BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 33 | Kekesalan Li Yan


__ADS_3

Shu Chao langsung menaiki arena menunggu murid dari sekte Bulan Es untuk naik. Mata Shu Chao melirik ke arah Li Yan yang memiliki paras paling cantik dari semua murid Bulan Es. “Oh, aku jatuh cinta pada gadis itu” batinnya sambil terus melirik ke arah Li Yan.


Li Yan yang berada diantara murid sekte Bulan Es merasa risih dirinya ditatap terus oleh Shu Chao. Dia pun maju ke atas arena untuk bertanding melawan Shu Chao.


Kedua kekuatan mereka seimbang berada di alam Suci tingkat akhir, penguasaan jurus Shu Chao berada di jurus ke 7 dari 9 jurus Matahari dan Bulan. Sementara Li Yan sudah menguasai 6 dari 7 jurus Bulan Beku.


Wajah Li Yan terlihat kesal dengan pandangan mata Shu Chao padanya dia pun segera menyerangnya begitu aba-aba pertandingan di mulai. Sementara Shu Chao masih tertegun dengan kecantikan dari Li Yan.


“Ah, Aku hampir saja kalah dalam satu jurus” gumamnya sadar ketika merasakan angin serangan dingin dari arah depannya.


Shu Chao segera menghindari serangan dari Li Yan. Namun Li Yan tidak menghentikan serangannya disana. Dia segera mengubah serangannya mengarah pada kepala Shu Chao.


Setiap serangan jurus dari Li Yan memancarkan energi yang sangat dingin merasuk ke tulang lawan. Jika bukan karena kekuatan kultivasinya yang setara, Shu Chao sudah jatuh dalam serangan pertama.


“Ugh, serangannya ganas dan dingin sekali” gumam Shu Chao dalam hatinya


Melihat serangan Li Yan yang ganas, Shu Chao segera menangkisnya dengan jurus Matahari kedua. Li Yan tidak mau kalah melihat serangannya dipatahkan oleh Shu Chao, dia kemudian melakukan sapuan dengan kaki kanannya ke arah atas menuju dada Shu Chao.


Melihat tendangan Li Yan, Shu Chao buru-buru memblokirnya dengan kedua tangan agar tidak mengenai dadanya.


“Cih, kamu hanya bisa menghindar dan menangkis” cibir Li Yan


“Bersiaplah. Aku akan menyerangmu” sahut Shu Chao


Li Yan tersenyum melihat Shu Chao terpancing olehnya untuk melakukan serangan padanya, Li Yan lebih menyukai serangan langsung tanpa bertarung lama untuk menghemat energinya.

__ADS_1


BUMM!


Energi Bulan Beku Li Yan membuat tubuh Shu Chao berhenti dan membeku, Li Yan lalu menghentikan pertandingannya melihat tubuh Shu Chao yang tidak bisa bergerak oleh jurus ke 6 dari Bulan Beku, Pembekuan Darah.


Jika dalam pertarungan hidup mati, Li Yan akan mudah membunuh lawannya yang telah berhenti bergerak akibat pembekuan darah telah dikenakan padanya. Apalagi bila kekuatan kultivasinya lebih tinggi lagi, tubuh lawan akan terselimuti oleh es sehingga langsung mati membeku.


“Pemenangnya adalah Li Yan dari sekte Bulan Es” teriak panitia pertandingan


Para murid, guru dan tetua lainnya terkejut mendengar Shu Chao dengan mudah dikalahkan oleh Li Yan. Shu Chao adalah posisi kedua tiga tahun lalu dan hanya di kalahkan oleh juara bertahan Gong Jun di pertandingan final


Semua orang terkejut dengan hasil ini, mereka tidak menyangka perkembangan dari sekte Bulan Es yang menjadi lebih kuat. Mereka juga tidak menyangka sekte Matahari Bulan akan dikalahkan dengan mudah pada pertandingan kali ini.


“Dengan kalahnya Shu Chao, berakhir sudah sekte Matahari Bulan” gumam Guru Wang Lei menggelengkan kepalanya melihat andalan sekte Matahari Bulan dikalahkan dengan mudah


Mata Shu Wei berkedut melihat pertandingan itu, dia merasa kesal melihat kekalahan cucunya dengan mudah oleh murid dari sekte Bulan Es. Dia segera mengambil tubuh cucunya dan menghangatkannya dengan energi alam Langitnya.


