BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 30 | Kalian akan terkejut karena anak itu andalan kami


__ADS_3

Baihu berlari ke arah tebing di belakang kediaman sekte. Dia memandang ke arah jurang di depannya. Wajahnya menjadi muram mengingat pada kematian kedua orang tuanya. Dia merasa sangat sedih dan juga marah pada mereka yang membunuh kedua orang tuanya.


Lalu dia memandang ke arah langit,” Ayah, Ibu, Baihu pasti akan membalaskan dendam kematian kalian” teriaknya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Wang Mei yang datang sudah berada di dekat Baihu terkejut mendengar teriakan Baihu, dia tidak menyangka Baihu ternyata kehilangan kedua orang tuanya di usianya yang masih muda.


Melihat keadaan Baihu, Wang Mei menghentikan langkahnya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia hanya tahu perasaannya juga turut bersedih merasakan kesedihan Baihu.


“Baihu, aku tidak tahu kamu memendam luka yang begitu dalam” batinnya


Kemudian tampak Yang Zi sudah turut mendatangi Baihu dia berjalan perlahan mendekatinya, “Baihu, aku minta maaf atas perkataanku yang membuatmu mengenang lukamu kembali. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih” katanya.


“Aku merasa bersyukur telah menemukanmu karena permintaan terakhir ayahku adalah untuk menemukanmu. Aku telah mencarimu dalam 3 tahun terakhir. Aku juga tidak ingin mengungkit soal perjodohan kita. Aku hanya senang melihatmu kembali” lanjut Yang Zi.


“Perjodohan?” Mata Baihu berkedut mendengar perkataan Yang Zi. Dia merasa kembali mengingat tentang perjodohan itu saat ayahnya memanggil dirinya yang sedang menemui tamu yang datang bersama seorang anak perempuan.


Melihat Baihu terdiam, Yang Zi hendak pergi meninggalkannya.


“Apakah kamu kakak yang memberikanku buah apel saat datang bersama ayahmu itu?” tanya Baihu tanpa menoleh ke arahnya


Yang Zi meneteskan air matanya mendengar Baihu telah mengingat dirinya, “Iya. Itu aku” sahutnya sambil pergi meninggalkan Baihu.


Mata Wang Mei berkedut mendengar semua percakapan mereka, dia tidak menduga bahwa Baihu dan Yang Zi adalah kenalan lama dan mereka telah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka.


Entah kenapa hati Wang Mei merasa sakit mendengar hal itu, lagi pula wajah Yang Zi tak kalah cantik darinya. “Kenapa denganku? Mengapa hatiku menjadi sakit mendengar percakapan mereka? Apakah aku menyukai bocah sialan ini?” gumamnya dalam hati


Wajah Wang Mei menjadi merah, dia membatalkan maksudnya untuk menenangkan Baihu setelah mendengarkan kata-kata Yang Zi tadi. Dia pun pergi kembali ke dalam arena ruang pelatihan itu.

__ADS_1


Kepergian Baihu dari ruang pelatihan tidak terlalu diperhitungkan oleh Guru Wang Lei dan para murid-muridnya. Bagi mereka Shu Chao dan Zhang Ji tampak akan menjadi andalan dari sekte Matahari Bulan. Mereka sudah cukup puas melihat kekuatan dari sekte Matahari Bulan.


“Ketua sekte, terima kasih telah menerima kami. Kami sungguh banyak mendapatkan pelajaran dari pertemuan ini” kata Guru Wang Lei pada Ketua sekte Shang Chi


“Hehehe... tidak mengapa Guru Wang, sayang salah satu muridku pergi, mungkin karena dia merasa bosan” sahut Ketua sekte Shang Chi kembali


“Ah tidak apa, aku merasa sudah cukup dengan mengenal Shu Chao dan Zhang Ji” kata Guru Wang Lei dengan nada meremehkan Baihu.


