Bartender Cantik Ku

Bartender Cantik Ku
Ego masing-masing


__ADS_3

"how are you?" ucap Jessica lalu hendak memeluk Alden , namun Alden menahannya.


"sejauh ini sangat baik" ucap Alden kembali menautkan jemarinya dengan Rosella.


Rosella menatap Alden untuk mencari tahu , siapa Senen wanita ini , kenapa dengan percaya dirinya hendak memeluk suaminya.


"your girlfriend?" tanya Jessica ketika melihat tautan tangan mereka.


"my wife" ucap Alden dingin.


Jessica masih menganga tak percaya ternyata Alden sudah menikah lagi, sikap Alden yang begitu dingin bisa jatuh cinta pada seseorang. . . sungguh ajaib.


"siapa Dad?" tanya Rosella yang sudah sangat penasaran.


"dia--"


"mantan istrinya Alden" ucap Jessica mengulurkan tangannya.


Rosella tertegun sejenak, kemudian menyambut uluran tangan itu sembari tersenyum kecut.


Hatinya tiba-tiba terasa begitu ngilu, lemas tak percaya kenapa bisa bertemu dengan mantan istrinya Alden disini.


"apakah dia tumbuh dengan baik?" tanya Jessica sembari tersenyum manis pada Alden.


Alden mengangguk, tentu saja ia sudah tahu jika Axel lah yang dimaksud oleh Jessica.


"apakah kamu tidak ingin melihatnya?" tanya Rosella menatap Jessica dengan serius, bagaimana pun ia seorang wanita jadi bukankah setiap wanita memiliki sisi keibuan, apakah di hati Jessica tidak pernah terbersit rasa bersalah ketika meninggalkan malaikat kecil yang tak berdosa itu.


Alden menggelengkan kepalanya menatap Rosella "Ros", Rosella tersenyum lembut pada Alden.


"Dia adalah anak Alden, sudah hak Alden sepenuhnya" ucap Jessica tersenyum kecut.


"tapi kamu masih ingin tahu kan tentangnya, dan bagaimana ia tumbuh menjadi sosok yang begitu tampan dan menggemaskan" ucap Rosella lagi.


"aku tidak pantas untuk mengetahui hal itu".


"jangan berbohong" ucap Rosella yang sudah bisa sedikit membaca raut wajah Jessica.

__ADS_1


"saat mengetahui nya hatiku akan lebih hancur , karena akan meningkatkan ku pada seseorang yang begitu dingin namun penuh perhatian" ucap Jessica menatap Alden penuh arti.


Rosella bukan orang bodoh yang tidak tahu maksud dari Jessica, jadi apa ini , apakah Jessica memiliki rasa pada Alden.


"temui aku di hotel x malam ini" ucap Rosella menarik tangan Alden untuk berlalu dari sana.


.....


"kenapa kamu ingin menemuinya Ros" ucap Alden tidak suka.


"karena dia adalah ibu Axel dad , bagaimana pun ia berhak tau dan aku ingin jika Axel besar nanti bisa menjelaskan bagaimana sosok ibu kandungnya".


"lupakan Ros, kamu Mommy nya dan Axel hanya akan tahu itu saja!".


"Daddy, jangan seperti orang jahat, bagaimanapun suatu saat nanti pasti Axel akan tahu" ucap Rosella mensejajarkan langkahnya dengan Alden yang berjalan cepat.


"aku tidak akan pernah memberitahu Axel, ibu nya adalah kamu dan tidak pernah tergantikan oleh siapapun!!" tegas Alden.


"jangan egois Dad!, anakmu butuh pengertian suatu saat nanti dan aku sangat ingin mempertemukan Axel dengan Jessica".


Sial!


Rosella sungguh tidak tahu dengan jalan pikiran Alden , bagaimana mungkin ia setega itu pada keduanya , dua manusia yang saling terikat dengan hubungan darah yang sampai kapanpun itu tidak akan ada yang bisa menghapuskannya.


Biarlah saja Alden pergi kemana terserah, lebih baik mereka mendinginkan pikiran masing-masing.


Rosella memilih untuk menuju kafe yang tak jauh dari tempatnya , jika boleh jujur ia memang tidak suka cara Jessica memandang Alden, namun tentang Axel adalah lain cerita.


.


.


.


Bintang-bintang bertaburan diatas menara Eiffel, cantiknya langit malam ini namun tidak dengan suasana hatinya.


Alden sudah kembali ke hotel semenjak sore tadi, ia sudah mencari Rosella di beberapa tempat dekat sini namun tidak juga menemukan nya.

__ADS_1


ia terus menerus menelpon Rosella yang ponselnya dimatikan semenjak tadi, hatinya masih kesal sejujurnya.


Rosella tidak bisa memahaminya, bagaimana bisa wanita itu menyuruhnya untuk mempertemukan Axel dengan Jessica yang sudah membuangnya.


Pintu kamar terbuka Rosella dengan wajah masamnya memilih untuk segera masuk ke kamar mandi tanpa melihat Alden yang tampak sibuk dengan ponselnya.


Brak!


pintu kamar mandi tertutup begitu nyaring, Alden tentu saja hanya pura-pura tidak tahu jika Rosella sudah pulang.


Ia memilih diam daripada membentak Rosella nantinya, ia memang sangat tidak bisa mengontrol emosi nya sendiri, dan sudah dipastikan ia akan kembali marah-marah.


Jadi kali ini ia memilih diam . . .


Setelah beberapa saat Rosella berendam ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar mandi meskipun sangat malas sekali berhadapan dengan Alden.


Rasa cemburu bercampur rasa kesal begitu membuncah dan meledak-ledak di dalam dadanya.


Rosella keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang membalut tubuhnya, ia sungguh lupa membawa pakaian nya.


Alden melirik kulit putih nan mulus yang terpampang nyata itu, paha nya yang begitu menggoda.


Ah!, sial!


Otaknya blank , benar-benar kosong saat melihat Rosella setengah telanjang seperti itu.


Rasa marah yang hampir meledak pun surut begitu saja, otak mesumnya ini sungguh mengesalkan.


Alden mencoba menutup matanya rapat-rapat, agar tidak tergoda dengan tubuh sintal itu.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE LIKE, KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA DAN JUGA BANTU VOTE YA GAAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2