
Setelah melihat kekuatan Baihu, para penjaga disana tidak ada yang berani mendekatinya. Mereka membiarkan Baihu berjalan keluar dari dalam gua bersama Xin Ye.
“Siapa yang berani membuat keributan di dalam sekte Makam Raja?” tiba-tiba terdengar sebuah suara yang datang mendekati Baihu dan Xin Ye.
Kemudian tampak 3 sosok berkelebat menghadang kepergian Baihu dari tempat itu. Melihat kedatangan ketiga orang itu, para penjaga merasa berani kembali. Mereka pun mengepung bagian belakang Baihu untuk menghalanginya melarikan diri.
“Tetua, dia berasal dari sekte Matahari Bulan” bisik orang yang terluka sebelumnya oleh Baihu dan yang telah melapor pada ketiga orang tetua itu.
“Cih, apa hebatnya orang dari sekte Matahari Bulan sekarang” cibir orang itu meremehkan sekte Matahari Bulan.
Ketiga orang yang datang itu berumur setengah baya yang merupakan tetua sekte Makam Raja.
“Orang-orang sekte Makam Raja benar-benar ada hubungannya dengan keempat orang di dalam gua belakang air terjun waktu itu” gumam Baihu dalam hatinya.
Xin Ye yang berada di samping Baihu telah mengambil salah satu pedang dari para penjaga dan tampak bersiap untuk turut bertarung bersama Baihu.
“Nak, menyerahlah. Kami tidak akan membunuhmu. Tapi hapuslah kultivasi dalam tubuhmu itu” teriak salah satu tetua sekte Makam Raja itu.
Mendengar kata-kata tetua itu, Baihu menekukkan wajahnya dan menatap ke arah yang mengatakan hal itu. “Apakah kamu bisa melakukannya?” Baihu lalu mengerahkan kekuatan alam Langit tahap awalnya dan jurus ke 8 Matahari dan Bulan yang sangat ganas menyerang ke arah orang yang barusan berbicara padanya.
“Awas!” teriak salah satu tetua yang berusia lebih tua terkejut melihat serangan Baihu yang tiba-tiba dan berkecepatan tinggi itu.
Mata orang yang tadi berbicara itu terkejut melihat kekuatan Baihu yang berada di atasnya yang berada di alam Dewa. Meskipun dia telah mengerahkan kekuatannya namun perbedaan antara alam Dewa dan Langit cukup jauh. Dia tidak menyangka seorang anak dari sekte Matahari Bulan bisa memiliki kekuatan seperti itu.
Terlambat. Kata itu terngiang di dalam pikirannya setelah melihat serangan Baihu ke arah dirinya. Tetua itu menggunakan kedua tangannya untuk menahan serangan itu, namun Baihu tidak menghentikan pukulannya.
__ADS_1
BRAAKK!
Suara tulang lengan tetua itu terdengar nyaring. Tetua itu pun menjerit kesakitan dengan mata melotot, saat selanjutnya pukulan Baihu mengarah langsung ke dadanya dan meremukkan tulang dada tetua itu serta menghancurkan organ dalamnya. Darah menyembur dari mulutnya dan matanya telah menatap kosong tanpa cahaya kehidupan.
Mengenaskan, nasib tetua itu berusia pendek setelah bertemu dengan Baihu. Kedua tetua lainnya yang tidak sempat bergerak menolong hanya bisa ternganga melihat kematian salah satu saudara seperguruan mereka yang begitu cepat dalam satu pukulan.
“Adik!” gumam mereka lirih sambil menggertakkan giginya.
Para penjaga yang melihat kejadian itu tanpa sadar mundur agar tidak terkena imbas dari keganasan Baihu.
Setelah membunuh satu tetua sekte Makam Raja, Baihu berdiri dengan tenang mengatur nafasnya kembali dan melihat ke arah tetua lainnya.
“Apa kalian mau maju bersama atau satu persatu?” Baihu memancing kemarahan mereka.
“Jangan sombong kamu nak. Kekuatanku tak kalah darimu” salah satu tetua langsung mengerahkan kekuatannya yang juga berada di alam Langit tahap awal untuk membalas kematian saudara seperguruannya tadi.
