
"Hay"
"kamu yang menyuruhnya kemari Ros" ucap Alden menatap tidak suka pada Jessica.
Rosella menggeleng kuat karena memang bukan ia yang menyuruh Jessica kesini.
"jangan menyalahkan nya" ucap Jessica duduk dihadapan mereka tanpa disuruh "aku hanya sedang lewat dan tidak sengaja melihat kalian disini" ucap Jesicca tersenyum pada Alden.
"kita tidak lagi ada perlu" ucap Alden begitu dingin.
"tapi aku yang ada perlu" ucap Jessica lagi-lagi tersenyum.
"perlu apa?" tanya Rosella ikut menatap tidak suka pada Jessica karena ia terus menatap Alden .
"perlu dengan Alden" ucap Jessica.
"ayo Ros lebih baik kita pergi saja" ucap Alden memegangi lengan Rosella.
"tunggu dad" ucap Rosella kemudian beralih menatap Jessica "jika perlu mu tentang Axel aku yang akan menjawab semua pertanyaan mu, tetapi jika perlu mu dengan suamiku jangan harap!" tegas Rosella.
"aku hanya masih penasaran dengan kekuatan Alden, apakah masih sama seperti dulu berjam-jam beberapa ronde, apakah dia bisa memuaskan mu Al?" ucap Jessica tersenyum licik.
Rosella meremas ujung jaketnya erat-erat mendengar hal itu, wanita mana yang hatinya tidak seperti diremas ketika mendengar hal itu dari mantan istri suami nya.
Alden menggenggam erat tangan Rosella "sudah ku bilang Ros, setan tetaplah setan" ucap Alden ambigu sembari menatap tajam Jessica.
"berarti anak mu adalah anak setan" ucap Jessica tersenyum menang.
Sungguh jengkel dan tidak tahan lagi Rosella mendengar perkataan Jessica yang sudah seperti boncabe level neraka itu.
Byurrr!
Akhirnya Rosella tersenyum setelah menyiram Jessica dengan air dinginnya.
"oh my God , shitt!" umpat Jessica lalu berdiri dan hendak menghampiri Rosella, namun dua pelayan yang baru saja datang menahannya.
"Al, katakan jika aku lebih menggoda" ucap Jessica sengaja memancing emosi Rosella.
"diam!" sentak Alden.
Alden langsung menarik tangan Rosella agar keluar dari sana, bagaimana jika Rosella menunjukkan ilmu bela dirinya, bisa-bisa mereka berurusan dengan polisi.
"mau pulang atau kemana?" tanya Alden setelah jarak mereka sudah lumayan jauh dari restoran itu.
"aku mau pulang saja Dad" jawab Rosella kesal dan berjalan mendahului Alden, entah mengapa jengkel nya sampai ke Alden , padahal jelas-jelas Jessica yang membuatnya muak.
__ADS_1
Rosella menghela nafasnya setelah sampai di kamar nya, ia melepaskan jaketnya juga seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.
Alden yang baru saja datang sampai membelalakkan matanya tak percaya melihat hal itu.
Rosella menatap Alden dengan wajah memerah karena emosi "katakan Dad!, apakah aku tidak bisa memuaskan mu!" ucap Rosella mendekat ke arah Alden "apakah aku tidak menggoda!".
"sayang" ucap Alden dengan lembut lalu menangkup kedua pipi Rosella.
"katakan, apa kamu lebih puas bersamanya" ucap Rosella mencengkeram erat kaos Alden.
Alden menggelengkan kepalanya "hanya kamu yang bisa membuat ku puas " ucap Alden lalu menggigit kecil telinga Rosella.
Namun Rosella malah berkaca-kaca ketika tangan Alden mengusap lembut punggungnya dan hendak melepaskan bra nya.
"kenapa?" tanya Alden begitu khawatir.
"aku masih tidak rela jika mengingat Jessica pernah menyentuh tubuhmu" ucap Rosella menghapus buliran bening yang jatuh begitu saja.
