Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
tidak sekasta


__ADS_3

Rosella mengerjapkan matanya yang sangat berat begitu pula kepalanya, rasanya seperti menyangga beban yang berat.


namun begitu terkejut saat ia bangun tidak mengenakan baju yang otomatis membuat Rosella menyilangkan kedua tangannya pada dadanya yang hanya memakai bra.


"sial" umpatnya , mengingat ciumannya yang begitu panas dengan Alden.


apakah yang terjadi semalam. .


Rosella memukuli kepalanya sendiri, untuk mengingat kembali apa yang telah ia lakukan setelah berciuman. namun ia tidak mengingat apa-apa sama sekali.


ceklek. . .


pintu kamar terbuka dan Rosella buru-buru menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.


"saya sudah tahu kamu bangun" ucap seseorang disana.


Rosella menyibakkan sedikit selimut nya sampai batas leher nya saja. melihat Alden yang sudah mengenakan jas nya dan berdiri dengan gagahnya disana.


"pakai ini" Alden melemparkan sebuah kaos pada Rosella.


dengan buru-buru Rosella memakai nya didalam selimut nya. . .


"dad"


"Hem"


"apa semalam aku melakukan kesalahan" ucapnya pelan.


"iya, sangat salah!"


"apakah aku memaksamu untuk berhubungan badan" ucap nya polos.


bibir Alden sedikit terangkat mendengarnya "iya dan nanti malam saya yang akan memaksamu"


"dad!" gerutu Rosella membelalakkan matanya dan hendak melemparkan bantal pada Alden namun ia urungkan tatkala Alden mulai menjauh.


.


.


.


Sore ini Rosella bersiap-siap lebih awal untuk pergi bekerja, karena hari ini adalah hari terakhir nya menyandang profesi sebagai Bartender.


sedih, tidak rela, dan kecewa . .

__ADS_1


harus berpisah dengan perkejaan nya yang sudah ia cintai bertahun tahun lamanya. ia memaksakan senyumnya di depan kaca rias yang menampakkan dirinya begitu bahagia diluar. . namun tidak di dalam.


Rosella mendengar suara berisik di ruang tengahnya, ia mencoba mengintip kesana ketika ia hendak berangkat kerja.


hatinya sakit begitu saja. . .


saat melihat Alden dan Axel tertawa riang dengan wanita lain, wanita yang kapan hari kerumah ini sebagai teman Alden. .


ada perasaan tak rela jika suami dan anaknya begitu bahagia bersama wanita lain. apalagi wanita itu adalah wanita yang berkelas tidak seperti dirinya yang bahkan tidak terurus dan kucel ini.


ia menyandarkan tubuhnya pada tembok, menghela nafasnya begitu dalam . . .


setetes cairan bening itu tumpah di pipinya.


kamu wanita kuat Ros!"


Rosella memutuskan untuk berangkat bekerja tanpa berpamitan pada Alden yang tengah asik bersama wanita lain.


sepanjang perjalanan ia hanya melamun, masih mencerna semua yang terjadi. .


terbesit dalam pikirannya, mengapa Alden tidak menikahi wanita itu saja yang jelas-jelas cantik, anggun, dan sama kastanya. .


dan benar kata wanita itu tempo hari , ia lebih pantas menjadi baby sitter nya Axel daripada Mommy nya.


.


.


.


ia memilih karaoke bersama dengan mereka untuk salam perpisahan pada rekan Bartender nya.


semuanya tampak riang dan bernyanyi bersama, Rosella membuka ponselnya namun begitu kaget ketika melihat kiriman dari salah satu art yang akrab dengannya.


Ina : mbak rose kenapa nggak pulang?, si Dora nginep disini Lo mbak. . . kemaren malam abis jalan-jalan sama Axel dan mas Alden.


ia menutup kedua matanya bersamaan dengan air mata yang kembali jatuh.


sesak sekali. . .


sekalipun ia dan Alden belum saling mencintai, harusnya Alden bisa menghargainya sebagai istrinya bukan?.


ternyata begini rasanya nikah beda kasta, untuk melarang pun Rosella harus berfikir berkali-kali seperti tak pantas berbuat seperti itu.


.

__ADS_1


.


.


Rosella memutuskan untuk menginap di apartemen Mimi, ia hanya terdiam sedari tadi meskipun Mimi menanyakan apa yang terjadi . .


pandangan nya kosong menatap luar jendela yang terik nya mulai terasa, ponselnya sengaja ia matikan. . .


toh, Alden juga tidak akan perduli. . .


"rose tidur gih, dari kemaren belum tidur loh dirimu" ucap Mimi khawatir.


Rosella menggeleng kan kepalanya lemah "mi, Alden nggak cinta sama aku. . . kenapa dia harus menikahi ku." ucap nya tanpa menatap Mimi.


Mimi mendekati Rosella lalu duduk disebelahnya "ada masalah apa?"


"Rosella bener-bener nggak pantes buat Alden, kita bagaikan langit dan bumi yang tidak seharusnya bersatu dalam ikatan ini".


"Ros! , nggak boleh ngomong gitu".


"banyak wanita diluar sana dengan kasta yang sama dengannya, tapi kenapa harus aku. . . dan bodoh nya , aku baru terpikirkan hal ini sekarang".


"kamu menyesal menikah dengan Alden?" tanya Mimi serius.


Rosella mengangguk sebagai jawaban.


"tapi bukankah kamu menyayangi Axel?".


"sangat mi. . .tapi. . mengetahui Axel dekat dengan wanita lain, manja dengan wanita lain kecuali aku. . . dadaku sangat sesak mi" ucap Rosella menumpahkan tangisnya.


Mimi memeluk Rosella "Ros, bagaimana perasaan mu pada Alden?"


Rosella menggeleng "aku tidak tahu mi, tapi akhir-akhir ini hubungan kami selangkah lebih maju. ia sering memelukku ketika aku menggendong Axel".


"bertahap Ros, pelan-pelan rasa itu akan tumbuh diantara kalian".


"aku tidak suka wanita itu disana mi!, dia siapa ? . . kenapa seenaknya saja . huh". ia sangat jengkel, mengingat semua orang dirumah itu menerima Neta dengan senang hati. kadang ia lebih baik pergi atau menghindar ketika Neta berada di sana.


"kamu sebenarnya cemburu sama Axel atau Daddy nya?" ucap Mimi yang membuat Rosella kebingungan.


.


.


.

__ADS_1


Like komen and vote 💋💋💋


__ADS_2