Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Hadiah untuk Daddy


__ADS_3

Rosella segera melangkahkan kakinya ketika semua orang bertepuk tangan dan meneriakinya untuk segera maju.


"Dia adalah istri saya yang belum pernah satu kali pun saya tunjukan pada media" ucap Alden segera menggenggam tangan Rosella yang nampak malu.


Rosella tersenyum menatap semua orang dan menundukkan kepalanya sebagai sapaan.


"Pasti banyak yang tidak asing lagi dengannya" tebak Alden yang sudah pasti benar. Rekan kerja Alden memang kebanyakan langganan Rosella pengusaha kaya saat bekerja di bar dulu.


"Dia adalah Bartender cantik yang membuat saya tergila-gila" jelasnya yang membuat semua orang nampak heboh.


"Tapi ada yang harus saya jelaskan" Alden merangkul pundak Rosella "Pekerjaan istri saya adalah seorang Bartender, bukan wanita penghibur. Mungkin anda yang sudah mengenal istri saya pasti sudah tahu betapa galaknya dia" ucap Alden terkekeh lalu beralih menatap Rosella.


"Mas" gerutu Rosella pelan.


"Jadi anda pasti tahu betapa sulit nya untuk mendekati nya, dia bukan wanita murahan yang seperti pandangan orang luar. Dia benar-benar berkerja meracik bir bukan apapun itu karena saya adalah saksinya bahwa dia benar-benar wanita yang suci".


Oh malu sekali, seharusnya hal seperti ini tidak harus dijelaskan bukan. Rosella memejamkan matanya sejenak merasa salah tingkah.


Alden hanya ingin seluruh dunia tahu bahwa Rosella perempuan baik-baik tidak seperti pandangan orang diluar sana.


"maaf jika saya terlalu jauh saat berbicara, saya hanya tidak ingin orang-orang menilai buruk istri saya" sambung Alden.


Para tamu ikut senang atas keharmonisan keluarga mereka. Tidak menyangka Alden yang dingin bisa sehangat itu pada istrinya. Dan tentunya mereka iri Alden bisa menaklukkan wanita yang dikenal orang dengan sikapnya yang galak dan tidak mudah didekati.


Pasangan yang serasi.


Tiba-tiba seorang menyerahkan mic pada Rosella. Dahi Alden mengernyit melihat itu, katanya Rosella tidak mau berbicara apapun.


Sebelum itu Rosella menarik nafasnya dalam-dalam. Menatap suaminya dengan senyuman semanis mungkin.


"Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Alron, semoga menjadi anak yang bisa berguna untuk orang lain dan bisa membanggakan keluarga kita". Menatap putranya penuh haru, rasanya baru kemarin Alron keluar dari perut. Tapi ternyata sudah lima tahun terlewati.


"Dan sebenarnya hari ini juga ulang tahun suami saya tercinta. Selamat ulang tahun sayang" ucap Rosella yang membuat Alden tersipu.


Rosella mendekat dan memeluk Alden "Semoga Tuhan selalu melindungi kamu" Rosella sangat takut jika ditinggal Alden berpergian keluar negeri ataupun kemana itu. Perasaannya selalu khawatir dan ia hanya berharap Tuhan bisa menjaga suaminya di manapun itu.


"Semoga kamu suka" ucap Rosella menyerahkan kotak kecil beludru dengan tali pita diatasnya.


Dengan perlahan Alden membukanya dan menampilkan benda yang memanjang, berwarna biru dan putih.


"Seperti yang anda lihat, suami saya mungkin sangat sempurna di dunia bisnis. Tapi sebenarnya ia sangat bodoh dalam hal ini" ucap Rosella segera mengangkat benda itu tinggi-tinggi.

__ADS_1


Riuh tepuk tangan menyelimutinya aula besar itu.


"Mom" gerutu Alden kesal, mana tahu ia itu benda apa. Ini baru yang pertama kali ia melihatnya.


"Daddy, disini ada dua garis merah yang terlihat begitu jelas" ucap Rosella tersenyum, namun Alden masih terlihat bingung.


"Kamu tahu tidak apa itu artinya" tanya Rosella mendekati wajah rupawan Alden. Sepuluh senti jarak yang tersisa diantara mereka.


Alden menggeleng cepat.


Rosella membawa tangan besar Alden untuk menyentuh perutnya, membuat Alden semakin bingung.


"Di dalam sini sudah ada adik Axel dan Alron" ucap Rosella yang membuat Alden tercengang, masih mencerna kata-kata Rosella yang bagaikan mimpi untuknya.


