BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 59 | Bertemu di kota Bintang


__ADS_3

“Lalu apa yang terjadi dengan ketua sekte Makam Raja?” gumam Baihu selanjutnya. Mereka lalu pergi menyelidiki seluruh ruangan di kediaman sekte Makam Raja namun tidak menemukan ruang rahasia apapun disana.


Sekte Makam Raja bukanlah sekte yang terkenal tetapi memiliki banyak murid, dan para murid tinggal di dalam gua yang merupakan tempat pelatihan mereka. Kediaman Makam Raja ini adalah untuk pemakaman para ketua sekte terdahulu sekaligus juga kediaman ketua sekte dan tempat untuk menerima para tamu.


Sedangkan mereka memiliki 4 Gua untuk tempat berlatih seperti di sekte Matahari Bulan, disini para murid tinggal di dalam gua yang disebut dengan Gua Master, Gua Spirit, Gua Suci, serta Gua para tetua.


Letak mereka tidak terlalu jauh dari Kediaman Makam Raja, jadi kejadian apapun selalu berada dalam pemantauan ketua sekte mereka. Hanya Gua penjara sekte yang terletak agak jauh dari sekitar mereka.


Setelah berkeliling kediaman sekte dan tidak menemukan ruangan rahasia, tiba-tiba mereka melihat sekelebat bayangan hitam di depan mereka. Baihu dan Yang Zi terkejut melihatnya. Mereka lalu mengenakan topeng dan mengejar bayangan hitam tersebut.


Akhirnya mereka berhasil mengejar bayangan hitam itu di kaki bukit Makam Raja.


“Berhenti!” teriak Baihu yang langsung menghadang orang berpakaian hitam tersebut. Sementara Yang Zi menghadang di belakangnya.


Melihat jalannya dihalangi oleh Baihu, orang itu segera menyerangnya, tampak kekuatan orang itu tidaklah lemah. Dia sudah berada di tingkat kultivasi alam Dewa tahap awal seimbang dengan Yang Zi yang juga berada di alam Dewa tahap awal.


Namun Baihu bukanlah lawannya, Baihu berusaha untuk membuka topeng dari sosok berpakaian hitam tersebut. Melihat lawannya berilmu tinggi, sosok berpakaian hitam itu lalu mengerahkan jurus Bulan Beku yang dimilikinya.


“Sekte Bulan Es?” Baihu dan Yang Zi tertegun ketika melihat sosok hitam itu mengeluarkan jurus Bulan Beku dari sekte Bulan Es.


Yang Zi juga mengeluarkan jurus Pedang Langit nya sedangkan Baihu mengeluarkan jurus Matahari dan Bulan. Mata sosok bayangan hitam itu berkedut setelah menyadari lawan mereka berasal dari sekte Matahari Bulan dan Pedang Langit.


Dia lalu menghentikan jurusnya dan mulai membuka topengnya, “Maaf kan atas kesalahpahaman ini. Aku Li Yan dari sekte Bulan Es” sahutnya sambil memberi hormat


“Li Yan!” teriak Baihu sambil membuka topengnya juga


Li Yan menyipitkaan matanya ketika melihat sosok tersebut adalah Baihu, “Ka-kamu?”

__ADS_1


Dia tidak percaya bisa bertemu lagi dengan Baihu di tempat ini, “Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Li Yan setelah melihat Yang Zi juga membuka topengnya.


“Kami sedang menyelidiki kediaman sekte Makam Raja” sahut Baihu


Li Yan menghela nafasnya, “Aku juga melakukan hal yang sama. Aku curiga dengan sekte Makam Raja karena menemukan petunjuk keberadaan ketua sekteku sebelumnya terletak di salah satu gua milik mereka” lanjut Li Yan


“Aku telah meneliti gua penjara yang telah tersebar beritanya. Aku tidak tahu siapa yang melakukan itu. Tapi kini aku mengetahui hal itu pasti ulahmu Baihu” tebak Li Yan


Mata Baihu berkedut mendengar tebakan Li Yan yang memang tidak salah. “Lalu apa yang kamu temukan?” tanya Baihu kemudian


“Kamu tahu, ketua sekte Bulan Es kami menguasai jurus puncak Bulan Beku. Ketua sekteku bisa membekukan apapun dan yang dibekukan itu bisa bertahan selama bertahun-tahun” sahut Li Yan


“Saat aku menyelidiki gua penjara tersebut, aku menemukan sebuah jarum yang dibekukan dengan jurus puncak Bulan Beku oleh ketua sekte kami. Maka aku berpikir, ketua sekte kami pernah berada di dalam penjara tersebut” lanjut Li Yan.


