Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Hadiah untuk Mommy


__ADS_3

Suara ketukan pintu membuat Alden dan Rosella saling berpandangan.


"itu dia ya mas" ucap Rosella bersemangat, ia menyuruh Alden untuk memanggil Vita dan Juna.


"mungkin" jawab Alden singkat.


"sana-sana" ucap Rosella kesal , Alden terus menempel padanya. Berdiri dan mempersilahkan masuk.


"Ro-rosella" ucap Vita membulatkan matanya melihat sosok wanita cantik yang lama tidak ada kabar itu.


"Iya vit ini aku" ucap Rosella tersenyum dan merentangkan kedua tangannya.


Vita tergopoh-gopoh berlari kepelukan Rosella, memeluknya dengan erat begitu rindu dan khawatir dengan sahabatnya ini.


"Jangan menangis" ucap Rosella mengusap-usap punggung Vita, lalu matanya beralih pada sosok tinggi yang sedari tadi dibelakang Vita.


Rosella bisa melihat tatapan mata kesedihan Juna ketika melihat Vita menangis seperti ini.


"Ros, kamu dimana saja selama ini" memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki, Rosella masih sama hanya saja sedikit berisi.


"nanti aku ceritakan" ucap Rosella mengajak Vita untuk segera duduk.


Bercerita tentang kehidupan masing-masing, menangis tersedu-sedu saat merasa sedih lalu tertawa ketika mengingat masa senang. Alden dan Juna hanya menggelengkan kepalanya di meja kerja Alden. Pura-pura tidak mendengar kehebohan mereka.


Dasar wanita.


"Nanti kita hangout bareng ya" ucap Vita bersemangat meskipun matanya begitu sembab.


"siap, nanti aku ajak anak-anak" jawab Rosella tersenyum.


"Sudah sore, ayo pulang" ucap Juna jengah dengan drama mereka.


"iya-iya" jawab Vita kesal lalu menyusul langkah kaki Juna setelah berpamitan dengan Alden dan Rosella.


"sudah puas?" tanya Alden merasa diabaikan dari tadi.


Rosella segera menghampiri Alden, mengusap rahangnya dan memberikan ciuman gemas disana "brewok nya ganggu terus" gerutu Rosella kesal merasa bibirnya tersakiti.


"iya-iya nanti aku potong" sahut Alden terkekeh.


.


.


.


"Ngapain kesini mas?" tanya Rosella ketika Alden memberhentikan mobilnya pada tempat yang menurutnya asing, tapi ini tidak jauh dari rumah nya.


"sudah ayo turun" ucap Alden melepaskan sabuk pengamannya.


Menuruti perintah suaminya, mata Rosella menyusuri kesana-kemari. Namun fokusnya tetap pada bangunan besar.


"Kamu mau ngajak aku ke bar" ucap Rosella menatap tidak percaya pada suaminya.


"sudah ayo" ucap Alden menarik tangan Rosella.


Bar yang masih kosong, dengan dekorasi yang benar-benar mirip dengan bar Rosella sebelumnya, hanya saja lebih mewah dan juga luas.


"Mas".


"Hanya ini mungkin yang bisa aku berikan dan bisa membuat mu senang" ucap Alden menatap Rosella "ini hadiah dari ku Mom" lanjut Alden menjelaskan.

__ADS_1


"Daddy" ucap Rosella segera berhambur memeluk Alden, ia kira Alden tidak akan mengijinkannya lagi untuk bekerja.


"Selama kamu hamil nanti, kamu bisa mengurusnya dari rumah. Semuanya sudah aku siapkan termasuk karyawan nya nanti" ucap Alden.


"Jadi kamu mengijinkan aku untuk menjadi bartender?" tanya Rosella mendongak.


Alden mengecup rambut Rosella "aku batasi dengan waktu-waktu tertentu" jawab Alden santai.


"terimakasih Daddy" ucap Rosella mencium tangan Alden bertubi-tubi.


"Bagiku kamu tetap Bartender cantik ku" ucap Alden tersenyum.


"iya, aku milikmu mas hanya kamu yang memiliki bartender cantik dan terkenal ini" canda Rosella yang membuat Alden mencubit gemas hidung Rosella.


"aku akan mengawasi mu setiap hari, kamu lihat itu" ucap Alden menunjukkan banyaknya cctv yang menghadap meja bartender.


Oh, ya ampun. . . suaminya terlalu berlebihan.


"masss" gerutu Rosella.


