BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 109 | Kembali melawan Xu Bersaudara


__ADS_3

Xu Gang terkejut melihat kekuatan Baihu yang meningkat dengan menggunakan Pedang Naga. Dia menyipitkan matanya menatap Pedang Naga yang memancarkan aura tajam dan menekan.


“Pedang yang bagus, aku harus memilikinya,” gumam Xu Gang dalam hatinya.


Xu Gang lalu bersiap untuk menyerang kembali, kali ini dia mengeluarkan senjata roda miliknya. Dia menggunakan dua buah roda yang terbuat dari emas yang dilapisi oleh hiasan berwarna putih perak berkilau. Ada beberapa manik-manik di hiasan itu yang membuat semburat warna-warni ketika roda itu memantulkan cahaya matahari.


Xu Gang memutar kedua roda emasnya itu dan memantulkan cahaya warna-warni menyilaukan ke segala arah. Dia menyerang Baihu dengan ganasnya. Baihu menatap serangan roda emas lalu menggerakkan pedang naga miliknya untuk menghadang.


Salah satu roda tertahan oleh pedang naga Baihu tapi roda lainnya memutar menyerang bagian belakang Baihu.


Baihu melompat menghindari serangan roda emas kemudian menjejakkan kakinya pada roda itu dan bersalto di udara.


Xu Gang tampak geram karena serangannya meleset dan tidak mengenai Baihu. Kemudian dia kembali menyerang dengan menggunakan jurus Roda Ganda miliknya.


Roda emas kembali berputar sejajar ke arah Baihu, namun Baihu memiringkan tubuhnya sehingga kedua roda melintasi di antara tubuhnya. Baihu memantulkan salah satu roda dengan menggunakan pedang Naga dan menendang roda lainnya.


Prang!


Pedang Naga menghantam roda emas dengan keras dan terpental menjauh. Mata Xu Gang berkedut ketika melihat Baihu berhasil mematahkan jurus roda ganda miliknya dengan mudah.


Dengan menggunakan salah satu roda yang masih tersisa di dekat Baihu, Xu Gang mengendalikannya dengan menarik arah roda dan menyerang Baihu kembali.


Baihu juga membalik badannya dan menghadang serangan roda yang berputar diagonal ke arah tubuhnya.


Trang!


Roda itu dipantulkan kembali dengan menyabet pedang naga milik Baihu. Roda terpental kembali ke arah pemiliknya. Sementara Xu Gang telah mengambil roda emas satunya yang tertancap di tanah.


Lalu dengan sigap Xu Gang kembali melayangkan roda yang baru saja diambilnya ke arah Baihu.

__ADS_1


Serangan dua roda emas yang silih berganti membuat Baihu kewalahan menangkisnya. Dia pun memikirkan cara untuk menghentikan serangan roda tersebut yang seperti air mengalir bergantian.


Ketika serangan salah satu roda bisa dihindari oleh Baihu, roda lainnya pun sudah melayang ke arah dirinya. Saat Baihu berhasil menahan serangan roda itu, kembali roda pertama berbalik menyerang dirinya.


Merasa cukup kewalahan dengan serangan itu Baihu meningkatkan kekuatan maksimalnya. Kekuatan alam abadi yang baru saja dikuasainya terpancar dari tubuh Baihu.


Xu Gang terkejut merasakan energi Baihu yang telah meningkat dalam beberapa hari ini. “Anak ini sungguh berbakat, sangat disayangkan dia berada di pihak lawan,” batin Xu Gang.


Baihu yang mengerahkan kekuatan alam abadi miliknya membuat tekanan yang besar ke sekitar area pertempuran. Pasukan Gurun Barat dan pasukan bangsa Lato merasakan tekanan tersebut lalu terhempas olehnya.


Baihu kemudian menyalurkan kekuatannya itu ke pedang Naga miliknya dan mengeluarkan jurus pedang naga langitnya. Energi pedang menyebar ke segala arah, pedang Baihu berubah menampilkan ribuan pedang yang siap digunakan untuk menyerang lawannya.


Mata Xu Gang berkedut melihat jurus tersebut, dia lalu mengerahkan kekuatan alam abadi miliknya dan menyalurkan ke kedua roda emas miliknya lalu membuat perisai pertahanan di depan tubuhnya.


Ribuan pedang naga Baihu menyerang seperti aliran ombak di lautan yang menghantam roda emas milik Xu Gang tanpa terputus.


Trang! Trang! Trang!