Baihu tersenyum memikirkan penjelasan dari Li Yan, “Ketua sekte Bulan Es memang pintar. Dia bisa menyisakan petunjuk seperti itu untuk memberitahukan murid-muridnya” gumam Baihu.


“Nona Li, lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanya Yang Zi kemudian


“Nona Yang, aku bermaksud untuk kembali menyelidiki gua-gua yang ada milik sekte Makam Raja” sahut Li Yan.


Baihu berdiri sambil berjalan mendekati Li Yan, “Kamu tidak perlu melakukan itu. Teman-teman kami sudah menyelidiki gua-gua tersebut” kata Baihu


Wajah Li Yan yang cantik terlihat berseri begitu mendengar perkataan Baihu.”Baiklah. Lalu kemana tujuan kalian selanjutnya?” tanyanya.


“Sebaiknya kita kembali dulu ke pedesaan untuk mencari tempat beristirahat sambil menunggu teman-teman kita mendapatkan petunjuk” sahut Baihu.


Akhirnya mereka kembali ke pedesaan dan mencari tempat yang bisa digunakan untuk beristirahat. Mereka pun menemukan sebuah tempat terbengkalai di pinggiran desa tersebut.

__ADS_1


Setelah melepas pakaian penyamaran mereka, mereka pun beristirahat karena malam telah larut. Namun Baihu tampak masih gelisah memikirkan kediaman Makam Raja itu.


“Sepertinya kita kembali menuju ke jalan buntu. Sebaiknya aku harus kembali ke tempat semula dan menyelidikinya. Mungkin aku bisa menemukan petunjuk lain yang ditinggalkan oleh para ketua sekte?” gumam Baihu.


Sementara itu dini hari di pelabuhan kota Bintang, Wang Mei telah tiba dengan menumpangi kapal layar. Dia pun segera mencari tempat untuk beristirahat terlebih dahulu.


Wang Mei lalu memesan sebuah kamar penginapan di kota Bintang, namun saat sedang memesan kamar, sudut matanya melihat sosok yang dikenalinya sedang berbincang dengan seseorang di sudut warung makan.


“Zhang Mou? Mengapa dia juga ada disini juga?” Mata Wang Mei terkejut dibuatnya. Dia tidak menyangka malah bertemu dengan Zhang Mou di kota Bintang. Dia membalik badannya dan segera pergi dari tempat menuju kamar yang telah di pesannya.


Ketika masuk ke dalam kamarnya Wang Mei samar-samar mendengar suara Zhang Mou berbicara di luar kamar. “Apakah kamu sudah memberitahu Chen Guo bahwa kita akan menemuinya?” tanya Zhang Mou sambil berjalan menuju ke kamarnya.


“Sudah tuan muda. Mereka mengatakan akan menemuimu di tempat kejadian terlebih dahulu sebelum berbicara di kediaman sekte Makam Raja” sahut bawahan dari Zhang Mou.


“Bagus. Besok pagi kita pergi ke gua tersebut” kata Zhang Mou lalu mereka masuk ke kamar masing-masing.


“Chen Guo? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu” gumam Wang Mei dalam hatinya.


Wang Mei mengkerutkan keningnya memikirkan nama itu. Tiba-tiba matanya melotot setelah mengingatnya. “Chen Guo adalah orang yang dikalahkan oleh Zhang Mou difinal pertandingan bela diri antar sekte 7 tahun yang lalu” Wang Mei mulai mengingat orang itu karena saat itu dirinya juga dikalahkan olehnya.


“Apa hubungan Chen Guo dan Zhang Mou ini?” pikir Wang Mei sambil membaringkan tubuhnya untuk beristirahat setelah kelelahan dalam perjalanan di perairan.


Sementara itu Xin Ye dan Mu Lin telah berhasil masuk dan memeriksa gua master dan gua spirit milik sekte Makam Raja. Mereka tidak menemukan petunjuk apapun di dalam gua tersebut.


“Nona Xin, sebaiknya kita kembali terlebih dulu untuk menyusun rencana selanjutnya” bisik Mu Lin pada Xin Ye.


“Semua pelayan berkumpul” tiba-tiba seorang penjaga memanggil semua pelayan yang ada di tempat itu. Xin Ye dan Mu Lin terpaksa mengikuti mereka dan berkumpul di dalam gua spirit tersebut.

__ADS_1


“Besok Putra Mahkota akan berkunjung ke gua penjara, kita harus segera pergi mendahului untuk membersihkan dan mempersiapkan kedatangan mereka sebagai tamu istimewa. Semua pelayan bersiap untuk berangkat kesana” perintah seorang pemimpin penjaga itu.


__ADS_2