Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Bahagia


__ADS_3

Hari ini Axel sudah dibolehkan untuk meninggalkan rumah sakit, setelah dua hari dirawat anak itu sudah sangat sehat sekarang.


Alden turun dari mobil dan langsung menggendong Axel yang sedari tadi dipangkuan Rosella.


"pak Kus tolong tas nya ya" ucap Alden


Rosella berjalan dibelakang Alden , jika melihat punggung kekar suaminya seperti ini rasanya masih tidak menyangka ternyata perasaan keduanya sama.


"Axel. . . nak . . sayang" ucap Melinda berhamburan memeluk Axel yang tengah di gendong Alden.


Melinda baru saja pulang pagi ini , ia juga sangat kaget ketika Alden memberitahu Axel sedang dirawat sampai-sampainya ia meninggalkan pak Rahmono sendirian di luar negeri.


"oma Axel nggak apa-apa" ucap bibir mungil itu.


Melinda mengangguk lalu mengusap air matanya "ayo ikut Oma, biar Mommy sama Daddy mu istirahat".


dan benar saja mereka begadang mengurus Axel yang tidak mau tidur dimalam hari.


"kita keatas dulu ya mah" pamit Alden dan Rosella


.


.


.


Rosella menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan daster favoritnya, sedangkan Alden langsung melepaskan semua pakaiannya hanya menyisakan kolor saja.


Alden langsung berbaring di ranjang nya nyaman, sudah beberapa hari tidur di rumah sakit membuat badannya remuk semua.


"Ros sini" ucap Alden menepuk-nepuk sisi yang kosong disebelahnya, ketika melihat Rosella keluar dari kamar mandi.


"bentar Dad" ucap Rosella sembari menguncir rambut nya.


Rosella menyusul Alden ikut berbaring disebelahnya , namun melihat Alden bertelanjang dada dan hanya memaksakan boxer nya saja membuat ia saah tingkah.


"udah selesai kan?" tanya Alden.


Rosella mengerutkan keningnya "apanya yang selesai?".


Tangan Alden dengan usil masuk ke dalam balutan daster Rosella lalu mengusap pahanya dengan sensual.


"Dad . . emh" Rosella tidak lagi bisa menahan lenguhannya ketika merasa sensasi panas menjalar ke seluruh tubuhnya.


"bercinta dulu ya, setelah itu baru tidur" ucap Alden dengan gamblang.


Sungguh malu sekali Rosella, ketika Alden mengatakan semuanya dengan jelas.


belum sempat Rosella menjawab nya Alden sudah terlebih dahulu mengecup bibirnya dengan nafsu, setelah beberapa hari tidak melakukannya seolah tubuhnya tidak bisa dikendalikan lagi.


"nanti kalo Axel nyariin gimana?" ucap Rosella menahan tangan Alden yang tengah membuka kancing dasternya.

__ADS_1


"nggak akan, dia udah sama mamah". ucap Alden lalu menjelajahi leher jenjang Rosella, lalu menggigit kecil sesuatu yang menjadi favoritnya itu, ia selalu menggila ketika menyentuh tubuh Rosella.


Rosella benar-benar kalah, ia meremas rambut Alden dan menekan kepala Alden berharap sesuatu yang lebih dari itu.


Percintaan yang panas baru saja dimulai. . .


.


.


.


"huh. . . ." seolah perasaan lega menyelidiki Alden yang kini tersenyum puas setelah mendapatkan jatahnya.


"terima kasih sayang" ucap Alden mengecup puncak kepala Rosella.


Nafas keduanya masih saling memburu dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.


Rosella mengangguk lemah, sungguh remuk semua tulang nya setelah Alden menggempur badannya habis-habisan.


"mandi dulu ayo" ajak Alden.


"haus Dad" ucap Rosella dengan manja, Alden tersenyum mendengarnya.


Setelah Alden memakai kembali boxer nya, ia mangambil kan Rosella minuman dingin, untungnya di dalam mereka ada kulkasnya.


"ini" ucap Alden menyerahkan minuman itu pada Rosella.


"haus banget ya" ucap Alden kemudian duduk disebelah Rosella.


"iya heheh" Rosella tersenyum malu.


Alden menepuk-nepuk kepala Rosella "kamu juga selalu bikin aku haus" ucap Alden kemudian beranjak.


"yang ngajak siapa juga" ucap Rosella ketika Alden hendak masuk kedalam kamar mandi.


Alden tersenyum "aku mandi dulu, kamu keringin dulu badan kamu biar nggak masuk angin , abis itu baru mandi".


"iya Daddy" ucap Rosella menurut.


.


.


.


"dapet berapa ronde" goda Melinda karena mereka baru keluar kamar sore ini.


"mamah apaan sih, Axel mana ?" tanya Alden yang badannya sudah bugar setelah melakukan itu ia dan Rosella terlelap hingga sore.


"di kamar sama mbak nya , nonton kartun".

__ADS_1


"mamah udah makan?" tanya Rosella.


"sudah kok Ros, kalian makan aja. . . dari pagi belum makan kan?"


"belum mah hehe".


Alden menggandeng tangan Rosella mengajak nya ke meja makan "sebenarnya aku ingin makan masakan mu Mom, tapi kamu pasti capek kita makan ini aja".


Rosella duduk dikursi "nggak papa dad, biar aku masakin ya".


"enggak usah" ucap Alden kemudian mengambilkan piring dan sendok.


"sepiring berdua ya" ucapnya yang membuat Rosella tertawa.


"sok romantis kamu dad, nggak pantes"


"sekali kali kan nggak papa , mumpung kita lagi berduaan kan jarang makan berdua gini".


Rosella mengangguk membenarkan kata-kata Alden memang waktu quality time mereka sangat terbatas, mungkin hanya saat tidur saja.


"aku suapin" ucap Rosella mengambil alih sendok dari Alden.


"boleh"


Bahagia, perasaan mereka saat ini suatu kelegaan ketika sudah memberi tahu Andre dan Andre sudah merestui nya.


"besok mau di masakin apa?" tawar Rosella.


"terserah kamu , apapun yang kamu masakin buat aku pasti aku makan kok"


Rosella berdecak mendengar nya "kamu scorsing aku ada untungnya juga ya".


"iya dong aku kan maunya gini, kamu setiap hari selalu ada dirumah, melayani aku dan juga merawat anak-anak".


Rosella mengangguk "tunggu sampai aku hamil" ucapnya yang membuat Alden tersenyum bahagia.


"kamu mau jadi ibu rumah tangga aja?" tanya Alden begitu berbinar.


"setelah hamil, aku cari pekerjaan yang bisa aku kerjain di rumah aja"


"rasanya semakin semangat untuk mengahamili mu"


"Daddy!!"


"hahahahah"


.


.


.

__ADS_1


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2