Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Film horor


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alden lalu mengambil alih untuk menggendong Axel , kemudian menidurkan Axel di kamar nya sendiri , karena ia ingin berdua saja dengan Rosella.


ceklek. . .


Alden membuka pintu kamarnya namun tidak mendapati Rosella disana, suara gemericik air dikamar mandi membuatnya tersenyum.


Rosella sedang membersihkan diri, namun mengapa ia begitu tak sabar berduaan dengan istrinya.


ia memilih ke balkon sembari menunggu Rosella yang sedang mandi, ia menikmati semilir angin sore hari. . .


"Dad" panggil Rosella yang membuat Alden menoleh, melihat Rosella mengenakan daster seperti itu seolah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk dirinya.


"sini" ucap Alden melambaikan tangannya.


Rosella menerima uluran tangan suaminya, namun ia begitu tersentak saat Alden menarik Rosella hingga terduduk dipangkuannya.


"Dad!"


"ada apa?" tanya Alden yang sudah mengeratkan pelukannya pada perut Rosella.


"aku . . . aku mau minta ijin" ucap Rose ragu.


"untuk?" tanya Alden mengerutkan keningnya.


"malam nanti, ehmm . . . aku akan berkumpul bersama teman-teman satu divisi ku" ucap nya yang sedikit grogi karena begitu dekat dengan Alden.


"ada acara apa memang nya?"


"katanya setiap ada anak baru pasti mereka melakukan penyambutan, tapi cuma makan-makan saja paling"


"aku akan mengantarmu" ucap Alden yang malah bersandar pada dada Rosella.


Rosella membulatkan matanya seketika "ehm. . . nanti kalau ketahuan gimana, aku sendiri saja tidak apa?".


"jangan membantah!".


Akhirnya Rosella mendengus kesal dan pasrah "iya-iya".


"aku mau ke dalam dad" seru Rose karena Alden tak kunjung melepaskan dirinya.


"baiklah ayo tidur"


"tapi ini masih sore Dad"


"lalu kamu mau apa?"


"mau nonton film" ucap Rosella nyengir kuda.

__ADS_1


"ke bioskop?" tanya Alden


"nggak perlu, dirumah saja nanti kalo Axel bangun pasti nyariin".


"baiklah".


Setelah mengambil camilan dan minuman dingin di lantai bawah, Rosella menutup semua gorden kamarnya lalu mematikan lampu yang berada disana.


Kemudian ia menghampiri Alden yang sudah duduk disofa "kenapa harus gelap-gelapan seperti ini?" tanya Alden .


"biar sama kayak di bioskop lah, kayak nggak pernah nonton aja" ucap Rosella lalu duduk disebelah Alden.


"memang tidak pernah kesana"


"apa?!" Rosella terkejut mendengar pengakuan Alden.


"tidak ada waktu untuk ke tempat seperti itu" ucapnya menaruh kakinya diatas meja.


"ternyata kaya itu tidak menjamin untuk bahagia"


"maksud nya".


"sudah-sudah, sudah mulai ayo fokus" ucap Rosella yang menatap monitor besar di depannya.


"horor?" tanya Alden saat melihat intro di film itu.


"iya hehe".


"tetap seperti ini nanti kamu takut" ucapnya menyombongkan diri.


Rosella hanya mengangguk karena sebenarnya ia juga takut dengan film horor, hanya saja rasa penasaran terus memaksanya untuk menonton nya lagi dan lagi. . .


Mereka terdiam sepanjang pemutaran film itu, namun saat tiba-tiba hantu difilm itu mulai menampakkan diri. Rosella memeluk Alden begitu erat juga sebaliknya.


"kamu juga takut?" tanya Rosella.


"ti tidak"


"aku tidak bisa bernafas jangan terlalu erat" ucap Rosella menahan sesak karena rengkuhan yang begitu erat.


"aku tidak suka dengan backsound nya" ucap Alden berdalih.


Rosella tertawa kecil "tidak suka atau takut".


"tidak suka!"


"Ck, yasudah lah"

__ADS_1


Tampilan di monitor menampilkan tulisan yang berjalan ke atas, menandakan bahwa film telah usai. . .


Alden mencium puncak kepala Rosella "mau nonton apa lagi?" tanya nya namun tidak mendapatkan jawaban.


Kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Rosella, dan benar saja ternyata Rosella terlelap di dada Alden yang begitu nyaman, entah sejak kapan?..


Alden menyunggingkan senyumnya lalu meraih selimut tipis yang terletak tidak jauh darinya, ia menyelimuti tubuh istrinya dan ikut terlelap begitu saja.


.


.


.


Mata Alden sayup-sayup terbuka melihat sekitar, namun tidak mendapati Rosella disana . . .


ia meraih ponselnya untuk melihat jam, ternyata sudah pukul setengah delapan.


Alden mencari Rosella di setiap sudut kamarnya, namun tetap saja tidak mendapati nya disana.


kemana dia pergi?


"mahhhh....!" teriak Alden menuruni tangga.


Melinda yang sedang di ruang tengah menonton televisi pun menoleh pada Alden.


"ada apa sih Al, teriak-teriak aja" ucapnya kesal karena telah menganggu nya menonton film kesukaannya.


"mamah tau Rose nggak?" tanya Alden.


Melinda tersenyum "oh iya mamah lupa, tadi Rose titip pesan. . . dia lagi ngumpul sama teman satu divisi nya suruh ngomong ke kamu kalo kamu udah bangun".


dan benar saja Alden baru mengingat hal itu, Rosella telah meminta ijinkan tadi sore.


tapi ia benar-benar kecewa pada Rosella yang tidak membangunkan dirinya.


"kamu pasti kelelahan ya, besok mamah bikinin jamu kuat deh" ucap Melinda tersenyum mengejek pada Alden.


"mah, bukan begitu" ucapnya lalu berfikir sejenak "aku mau menyusul Rose dulu" ucap Alden lalu berlari menaiki tangga, bahkan ia lupa jika ada lift dirumahnya.


Alden membersihkan diri secepat kilat lalu mengambil kunci mobil dan otw menyusul Rosella.


lihat saja Ros!


.


.

__ADS_1


.


Like komen and vote 💋💋💋💋💋


__ADS_2