BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 74 | Pesan untuk Putra Mahkota


__ADS_3

Setelah kedua orang itu menghilang, Baihu melihat ke arah Sunu yang tampak sudah kembali tenang. Wang Mei dan Zhou An masih tidak menyangka kedua orang itu bermaksud untuk menangkap Baihu.


“Baihu, menurutmu siapa yang mengirim mereka?” Tanya Wang Mei kemudian.


“Orang yang mengirim mereka tentunya adalah orang yang merasa dirugikan olehku,” sahut Baihu.


Wang Mei dan Zhou An tidak mengert siapa yang dimaksud oleh Baihu. “Apakah kamu selama ini memiliki musuh?” Tanya Zhou An.


Baihu menggelengkan kepalanya. “Selama ini selain sekte Makam Raja, aku tidak pernah bersinggungan dengan orang lain. Kecuali ada yang merasa aku melarikan calon pengantin mereka,” sindir Baihu yang sejak awal sudah menduga siapa dalang dari kejadian ini.


Wajah Wang Mei dan Zhou An menjadi merah padam mendengar perkataan Baihu, mereka menyadari bahwa mereka berdua yang kini bersama Baihu tentu membuat kesal Zhang Mou dan juga Zhang Ji.


“Tapi tenang saja, mereka tidak akan bisa menangkapku. Lagipula aku senang membuat mereka kesal dan marah.” Senyum di wajah Baihu tampak mengerikan saat membayangkan kedua kakak beradik Zhang Mou dan Zhang Ji yang berasal dari kerajaan Gurun Barat.


Baihu sangat dendam dengan kerajaan Gurun Barat yang telah menghancurkan kerajaan ayahnya dan membunuh kedua orang tuanya. Jadi membuat kedua penerus kerajaan Gurun Barat kesal dan marah padanya adalah hal yang dia inginkan. Sehingga lebih mudah baginya membuat alasan untuk menyerang mereka.


Melihat wajah Baihu yang berapi-api den bersemangat seperti itu membuat Wang Mei dan Zhou An sedikit bergidik. Dia tidak menyangka Baihu telah mengetahui penyebab serangan tadi namun dia memang menantikan hal itu.


“Baihu, apakah kamu mendekatiku karena hal itu?” tanya Wang Mei padanya.


Baihu menoleh ke arah Wang Mei, “Tidak. Aku mengetahuinya sejak di kota Persik dari cerita kakak Wang. Tetapi kita sudah dekat sebelum itu kan.”


Zhou An juga merasa kedekatannya dengan Baihu menyebabkan masalah tadi terjadi.


“Aku ingin berterus terang pada kalian. Kedua orang tuaku dibunuh oleh kerajaan Gurun Barat dan kerajaan kecil ayahku dihancurkan. Seluruh keluargaku yang lain juga dibunuh kecuali aku yang berhasil melarikan diri dibawa oleh seorang pelayan.”


Wang Mei dan Zhou An terkejut mendengar penjelasan dari Baihu. Kini mereka menyadari mengapa Baihu begitu bersemangat mendengar tentang kerajaan Gurun Barat dan ingin menyerang mereka.


“Jadi meskipun bukan karena kalian, aku tetap akan menyerang kerajaan Gurun Barat karena dendam kedua orang tua dan keluargaku harus dibalaskan,” lanjut Baihu dengan bersemangat mengepalkan kedua tangannya.


ROOOAARRRR...

__ADS_1


Sunu mengaum mendengar semangat Baihu seolah-olah mendukungnya.


“Namun, jujur saja. Aku merasa sedih seandainya kalian berdua menerima lamaran kedua pewaris kerajaan Gurun Barat. Hal itu akan membuatku patah hati dan semangat jika harus berada disisi berlawanan dengan kalian.” kata Baihu selanjutnya


Kedua mata indah Wang Mei dan Zhou An berkedut mendengar pernyataan Baihu tersebut. “Tidak. Aku tidak akan menerimanya. Aku akan selalu berada disisimu, Baihu,” sahut Zhou An dengan tegas.


Baihu melihat ke arah Wang Mei yang tertegun dengan pernyataan Baihu tersebut, “Baihu, kamu tahu perasaanku. Aku juga tidak akan menerima lamaran itu. Aku akan berjuang bersamamu membalaskan dendam kedua orang tuamu.” sahut Wang Mei juga.


Baihu merasa lega setelah mendengar kedua jawaban dari Wang Mei dan Zhou An. Dia tidak akan lagi ragu untuk membunuh keluarga kerajaan Gurun Barat dan menghancurkan kerajaan tersebut.


“Baiklah, sementara ini kita teruskan dulu perjalanan ke sekte Matahari Bulan. Aku ingin menjenguk ketua sekte Shang Chi dan mohon restu darinya untuk pergi berperang menyerang kerajaan Gurun Barat” sahut Baihu berterus terang.


Akhirnya mereka pergi meneruskan perjalanan menuju sekte Matahari Bulan.


Perjalanan dilanjutkan memasuki hutan yang sangat lebat sebelum ke kota Wuxia. Di tengah hutan tiba-tiba Sunu menggeram kembali dan bersiap dengan posisi menyerang.


