbang kota masih kokoh di kejauhan, namuan beberapa retakan muncul di tembok ibukota.
“Hahaha... dasar bodoh! Kamu membuang-buang tenagamu” Teriak salah satu komandan di atas benteng ibukota itu mentertawakan perbuatan Baihu.
BUMMM...
__ADS_1
Ledakan kembali terdengar sebelum komandan itu menyelesaikan tawanya. Dia yang tadi bersembunyi menjadi tegang. Namun setelah kembali melihat benteng ibukota tidak hancur, dia tertawa kembali.
“Hahaha... benteng ini sangat kokoh. Kamu idiot masih menco-“
BUMM...
KRAK... KRAAK... BRAKK...
BLAMMM...
Kali ini kata-kata komandan yang berada di atas tembok benteng itu tidak pernah terdengar lagi. Tembok benteng ibukota itu akhirnya runtuh dan menyisakan lubang yang besar di pintu gerbang yang dihancurkan oleh Baihu.
Pasukan berkuda Baihu segera pergi menyerbu ke dalam ibukota kerajaan Gurun Barat. Para pendekar yang menunggangi kuda langsung masuk dan pergi ke atas tembok benteng untuk membunuh musuh yang berada di atas tembok benteng ibukota.
Para pendekar dari semua sekte besar berlarian di atas tembok benteng tersebut dan membersihkan tempat itu dari para pemanah dan pasukan musuh.
Prajurit Baihu dan para pendekar yang berjalan memasuki ibukota kerajaan untuk langsung menuju istana kerajaan. Sunu telah datang menghampiri Baihu yang kemudian menaikinya untuk pergi ke istana kerajaan Gurun Barat.
*****
Raja Gurun Barat yang duduk di singgasananya tampak tegang dengan wajah gelap menatap ke arah gerbang istana. Putranya Zhang Mou dan Zhang Wu tampak sudah bersiap untuk menghadapai para penyerang itu.
“Dimana orang-orang dari sekte Misterius?” Teriak Raja Gurun Barat.
“Ayah, Guru Merah telah pergi ke kota Emas, namun sepertinya dia telah gagal.” sahut Zhang Wu.
“Sialan.. Dasar tidak berguna” Raja Gurun Barat menjadi berang mendengarnya.
“Ayah, aku telah mengirim orang untuk menemui ketua sekte Misterius untuk membantu kita. Aku harap mereka akan datang membantu saat ini,” kata Zhang Mou pada ayahnya
BUMM...
Gerbang istana kerajaan Gurun Barat tampak hancur diterjang oleh serangan Baihu. Tampak para pendekar dari seluruh sekte besar masuk bersama Baihu ke dalam istana kerajaan Gurun Barat.
“Raja Zhang Yuwie, keluarlah. Aku akan membalaskan dendam keluargaku,” Teriak Baihu dengan lantang sambil terus berjalan menuju ke dalam istana kerajaan. Dua orang komandan pasukan penjaga segera melompat keluar menyerang ke arah Baihu.
__ADS_1
Yang Zi dan Li Yan tampak menghadang mereka dan melawan kedua komandan penjaga itu. Baihu dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka ke dalam istana kerajaan.
Di aula istana kerajaan, tampak Raja Gurun Barat Zhang Yuwie duduk di singgasana sementara Zhang Mou dan Zhang Wu berada disampingnya. Baihu bersama teman-teman lainnya berjalan masuk ke dalam istana kerajaan itu.
Mata Zhang Mou tampak merah melihat Wang Mei dan Zhou An berjalan disamping Baihu membuat darahnya makin mendidih. “Kurang ajar! Zhang Mou segera menyerang ke arah Baihu dengan kekuatan penuh miliknya. Baihu menyipitkan matanya melihat serangan itu.
Dengan mengerahkan kekuatan alam langit, Baihu mengeluarkan jurus Kuasa Sejati dan menghantam dada Zhang Mou dengan kecepatan melebihinya.
BUGH... BUGH...
Dada Zhang Mou terkena dua kali hantaman sebelum dia sempat mendarat. Tubuhnya terlempar ke belakang menabrak sebelah kanan singgasana kerajaan hingga hancur. “Kakak...!” Teriak Zhang Wu melihat kakaknya terluka.
Zhang Wu kemudian melompat ke arah Baihu, namun Zhou An telah terlebih dahulu menghadangnya. Zhang Wu terpaksa menghindari serangan dari Zhou An yang ganas dengan jurus Matahari dan Bulan miliknya yang sudah di tingkat 8.
Baihu terus berjalan mendekati Raja tua Zhang Yuwie yang masih duduk di singgasananya dengan tubuh gemetar. Dia tidak menyangka dirinya akan berada di posisi ini sebagai seorang raja.
“Siapa kamu?” tanya Raja Gurun Barat, Zhang Yuwie.
“Aku Fang Bai, putra Raja Fang Guancheng dari kerajaan Xifang yang telah kamu hancurkan. Kamu telah membunuh seluruh keluargaku,” Teriak Baihu dengan tatapan setajam harimau ganas.
Raja Gurun Barat Zhang Yuwie tertegun mendengar kata Baihu, dia mengingat saat itu dirinya membunuh Fang Guancheng dan dia mengutuk akan membalaskan dendam ini padanya.
“Hahaha... “
“HAHAHA... “ Raja Gurun Barat Zhang Yuwie tertawa mengingat masa lalunya. “Ternyata seperti itu...” Raja Gurun Barat memejamkan matanya pasrah karena kekuatannya telah lama hilang sejak ayah Baihu memutuskan urat di tangan kanannya. Sejak saat itu Raja Gurun Barat tidak lagi mampu mengangkat pedangnya.
“Terimalah kematianmu!” Baihu mengarahkan kekuatannya menghantam kepala Raja Gurun Barat dengan tinjunya hingga kepala Raja Gurun Barat hancur dan tewas dengan mengenaskan.
“Ayah!...” Zhang Wu berteriak melihat kematian ayahnya dan membuatnya lengah sehingga pukulan Zhou An mengenai telah dadanya hingga remuk dan terbunuh dengan organ dalam yang hancur.
“Ayah!... Adik...!” Zhang Mou yang terduduk mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya tidak bisa berdiri. Wajahnya sedih kehilangan kedua keluarganya itu. Tampak tatapan matanya menjadi kosong saat Baihu mendatanginya.
“Zhang Mou, terimalah kematianmu menyusul kedua ayah dan adikmu!” Baihu kemudian mengerahkan kekuatan alam langitnya kembali dengan jurus Kuasa Sejati menggunakan tinjunya untuk menghantam kepala Zhang Mou.
BUMM...
__ADS_1
Baihu terdorong beberapa langkah ke belakang.