Mengetahui musuhnya tidak bermain-main lagi, Baihu meminta Xin Ye untuk mundur dari arena pertarungan. Melihat kesungguhan Baihu, Xin Ye pun menjauh agar tidak terkena akibat dari pertarungan itu.
“Kalian beruntung. Aku telah lama ingin mencoba jurus ke 9 Matahari dan Bulan” teriak Baihu pada mereka berdua.
“Apa? Jangan bicara omong kosong. Kamu hanya menakut-nakuti kami.” teriak salah satu tetua.
“Benar. Kamu pikir kami bodoh, mana mungkin bocah sepertimu bisa menguasai ilmu itu” sahut tetua satunya.
Baihu tidak menjawab mereka. Dia pun segera merapal dan melakukan gerakan jurus ke 9 Matahari dan Bulan. Baihu melompat ke udara dan membentuk simbol Yin dan Yang di udara. Lalu mengarahkan jurus tersebut kepada kedua tetua itu.
__ADS_1
“Matahari dan Bulan Bersatu” teriak Baihu sambil mengarahkan serangan jurus itu pada mereka.
Kedua mata tetua itu melotot tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Kekuatan jurus ke 9 Matahari dan Bulan berpuluh-puluh kali lebih mengerikan dari jurus ke 8 tadi. Tekanan yang diakibatkan oleh jurus itu membuat mereka tidak bisa bergerak meskipun mereka memiliki kekuatan yang seimbang dengan Baihu.
“Oh Dewa, jurus ini jauh lebih mengerikan dari jurus puncak Membangunkan Sejuta Raja ke 6” gumam salah satu tetua yang mulai berkeringat dingin menyadari kekuatan dari jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu.
Mereka tidak sempat untuk menghindar apalagi membalas serangan. Baihu telah mengunci gerakan mereka dengan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu. Tekanan kekuatan yang dihasilkan membuat kedua tubuh tetua itu berbunyi seperti tulang yang patah di sekujur tubuh mereka.
KRAAK...KRAAKK...KRAAKK....
Suara itu terdengar keras membuat ngeri orang yang mendengarkannya. Orang yang datang melapor itu telah menjauh dari jangkauan serangan itu, dia segera berlari lagi masuk ke dalam gua buatan markas sekte Makam Raja. Para penjaga juga lari tunggang langgang masuk ke dalam gua.
AARRGHH... ARRGGHHH...
Pekik kematian dari kedua tetua itu terdengar nyaring membuat bulu kuduk bergidik karenanya. Xin Ye yang menyaksikan kedahsyatan jurus ke 9 Matahari dan Bulan itu tidak bisa mengedipkan matanya. Wajahnya pucat tidak menyangka jurus itu begitu mengerikan.
BLAMM...
Hentakan terakhir dari jurus itu membuat tubuh kedua tetua itu hancur berkeping-keping dengan patahan tulang dan daging yang berceceran kemana-mana membuat suasana bergidik karenanya.
“Oh... kekuatan jurus ke 9 Matahari dan Bulan begitu mengerikan. Pantas saja ketua sekte Shang Chi memintaku untuk berhati-hati menggunakannya” gumam Baihu yang tertegun dan merasa ngeri melihat sendiri hasil dari jurus ke 9 yang baru pertama kali dia kerahkan.
Dia menoleh ke arah Xin Ye yang masih berdiri kaku memandang ke arah tubuh kedua tetua itu yang hancur berantakan, sungguh sangat mengenaskan.
“I-Ini sungguh mengerikan. Mengapa ada jurus semengerikan itu” gumam Xin Ye gugup. Jiwanya terguncang oleh kengerian jurus ke 9 Matahari dan Bulan yang juga baru pertama kali dilihatnya.
__ADS_1
“Nona Xin” kata Baihu lirih padanya membuyarkan pikiran Xin Ye.
“I-Iya” Xin Ye pun terkejut dan gugup pada Baihu setelah melihat sendiri kekuatannya yang mengerikan. Setelah ini dia tidak berani lagi membuat Baihu marah karena sering menggodanya.