Wajah Shu Wei menjadi gelap oleh perkataan dari Shu Chao, dia tidak menjawabnya namun pergi kembali ke tribun atas.


Berikutnya Zhang Ji dari sekte Matahari Bulan yang maju melawan Li Yan. Semua orang tahu bahwa kekuatan Zhang Ji berada di bawah Shu Chao. Jadi mereka merasa sekte Matahari Bulan tidak ada harapan. Zhang Ji pun dikalahkan oleh Li Yan dalam 2 jurus.


“Ah, berikutnya giliranmu Baihu. Ingat pesanku nak” seru ketua sekte Shang Chi


Baihu tidak terlalu memperhatikan seruan dari ketua sekte Shang Chi. Dia melangkah menaiki arena dengan wajah acuh tak acuh mendekati Li Yan yang sejak tadi tidak terlalu dia perhatikan.


“Kamu!” teriak Li Yan saat melihat wajah Baihu dengan jelas.

__ADS_1


Baihu mengernyitkan matanya melihat ke arah Li Yan, dia tidak mengerti maksud dari Li Yan. “Maaf, kamu mengenalku?” tanya Baihu dengan wajah serius


“Dasar bocah mesum! kamu lupa kejadian di kolam air itu?” gerutu Li Yan kesal


Orang-orang tidak mendengar jelas kata-kata Li Yan dia tas arena, namun dari wajahnya tampak mereka saling mengenal.


Wang Mei menyipitkan matanya melihat ke arah wanita yang tampak kesal pada Baihu. “Dasar bocah nakal. Apa yang telah dia lakukan pada wanita itu. Mengapa dia terlihat kesal dan marah padanya” geram Wang Mei


Ketika Baihu diingatkan tentang kolam, ingatan Baihu langsung mengingat kejadian di kolam tersebut. Dia memandang wajah wanita di depannya. “Maaf aku tidak mengenalimu. Kamu terlihat berbeda” sahut Baihu melihat pakaian Li Yan.


Baihu tidak mengenali Li Yan karena saat itu hanya melihatnya sekali tanpa sehelai benang di tubuhnya kemudian dia memalingkan wajah dan pergi, dan sekarang dia mengenakan pakaian lengkap.


Li Yan bertambah kesal mendengar kata-kata Baihu dan matanya yang melihat ke arah pakaiannya,”Kamu pasti membayangkan kejadian itu” gerutu Li Yan yang langsung menyerang ke arah Baihu


Baihu terkejut melihat lawannya langsung menyerang dirinya dengan ganas. Namun dia dengan mudah menghindarinya. Baihu tidak menggunakan kekuatan maksimalnya, dia hanya menggunakan kekuatan alam Suci tahap puncak agar seimbang dengan lawannya.


Mata Li Yan berkedut melihat serangannya dihindari dengan mudah oleh Baihu. “Bocah ini kemampuannya melebihi Shu Chao. Siapa bocah ini?” gumam Li Yan terkejut


Li Yan menghentikan serangannya, dia langsung menggunakan kekuatan jurus ke 6 Bulan Beku, Pembekuan Darah kembali. “Aku akan membuatmu malu hari ini” gerutu Li Yan


“Ah, sampai disini pertandingan sekte Matahari Bulan. Anak baru itu pasti tidak akan bisa mengalahkan jurus Li Yan” kata seorang tetua di belakang ketua sekte Shang Chi.


Baihu hanya diam tidak bergerak menunggu serangan dari Li Yan. Namun tindakannya membuat Li Yan bertambah kesal. “Bocah sialan!” teriaknya kali ini


Baihu hanya menggunakan jurus Matahari Keempat untuk menghadang jurus ke 6 dari Li Yan. Namun yang tidak diketahui oleh orang-orang, Baihu langsung mengerahkan keempat jurus Matahari Bulan secara bersamaan.

__ADS_1


Mata ketua sekte Shang Chi tertegun, dia tidak menyangka Baihu menemukan ide seperti itu. “Anak yang sangat berbakat” gumamnya sambil tersenyum senang


__ADS_2