BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 123 | Faktor usia


__ADS_3

Wajah Pang Chu pun tampak gelap merasakan tekanan dari kekuatan jurus Seribu Pedang Naga itu. Dia melompat beberapa kali ke belakang, membuat bayangan pedang naga menghantam tanah yang dilaluinya.


Pang Chu kemudian menarik nafas lalu menjejakkan kakinya di tanah kemudian berputar seperti bor dengan cakar di depan seperti mata bor nya. Bisa di bayangkan tubuh lawan akan terkoyak oleh cakaran tersebut dan kemudian hancur akibat dari racunnya.


Baihu menyaksikan jurus cakar bor ini dengan serius, namun tidak tampak kepanikan di wajahnya. Baihu lalu menarik nafas kemudian mengarahkan tusukan pedang naga tepat ke titik tengah perputaran bor Pang Chu.


Trang! Trang!


Suara cakar beradu dengan pedang naga terdengar nyaring seperti benturan dua logam. Cakar Pang Chu yang sekuat baja di tahan oleh pedang naga hingga memercikkan api ke sekitarnya. Kemudian tampak mereka berdua terpental ke belakang beberapa langkah.


Cakar Pang Chu tampak gemetaran sementara jari Baihu terasa kram dan pedang naga masih terdengar mendengung pelan.


“Kekuatan anak ini telah meningkat dalam waktu yang singkat.” Pang Chu menatap Baihu dengan tatapan geram.


Mereka berdua seimbang, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang akan memenangkan pertarungan ini dalam waktu yang singkat. Pertarungan panjang akan ditentukan oleh kondisi fisik masing-masing.


Pang Chu yang sudah berusia di atas 60 tahun, meskipun tubuhnya masih terlihat kuat namun dibandingkan dengan Baihu yang baru 20 tahun tentu staminanya akan merosot lebih jauh.


Menyadari kerugian bertarung dalam waktu yang panjang membuat Pang Chu ingin segera mengakhiri pertarungan melawan Baihu ini secepat mungkin.


Pang Chu lalu merapalkan mantra, jari jemari dan tangannya bergerak seperti menulis dan menggambar formasi yang berbentuk lingkaran dengan menggunakan bayangan energi. Lalu Pang Chu menunjuk ke tengah titik formasi itu yang kemudian bersinar menyala.


Setelah lingkaran itu menyala, Pang Chu mengangkat kedua tangannya ke depan tepat di tengah lingkaran tersebut. Sambil terus merapalkan mantra, sinar menyala itu merayap ke sekujur tubuh Pang Chu dan menutupi keseluruhan tubuhnya.


Sinar itu tampak seperti baju zirah menyelimuti seluruh tubuhnya. Sedangkan pada kedua tangannya terbentuk seperti senjata yang memperkuat cakar dari Pang Chu.


Melihat ilmu sihir dari Pang Chu yang membentuk baju zirah perisai dan senjata yang melengkapi cakarnya. Baihu tidak terlalu peduli tentang hal itu, dia hanya mengerahkan kekuatan puncak miliknya dan mempercayai sepenuhnya pada pedang naga dan jurusnya.


Setelah semua proses dilakukan oleh Pang Chu, dia pun menyerang langsung ke arah Baihu dengan serangan yang ganas. Baihu berkelit dan sesekali menepis serangan itu dengan pedangnya.

__ADS_1


Namun serangan Pang Chu kali ini tampak sedikit berbeda, daya serang dan pertahanannya meningkat karena tehnik sihir yang dirapal olehnya.


Pertarungan berjalan dalam ratusan jurus, sedangkan mata Pang Chu semakin berkedut karena setelah sekian lama masih juga belum bisa mengalahkan Baihu. Sedangkan Baihu yang hanya berkelit dan sesekali menangkal serangan, dia tidak terlalu banyak menghabiskan stamina.


Berbeda dengan Pang Chu yang semakin lama staminanya semakin berkurang sehingga pertarungan ini harus segera dihentikan.


Bummm!


Pang Chu meledakkan kekuatan di tubuhnya, sehingga auranya semakin menebal dan kekuatan sihirnya menguat. Dia bergerak semakin cepat ke arah Baihu. Beberapa kali cakar Pang Chu meraung ke arah Baihu. Namun Baihu dengan mudah menghindarinya.


Set! Set! Set!