"Ka-kamu hamil" ucapnya dengan bibir yang bergetar, ternyata begini. Rasanya mengetahui istrinya hamil untuk yang pertamakali nya.


Mungkin ini bukan yang pertamakali nya memang, dulu waktu Jessica hamil ia memang bahagia. Tapi tidak sampai terharu begini, apa karena Rosella adalah wanita yang ia cintai.


Kehamilan pertama Rosella yang tidak ia ketahui membuatnya benar-benar menjadi laki-laki yang tak berguna.


Alden segera memeluk Rosella dengan erat dan penuh keharuan "Terimakasih" bisiknya begitu sesak "Terimakasih sayang" ulang nya terus menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Rosella.


Tidak ada wibawa lagi jika sudah begini, yang ia tahu adalah kebahagiaan yang melengkapi keluarga mereka sebentar lagi. Memanjakan istrinya yang tengah mengandung. Bagaikan mimpi untuknya, ia sangat bahagia.


"Aku sangat mencintaimu" ucap Alden mengecup pipi Rosella berkali-kali "Terimakasih hadiah terindahnya".


"Mas, malu" gerutu Rosella, rencana nya ia yang akan membuat Alden malu. Tapi kenapa jadi senjata makan tuan begini.


"I don't care" ucap Alden mengusap rambut Rosella dengan lembut.


"Mommy benarkah kita akan segera memiliki adik?" tanya Axel yang tengah menggendong tubuh Alron. Mereka nampak menggemaskan jika seperti itu.


"Iya sayang, akan ada adik kecil sebentar lagi" jawab Rosella yang membuat mereka bersorak gembira.


.


.


.


"Sudah berapa bulan?" tanya Alden. Sejak pulang dari acara ia terus menempel pada Rosella. Seperti yang ia lakukan saat ini memeluk dan menciumi perut Rosella yang tengah bersandar pada sofa.

__ADS_1


"Mas jangan gini terus ih, risih" gerutu Rosella yang tengah menonton televisi terganggu oleh suaminya.


Melihat wajah Alden yang memelas membuatnya tak tega, "yaudah sini dipeluk aja, jangan cium-cium geli" ucap Rosella mengadahkan tangannya, menyuruh Alden untuk segera berbaring pada pahanya.


Rosella tersenyum geli dengan kelakuan Alden "sudah lima Minggu" ucap Rosella menjelaskan.


"besok kita cek ke dokter ya" ucap Alden yang terus memeluk perut Rosella.


"Aku sudah ke dokter dua kali dengan mamah" jawab Rosella tanpa menatap Alden, pandangannya beralih pada lcd besar dihadapannya.


"Ros" ucap Alden penuh penekanan.


"Apa?" jawab Rosella santai.


"Kenapa tidak memberitahu ku, berarti kamu tahu sudah lama" Alden mencubit gemas pipi Rosella yang semakin berisi.


"Nggak surprise dong mas" jawab Rosella lalu meraih kentang goreng yang berada di meja.


"biar aku saja" ucap Alden mengambil nya "mulai sekarang kalau mau apapun suruh aku" lanjutnya menepuk-nepuk dadanya dengan percaya diri.


"Serius" ucap Rosella tersenyum kecil.


"iya, kamu nggak boleh capek-capek. Kalau butuh apa-apa bilang sama aku. Kalo mau makan apa aku juga siap cariin, bahkan tengah malam sekalipun" ucap Alden menatap Rosella begitu serius.


Rosella mematung mendengarnya, tiba-tiba buliran bening melintas pada pipinya. Ingatannya tentang beberapa tahun lalu saat ia mengandung Alron. Tidak sekalipun ia mendapatkan kasih sayang seperti ini. Ia melakukan semuanya sendiri. Tidak mengidam apapun, mengubur dalam-dalam keinginan itu.


Rosella tidak berani hanya untuk sekedar berharap memakan makanan ini itu, yang penting gizi Alron didalam sana tercukupi.


Bukan hanya Rosella, Alden yang tahu arah pikiran istrinya pun ikut menangis tersedu-sedu.


Membayangkan istrinya mengandung dan melakukan Semua sendiri membuat rasa bersalah menggempur batin nya begitu kuat.


"Maafkan aku mom" ucap Alden membawa Rosella dalam dekapannya "maafkan aku telah membiarkan mu melewati hal yang sulit itu sendirian".


"hiks. . hiks. . " Rosella tak mampu menjawab hanya isakan kecil dan memeluk Alden begitu erat.


.


.


.

__ADS_1


BENERAN IKUT NANGIS AKU.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋


__ADS_2