Alden membawa Rosella dalam rengkuhan nya "percayalah Ros, hanya ketika melakukan hal itu dengan mu jantung ku selalu berdebar dan aku tidak pernah seperti itu, bahkan seperti saat ini" ucap Alden mendekap Rosella dalam dadanya, agar Rosella bisa merasakan betapa bergemuruh nya ketika ia dekat dengan dirinya
"maaf Dad" ucap Rosella yang seharusnya tidak mengatakan hal itu pada Alden, lagipula itu sudah masalalu dan sekarang Alden Mahendra Siregar utuh menjadi miliknya.
"kamu harus bertanggungjawab jawab" ucap Alden tersenyum kecil "siapa suruh bertelanjang seperti ini".
Astaga seperti nya emosi membuat Rosella kehilangan akal sehatnya, bisa apa jika sudah seperti ini, ia hanya memasrahkan tubuhnya pada suaminya tercinta.
.
.
.
Setelah pertempuran yang begitu menyenangkan Rosella bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan makan malam spesial untuk suami tercinta nya.
Rosella hanya memakai kaos Alden yang kebesaran itu sambil bergelut dengan alat dapur.
Rengkuhan dari belakang membuat Rosella tersenyum kecil , aroma Alden yang begitu memabukkan tercium begitu jelas olehnya.
"masak apa Mom?" tanya Alden sembari memegang pinggang Rosella dengan nakal.
"Daddy, turunkan tanganmu" ucap Rosella lalu membuka tutup panci yang berasap itu.
"siapa suruh tidak mengenakan celana" ucap Alden lalu mengecupnya pipi Rosella sekilas.
"hehe" Rosella tersenyum memperlihatkan gigi cantiknya "habisnya kan biasanya pakek daster dan ini nggak bawa" lanjutnya lalu mencicipi kuah panas itu.
__ADS_1
"cobain" tawar Rosella menyodorkan sendok pada Alden.
Alden mengangguk "cukup, enak" ucapnya lalu menaruh dagunya pada pundak Rosella.
Rasanya Alden berubah menjadi sangat manja jika sedang berdua seperti ini, jika melihat awal-awal pernikahan mereka pasti keduanya tidak menyangka bisa seperti ini.
"duduk dulu, biar aku siapkan piringnya" ucap Rosella melepaskan paksa pelukan Alden .
"iya Mommy" jawab Alden lalu duduk dikursi.
"aku tadi melihat ini dari tutorial youtub dad, jadi maaf ya kalo nggak enak" ucap Rosella yang sudah duduk dihadapan Alden .
"enak Ros" jawab Alden yang bahkan belum memakannya hanya mencicipi nya seujung sendok saja.
Rosella mengambilkan nasi dan juga sup daging itu untuk Alden "kalo tidak enak tidak usah dipaksa" ucap Rosella begitu khawatir.
Alden tersenyum melihat tingkah laku Rosella "pasti enak" ucap Alden menyuapkan sesendok sup penuh dan mengangguk "enak Mommy" serunya yang membuat Rosella bersemangat untuk makan.
Memang tidak ada yang spesial sebenarnya hanya saja , buatan istrinya tercinta yang sudah memasakkan untuk dirinya bumbu-bumbu cintanya yang membuat Alden ketagihan.
....
"jadi pulang besok?" tanya Alden sekali lagi, karena setelah kejadian sore tadi Rosella terus merengek minta pulang.
"iya Dad" ucap Rosella yang masih sibuk dengan ponselnya.
"yakin?" tanya Alden karena sebenarnya ia masih ingin bermanja-manja dengan Rosella.
"yakin lagipula lusa aku sudah harus bekerja lagi" ucap Rosella mengingatkan.
"Ros, aku sudah bilang--".
"iya aku bebas melakukan apa saja termasuk bolos kan" ucap Rosella yang hafal akan perkataan Alden.
"iya" jawab Alden lemah.
"tapi tidak boleh seperti itu dad, bagaimana pun disana status ku hanya karyawan biasa".
"apakah kamu mau aku memperkenalkan dirimu sebagai nyonya Siregar?" tanya Alden menatap Rosella begitu serius.
.
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE LIKE, KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA DAN JUGA BANTU VOTE YA GAAESSS 💋💋💋