Xu Gang lalu menggandakan dengan menggabungkan kedua roda emas miliknya untuk menahan serangan pedang Naga tersebut.


Brakk!


Salah satu roda emas Xu Gang tampak patah menjadi tiga bagian, namun beruntung satu roda lainnya masih menjadi perisai yang menahan serangan pedang Naga Baihu sehingga tubuhnya terhindar dari tusukan pedang Naga Baihu.


Wajah Xu Gang berubah kelam, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya. “Sialan, anak ini telah melampaui kekuatanku. Aku tidak bisa melawannya sendiri. Dimana Xu Rou?” gumam Xu Gang sambil matanya mencari keberadaan adiknya.


Melihat serangannya berhasil mematahkan Roda Emas Xu Gang, Baihu lalu menyiapkan kembali jurus pedangnya. Mata Xu Gang melotot menyaksikan Baihu yang kembali mengotot untuk menyerang dirinya. “Kurang ajar!” geram Xu Gang.


Dia terlihat panik menyadari serangan Baihu. Dengan menggunakan satu roda akan membuat tubuhnya menjadi sasaran empuk jurus ribuan pedang naga Baihu.

__ADS_1


Cetarrr!...


Tiba-tiba secarik cambuk menggelegar ke arah Baihu dan menyerang dirinya dari kejauhan. Xu Gang tampak gembira dengan kedatangan cambuk tersebut. “Xu Rou, akhirnya kamu muncul juga,” kata Xu Gang.


“Maaf membuatmu menunggu kak,” sahut Xu Rou yang baru saja datang karena melihat serangan Baihu dari kejauhan.


Xu Rou menyadari kakaknya tentu kewalahan menghadapi Baihu sendirian, jadi dia segera datang untuk bergabung melawan Baihu.


Baihu mengernyitkan dahinya melihat kedatangan Xu Rou. Melawan dua orang yang berada di alam abadi akan cukup merepotkan. Namun Baihu tidak menyerah, dia percaya dengan pedang Naga di tangannya, dia akan bisa mengatasi Xu bersaudara.


Baihu menggenggam erat pedang naga miliknya, dia diam-diam menyalurkan kekuatannya kembali ke pedang naga untuk bersiap mengeluarkan jurusnya.


“Ayo kakak, kita serang dia bersama-sama,” teriak Xu Rou yang sudah siap menyerang menggunakan cambuk miliknya.


Xu Gang menganggukkan kepalanya dan mempersiapkan roda emas di tangannya, kini dia tidak lagi bisa menggunakan jurus roda ganda miliknya karena salah satu roda telah hancur menjadi tiga patahan.


Xu bersaudara segera mengepung Baihu dari arah yang berbeda. “Xu Ruo lebih lemah dari Xu Gang, aku harus memfokuskan untuk lebih menyerangnya,” batin Baihu dengan sudut mata yang mengikuti pergerakan kedua Xu bersaudara.


Cetarrr...


Cambuk Xu Rou kembali menggelegar ke arah Baihu. Baihu berkelit sehingga cambuk itu mengenai tempat yang kosong, namun Xu Gang telah menyerangnya ketika dia berkelit membuat Baihu mau tidak mau menghadang serangan itu dengan tangan kirinya.


Dessh...


Tangan kiri Baihu menahan roda emas Xu Gang dan membuat tangannya sedikit kebas. “Uh... kerjasama mereka sangat baik. Aku harus lebih berhati-hati,” gumam Baihu. Namun pikiran Baihu terpecah ketika melihat cambuk Xu Rou kembali meluncur ke arahnya.


Kali ini Baihu menghindari sambil menyerang lebih dulu ke arah Xu Gang yang sedang bersiap untuk menyerang. Xu Gang terkejut karena tidak menyangka Baihu mengejar dirinya. Dia membuat pertahanan dengan perisai yang dibentuk dari roda emas miliknya.


Pedang Baihu yang akan mengenai roda emas Xu Gang tiba-tiba berbalik arah. Baihu menggunakan perisai roda emas Xu Gang untuk menolak tubuhnya dengan menendangnya. Xu Gang terdorong mundur oleh tendangan Baihu namun matanya berkedut. “Adik, hati-hati!”

__ADS_1


Baihu yang menggunakan roda emas Xu Gang untuk menolak tubuhnya berbalik meluncur dengan cepat ke arah Xu Rou. Xu Rou yang bermaksud mengejar Baihu terkejut karena Baihu justru meluncur ke arahnya dengan ujung pedang naga. “Ah...”


__ADS_2