BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 104 | Baihu vs Xu Rou


__ADS_3

Pasukan bangsa Lato segera membawa Baihu masuk ke dalam perkemahan pasukan bangsa Lato lalu menempatkannya di dalam kurungan tempat Yang Zi berada bersama pasukannya.


“Yang Mulia,” bisik Yang Zi yang terkejut ketika melihat Baihu juga dimasukkan ke dalam kurungan itu.


Para prajurit yang ada di dalam kurungan juga memberikan hormat kepada Baihu. “Apa yang telah terjadi?” tanya Baihu pada Yang Zi.


Yang Zi kemudian menceritakan awal mula dirinya memutuskan untuk pergi menemui Baihu setelah menerima kabar berita tentang pasukan air dari bangsa Lato yang berlayar menuju kota Bintang dan juga Kota Persik.


Baihu menganggukkan kepalanya setelah mendengar bahwa Yang Zi lah yang meminta rombongan jendral Yan Shu untuk berbagi menjadi dua kelompok. Namun dia masih merasa heran karena jendral Yan Shu juga masih belum tiba di kota Langsang.


“Baiklah, karena aku telah melihat kalian baik-baik saja. Maka kita bisa segera pergi dari tempat ini.” kata Baihu sambil mengerahkan kekuatannya untuk menghancurkan kurungan itu.


Brakk!...


Pintu kurungan itu hancur oleh kekuatan Baihu. Di tengah kegelapan malam, Baihu mengajak Yang Zi dan para bawahannya untuk pergi meninggalkan perkemahan bangsa Lato.


“Tawanan melarikan diri!” Tiba-tiba terdengar teriakan seorang penjaga yang membangunkan seluruh penjaga dan juga pemimpin dari bangsa Lato. Mereka semua bergegas ke tempat kurungan itu dan mendapati kurungan dalam keadaan kosong.


Mata Pangeran La Yuan menjadi merah melihat hal itu. Dengan menggertakkan giginya dia memerintahkan pasukannya untuk melakukan pengejaran ke arah luar hutan.


Baihu yang mendengarkan teriakan itu segera memerintahkan Yang Zi untuk pergi terlebih dahulu menuju kota Langsang bersama pasukannya. Baihu akan menghadang untuk memperlambat mereka.


Ketika Baihu melihat para pasukan musuh sudah mendekatinya, dia segera mengerahkan kekuatannya untuk mengusir mereka. Baihu mengeluarkan jurus Angin Bagai Mengguncang Langit dan membuat pohon-pohon di hutan itu terkena angin dengan kuat. Pasukan lawan kesulitan untuk pergi mengejar Baihu dan kawan-kawan.

__ADS_1


Namun keadaan itu tidak berlangsung lama ketika sebuah kekuatan muncul dan menghalau kekuatan jurus Baihu dan kemudian meledak.


Bummm!....


Benturan kekuatan itu begitu keras hingga mementalkan Baihu beberapa langkah ke belakang. Baihu menyipitkan matanya ketika melihat seseorang yang bertubuh tinggi kurus datang lalu menghalau kekuatan jurus miliknya. “Tuan Xu Rou!” seru para prajurit bangsa Lato.


Xu Rou merupakan salah satu dari Xu bersaudara, dia bertubuh tinggi dan kurus. Tatapan matanya tajam melihat ke arah Baihu. Dia berjalan mendekati Baihu dan berdiri di depannya. “Siapa kamu berani membuat keributan di perkemahan kami?” tanya Xu Rou dengan tatapan tajam ke arah Baihu.


“Kamu tidak perlu tahu siapa diriku. Aku datang untuk membebaskan para penduduk yang telah kalian tangkap,” sahut Baihu berusaha mengulur waktu agar Yang Zi dan pasukannya telah pergi menjauhi tempat itu menuju kota Langsang.


Mata Xu Rou mendelik dan wajahnya geram mendengar jawaban Baihu. “Sombong! Aku akan memberimu pelajaran,” seru Xu Rou kemudian bersiap menyerang Baihu.


Xu Rou bergerak dengan kecepatan kilat ke arah Baihu sambil mengayunkan tinjunya ke arah dada Baihu. Melihat serangan Xu Rou, Baihu berkelit menghindari serangan tinju tersebut. Dia memiringkan tubuhnya kemudian mundur sambil melompat.


Xu Rou tidak membiarkan Baihu pergi menjauh, dia mendesak Baihu dengan serangannya beberapa kali mengarah ke titik-titik vital Baihu. Namun Baihu dengan ringan mengelak dari serangannya.