"mereka mata-mata ku" bisik Alden tersenyum.


"yayaya" bersyukur Alden masih mengijinkannya untuk menjadi Bartender.


Melangkah menghampiri meja bartender, Alden duduk di bangku depan bartender "buatkan aku minuman yang terenak".


"siap tuan Alden Mahendra Siregar" jawab Rosella sedikit membungkukkan tubuhnya "saya akan memberikan pelayanan terbaik untuk tamu spesial" lanjutnya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"awas saja jika nanti kamu berbicara seperti itu pada pelanggan mu" ucap Alden penuh dengan ancaman.


"tidak suamiku" ucap Rosella dengan dengusan kesalnya.


Mata Alden tak berkedip tatkala melihat Rosella dengan lihainya memainkan botol-botol itu. menelan ludahnya ketika merasa Rosella begitu seksi.


"Kenapa?" tanya Rosella menuangkan minuman itu, namun begitu heran karena tiba-tiba Alden memeluknya.


Menggeser gelas untuk Alden "ini, sudah siap" ucap Rosella menyerahkannya.


Alden meneguk minuman itu hingga tandas.


tuk.


Meletakkan gelas yang sudah kosong, lalu membalikkan tubuh Rosella agar menghadap kearahnya.


"aku sudah mengunci pintu nya" bisiknya dengan suara berat.


Apa maksudnya?


"Mas, jangan macem-macem ya" peringat Rosella.


"Satu ronde, untuk mencoba nyaman tidaknya tempat kerja mu" ucap Alden yang tak masuk akal ditelinga Rosella.


Rosella menggeleng "dirumah saja" ucapnya melihat sekitar.


"hanya kita yang berada disini, cctv ini juga masih belum menyala" ucap Alden penuh paksaan.


Semakin merapatkan tubuhnya dan Rosella, Rosella menghela nafasnya ketika merasakan sesuatu yang sedang menegang dibawah sana.


"jangan lama-lama" ucapnya kesal.


Senyum kemenangan tersungging di bibir Alden dan memulai aksinya, mendudukkan Rosella pada meja bartender dan menyerang nya tanpa ampun.

__ADS_1


(Skippppppp)


"Akhhhhhhh".


.


.


.


Rosella tak hentinya menggerutu menceramahi Alden untuk tidak melakukan hal itu ditempat sembarang, bisa tuman suaminya itu.


"iya-iya sayang" jawab Alden enteng, toh juga sudah puas hahaha.


"Mommy" teriak dua anak yang sudah menunggu kedatangan mereka diteras, ditemani dua baby sitter nya.


Rosella tersenyum dan segera menghampiri mereka, memeluk dan mencium mereka satu persatu "Mommy lama" gerutu Alron kesal.


"iya, kita kan kangen" ucap Axel menyahuti.


"iya-iya maaf ya" ucap Rosella menatap kesal pada suaminya, gara-gara siapa lama. . . tapi dia juga tidak menolak, ah. . . sial.


"sudah mandi belum?" tanya Rosella menggenggam tangan mereka memasuki rumah.


"belum" jawab mereka serentak.


"mandi dulu, Mommy juga mau mandi, habis itu kita makan malam bersama ya" ucap Rosella.


"yes Mommy".


"no Mommy".


"adek ayo mandi dong" ucap Axel, masa iya Alron menjawab no.


"eh, iya yes maksudnya" ucapnya terkekeh.


Alden mencubit gemas hidung Alron "mandi sana, nanti Daddy ajak main Lego".


"horeee" ucap Alron dan Axel bersamaan dan segera berlari ke kamarnya.


Alden mengikuti langkah Rosella menuju kamar "aku lupa, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Alden mendadak serius.


"apa?" tanya Rosella sibuk mengambil handuk.


"dua minggu lagi ulang tahun Alron kan".


"Hem" menguncir rambut nya.


"aku ingin mengadakan konferensi pers dan pesta besar-besaran, untuk memperkenalkan kalian pada media dan masa, bahwa kalian adalah bagian dari keluarga Siregar".


"Mas-"


"Aku ingin memperkenalkan mu sebagai nyoya Siregar dan juga Alron calon penerus perusahaan".


"Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa kamu milikku, biarkan seluruh dunia mengenalimu sehingga kami tidak bisa lagi pergi dari ku. . . sejengkal pun Rosella Raharjeng".


.


.


.

__ADS_1


LIKE KOMEN AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA 💋


__ADS_2