Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
hancurnya duniaku


__ADS_3

rasanya lelah sekali, pekerjaan ku telah selesai . tapi max tidak ada kabar bahkan ia tidak mengangkat teleponku . . padahal aku sangat merindukan nya . . assss aku bisa gila merindukan nya seperti ini,


jadi aku putuskan untuk ke kosnya saja,


"mau pulang bareng" tawar renal kepadaku


"nggak ah nanti dimarahin tantemu" hehe aku bercanda , karena ia sering digoda tante-tante ...


rambut gondrong nya itu yang bikin tante-tante klepek-klepek.


"Tante didepan ku ini maksud mu"


"ihhh renal aku maksud mu" aku memukulnya pelan


"ayo naiklah"


"aku mau ke kos max"


"cih , ternyata awet juga sama brondong mu itu"


"mau antar gak"


aku menaiki motor renal, kami selalu berbicara dijalan. aku dan dia memang banyak omong nya.


"kenapa ambil cuti lama sekali, tanyaku" karena hari ini dia baru masuk


"lagi banyak duit"


lagi-lagi aku ingin menampolnya


...


dia menurunkanku di gang, karena kos-kosan max memang masuk gang yang sempit. padahal waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. . wanita macam apa aku jam segini nyamperin cowok..

__ADS_1


aku mencari-cari di tas, kunci kosan max yang biasa ku pegang.


"ini dia" aku membuka pintunya. . .


"gelap . . .dimana brondongku" kataku pelan


ceklek aku menghidupkan lampunya


seketika duniaku hancur saat itu juga, melihat apa yang didepan mataku. . . bahkan air mata pun sudah membanjiri pipiku.


max tidur dengan wanita lain, aku melihat nya sendiri dengan mata kepala ku.


max mengerjapkan matanya karena lampu yang kunyalakan


"rose!" dia kaget melihat ku berdiri disini


hiks. .hiks. .sekuat tenaga aku menahan tangisku..


"i hate you" aku berlarian meninggalkan kosan max. . .


tapi mengapa harus turun hujan disaat seperti ini aku benci dunia ini. . .


sambil terus berlari aku melihat ke belakang, apa? max megejarku aku berusaha menambah kecepatan ku... tapi rasanya percuma saja aku sudah merasakan tubuh max memeluk ku dari belakang.


hiks. . .hiks. .hiks... tangisku semakin pecah dipinggir jalan raya ini , walupun tidak terlihat karena hujan sudah membasahi tubuhku..


"lepasin max" kataku sambil mencoba melepaskan pelukannya


"Rosella maafin aku, aku nggak bermaksud"


"stop, kamu emang brengs** . . max . . . benar apa yang dikatakan ibuku selama ini" emosiku meluap


"Ros!!" telapak tangannya sudah hampir menyentuh pipiku

__ADS_1


"asalkan kamu tahu , semua ini karena kamu. . .kamu ngga pernah ngasih itu ke aku. jadi jangan salahin aku kalo aku minta itu dari wanita lain" katanya dengan bangga


"silahkan minta ke wanita lain, aku wanita baik-baik ...tentu saja berbeda dengan jalangmu itu"


aku mencoba berlari lagi tapi dia menerkamku dia memaksa menciumiku dan menyentuh tubuhku..


"lepas!! " teriakku dan itu percuma saja , dini hari jalanan sepi . . tapi tunggu dulu aku melihat satu mobil melaju di derasnya hujan ini , aku melepaskan max dan berlari ditengah jalan dan merentangkan kedua tanganku , lebih baik aku mati daripada disentuh ****** itu.


sssttt... mobil itu mengerem mendadak.


"Ross!!!" teriak max


aku masih diam membeku dan menutup mataku sampai akhirnya mersakan hujan reda, tunggu dulu ada yang memanyungiku.


"bapak?" dia daddynya Axel.


max berusaha memegang tanganku tapi aku menepisnya dan menyembunyikan badanku dibelakang Alden , iya Alden aku mengingat namanya.


"Ros ayo pulang bersama ku" kata max


"bapak tolong saya, bawa saya pergi" ucapku sambil memegang lengannya dan menangis tentunya ,


"pak lepaskan dia pacar saya" kata max menantangnya


"jaga mulutmu itu, dia calon istri ku"


apa,aku tidak percaya itu kalimat itu keluar dari mulut alden.


max yang berusaha melayangkan pukulannya berhasil ditepis dengan mudah oleh Alden,


dukkkk....


hanya dengan satu pukulan max terjatuh, sebenarnya aku tidak tega melihatnya tapi aku memilih pergi dengan Alden.

__ADS_1


__ADS_2