Ketua sekte Shang Chi tersenyum senang,”Kalian akan terkejut, karena andalan kami sebenarnya adalah anak itu” gumam ketua sekte dalam hatinya


Setelah kepergian tamu dari sekte Pedang Langit, ketua sekte merasa puas dengan kejadian hari ini yang tidak terduga baginya. “Untung Baihu tidak terlalu diperhatikan. Anak itu memang pandai tidak menonjolkan dirinya. Hehehe...” gumam ketua sekte


Baihu yang telah kembali ke kediamannya tampak duduk termenung kali ini. Entah kenapa dia merasa enggan untuk berlatih setelah pertemuan dengan orang dari sekte Pedang Langit. Lagi pula, hari telah menjelang malam. Dia hanya duduk di teras kamarnya dan memandang ke arah aliran sungai.


“Baihu, apa kamu baik-baik saja?” tiba-tiba Wang Mei mengunjunginya.


Wang Mei berjalan mendekati Baihu lalu duduk disampingnya.”Aku memasak makanan terlalu banyak. Apakah kamu mau makan bersamaku?” tanyanya


Baihu menoleh ke arah Wang Mei dan memandang wajahnya, “Terima kasih kakak Wang. Tapi aku belum merasa lapar” sahutnya.


“Ah...” Wang Mei mendesah di samping Baihu.


Baihu melihatnya dengan wajah aneh karena tampak sepertinya Wang Mei kurang bersemangat. “Kakak kenapa? Selama beberapa hari ini aku juga tidak bertemu dengan kakak” tanya Baihu


Wang Mei memandang ke arah langit sambil menghirup nafas dalam-dalam, “Aku cukup sibuk di kelas akhir-akhir ini, jadi tidak bisa menemanimu berlatih” sahutnya


“Sepertinya kultivasimu telah melampaui diriku sekarang, belum lagi jurusmu. Aku benar-benar malu jika harus mengajarkanmu” lanjut Wang Mei

__ADS_1


“Kakak, aku hanya memerlukan teman untuk berlatih. Dengan adanya kakak disampingku, aku merasa lebih bersemangat” sahut Baihu sambil tersenyum padanya


Wajah Wang Mei menjadi merah mendengarnya, “Sialan, bocah ini pinter juga merayu” gumamnya dalam hati


Baihu tidak bermaksud merayu, dia hanya ingin Wang Mei kembali bersemangat untuk berlatih bersamanya. Hanya saja bagi Wang Mei, kata-kata Baihu itu terdengar seperti rayuan untuk dirinya.


Setelah itu mereka pun makan bersama di kediaman Wang Mei. Wang Mei merasa senang karena makanan yang dibuatnya disukai oleh Baihu. Dan Baihu juga terlihat kembali bersemangat setelah kejadian tadi siang.


“Aku tidak menyangka kamu telah memiliki jodoh di usia muda ini” kata Wang Mei menyindirnya


Mata Baihu berkedut mendengar perkataan Wang Mei, “Ah, itu kan kehendak orang tua di masa lalu kak. Saat ini aku tidak begitu mengenalnya. Bagaimana bisa menjadi jodoh” senyum Baihu geli membayangkan hal itu.


Wang Mei merasa senang mendengarnya di dalam hati, “Tapi nona Yang itu cantik juga loh” godanya kembali.


Baihu kemudian termenung memikirkan Yang Zi, “Hmm... benar juga kata kakak, nona Yang Zi itu cepat juga tumbuh dewasa dan cantik. Aku rasa boleh juga jika hendak mengenalnya” sahut Baihu sambil melanjutkan lagi makannya.


Kali ini wajah Wang Mei menjadi merah kesal mendengar jawaban Baihu,”Cepat habiskan makananmu. Setelah itu kembali ke kediamanmu” katanya kesal


Baihu tertawa geli melihat perubahan wajah dan sikap Wang Mei,”Tapi nona Yang Zi tidak secantik kakak, apalagi jika sedang marah seperti ini” godanya.


“Aarrgh... Bocah sialan ini... benar-benar mempermainkan perasaanku.” gumam Wang Mei dalam hatinya menjadi kesal dengan wajah memerah.


Baihu tidak memperhatikan perubahan di wajah Wang Mei, dia masih tetap menikmati makanan yang disajikan oleh Wang Mei. Baginya, Wang Mei adalah satu-satunya orang yang dekat dengannya saat ini selain harimau Sunu, Guru Wu Shan dan Ketua Sekte Shang Chi.


“Oh ya, bagaimana kabar nona Zhou An?” tanyanya pada Wang Mei.


“Aku tidak tahu!” sahut Wang Mei ketus

__ADS_1


__ADS_2