Baihu sengaja mengulur waktu lebih lama agar bisa membuat Yang Zi tiba di kota Langsang dengan selamat. Xu Rou menyipitkan matanya melihat gerakan Baihu yang sengaja menghindarinya dan tidak membalas menyerang. “Sial, anak ini sengaja mengulur waktu,” batin Xu Rou dengan kesal setelah menyadari hal itu.


Setelah menghindari serangan selama tiga puluh menit, Baihu akhirnya mundur untuk mengatur nafasnya. Dia bersiap untuk membalas serangan Xu Rou. Baihu lalu mengeluarkan jurus Sembilan Semesta untuk melawan serangan Xu Rou.


Kekuatan Xu Rou berada di alam Abadi tahap awal, sedangkan Baihu berada di alam langit tahap akhir. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh, namun Baihu menggunakan jurus kuat untuk mengimbangi Xu Rou.


Serangan Baihu dengan jurus puncak Kuasa Sejati membuat pertahanan tubuh dan juga serangannya meningkat drastis. Xu Rou tampak terkejut dengan keganasan jurus Baihu. Dia tidak ingin berlama-lama melawan jurus Baihu. Xu Rou langsung mengerahkan kekuatan maksimal miliknya dan beradu kekuatan dengan Baihu.

__ADS_1


Bumm...


Ledakan terjadi ketika kekuatan kedua orang itu beradu dengan keras. Baihu terdorong mundur sambil mengibaskan tangannya yang kebas oleh benturan kekuatan itu.


Xu Rou melotot menyadari kekuatan Baihu yang bisa mengimbangi dirinya. “Sial, jurus anak ini terlalu kuat. Aku tidak boleh berlama-lama untuk menaklukkannya. Xu Rou kali ini mengeluarkan jurus Tinju Surga dan Neraka yang lebih dahsyat dari sebelumnya.


Angin menderu ketika jurus Tinju Surga dan Neraka menyerang ke arah Baihu, Baihu menyipitkan matanya. Dia kemudian mengerahkan jurus ke sembilan Matahari dan Bulan, Matahari dan Bulan Bersatu untuk melawan kekuatan jurus lawan.


Baihu melompat ke udara sambil membentuk bayangan Yin dan Yang di ujung jari telunjuknya. Lingkaran Yin dan Yang itu berbentuk kecil kemudian dikerahkannya ke arah Xu Rou.


Xu Rou merasakan tekanan yang sangat kuat ketika Baihu melepaskan serangan jurus Matahari dan Bulan Bersatu kepadanya. Xu Rou mengubah jurusnya menjadi jurus pertahanan. Aura yang memancar dari tubuhnya semakin menebal dan menahan tekanan jurus yang dilancarkan oleh Baihu.


Bumm!...


Ledakan kembali terjadi, Baihu dan Xu Rou sama-sama terdorong mundur dua langkah. Xu Rou merasakan tangannya sedikit kebas oleh benturan tersebut. Demikian juga Baihu yang kembali merasa tangannya kebas, dan dari sudut mulut Baihu meneteskan air mata.


“Lelaki ini sungguh kuat. Kekuatannya berada di atas kekuatanku,” gumam Baihu yang berpikir keras menghadapi Xu Rou.


Baihu menggunakan kesempatan itu untuk menarik nafas lalu mempersiapkan kembali jurus puncak Sembilan Semesta. Jurus Kuasa Sejati membuat kekuatan Baihu berkali-kali lebih kuat.


“Aku harus berlatih lagi dan mencoba menggabungkan beberapa jurus,” gumam Baihu sambil bersiap kembali.


Baihu meningkatkan kekuatannya, serangannya menjadi semakin tajam dan kuat. Jurus Kuasa Sejati merupakan jurus puncak Sembilan Semesta. Baihu merasa tegang namun akal logikanya masih berpikir untuk melarikan diri dari pertempuran itu.

__ADS_1


“Aku harus kembali agar tidak membuat kakak Yang Zi merasa khawair.”


Kemudian Baihu yang telah mengerahkan kekuatannya segera menyerang kembali ke arah Xu Rou. Dia tidak membiarkan Xu Rou untuk mengambil nafas terlalu lama, sehingga wajah Xu Rou terlihat jelek. “Anak ini bukan manusia biasa. Siapa dia? gumam masih penasaran.


__ADS_2