GGRRRRR...


Melihat Sunu merasakan bahaya, Wang Mei dan Zhou An telah bersiap-siap. Baihu memicingkan matanya melihat di kejauhan. Kemudian tampak beberapa orang datang bersama kedua Xin Putih dan Xin Merah.


“Kami selalu melaksanakan tugas sampai tuntas, meskipun dilakukan berkali-kali yang penting menyelesaikannya dengan baik,” sahut Xin Putih


“Hahaha... Sepertinya kali ini tugas kalian akan gagal total,” tawa Baihu mengejek Xin Putih dan gerombolannya.


“Xin, jangan banyak bicara. Kita tangkap segera untuk mendapatkan uang dari Pangeran,” sahut salah satu kawanan Xin bersaudara itu.


Mereka segera menyerang ke arah Baihu dan kawan-kawannya. Sunu sudah terlebih dahulu menerkam salah satu dari penyerang itu dan menyerangnya dengan ganas. Tampak 2 orang kawanan itu berusaha melawan serangan dari harimau Sunu yang ganas.


Wang Mei dan Zhou An juga tidak ketinggalan membantu menyerang 2 orang dari kawanan tersebut sambil membantu Sunu.


Sementara Baihu dikeroyok oleh 6 orang lainnya namun Baihu dengan tenang menyambut serangan mereka satu persatu.

__ADS_1


Meskipun keenam orang itu menggunakan senjata namun dengan ilmu Sembilan Semesta jurus pertahanan Tubuh Emas, Baihu dengan mudah menahan serangan senjata tersebut tanpa luka di tubuhnya.


Keenam orang itu meningkatkan serangan mereka dengan jurus yang lebih ganas. Mereka menyerang seperti gelombang air pasang tanpa terputus dan bergiliran ke arah Baihu. Melihat hal itu Baihu juga meningkatkan jurusnya dengan mengeluarkan Raga Spirit Sejati dari Sembilan Semesta.


Serangan keenam orang itu dengan mudah dipatahkan oleh Baihu yang kemudian memukul mereka satu persatu. Mereka bergantian terlempar dan mengeluarkan darah di sudut bibir mereka masing-masing.


Baihu tidak membiarkan satu pun dari mereka untuk mengambil nafas. Kali ini dengan menggunakan jurus Matahari dan Bulan ke delapan, Baihu menyerang dengan ganas ke arah mereka.


BRAAKK... BRAKK...


Baihu mematahkan masing-masing tangan dan kaki dari keenam gerombolan yang menyerangnya. Wajah Xin Putih dan Xin Merah hampir terkena pukulan dari Baihu, namun malang kaki Xin Putih terlambat dan dipatahkan oleh pukulan Telapak Sakti Baihu.


Arrghh...


Xin Putih berteriak saat kakinya patah oleh serangan tersebut. Melihat hal itu Xin Merah terkejut, namun dia terlambat karena tendangan kaki Baihu mengenai lengan kirinya dengan jurus Tendangan Api.


BRAKK...


Tangan kiri Xin Merah pun patah hampir terputus oleh tendangan tersebut dan membuatnya terlempar ke tanah dan memuntahkan darah segar.


Tampak keenam penyerangnya telah terkapar di tanah dengan luka di tangan ataupun kaki mereka. Mereka hanya bisa merangkak di depan Baihu.


“Maaf, aku tidak akan melepaskan kalian. Aku ingin kalian menyampaikan pesanku pada Putra Mahkota kerajaan Gurun Barat,” kata Baihu dengan tatapan mengerikan.


Baihu lalu melompat ke udara untuk mengerahkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu. Namun kali ini dia tidak lagi memperbesar wilayah energi jurus tersebut. Baihu membuat enam lingkaran Yin dan Yang dengan ukuran sebesar piring makan lalu melepaskannya pada keenam penyerang tersebut.


Keenam energi jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu itu mengenai tubuh keenam penyerangnya termasuk Xin Putih dan Xin Merah, lalu meledak saat menyentuh tubuh mereka dan menghancurkan tubuh mereka.


Namun bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya masih tampak bisa dikenali daripada jurus yang dikeluarkan sebelumnya yang menghancurkan seluruh tubuh lawan tanpa bisa dikenali lagi.


Wang Mei dan Zhou An bergidik melihat kedahsyatan jurus ke 9 Matahari dan Bulan dari Baihu. Keempat penyerang lainnya yang tersisa juga demikian, semangat tempur mereka langsung turun dan membuat Sunu dengan mudah menggigit dan merobek leher mereka.

__ADS_1


Sunu lebih ganas lagi menggunakan cakarnya merobek penyerang lainnya lalu menggigitnya. Dua penyerang telah dibunuh oleh Sunu dengan mengenaskan.


Dua penyerang lainnya yang hendak melarikan diri mendapat pukulan jurus ke 6 Matahari dan Bulan dari Wang Mei dan Zhou An. Tubuh mereka terbujur kaku dan mati mengenaskan dengan organ dalam pecah.


__ADS_2