Tiga cakaran Pang Chu nyaris mengenai tubuh Baihu, namun Baihu dengan sigap mengelak dari serangan tersebut.


“Jahe tua memang berbeda. Kekuatan orang tua ini membuatku kagum.” gumam Baihu dalam hatinya.


Namun Baihu masih tetap mengelak setiap serangan dari Pang Chu dan sesekali menangkis dengan pedang naga nya.


Baihu telah menuntaskan tugasnya membunuh Zhang Mou untuk menghindari kemungkinan terjadinya masalah di masa mendatang.


Namun pertemuannya dengan Pang Chu di ibukota kerajaan Salju Utara, merupakan hal yang tidak terduga. Dan kedua belah pihak memiliki dendam selama ini.


Baihu melihat stamina Pang Chu tampak menurun karena faktor usianya. Hal itu membuat Baihu kini menambah serangannya untuk mengalahkan Fang Mou.


Pang Chu menyadari jika pertarungannya cukup lama dalam melawan Baihu, maka kemungkinan dirinya akan kalah darinya.


Mata Pang Chu tiba-tiba terkejut ketika mendapati serangan Baihu berubah menjadi semakin kuat dan gencar ke arah dirinya. Kini dia berbalik menghindari serangan Baihu dan sesekali menangkis dengan cakarnya.


Kekuatan yang melindungi tubuhnya semakin lama semakin melemah. Kening Pang Chu mengkerut setiap dia menangkis pedang naga dengan cakarnya. Semakin lama dia merasa jari jemarinya semakin kebas.

__ADS_1


Wussshhh...


Tiba-tiba pedang naga Baihu berhasil memotong tambut Pang Chu yang terurai sebagian. Hal ini membuat wajah Pang Chu semakin jelek. Dan Baihu tidak membiarkan dirinya untuk bernafas sedetikpun.


Begitu dia melompat mundur untuk bernafas, Baihu telah mendekatinya dengan secepat kilat. Baihu seperti pemangsa yang tidak melepaskan buruannya dalam sedetikpun. Kemana Pang Chu menghindar, Baihu selalu mengejarnya dengan cepat.


Trang! Trang!


Dentingan pedang naga yang ditangkis menggunakan cakar terus terdengar setiap pedang itu hampir mengenai tubuh Pang Chu. Hal ini membuat Pang Chu sangat kewalahan.


Baihu yang bertambah semangat melihat lawannya mulai kewalahan, kini mengerahkan jurus pedang naga seribu miliknya. Bayangan pedang naga yang berjumlah ribuan tampak di belakang Baihu.


Kekuatan dari jurus pedang naga seribu ini begitu dahsyat, meskipun Pang Chu berhasil menangkis dan mengelak beberapa serangan, tetapi menghadapi ribuan pedang membuatnya tidak bisa berkutik dan akhirnya beberapa pedang berhasil melukai tubuh Pang Chu. “Akh!”


Pang Chu terdorong mundur merasakan tubuhnya yang teriris oleh energi dari jurus pedang naga. Namun Baihu seperti tadi tidak melepaskan dirinya. Kekuatan Baihu telah melampau perkiraan dirinya.


“Sialan, anak ini tidak memberiku kesempatan untu mengatur nafas.” geramnya.


Satu-satunya cara adalah meledakkan kembali kekuatannya untuk menghalau secara langsung serangan Baihu.


Bummm!


Ledakan terdengar kembali, lalu Baihu tampak terdorong mundur selangkah namun Pang Chu terdorong tiga langkah ke belakang.


Dari hasil dorongan kekuatan mereka yang beradu, tampak Baihu layak untuk memenangkan pertarungan kekuatan secara langsung. Namun Pang Chu memiliki banyak pengalaman bertempur sehingga dia bisa mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk menghalangi serangan Baihu.


Pang Chu menggunakan kesempatan ini untuk mengatur nafas sebelum Baihu kembali menyerangnya.


Namun baru saja beberapa detik mengambil nafas, Baihu telah datang dan berdiri di depannya sambil mengangkat pedangnya di udara bersiap untuk membelah tubuh Pang Chu.

__ADS_1


Mata Pang Chu terbelalak tidak menyangka melihat kecepatan Baihu yang telah berada di di depannya dengan posisi siap untuk membelah tubuhnya.


__ADS_2